共有

Bab 174

last update 公開日: 2025-07-07 16:06:33
“Mama?” Nada bergumam, bingung melihat Mira masuk ke mobil hitam dengan tenang, seolah tak terjadi apa-apa.

“Kenapa mama pergi tanpa bilang apa-apa?” gumamnya lagi.

“Daffa, ayo ikuti mama!” serunya.

Daffa menoleh, heran. “Kamu nggak jadi masuk kampus?”

“Enggak, Daffa. Mama pergi entah ke mana. A
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 187

    Sudah beberapa hari ini, Nada lebih banyak menghabiskan waktunya dalam diam. Senyum cerianya yang dulu begitu akrab di wajahnya kini lenyap, seolah ditelan kabut gelap yang tak terlihat mata. Matanya yang biasanya berbinar kini redup, sering menerawang jauh ke luar jendela seakan menyembunyikan beba

    last update最終更新日 : 2026-04-01
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 180

    Hari pun mulai menjelma menjadi malam dengan sunyi yang menyelimuti perjalanan pulang. Jalanan ibu kota telah lengang, dan lampu-lampu kota berpendar samar di balik kaca mobil yang melaju stabil. Daffa duduk di kursi pengemudi dengan ekspresi tegang. Di sampingnya, Nada memeluk lutut, dengan pandan

    last update最終更新日 : 2026-03-31
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 177

    “Aku mohon, Pa. Aku nggak bisa tenang kalau aku nggak tahu kebenarannya.” Bimo akhirnya menyerah. Ia menarik napas panjang dan mengangguk pelan. “Oke. Tapi kamu duduk di belakang. Nggak boleh banyak gerak. Begitu kamu kelihatan lemah, kita langsung balik.” “Iya, Pa.” Nada hanya mengangguk. Suara

    last update最終更新日 : 2026-03-31
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 171

    Di dalam kamar, Nada duduk di tempat tidurnya, mengeluarkan foto usang itu dari dalam saku seragamnya. Ia menatapnya lagi, matanya masih bingung dan penasaran. "Siapa mereka, ya?" gumamnya. “Kenapa foto ini ada di tempat sampah belakang rumah?” Nada merasakan ada sesuatu yang aneh, ada banyak p

    last update最終更新日 : 2026-03-31
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status