Home / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 265 Saham Perusahaan

Share

Bab 265 Saham Perusahaan

Author: Tristar
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-01 23:20:31

Joko mengeluarkan laptop barunya. Kemudian, dia menyalakannya. Setelah itu, dia mengunjungi situs web pasar saham.

Para wanita memperhatikan dari samping dengan penuh rasa penasaran.

"Sayang, kamu mau beli saham?" tanya Lana.

"Iya. Kalau uangku di cuma di simpan, gak akan bisa bertambah. Kalau beli saham, pasti bertambah!" ucap Joko.

"Hati-hati, jangan sampai salah beli saham!" Ayu mengingatkan.

"Tenang saja, aku sudah jago, hehe," balas Joko sambil cengengesan.

Setelah cukup lama melihat-
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 285 Empat Wanita Cantik

    "Jo, mobilmu nyaman banget yah," ucap Sumi dengan ekspresi sedikit genit. "Tentu saja nyaman. Mobil ini gak murah!" sahut Dita dari belakang. "Hehe, senyaman apapun mobil, pasti lebih nyaman diam di rumah," canda Joko. "Kamu bisa saja," Sumi menekan pundak Joko dengan jari telunjuknya. Joko sedikit melirik wanita itu. "Hmm, wanita ini sangat aktif. Baru kenal saja sudah berani bertingkah genit." Setelah terdiam sesaat, Joko kembali berkata. "Nanti sampai di kota, kalian harus ke toilet dulu. Kalau sudah lewat kota, susah nyari toilet. Baru ada lagi toilet nanti di kalau udah sampai di Kota Awan." "Kalau kebelet di jalan, tinggal nyari hutan saja. Gak masalah, hihi," ucap Rara sambil terkikik. "Kalau gak masalah kencing di hutan, gak apa-apa," balas Joko. "Jo, kamu gak bawa camilan?" tanya Sumi. "Nggak, nanti beli di kota," balas Joko. "Nggak usah beli. Kita bawa banyak camilan kok," ucap Sumi buru-buru. "Iya. Gak bakal habis kita makan," ucap Yeni sambil memperlihatkan sat

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 284 Berangkat Liburan

    Tak terasa hari Sabtu pun tiba...."Sayang, kalian yakin gak mau ikut?" tanya Joko sambil menatap Ayu, Lana, Sinta, dan Mona.Joko tampak sedang sibuk memasukkan semua keperluannya ke dalam koper. Keempat wanita cantik itu sibuk membantunya."Nggak ah. Kalau kita ikut liburan, pasti nanti beritanya bocor ke para warga. Para bocah itu pasti gak akan bisa tutup mulut," balas Sinta."Hmm, ya sudah. Kalian mau di bawakan apa?" tanya Joko."Terserah kamu saja. Kamu gak bawa apa-apa pun gak masalah. Yang penting, kamu pulang dengan selamat," balas Ayu dengan lembut."Hehe, aku mau liburan ~ bukan mau perang," Joko menggosok kepala Ayu. "Tetap saja kamu harus berhati-hati!" tegas Ayu dengan wajah cemberut."Oke... oke. Ya sudah, kalau nanti ada barang bagus, aku pasti bawakan buat kalian," ucap Joko.Beberapa saat kemudian, mobil Joko melaju pergi meninggalkan rumah Lana. ===Tadi malam, Rian memberi tahu Joko kalau besok akan berkumpul di depan jalan keluar kampung. Saat Joko sampai di s

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 283 Harus Jadi Lebih kuat

    Joko dan Lana tidak pulang ke rumah. Joko membawa Lana ke markas kelompok Darto. Setibanya di sana, Darto dan kelompoknya tampak sangat antusias dan langsung mengerumuni Joko dan Lana."Bang.... akhirnya kamu punya waktu datang ke sini," ucap Darto. "Ayo... duduk Bang, Nona Lana," undang Darto."Ayo kalian juga duduk lagi saja!" Joko duduk dan Lana duduk di sampingnya. Setelah semua orang duduk, Joko berbicara. "Gimana dengan latihan kalian?" tanyanya sambil menatap kelompok Darto."Hehe, kita sangat rajin Bang. Kita sekarang sepertinya sudah jauh lebih kuat!" balas Seno."Benar kata Seno. Semua yang di ajarkan Abang sudah hampir kita pelajari semuanya," tambah Darto.Dengan kemampuan sekarang, Joko bisa merasakan dengan jelas seberapa kuat kelompok Darto.Mata Joko menatap Darto. "Pendekar tahap awal," matanya beralih ke Seno. "Pendekar tahap awal. Lumayan, lumayan." Mendengar ucapan Joko, Darto dan yang lainnya termasuk Lana menjadi kebingungan."Bang, apa itu pendekar tahap awal

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 282 Membuat Warga Heboh

    Keesokan harinya.Warga kampung di buat heboh saat melihat rumah Joko di bongkar oleh para pekerja konstruksi. Banyak warga berkerumun untuk melihat proses pembongkaran itu.Joko berada di sana bersama Lana. Dia ingin melihat detik-detik rumah lamanya di robohkan.Berbagai kenangan di masa lalu saat dia bersama keluarga, kini bermunculan di pikirannya. Perasaan masam memenuhi hatinya, perasaan itu membuat matanya sedikit basah."Ibu, Ayah, Kakek. Aku akan membangun kembali rumah peninggalan kalian menjadi rumah yang paling bagus di kampung ini. Kalau kalian melihatnya di atas sana, semoga kalian suka dengan rumah yang aku buat," gumamnya di dalam hati.Lana melirik Joko. Melihat sorot mata pria itu yang mengandung kesedihan, dia diam-diam memeluknya ~ untuk berusaha memberikan kenyamanan.Para warga menjadi sangat yakin kalau Lana adalah pacar Joko setelah melihat wanita itu memeluk Joko dengan eratnya.Banyak pria yang iri kepada Joko, bagaimana pun wanita yang sangat menawan seperti

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 281 Pembangunan Rumah Joko

    Setelah mengeluarkan batangnya dan melepaskan kain renda tipis yang menutupi apem Sinta, Joko menempelkan batangnya di apem wanita itu lalu menggesekkannya. "Ahhh... ahh..." Desahan merdu keluar dari mulut Sinta, dengan tubuh yang sedikit bergetar. "Bikin becek dulu sayang!" pinta Sinta dengan suara sedikit serak. "Itu pasti. Biar masuknya gampang," balas Joko dengan nada main-main. Meski sedang di mainkan Joko, Sinta masih terus memasak makanan itu. Ayu tidak berniat membantu Sinta, karena dia ingin tahu apa Sinta bisa terus memasak sambil menikmati sensasi bercinta.Setelah di rasa cukup basah, Joko perlahan menusukkan batangnya. "Mmmm..." Sinta melenguh panjang.Perlahan ujung batang besar itu tenggelam masuk. Namun, baru juga masuk beberapa senti ke dalam, Joko berhenti saat mendengar suara ponsel dari arah Ayu."Maaf sayang, ada yang menelepon nih. Tahan dulu yah," ucap Ayu dengan nada main-main, sambil memperlihatkan layar ponselnya.Joko mengangguk. Ayu mengangkat t

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 280 Mona Pindah

    Di keesokan harinya, di siang hari, Joko pergi meninggalkan hotel. Sebelum pergi, dia memberi tahu Bila kalau dia juga akan pergi ke ibu kota. Bila tentu saja sangat gembira saat mendengar kabar itu. Bahkan dia sempat ingin tinggal beberapa hari bersama Joko dan akan pulang bersama nanti ke ibu kota. Namun, ada job pemotretan di ibu kota yang membuatnya terpaksa mengurungkan niatnya. Baru saja Joko sampai di rumahnya, Mona mengabarinya kalau dia ingin pindah ke rumah Lana. Joko mandi terlebih dahulu, setelah itu dia pergi menemui Mona di rumahnya. Sampai di sana, Mona menyambutnya dengan tingkah genit dan manja. "Sayang, kamu datang," ucapnya sambil bergelayut manja. Joko memeluk wanita itu. "Kamu yakin mau pindah?" tanyanya dengan ekspresi serius. "Yakin. Kan bentar lagi juga kita pergi ke ibu kota. Urusan kebunku sudah selesai, jadi aku gak punya urusan lagi," balas Mona. "Baiklah kalau gitu. Mobilmu bawa saja ke rumah Lana. Nanti, setelah kita di ibu kota aku akan menyewa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 4 Bu Tika Lebih Berani

    Ketika hari mulai beranjak sore, Joko memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Penghasilannya dari mengojek hari ini sudah cukup banyak, jadi ia tidak perlu lagi berkeliling mencari penumpang hingga malam. Setelah selesai bersih-bersih, Joko duduk di kursi yang sudah tampak lapuk dimakan usia. Ia kemu

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 6 Bantu Puaskan Aku, Bang!

    Tak lama kemudian, Bu Sinta telah selesai membuat kopi, lalu dia menyajikannya di meja depan Joko. "Nih... sudah jadi, silakan di minum," ucap Bu Sinta dengan riang. "Makasih yah." Joko langsung mengambil cangkir berisi kopi itu, laku menyesap kopi di dalamnya. Ekspresi wajahnya tampak sangat me

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 5 Godaan Dan Tawaran

    Joko melajukan motornya ke luar dari kampung, ia pergi menjemput gadis bernama Mia di kosannya. Sampai di sana, ternyata Mia belum siap. Pada akhirnya, Joko menjemput langganannya yang lain terlebih dahulu. Gadis yang Joko jemput bernama Dea. Kosan Dea tidak jauh dari kosan Mia, jadi tidak butuh

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 3 Goda Wanita Bersuami

    Setelah mengantarkan Bu Tika pulang ke rumahnya, Joko kembali melajukan motornya menuju warung Bu Sinta untuk mangkal di sekitar sana. Beberapa saat kemudian, Joko sampai di warung Bu Sinta. Warung Bu Sinta tampak sepi tak ada pembeli. Terlihat, Bu Sinta yang sedang sibuk menggoreng sesuatu di dal

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status