Beranda / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 56 Di Jepit Gunung

Share

Bab 56 Di Jepit Gunung

Penulis: Tristar
last update Tanggal publikasi: 2026-04-24 12:05:00

Joko meletakkan tangannya di kepala Tania, lalu meremas-remas rambutnya, sambil membantu gadis itu bergerak naik turun.

"Ahh... isap lebih keras!" pinta Joko.

Tania pun melakukan keinginan Joko itu. Semakin lama, permainan gadis itu tampak semakin liar. Tanpa lelah, ia terus mengulum batang besar itu.

"Ahh... ahh, bagus! Enak banget... terus, ahh.." racau Joko dengan nada penuh kenikmatan.

Setelah di kulum cukup lama, batang Joko belum berhasil di taklukkan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 304 Tambang Giok

    Keesokan paginya... Joko dan teman-temannya pergi ke pelabuhan tempat Yacht berlabuh. Pelabuhan itu tidak jauh dari vila, hanya butuh beberapa menit berjalan kaki untuk sampai di sana. Saat Joko dan teman-temannya sampai di sana, ternyata Tuan Muda Giri sudah berada di sana. Luxury Yacht juga sudah berlabuh di belakangnya. "Aku kira kau berbohong," ucap Joko dengan nada santai. "Gak akan. Mana mungkin aku berani berbohong sama Tuan Joko," balas Tuan Muda Giri sambil menghampiri Joko dengan ekspresi berseri-seri. Joko menatap Yacht itu dengan takjub. "Yang kayak gini pasti mahal yah?" "Hehe, ini salah satu usaha milik keluargaku. Kebetulan di sewakan di panti ini. Kalau harganya lumayan! Tapi pastinya masih ke beli kalau sama Tuan Joko," balas Tuan Muda Giri.Semua teman Joko tentu saja terkejut. Mereka semua jelas tahu, kalau Yacht pasti harganya miliaran."Emangnya Joko punya uang berapa banyak?" itulah yang terpikirkan mereka semua."Sudah bisa di naiki?" tanya Joko."Sudah..

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 303 Masalah Nyonya Desi

    "Aku boleh tahu gak, kamu ada di ranah apa sekarang?" tanya Nyonya Desi. Tanpa ragu, Joko menjawab. "Aku berada di Master Beladiri tingkat awal! Tapi kekuatan tempurku sepertinya bisa sebanding sama Master Beladiri tingkat menengah." Nyonya Desi merasa sedikit terkejut. Sebelumnya dia hanya menebak kalau Joko berada di setengah langkah Master Beladiri. "Aku gak menyangka kamu seorang jenius beladiri. Sangat jarang ada seorang Master Beladiri yang semuda kamu," ucapnya. "Hehe, sekarang kamu yakinkan, aku bisa membantumu balas dendam?" tanya Joko sambil cengengesan. "Yakin, aku yakin! Walau harus menunggu beberapa tahun lagi, pasti kamu bisa melampaui musuhku itu!" balas Nyonya Desi. "Kita lihat saja nanti. Mungkin gak perlu beberapa tahun!" ucap Joko. Nyonya Desi naik ke pangkuan Joko. Senyuman tipis terlukis di bibirnya. "Kamu tadi bilang, ada beberapa wanita yang ikut sama kamu ke ibu kota. Para wanita itu istri kamu atau pacar kamu?" tanyanya. "Walau belum ada status

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 302 Pergi Ke Nyonya Desi

    Joko menghentikan langkahnya di depan pintu kamar itu, lalu membuka pintu kamar itu ~ untuk mengintip ke dalamnya. Seketika, pemandangan panas tercipta di matanya. Seorang pria dan wanita yang sedang terjerat liar di atas ranjang tanpa sehelai pakaian pun yang menutupi tubuh mereka. Melihat pasangan itu, senyuman lebar terlukis di wajah Joko. "Hehe, dia ternyata berhasil!" gumamnya di dalam hati. Ternyata, pasangan yang sedang terjerat dalam kenikmatan itu adalah Rian dan Lulu. "Tubuh Lulu bagus juga ternyata," gumam Joko sambil melihat lekuk tubuh wanita itu. "Rian, kau harus berterima kasih kepadaku, kalau gak ada kesempatan ini ~ kau pasti susah menaklukkan Lulu." Joko berhenti mengintip. Dia menutup pintu kamar itu, lalu melangkah pergi. Dia pergi ke belakang vila tempat minum-minum sebelumnya, dia ingin melihat apa masih ada yang masih di sana. Sampai di sana, dia di buat menggelengkan kepalanya. Ternyata, masih banyak yang berada di sana. Mereka sudah tertidur pulas dengan

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 301 Main Sama Sumi dan Rara

    Joko tak membuang waktu lagi, dia menyerang bibir kedua wanita itu secara bergantian. Ciuman panas pun mereka lakukan. Kedua tangan Joko berkeliaran di tubuh kedua wanita itu. Satu tangannya memainkan semangka Sumi sementara yang lainnya bermain di apem Rara. Kedua wanita itu terus menggeliat-geliat keenakan dan desahan terus keluar dari mulutnya. Setelah puas berciuman, Joko melahap puncak gunung Sumi dan menghisapnya serta memainkannya dengan lidahnya. "Ahhh... ahh..." Sumi mendesah keras dan ekspresi wajahnya tampak sangat menikmati. "Aku juga mau!" pinta Rara sambil menyodorkan dadanya ke arah Joko. Joko meliriknya, lalu dia pun melahap puncak merah muda milik Rara. Sensasi isapan itu membuat Rara mengejang-ngejang keenakan.Tangan Joko yang bermain di semangka Sumi pindah ke apemnya. Di sana dia menggesekkannya sampai bagian itu basah kuyup."Siapa dulu yang mau aku tusuk?" tanya Joko dengan nada main-main dan ekspresi sangat nakal."Terserah kamu saja," balas Rara."Kalai

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 300 Mabuk

    Mereka semua berkumpul di belakang vila ~ di samping kolam berenang. Beberapa botol minuman berjajar di hadapan mereka. Joko mulai mengajarkan mereka semua bermain saham. Pelajaran yang dia berikan ~ tidak lain cara menganalisa pasar saham, dan juga memberi tahu saham yang berpotensi memiliki kenaikan yang tinggi. Selain itu, Joko juga memberi tahu beberapa saham yang stabil dan memiliki risiko anjlok yang sangat sedikit. Dia menyarankan, kalau teman-temannya ingin menabung ~ mereka bisa memasukkan uang mereka ke saham stabil itu. Selain uang mereka tetap utuh ~ mereka akan dapat dividen setiap tahun. "Kalau aku punya 1 miliar, aku beli saham yang stabil. Dapat dividen 10%, berarti aku dapat 100 juta setahun," ucap Rian dengan mata berbinar. "Kalau dapat segitu, sudah gak perlu kerja lagi di pabrik," ucap Bang Ari. "Iya benar banget! Pokoknya aku harus berusaha dapat 1 miliar dulu!" sahut Dori. "Aku ingatkan! Jangan terburu-buru dapat keuntungan besar, jangan serakah! Banyak ora

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 299 Sumi Dan Rara Terus Menempel

    Sumi dan Rara, terus menempel kepada Joko. Ke mana Joko melangkah, mereka berdua terus mengikutinya. Joko pun tak merasa keberatan ~ sebaliknya dia merasa sangat senang. "Jo, ayo beli itu!" ajak Sumi sambil menunjuk ke pedagang kue."Ayo. Kayaknya enak tuh," Joko setuju.Mereka melangkah pergi. Karena di sana sudah banyak pembeli, jadi mereka harus mengantre. Namun, tanpa di duga para pembeli itu malah menyuruh penjual untuk mendahulukan Joko."Pak, Tuan ini dulu saja!" ucap seorang pria kepada pedagang."Eh, kenapa Tuan? Kan ada datang lebih dulu," balas pedagang itu."Gak apa-apa, Tuan ini dulu saja," balas pria itu buru-buru.Joko menebak, pasti pria itu melihat kejadian sebelumnya di pantai. Karena merasa takut menyinggungnya ~ jadi dia memilih mendahulukannya."Tuan, anda gak perlu seperti ini. Saya gak keberatan mengantre kok," ucap Joko."Gak apa-apa Tuan, silakan anda duluan saja," ucap pria itu.Bahkan ada beberapa pembeli di sana yang menyatakan hal sama seperti pria sebelu

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 2 Memiliki Hasrat Besar

    Namun, saat Bu Sinta hendak meladeni godaan Joko, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya mendekat ke warung. Perhatikan Bu Sinta dan Joko langsung teralihkan kepada wanita paruh baya itu. Bu Sinta yang mengenali wanita paruh baya itu, langsung menyapanya dengan hangat. "Bu Sri... mau ke mana? in

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 1 Pangkalan Baru

    "Jok, kamu emang ojek, tapi kamu baik banget. Anterin aku ya, tiap hari, nanti bayarannya uang sama ada deh, bayaran khusus, plus-plus kok!"Setiap wanita yang ditemui Joko, hampir selalu seperti itu. Entah itu gadis desa, wanita lajang, hingga para janda kesepian. Usianya dua puluh lima tahun. Ia

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 7 Ada Yang Cemburu

    Waktu terus berlalu. Tak terasa, jam pulang sekolah pun sebentar lagi akan tiba. Selama menunggu waktu itu, Joko sudah mendapatkan tujuh penumpang. Tentu saja, penghasilannya hari ini sudah cukup banyak. Joko sudah bersiap menunggu para siswa SMA yang sebentar lagi pulang sekolah. Ia duduk santa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 3 Goda Wanita Bersuami

    Setelah mengantarkan Bu Tika pulang ke rumahnya, Joko kembali melajukan motornya menuju warung Bu Sinta untuk mangkal di sekitar sana. Beberapa saat kemudian, Joko sampai di warung Bu Sinta. Warung Bu Sinta tampak sepi tak ada pembeli. Terlihat, Bu Sinta yang sedang sibuk menggoreng sesuatu di dal

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status