Accueil / Romansa / Pemuas Hasrat Tante Muda / Bab 12 - Uang dan Kenikmatan

Partager

Bab 12 - Uang dan Kenikmatan

Auteur: SamL9
last update Date de publication: 2025-08-02 23:06:34
Malam itu, Tante Almara tidak bisa tidur. Ia duduk di ruang tamu apartemennya sambil menatap kosong ke arah kota yang berkelip dari balik jendela. Foto-foto di dalam amplop masih terbayang jelas di kepalanya. Kata-kata Faizal terus terngiang, "Lima ratus juta, menikmati malam bersama, atau semua orang tahu."

Ia menatap layar ponsel. Nomor Faizal masih tertera, tetapi ia belum punya keberanian untuk menelepon. Ia ingin marah, ingin melawan, tetapi ia tahu lelaki itu licik dan berbahaya. Jika ia
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Pemuas Hasrat Tante Muda   Bab 26 - Orang Masa Lalu

    Lagu penutup berkumandang diiringi dentuman kembang api yang membelah langit malam stadion. Puluhan ribu penggemar berteriak histeris, memanggil nama Leo dan grupnya berulang-ulang. Di tengah panggung yang gemerlap, Leo membungkuk hormat. Keringat membanjiri kemeja sutranya yang basah dan mencetak jelas otot dadanya. Dia tersenyum ke arah kamera, sebuah senyum profesional yang menyembunyikan badai kepanikan di dalam kepalanya.Begitu lampu panggung meredup dan platform hidrolik membawa mereka turun, topeng profesional Leo seketika luruh. Dia melempar mikrofonnya ke arah staf tanpa memedulikan sekitarnya, mengabaikan handuk dan botol air yang disodorkan. Langkah panjangnya berlari membelah kerumunan kru di lorong belakang panggung. Pikirannya hanya dipenuhi satu nama, yaitu Almara.Leo menerobos masuk ke ruang VIP yang kini dijaga ketat oleh anak buah Rama. Pintu terbanting dengan keras. Di sudut ruangan, duduk di atas sofa dengan tubuh bergetar hebat, Tante Almara memeluk lututnya. Wa

  • Pemuas Hasrat Tante Muda   BAB 25 – Mimpi Buruk di Balik Panggung

    Suara musik menggema memenuhi seluruh stadion. Puluhan ribu penonton bersorak ketika lampu utama menyala dan Leo bersama keempat anggota boyband-nya muncul di atas panggung.Senyum mereka terlihat sempurna. Gerakan mereka kompak. Tidak seorang pun penonton mengetahui bahwa di balik senyum itu, Leo sedang menahan kepanikan luar biasa. Matanya beberapa kali melirik ke arah kamera utama.Bukan kepada penggemar. Melainkan kepada monitor besar di sisi panggung yang menampilkan siaran langsung. Dia berharap menemukan sesuatu.Apa pun.Tanda bahwa Tante Almara masih baik-baik saja. Namun tidak ada. Hanya lautan manusia dan sorotan lampu."Leo!" Salah satu anggota grup menepuk bahunya saat pergantian formasi.Leo tersadar dan segera mengikuti koreografi. Dia tidak boleh membuat kesalahan.Bukan malam ini.Bukan ketika Tante Almara sudah mempertaruhkan dirinya demi konser ini.----------Sementara itu, di ruang misterius, Tante Almara masih berada di bawah pengawasan Faizal.Wanita itu berusah

  • Pemuas Hasrat Tante Muda   BAB 24 - Tante Almara Diculik! (18+++)

    Jantung Leo berdetak semakin keras. Tangannya masih menggenggam ponsel milik Tante Almara yang berisi pesan terakhir wanita itu."Maafkan Tante. Apa pun yang terjadi nanti, jangan tinggalkan panggung. Selamatkan konser ini."Bagaimana mungkin dia tetap berdiri di atas panggung ketika wanita yang dicintainya sedang berada dalam bahaya?"Leo!" Suara manajer membuatnya menoleh."Kamu di sini? Semua orang mencari kamu! Lima menit lagi pembukaan!"Leo menggertakkan rahangnya. "Bu Almara hilang."Manajer mengernyit. "Apa maksudmu?""Seseorang membawanya pergi."Belum sempat manajer bertanya lebih jauh, Rama datang berlari sambil membawa tablet di tangannya. "Leo!""Ada kabar?"Rama mengangguk cepat. "Aku berhasil menemukan rekaman CCTV yang sempat hilang.""Lihat."Leo menatap layar tablet. Rekaman itu hanya berlangsung beberapa detik. Terlihat Tante Almara berjalan seorang diri menuju lorong servis di bawah tribun stadion. Wajahnya tenang, tetapi langkahnya terlihat tergesa-gesa, seolah se

  • Pemuas Hasrat Tante Muda   BAB 23 - Membawa Kabur Tante Almara

    Pagi hari yang seharusnya menjadi awal paling membahagiakan bagi Almara Entertainment justru dipenuhi kecemasan. Sejak pukul enam, kawasan sekitar stadion sudah dipadati para penggemar. Ribuan lightstick berwarna biru muda memenuhi pelataran. Spanduk raksasa bergambar Leo dan anggota boyband lainnya terbentang di berbagai sudut.Namun, di balik kemeriahan itu, suasana di ruang kontrol keamanan jauh dari kata tenang. "Semua akses belakang sudah diperiksa?""Sudah, Pak.""Tim keamanan VIP?""Lengkap.""Petugas backstage?""Stand by."Rama berdiri di depan monitor CCTV bersama kepala keamanan. Puluhan layar menampilkan setiap sudut stadion. Tetapi perasaannya justru semakin tidak nyaman."Tambah personel di pintu barat," perintah Rama."Kenapa?""Perasaanku nggak enak."Di ruang ganti artis, Leo sedang mengenakan kostum panggung. Hari itu seharusnya menjadi hari yang selama bertahun-tahun dia impikan. Tur nasional pertama. Puluhan ribu penonton. Siaran langsung ke berbagai platform digit

  • Pemuas Hasrat Tante Muda   BAB 22 – Skandal yang Meledak

    Suasana di depan gedung Almara Entertainment berubah kacau. Puluhan wartawan berdesakan di depan pintu utama. Kilatan kamera menyala tanpa henti. Beberapa reporter bahkan melakukan siaran langsung. "Benarkah CEO Almara Entertainment memiliki hubungan spesial dengan salah satu artisnya?" "Apakah berita yang beredar di media sosial itu benar?" "Siapa idol yang dimaksud?" Pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan. Petugas keamanan berusaha menahan mereka agar tidak memasuki area lobi. Di lantai dua puluh, Tante Almara berdiri memandangi kerumunan itu dari balik kaca. Tangannya perlahan mengepal. "Dia berhasil..." Leo berdiri tidak jauh darinya. Tatapannya sama dinginnya. "Belum." Tante Almara menoleh. "Ini baru permulaan." Di ruang rapat darurat, seluruh jajaran direksi sudah berkumpul. Ekspresi mereka tampak tegang. "Bu Almara, harga saham perusahaan mulai bergerak turun setelah rumor itu menyebar." "Kami juga mendapat telepon dari dua sponsor utama." "Mere

  • Pemuas Hasrat Tante Muda   BAB 21 – Topeng yang Mulai Terbuka

    Pagi itu suasana di kantor pusat Almara Entertainment jauh lebih sibuk daripada biasanya. Para staf berlalu-lalang membawa berkas. Tim promosi sibuk membahas jadwal tur nasional boyband yang dipimpin Leo, sementara divisi media terus menerima telepon dari berbagai pihak.Namun di balik kesibukan itu, Tante Almara sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Semalaman dia tidak tidur. Pesan terakhir Faizal terus menghantui pikirannya."Nikmati dua hari terakhir kalian sebelum semuanya berubah."Kalimat itu bukan lagi terdengar seperti ancaman. Melainkan sebuah rencana. Sebuah rencana yang sudah disusun dengan matang.--------Leo memasuki ruang direktur tanpa mengetuk. Wajahnya terlihat tegang. "Tante."Tante Almara langsung berdiri. "Ada apa?"Leo menyerahkan tablet yang dibawanya. "Coba lihat."Di layar terpampang sebuah akun media sosial anonim. Akun itu baru dibuat beberapa jam lalu. Namun unggahan pertamanya langsung menarik ribuan perhatian. Isinya hanyalah sebuah foto siluet seorang w

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status