Share

Bab 27

Penulis: Callista_ Ivan
last update Tanggal publikasi: 2025-06-18 20:21:49
“Aarrgggh!” pria asing itu semakin merintih kesakitan karena Nada menendang junior nya sangat keras, hingga membuatnya kesakitan dan perutnya terasa mulas.

“Aku tau kalau kamu dokter, tapi kamu nggak berhak kurang ajar seperti itu sama aku,” ujar Nada dengan suara gemetar.

Dengan gemetaran, Nada c
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Hernik09 Pramesti
maaf ya agak bingung kapan hari nada sma kuliah sma lagi moga ga typo lagi ya yg pasti mahasiswi atw pelajar
goodnovel comment avatar
Febriyani SphLwkN
Untuk tuberkulosis itu trgntung tipe apa ya… krna gak bisa leluasa aj gitu kontak sama pasien tbc, itu menular ya klo misal itu tbc yg diderita tbc aktif.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 162

    Daffa mengangguk, mengamati setiap detail bangunan di sekitar mereka. “Kota Tua memang menyimpan banyak cerita. Setiap sudutnya, seolah bercerita tentang sejarah panjang Jakarta. Aku suka datang ke sini untuk merenung, melihat betapa kota ini telah berkembang." Mereka berjalan menyusuri jalan yang

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 159

    Daffa sesekali melirik ke arah Nada, khawatir. Ia tahu bahwa Nada membutuhkan lebih dari sekadar waktu untuk pulih. Perasaan cemas yang mendalam masih jelas terlihat di mata Nada. Tiba-tiba, Daffa menghentikan mobilnya di pinggir jalan, tepat di depan sebuah toko kecil yang tampaknya menjual berbaga

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 167

    Mbak Ani tanpa banyak bertanya, langsung mengambilkan minyak kayu putih. Dengan hati-hati, ia mulai merapikan rambut Nada dan mengusapkan minyak kayu putih di kening Nada, berusaha menghangatkan tubuhnya. Sedangkan Mira, yang berdiri di samping ranjang, tak bisa menahan tangisnya lagi. Air mata ya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 163

    "Daffa, kamu serius?" tanya Nada, suara perempuan itu terdengar setengah tidak percaya, matanya berkaca-kaca. Daffa menarik napas dalam-dalam. Ia masih duduk berlutut dengan penuh keyakinan sambil menghadap Nada. Tangan kanan Daffa masih memegang sebuah kotak kecil berwarna merah yang mengkilap ber

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status