INICIAR SESIÓNSampai di kantor, Rayhan langsung masuk ke ruangannya dan duduk di ruang kerjanya. Tas kerja diletakkan diatas meja dan Rayhan mengeluarkan Laptopnya. Laptop sudah terbuka dan beberapa berkas sudah tersusun. Namun selama hampir lima belas menit, tidak satu pun pekerjaan disentuhnya, pikiran Rayhan masih berada di rumah.Saat langkah kaki Celine yang tadi lewat di ruang makan, Alisha bertanya dan menatapnya saat sarapan tadi. Bahkan ke malam tadi, dimana dia baru saja bercinta dengan Celine.Rayhan menyandarkan tubuh ke kursi, lalu menatap langit-langit.“Kenapa malah makin susah dilupakan …” gumamnya.Rayhan mengambil onselnya, lalu dibuka layar chat dengan Celine.Dia menatap kolom pesan kosong beberapa saat. Ingin mengirim pesan untuk Celine tapi dia ragu.Akhirnya dia mengunci layar kembali dan memutuskan untuk tidak menghubungi Celine.“Arrgghh ... sial ada apa dengan aku ?” pertanyaan itu muncul untuk dirinya sendiri.Sementara itu, di rumah Alisha sedang membantu Celine
Setelah itu pintu tertutup dan Rayhan tidak tampak lagi. Sementara Celine masih duduk di tepi ranjang dengan napas yang belum sepenuhnya tenang. Rambutnya sedikit berantakan, kulitnya lengket oleh keringat, dan pikirannya jauh lebih kacau dibandingkan tubuhnya. Ada rasa menyesal tapi juga ada rasa puas setelah percintaannya dengan Rayhan barusan. “Ya tuhan kenapa aku jadi begini ?” tanya Celine pada dirinya sendiri. “Harusnya aku bisa menolak ... tapi sentuhan pak Rayhan membuat aku lupa apa itu penolakan.” Begitu langkah Rayhan tak lagi terdengar, Celine perlahan berdiri. Dia berjalan menuju kamar mandi kecil di belakang kamarnya, lalu menyalakan air. Dengan diam, dia membersihkan dirinya, berusaha menghapus sisa-sisa percintaan mereka dari tubuhnya, seakan sisa keringat Rayhan tidak bisa hilang begitu saja. Namun yang paling sulit dibersihkan justru bukan jejak di keringat keduanya, tetapi perasaan yang terus bertentangan di dalam hati. Air mengalir cukup lama dan akhirnya
Melihat Rayhan pergi meninggalkan Celine. Celine pun beranjak menuju ke belakang, karena akan ke kamarnya terlebih dahulu.Baru saja Rayhan melangkahkan kakinya menuju ke arah tangga, tiba-tiba Rayhan membalikkan badannya dan kembali mendekati Celine.Rayhan berjalan cepat mengejar Celine dan akhirnya Rayhan memeluk Celine dari belakang lalu membalikkan badan Celine, sehingga kini keduanya saling berhadapan.“Maaf Celine aku sudah tidak tahan.”Rayhan langsung mendorong tubuh Celine dan Celine tidak dapat menghindari karena tubuhnya kini diapit antara tubuh Rayhan dan tembok.Rayhan langsung mencium Celine dengan rakus, seakan tidak pernah mencium bibir Celine sebelumnya.Celine terlihat gelagapan, berusaha menghindar karena takut tiba-tiba Alisha datang dan melihat mereka.“eemmphh ... pak.”Tidak membiarkan Celine melepas pagutannya, Rayhan kembali meraih bibir Celine dan kali ini sebelah tangan Rayhan memegang tengkuk Celine, sehingga Celine tidak dapat menghindari lagi.
Sampai di lantai dua, Rayhan terpaku di depan pintu kamar Raka, tangan Rayhan sudah terangkat dan hampir saja mengetuk pintu kamar Raka.“Mas ... kamu ngapain ke kamar Raka ?”Tiba-tiba suara Alisha terdengar, membuat Rayhan menggantungkan tangannya dan tidak jadi mengetuk pintu.“Eh ... eemm ... sayang kamu belum tidur ?” tanya Rayhan dengan suara gugup karena terkejut saat mendengar suara Alisha.“Aku mau lihat Raka sebentar.”Jawab Rayhan sekenanya karena takut Alisha curiga. Alisha berjalan mendekati Rayhan.“Raka sudah tidur. Tadi aku sempat melihat sebelum masuk ke kamar.”Alisha menggandeng tangan Rayhan dan membawanya ke kamar mereka.“Sudah jangan diganggu, mereka pasti sudah tertidur pulas.”Rayhan menggaruk kepalanya sambil tersenyum kikuk dan berjalan mengikuti Alisha menuju ke kamarnya.“Sial ... kenapa Alisha belum tidur sih ? gagal deh aku menyambangi Celine.” Gerutu Rayhan sambil berjalan mengikuti Alisha.**Malam berganti, pagi hari Alisha dan Celine su
Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa … tapi tidak benar-benar normal bagi Celine, tidak seperti sebelumnya dimana antara Celine dan Rayhan tidak ada skandal percintaan seperti sekarang. Meski begitu sampai saat ini Alisha masih belum mengetahui perselingkuhan Rayhan dan Celine.Kesibukan di rumah itu masih sama. Rutinitas tetap berjalan setiap hari, membuat sarapan, membereskan rumah, mengurus Raka, menunggu Rayhan pulang.Namun di dalamnya, ada ketegangan yang perlahan semakin terasa, apa lagi kalau bukan perselingkuhan dan pengkhianatan.Hari pertama setelah Celine kembali, semuanya masih bisa dikendalikan, meskipun Celine masih suka gugup jika didekat Alisha. Celine dan Rayhan masih menjaga jarak agar tidak terlihat terlalu dekat saat berada bersama Alisha.Hari kedua Celine berada di rumah Alisha, Celine mulai terasa berbeda.Setiap kali Celine berhadapan dengan Alisha, jantungnya selalu berdegup lebih cepat. Tatapan Alisha yang sebenarnya lembut, entah kenapa teras
Hari berganti, pagi itu berjalan tidak seperti biasanya. Pagi hari, Celine selesai merapikan kamarnya dan kembali ke rutinitas, suasana rumah terasa sedikit berbeda, semenjak Alisha pulang ke rumah orang tuanya.Raka yang biasanya langsung lengket dengan Celine, pagi itu justru menunjukkan reaksi yang tidak biasa.Saat Celine mencoba menggendongnya, Raka malah merengek dan memalingkan wajah. Raka seperti tahu kalau ada sesuatu yang jahat pada diri Celine.“Eh … kenapa, sayang ?” ucap Celine pelan, sedikit kaget.Raka justru semakin menangis, tangannya meraih ke arah Alisha.Alisha yang melihat itu langsung mendekat.“Sudah sini sama mamah,” katanya lembut sambil mengambil Raka dari gendongan Celine.Begitu berada di gendongan Alisha, Raka langsung tenang dan berhenti menangis.Celine terdiam, tangannya masih menggantung sebelum akhirnya diturunkan perlahan.“Maaf, bu …” ucapnya pelan.Alisha menggeleng kecil.“Tidak apa-apa. Mungkin dia lagi nggak mood saja.”Namun tatapa







