Share

Bab 32

last update Petsa ng paglalathala: 2025-06-19 20:47:45
“Enggak! Mama!”

Kata-kata itu menembus jauh ke dalam hati Daffa, seperti beban berat yang tak tertahankan. Napasnya tersengal, dan ia terbangun tiba-tiba dengan keringat dingin membasahi wajahnya. Daffa duduk tegak, matanya membulat, jantungnya berdetak cepat, sementara pikirannya masih berusaha mem
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Ade Irmawati
iklan nya sebareg2 jd gak suka bacanya
goodnovel comment avatar
Saut Sirait
sebaiknya GoodNovel kritis dan selectif untuk memuat karangan. jangan terlalu merusak standard profesi dan fondasi sosial. para pembaca yang budiman, ayo protes GoodNovel supaya tidak jadi BadNovel
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 213

    Nada mendengus pelan, lalu memalingkan wajah ke arah jendela. “Aku cemburu,” katanya datar, tanpa menatap Daffa. Seketika suasana kabin menjadi lebih dingin, lebih sempit. Daffa menarik napas, lalu meraih tangan Nada dengan lembut. “Sayang… bukan itu maksudku. Dia butuh tempat aman. Aku cuma b

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 202

    Langit sore menggantung sendu di atas gedung rumah sakit, awan-awan tipis berarak pelan, memantulkan warna jingga yang menciptakan siluet melankolis di antara pohon-pohon taman. Udara mulai dingin, angin berembus lembut membawa aroma antiseptik samar dari bangunan rumah sakit yang tak pernah benar-b

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 200

    Ia menyerahkan masing-masing botol ke Nada dan Daffa tanpa bicara. Daffa hanya mengangguk kecil sambil menerima. “Thanks, Go.” “Sama-sama, Bos,” balas Yugo pelan. Nada tersenyum tipis dan membuka tutup botol, lalu meneguknya sedikit. Mereka kembali dalam diam. Tapi ada yang berbeda. Yugo ti

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 197

    Daffa mengangguk cepat, berusaha tampak santai. “Iya, Tante. Terima kasih juga sudah izinkan saya ngobrol sama Nada.” Mira mengangguk kecil. Tatapannya sempat melirik ke dalam kamar, ke arah ranjang. Di sana Nada sudah berbaring di bawah selimut, matanya terpejam seolah sudah tidur. “Nada, is

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status