Masuk"I'm selfish, I just want you to be only MINE." Altherr Goncalve—mafia Don yang paling ditakuti. Mysterious, abusive, powerful and dominant. Ia tak lepas dengan tindakan ilegal. Kriminalitas sangat melekat di hidupnya. Sibuk berbisnis dan berperang dengan musuh, membuat perihal asmaranya tak tercium. Sampai kemudian seorang gadis masuk ke lingkaran Goncalve. Memercikan api asmara dan kisah romansa mafia dimulai. Ia terobsesi pada gadis yang seharusnya berada dalam "List of Blood Revenge". Pikirannya seketika dikuasai hasrat yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Kemunculan gadis malang di malam itu ternyata membawa pengaruh besar. Altherr mendapatkan pion untuk balas dendam, sekaligus terlena dengan betapa ia membutuhkan Dellza untuk hidupnya. Jiwa setan billionaire berdarah dingin itu membuatnya seringkali hilang akal memperlakukan Dellza Leuzinger. Oh, shit! Entah bagaimana reaksi Altherr ketika tahu ada anggota familia Goncalve juga punya hak atas gadis itu. Setiap detik ketakutan Dellza semakin mengikat jiwa, mencemaskan bom itu meledak. Tidak pernah terlintas dalam benaknya terlempar ke tempat dimana para serigala itu tinggal. Menyeretnya ke dalam drama yang membuatnya sinting. Hidup bersama Goncalve bukanlah pilihan jika harus menanggung air mata dan kesakitan. ***** [SNEAK PEEK] Bibir Altherr mendekat ke telinga gadis itu. "Aku tidak butuh pendapat siapa pun mengenai pengendalianku. Getting into Goncalve's circle, means you're in my control. Itu mutlak! Baby, I hope you understand now," bisiknya. Dellza memberontak. "Please, it hurts!" Altherr melepas cekalannya dan mengembalikan posisi Dellza menghadap ke arahnya lagi. Tangannya terulur ke sisi dahi Dellza, menggerakan jari jemarinya dengan lembut di sana. Setelah itu Altherr melenggang pergi. ***** DON'T COPY PASTE! DON'T REMAKE MY STORY! A LOT OF TRIGGER WARNINGS!
Lihat lebih banyakSenyum Dellza memudar mengingat kecelakaan satu tahun lalu yang menimpa Ayahnya, sehingga Maeson harus kehilangan kemampuan berjalan atau biasa disebut lumpuh. Itu sangat mengacaukan perasaannya. Dellza tahu bukan cuma kecelakaan di persimpangan depan saja yang Maeson pikirkan, pasti dia juga trauma dengan kecelakaan yang dialami sendiri. Dellza sampai membawa Maeson ke meja makan, mereka sarapan bersama. Menit-menit telah berlalu. Waktu sarapan telah selesai, kini saatnya bagi Dellza untuk mengantar keranjang-keranjang berisi tomat yang sudah siap di mobil pick up-nya. Maeson melihat putrinya yang masuk ke dalam mobil untuk pergi. Dellza melambaikan tangannya dan melaju meninggalkan rumah. Ia menikmati perjalanannya, membiarkan jendelanya terbuka sehingga merasakan sensasi angin yang bertiup mengibaskan rambut panjangnya. Ia juga mendengarkan musik dari radio yang diputar, sesekali bernyanyi. Dellza dengan ramah menyapa para tetangga yang kebetulan berpapasan dengannya. Hal yan
"Ini pakaian untukmu, Nona. Tuan Altherr yang memesannya untukmu," gumam Anne. Dellza terdiam sejenak. Ia menggigit bibir bawahnya, menatap shopping bag dan Anne secara bergantian. "Aku ... merasa begitu merepotkan. Hum, sampaikan terima kasihku padanya." "Tuan tidak terbiasa menerima ucapan terima kasih jika apa yang dia lakukan karena keinginannya sendiri," balas Anne dengan nada tegas. "Saya akan kembali." Tinggallah Dellza sendirian, ia mendekat ke ranjang tidur dan melihat pakaian apa yang pria itu berikan padanya. Pajama, casual, dan classy outfit. Ia mendadak bingung, bila ia memakai pajama, apakah mungkin? Bukankah seharusnya dia harus pergi dari sini? Dellza duduk di tepi ranjang, dia memutuskan menunggu Anne. Anne datang membawakan makanan hangat untuknya. Anne meletakkan bakinya di meja. "Nona, apa yang Anda pikirkan sampai belum memakai pajama? Anda butuh sesuatu?" "Pajama? Mungkin yang casual, karena aku seharusnya pergi," jawab Dellza. Anne diam. "Bisakah a
Gadis itu tersungkur begitu keras di aspal. Hujan lantas membasahi sekujur tubuhnya. Ia menangis dan menatap mobil itu yang cahayanya semakin jauh. Di tengah badai hujan dan petir seperti ini, ia dilempar begitu saja. Ia tak bisa berdiri, lututnya terasa begitu sakit. Melihat ke sana kemari, tapi begitu sepi. Ia hanya bisa pasrah, berbaring miring dengan menangis di bawah derasnya hujan. Tiba-tiba ia mendengar suara yang mendekat, seperti suara ban mobil. Suara itu berhenti. Gadis itu mengangkat kepalanya seraya membuka matanya yang langsung menyipit karena silau cahaya di depannya. Benar dugaannya. Gadis tersebut mengambil posisi duduk, menatap mobil sport putih itu. Keluarlah seorang pria berpenampilan modis dan memegang payung hitam. "What the fuck are you doing here?" tanya pria itu dengan nada ketus. Suaranya seakan-akan menghipnotis gadis itu sampai ia menunggu suara pria itu yang kedua kalinya. "Kenapa kau bersantai di sana? This is not a beach, silly girl. Minggir!" uc
"Anak itu." Ulrich menggeleng, "selalu dikejar oleh sesuatu. Sejak peristiwa katedral, matanya tak pernah sepenuhnya hangat padaku." Selama perjalanan Altherr menikmati betapa sepinya ruangan. Well, bukan sesuatu yang besar baginya. Kesunyian sudah seperti sahabatnya. Belasan menit kemudian Altherr sampai di tujuan, ia menurunkan kecepatan laju dan menepi ke tepi jalan. Sisi kanan kiri jalan dipenuhi pepohonan tinggi. Altherr keluar dan menatap keramaian di depannya. Ada tiga mobil polisi, satu mobil ambulans, dan mobil pribadi lainnya. Altherr melangkahkan kakinya memasuki area hutan. Di sana ada banyak polisi. Yang menjadi pusat perhatian adalah wilayah yang diberi garis kuning polisi. Altherr tak mendapat penolakan dari polisi ketika ia ingin melihatnya. "What happened?" tanya Altherr pada salah satu sheriff. Sheriff menghela napas. "Seseorang menemukan mayat yang terbungkus plastik, Tn. Goncalve." "Ah, so scary." Altherr menatap mayat itu dengan senyum tipis, nada suaran












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.