Startseite / Romansa / Pemuas Hasrat Majikan / Kedatangan Baby Sitter untuk Raka

Teilen

Kedatangan Baby Sitter untuk Raka

last update Veröffentlichungsdatum: 11.03.2026 20:39:30

Pagi hari, Rayhan sudah rapi dan turun ke bawah untuk sarapan.

Alisha sudah menyiapkan semua sarapan, namun begitu Rayhan datang Alisha langsung meninggalkan Rayhan di ruang makan.

“Alisha kamu mau kemana? Temani aku sarapan karena ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu.”

Alisha yang masih kesal dengan Rayhan karena kejadian kemarin pagi, hari ini pun Alisha masih terlihat kecewa dengan Rayhan.

Alisha duduk ditempat biasa Alisha duduk saat makan.

“Ada apa mas ? apa yang akan kamu bicarakan, apakah sangat penting ? Sebaiknya cepat karena aku harus melihat Raka diatas.”

Sambil menyiapkan sarapan ke atas piring Rayhan, wajah Alisha tetap terlihat tidak menunjukkan senyuman sama sekali.

“Alisha jadi begini sayang, aku sudah minta tolong ke Roby, kamu masih mengenal Roby kan teman kantor aku.”

Tanya Rayhan pada Alisha dan kebetulan Alisha masih ingat siapa Roby tersebut.

“hmmm ... iya aku ingat, memangnya ada apa ?”

Alisha duduk setelah menyelesaikan mempersiapkan sarapan untuk Rayhan ke dalam piringnya.

“Begini Alisha, aku melihat semenjak ada Raka, kamu semakin sulit melayani aku. Ingat bukan hanya pelayanan untuk sarapan dan pelayanan menyiapkan pakaian, tapi juga pelayanan ranjang. Jadi aku memutuskan untuk meminta tolong pada Roby agar mencarikan seorang baby sitter untuk membantu kamu dirumah.”

“Aku ingin nanti suster yang merawat Raka, tapi kamu masih punya hak kapan saja menemui, menggendong dan lain – lain saat siang hari, kecuali saat malam hari, aku ingin kamu fokus melayani semua kebutuhan aku.”

Alisha terdiam sambil berpikir dalam hati.

“Aku paling tidak suka dengan suster, entahlah aku merasa seperti tidak nyaman saja, apa lagi kalau susternya masih muda.”

Hati Alisha masih terlihat bingung dengan keputusan Rayhan yang akan mengambil jasa baby sitter untuk bayi mereka.

“Tapi mas aku .... “

Belum selesai Alisha akan membantah niat Rayhan ternyata Rayhan sudah memotong ucapan Alisha.

“Sudahlah Alisha, untuk kali ini dengarkan apa yang aku katakan. Janganlah membantah Alisha, aku hanya ingin yang terbaik untuk kamu.”

Alisha berdiri dan meninggalkan Rayhan yang masih sarapan.

“Terserah kamu lah mas, yang penting aku tidak mau dengan adanya baby sitter untuk Raka, ranah pribadi aku jadi terganggu dan aku tidak memiliki privacy lagi bersama anak aku sendiri.”

Rayhan terlihat kembali kesal dengan ucapan Alisha, bagaimana tidak, Rayhan berniat meringankan pekerjaan Alisha, namun Alisha justru terlihat tidak menyetujui keputusan Rayhan.

Namun Rayhan yang keras kepala, seolah tidak perduli dengan perasaan Alisha, karena bagi Rayhan, keputusan mengambil baby sitter adalah jalan terbaik agar Alisha bisa fokus melayani Rayhan.

**

Setelah perdebatan di meja makan antara Rayhan dan Alisha.

Hari Sabtu ini kebetulan Rayhan libur, dan akan pergi bermain golf dengan Roby.

“Halo ... iya Rob, kita jadi kan main golf.”

Tanya Rayhan pada Roby yang mengira Roby menghubunginya karena akan memberitahu soal golf, ternyata Roby menghubungi Rayhan hanya ingin memberitahu kalau pagi ini baby sitter pesanan Rayhan ada datang kerumahnya.

“Jadi dong ... tapi gue telpon bukan mau bahas itu, gue mau ngasih tahu kalau baby sitter yang lu pesen lagi arah ke rumah lu, dianter sama suster anak gue. Udah dari tadi sih, paling bentar lagi nyampe.”

Setelah memberitahu tentang kedatangan baby sitter untuk Raka ke rumah Rayhan, panggilan pun berakhir dan tidak berapa lama suara bel berbunyi.

Karena Alisha sedang di kamar bersama Raka, akhirnya Rayhan yang membukakan pintu.

“Assallamualaikum pak Rayhan yah, saya Ana susternya Bara anak pak Roby.”

“Saya datang membawa suster yang dipesan oleh pak Roby untuk pak Rayhan.”

Mereka berjabat tangan dan terakhir suster Ana memperkenalkan calon suster untuk Raka.

“Pak Rayhan ini Celine, yang akan menjadi suster Raka.”

Rayhan melihat dari atas sampai ke bawah, untuk memastikan kalau Celine suster Raka bersih dan sesuai dengan apa yang diminta oleh Rayhan pada Roby.

“Oh jadi ini susternya ... baiklah kita masuk dulu, biar kita bisa bicara mengenai pengalaman dan lain – lain.”

Rayhan berjalan ke ruang tengah dan mereka duduk dengan sopan.

Rayhan pun bertanya segala macam pada Celine. Hingga akhirnya segala pertanyaan sudah selesai, bahkan mengenai besaran gaji bulanan yang akan di terima oleh Celine, saat sudah menjadi suster Raka.

Tidak berapa lama Alisha turun dengan membawa Raka, sesaat sebelum suster Ana pulang.

“Eh bu Alisha dan ada si tampan Raka.”

Suster Ana mendekati Alisha yang memang kebetulan sudah saling kenal.

Suster Ana menggendong Raka sebentar sebelum suster Ana pulang.

“Sus Ana tumben pagi – pagi, ada apa ?”

Tanya Alisha pada suster Ana yang memang belum mengetahui maksud kedatangannya kerumah Alisha.

Belum sempat suster Ana berbicara dan menjawab pertanyaan Alisha, tiba - tiba Rayhan menjawab pertanyaan Alisha terlebih dahulu.

“Jadi begini sayang, suster Ana datang ke sini membawa baby sitter untuk Raka anak kita.”

“Oh iya perkenalkan ini Celina tapi biasa dipanggil Celine (baca selin), dia suster yang akan membantu kamu merawat Raka.”

Celine menyodorkan tangannya dan dibalas oleh Alisha dengan wajah yang terlihat terpaksa.

Setelah saling berkenalan, tidak berapa lama suster Ana pun izin dan pamit akan segera pulang.

Alisha, Rayhan dan Celine kembali duduk di ruang tengah sambil mengobrol ringan.

“Sayang coba kamu berikan Raka pada suster Celine, apakah Raka cocok atau tidak ?”

Meskipun Alisha sebenarnya tidak menyetujui keputusan Rayhan, tapi Alisha tetap mengikuti perintah Rayhan, dengan memberikan Raka pada Celine.

Celine menerima Raka dan menggendongnya sambil berjalan.

“Oke Celine tolong berikan Raka kembali pada Alisha, kita akan membicarakan mengenai tugas kamu apa saja yang boleh dan tidak boleh kamu kerjakan di rumah ini.”

Celine kembali menyerahkan Raka pada Alisha, mereka pun membahas pekerjaan Celine.

“Jadi begini ya Celine, aku cocok dengan masakan isteri aku, jadi untuk urusan masak biarkan Alisha yang masak. Tapi jika kamu ingin masak sesuatu, silahkan asalkan setelah masak kamu merapikan kembali semuanya, karena isteri aku sangat bersih orangnya.”

Setelah percakapan selesai Raka menangis dan Alisha mengajak Raka ke kamar.

“Mas kamu tolong tunjukkan kamar Celine yah, aku akan membawa Raka ke kamar, sepertinya dia butuh asi.”

Rakha pun mengantar Celine menuju ke kamarnya sedangkan Alisha naik ke lantai dua dimana kamarnya berada.

“Susternya masih sangat muda, sepertinya usianya juga jauh dibawah aku. Dan kelihatannya sih perempuan baik – baik. Semoga apa yang aku khawatirkan selama ini tidak terjadi.”

Ungkapan hati Alisha saat naik keatas mengenai Celine yang memang sangat cantik, bersih dan tubuhnya masih sangat bagus, berbeda dengan Alisha yang sedikit gemuk setelah melahirkan.

**

"Celine ... maaf sebelumnya, sebenarnya aku ingin memanggil mbak tapi sepertinya usia kamu masih sangat muda. Aku rasa kalau aku hanya memanggil nama saja tidak masalah kan ?”

Tanya Rayhan saat berjalan menuju ke kamar Celine yang letaknya dibelakang.

“Tidak apa – apa pak, apa saja senyamannya bapak asal jangan panggil saya tante Celine, hehehe.”

Keduanya tertawa mendengar celoteh Celine pada Rayhan.

“Masa iya perempuan muda dan cantik aku panggil tante, yang benar saja kamu.”

Tanpa sadar Rayhan menyebut Celine cantik membuat jantung Celine berdetak kencang.

“Nah ini kamar kamu Celine, kamu bisa istirahat disini, tapi kalau malam kamu tidur di kamar Raka yah dan saat jam - jam tidur Raka, kamu harus ada di dekatnya.”

Celine meletakkan tas berisi pakaiannya ke atas ranjang tidurnya.

“Baik pak.”

Jawab Celine singkat dan Rayhan pun pamit dari kamar Celine.

“Ya sudah kamu istirahat lah, nanti kalau ada yang diperlukan isteri aku, dia pasti akan memanggil kamu.”

Rayhan keluar dari kamar Celine dan akan menuju ke kamarnya di atas menyusul Alisha.

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Pemuas Hasrat Majikan   Perbedaan Celine & Alisha

    Setelah mengganti pakaian rumahannya dengan pakaian tidur, Celine kembali ke kamar Raka dan saat kembali melewati kamar Rayhan dan Alisha, suara desahan Alisha masih terdengar bahkan bukan hanya desahhan tapi juga suara erangan Alisha dan tidak berapa lama terdengar suara Alisha yang ingin menyudahi permainan mereka. “Mas ... please sudah mas aku sudah keluar beberapa kali, rasanya semua tulang aku menghilang dari tubuh aku.” Rayhan tidak perduli dengan permintaan Alisha, justru Rayhan semakin mempercepat gerakannya. “Mas akkhh sakit mas stop mas aku mohon.” Sakit, nyeri bercampur jadi satu yang dirasakan oleh Alisha saat ini. “Tahan sayang aku sebentar lagi sampai.” Hanya itu yang keluar dari mulut Rayhan, Rayhan terus memompa dengan ritme yang semakin cepat. Celine yang mendengar itu sampai memegang bagian bawahnya dan menekannya, karena tiba – tiba apem miliknya terasa berkedut dan gatal ingin segera disentuh. “Gila sungguh gila sekali pak Rayhan, tahan lama sekali.

  • Pemuas Hasrat Majikan   Suara Desahan Di Kamar Alisha

    Rayhan mendekati Alisha dan Alisha membawa Raka ke kamar Alisha.“Sayang si tampan ini hanya milik kamu.”Alisha langsung duduk di pinggir ranjang dan Rayhan duduk disebelahnya.“Jangan berikan asi lagi nanti dia kembali muntah.”Alisha tidak menjawab lalu meletakkannya diatas ranjang tidur Alisha dan Rayhan.Mereka pun bercanda ria hingga akhirnya Alisha merasa lapar.“Mas aku lapar tapi aku belum masak, apa kita beli saja yah tapi yang ada sayurnya. Setelah itu aku baru masak, karena aku sudah sangat lapar sekali.”Akhirnya Alisha kembali berbicara pada Rayhan, Rayhan yang sangat menyayangi Alisha hanya menuruti semua yang diminta oleh Alisha.“Tentu sayang, pesan dan carilah makanan apa yang kamu mau. Biar kita bisa makan. Jangan lupa pesan yang agak banyak, karena sekarang ada Celine. Dia juga harus makan.”Alisha mengambil handphonenya dan mulai mencari makanan di aplikasi makanan online, sedangkan Rayhan bermain bersama Raka.**Tidak sampai tiga puluh menit pesan

  • Pemuas Hasrat Majikan   Hari Pertama Celine Bekerja.

    Rayhan membuka pintu kamar dan melihat Alisha yang sedang memberikan asi untuk Raka. Rayhan duduk di samping Alisha dan mengecup pucuk kepala Alisha. “Sayang apa kamu marah ? Maafkan mas yah, kalau kamu kecewa karena mas mengambil keputusan tanpa memberitahukan kamu. Ini semua mas lakukan karena mas tidak ingin melihat isteri cantik mas ini lelah setiap hari.” Alisha berdiri dan meletakkan Raka diatas box tidurnya, sedangkan Rayhan masih duduk di pinggir ranjang sambil menatap Alisha yang masih berdiri di pinggir box tidur Raka dan menepuk nepuk Raka agar tidak terbangun. Sesaat kemudian Alisha berjalan mendekati Rayhan dan merapikan bantal seolah tidak ingin Rayhan tahu kalau Alisha sebenarnya kecewa dengan Rayhan. “Cantik ya mas, siapa yang memilih dia ?” Pertanyaan Alisha membuat Rayhan bingung harus menjawab apa ? “Eemmm begini sayang .. aku tidak memilih tapi Roby yang memilih sesuai kriteria yang aku berikan. Aku minta jangan yang tua dan juga jangan yang mu

  • Pemuas Hasrat Majikan   Kedatangan Baby Sitter untuk Raka

    Pagi hari, Rayhan sudah rapi dan turun ke bawah untuk sarapan. Alisha sudah menyiapkan semua sarapan, namun begitu Rayhan datang Alisha langsung meninggalkan Rayhan di ruang makan. “Alisha kamu mau kemana? Temani aku sarapan karena ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu.” Alisha yang masih kesal dengan Rayhan karena kejadian kemarin pagi, hari ini pun Alisha masih terlihat kecewa dengan Rayhan. Alisha duduk ditempat biasa Alisha duduk saat makan. “Ada apa mas ? apa yang akan kamu bicarakan, apakah sangat penting ? Sebaiknya cepat karena aku harus melihat Raka diatas.” Sambil menyiapkan sarapan ke atas piring Rayhan, wajah Alisha tetap terlihat tidak menunjukkan senyuman sama sekali. “Alisha jadi begini sayang, aku sudah minta tolong ke Roby, kamu masih mengenal Roby kan teman kantor aku.” Tanya Rayhan pada Alisha dan kebetulan Alisha masih ingat siapa Roby tersebut. “hmmm ... iya aku ingat, memangnya ada apa ?” Alisha duduk setelah menyelesaikan mempersiapkan sar

  • Pemuas Hasrat Majikan   Keluar Tapi Tanggung

    "Mas .. eeggghh ....” Suara desahan dan leguhan serta peraduan dua manusia yang sedang menikmati malam bahagia setelah hampir dua bulan keduanya tidak saling bersentuhan, itu semua karena Alisha baru saja melahirkan. “Alisha ... sayang, sungguh mas merindukan ini sayang.” Baru saja Rayhan akan sampai puncak dan gerakan naik turun yang sangat intens bahkan nafas Rayhan sudah sangat terengah-engah, tiba – tiba suara tangisan bayi mereka terdengar begitu keras, membuat Alisha meminta Rayhan untuk segera menghentikan kegiatannya. “Mas hentikan mas ... itu Raka menangis mas.” “Mas Rayhan ....” Rayhan yang sedang tanggung tidak menggubris permintaan Alisha, justru Rayhan semakin cepat memompa gerakannya. “Tidak sayang ... mas hampir sampai.” “Alisha ... aahhh ... Alisha.” Hingga akhirnya .. “Aahhh ... Alisha.” Baru saja Rayhan sampai pada puncak kenikmatannya, sedangkan Alisha belum sampai karena pikirannya sudah tertuju pada suara tangisan bayi mereka, ditambah suara tangi

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status