LOGINTubuh berlekuk indah, yang di balut oleh lingerie renda seksi berwarna merah terang ~ sungguh membuat hasrat Joko menjadi tak terkendali.Bahkan sebelum sempat melepas celana dalamnya Joko, sudah menerkam Maya ~ menekankan wanita itu di bawah tubuhnya."May, kamu sangat menggoda, sayang," ucap Joko, sambil meremas satu buah semangka besar Maya."Ahhh..." desahan merdu keluar dari mulut Maya, saat sensasi remasan itu di rasakan oleh tubuhnya."Tubuh aku yang menggoda, apa lingerie ku yang menggoda?" tanya Maya dengan nada main-main, sambil memasang ekspresi wajah yang tampak sangat nakal."Dua-duanya! Tubuhmu sudah sangat menggoda, di tambah lingerie ini... pokoknya sudah gak bisa di nilai oleh kata-kata!" balas Joko sambil mengelus lekuk dada wanita itu dengan jarinya."Kalau gitu... ayo belai aku, sayang! Bikin aku puas," ucap Maya dengan nada menggoda.Tak membuang waktu lagi, Joko langsung mendaratkan ciuman ganas di bibir Maya. Mendapatkan serangan itu, Maya pun langsung saja mena
"Nanti saja! Soalnya... malam ini, ada wanita lain yang harus aku layani," ucap Joko. Dia ingin menyimpan energinya untuk bermain dengan Maya nanti malam. "Siapa itu?" tanya Bu Mona. "Ada deh... kamu gak perlu tau!" balas Joko. "Kamu gitu banget, sih... ayo main sama aku aja, aku kasih uang yang lebih besar dari wanita itu!" rengek Bu Mona, sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya. "Gak bisa! Janji harus di tepati! Kalau kamu mau... kamu harus mengantri," ucap Joko sambil meremas keras buah semangka Bu Mona. "Ahhh..." desahan indah keluar dari mulut Bu Mona. "Kalau gitu... besok... besok kamu harus tidur sama aku!" ucapnya. "Oke... aku setuju! Mau siang, atau malam?" tanya Joko. "Siang, malam, gak masalah! Kamu bisanya kapan, aku selalu siap!" balas Bu Mona. "Oke. Kalau gitu!" ucap Joko. Dia menarik keluar tangannya dari dalam kerah wanita itu. "Kamu mau tidur sama wanita itu kapan?" tanya Bu Mona. Dia memasang ekspresi enggan, saat Joko menarik tangannya dari buah semangkanya.
Setibanya di warung, Joko melihat, kalau di sana sedang sepi. Tak ada satupun pembeli yang berada di warung tersebut. Saat Joko masuk ke dalam warung, seorang wanita dewasa cantik yang berpakaian cukup seksi, langsung menyapanya dari balik meja kasir. "Jo... kamu ke mana saja, udah lama gak pernah ke sini!" "Eh... Bu Mona, aku sekarang ngojek di dekat SMA, jadi jarang di rumah," balas Joko sambil tersenyum hangat. "Pantas saja... aku nunggu-nunggu... kirain kamu ke mana gak pernah ke sini," ucap Bu Mona dengan nada sedikit genit. "Kenapa nunggu-nunggu segala?" tanya Joko dengan nada main-main. "Kalau gak lihat wajah tampanmu itu, aku suka rindu," balas Bu Mona sambil bangkit dari kursinya, lalu dia duduk kembali di meja, dengan pose yang tampak menggoda. Tangan wanita itu bergerak ke dada Joko, lalu jari lentik nya bergerak ~ memberi elusan lembut di sana. Melihat
Pak Tarman itu, adalah pria baru baya kaya di kampung. Banyak warga kampung yang suka meminjam uang kepadanya. Bahkan, dulu saat kakek Joko masih ada, kakeknya itu suka meminjam uang kepada Pak Tarman.Namun, walau Pak Tarman kaya, tapi dia sangat baik hati. Dia tak pernah memandang remeh keluarga Joko, tak seperti orang lain. Salah satu alasan Joko setuju memijatnya, Joko merasa tidak enak, kalau tadi dia menolak sosok baik seperti Pak Tarman. "Pak, kalau menurut bapak pijatan saya enak, bapak promosikan pijatan saya, yah.. ke warga kampung! Kalau pijatanku laris, lumayan bisa nambah-nambah penghasilan," ucap Joko dengan nada riang. Kalau sosok seperti Pak Tarman mau mempromosikan pijatannya, pasti para warga kampung ~ akan langsung percaya."Pasti... pasti aku bantu promosikan!" ucap Pak Tarman langsung setuju. "Jo, aku suka pria muda pekerja keras seperti kamu. Aku punya firasat, suatu hari ~ kamu pasti jadi orang berpengaruh!" ucap Pak Tarman dengan nada serius."Hehe, semoga f
Perjalanan pulang yang biasanya memakan waktu dua jam, kini hanya ditempuh Joko dalam satu setengah jam dengan motor barunya.Setibanya di rumah Maya, kebetulan suami Maya, yaitu Pak Candra, sedang berada di luar rumah.Penampilan suami Maya itu tapak biasa saja, sangat jauh kalau di bandingkan dengan Joko. Bahkan Joko berpikir, kenapa wanita secantik Maya ~ mau menikah dengan pria seperti itu. Saat Pak Candra melihat motor Joko, alis pria itu seketika terangkat ke atas."Jo, motor siapa itu?" tanya Pak Candra. Gelagat pria itu, sama sekali tidak ramah."Ini motor saya pak," balas Joko dengan nada hangat. "Motormu? Setahuku motor yang kayak gitu harganya bisa sampe 50 juta. Gak mungkin kamu mampu membelinya," ucap Pak Candra dengan nada meremehkan."Kebetulan aku dapat rezeki, jadi bisa beli motor ini," balas Joko. "Joko... Joko, kamu pikir aku percaya. Kamu hanya seorang tukang ojek! Berapa sih penghasilanmu sehari... kalau dapat rejeki... rejeki dari mana?" Pak Candra tidak memer
Di dalam mobil. Kak Rita tampak masih bergoyang liar di atas tubuh Joko. Malah, goyangan wanita itu tampak semakin liar. Saat ini, Joko pun tak hanya diam ~ hanya menikmati goyangan wanita itu. Dia tampak sedang mengisap salah satu puting wanita itu, sang meremas-remas kedua gundukan besar dan kenyal tersebut. Walau permainan mereka berlangsung belum lama, tapi terlihat ~ keringat hangat sudah merembes keluar dari tubuh keduanya. Hal itu di sebabkan karena intensitas permainan mereka yang sangat tinggi. "Ahhh... ahhh, enak banget sayang, ahhh..." racauan dan desah itu terus keluar dari mulut Kak Rita. Setelah puas menghisap puting Kak Rita, Joko menarik wajahnya, memeluk erat tubuhnya, lalu bergerak ~ memberikan tubuh wanita itu di jok mobil. Dalam proses itu, Joko tak menarik keluar sama sekali batangnya dari jeratan apem wanita itu. "Sekarang, aku yang gerak!" ucap Joko sambil memasang ekspresi nakal. "Silakan... sayang... gerak yang keras!" balas Kak Rita dengan genit. Jok







