LOGINKarena hutang judi ayahnya, Lisa yang malang harus menjadi tawanan mafia kejam Adam Kurara. Tak hanya di tawan, Lisa juga disiksa oleh Adam yang kejam. Bukannya melawan Lisa malah merasakan cinta dari setiap siksaan yang dilakukan Adam padanya. Mampukah Lisa kabur dari cengkraman Adam?
View More"Hey! Ada apa ini!?"
Teriakan Lisa terdengar di malam hari saat dua orang pria membekap kepalanya dengan kantong kain hitam ketika ia baru pulang kerja.
Lisa terus meronta, tetapi kedua penculik itu terlalu kuat.
Lisa Amora, berusia 25 tahun, adalah seorang pelayan di sebuah kafe dekat Klub Kurara.
Sebelum diculik, ia sedang melamun di depan apartemennya, meratapi nasibnya yang yatim piatu dan hidup serba kekurangan.
Bruk!
Tubuh Lisa dihempaskan ke lantai Klub Kurara, sebuah klub malam di pinggiran Kota Picata yang bising oleh musik keras.
"Buka penutup kepalanya!" perintah Adam kepada kedua pengawalnya. Begitu kain dibuka, wajah Lisa pucat karena ketakutan.
Adam Kurara, 38 tahun, pemilik Klub Kurara. Ia terkenal kejam dan sering menculik wanita muda yang punya sangkut paut hutang baik itu keluarganya maupun orang tuanya.
"Dimana aku?" tanya Lisa dengan suara bergetar.
"Kamu milikku sekarang. Ayahmu sudah meninggal, tetapi kamu harus mulai membayar utangnya kepadaku," kata Adam.
Lisa mengerang kesakitan. Lututnya lecet dan tubuhnya memar-memar akibat diculik oleh anak buah Adam.
"Apa salahku?! Kenapa kalian melakukan ini padaku?!" jerit Lisa panik dan marah.
Tanpa bicara, Adam mencengkram rahang Lisa dengan kuat, memaksanya menatap matanya yang tidak punya rasa kasihan.
"Jadi, kamu anak perempuan yang dia tinggalkan?" tanya Adam dengan nada menghina.
Meski takut, Lisa tetap mencoba melawan. Ia balas menatap tajam. "Apa kejahatanku?! Kenapa kau menculikku?!"
Adam mendengkus mengejek. "Ayahmu berutang jutaan dolar karena kalah berjudi di meja VIP-ku selama bertahun-tahun. Hari ini bajingan tua itu meninggal karena serangan jantung dan meninggalkan utang yang sangat banyak. Sebagai anak kandung satu-satunya, kamu yang harus menanggung semua tagihan itu."
Mendengar tentang ayahnya yang telah menelantarkan ia dan ibunya hingga ibunya meninggal dalam kemiskinan, Lisa menjadi sangat marah. Dengan sisa tenaganya, Lisa meludah tepat ke pipi Adam.
“Cuih! Aku tak sudi melayanimu. Aku bukan wanita murahan yang bisa kau tiduri semudah itu, Adam!”
Suasana ruangan langsung menjadi tegang. Dua pengawal di dekat pintu ketakutan karena tahu tindakan itu bisa membuat Adam langsung membunuhnya.
Adam mengatupkan rahangnya. Ia melepaskan cengkeramannya lalu menyeka pipinya dengan saputangan sutra.
"Berani sekali kamu meludahi wajahku," bisik Adam dengan suara yang mengancam.
"Aku bahkan tidak kenal orang itu! Dia meninggalkan kami sejak aku kecil!" teriak Lisa frustasi. "Aku tidak punya uang! Aku hanya pekerja miskin! Cari saja dia di neraka!"
“Hah! Kau pikir aku peduli!”
“Tidak!”
Sedetik kemudian Adam mencengkram dan melempar Lisa sekuat tenaga ke atas sofanya.
Tangan kanannya kuat mencekik leher Lisa sedang tangan kirinya melepas pakaian gadis itu dengan kasar.
Lisa tak mampu melawan, dia hanya bisa pasrah saat tubuhnya diterkam habis-habisan oleh Adam tanpa ampun.
Lisa menikmati setiap sentuhan Adam yang penuh gairah sekaligus merasakan pedihnya neraka paling kejam secara bersamaan.
Puas menikmati tubuh Lisa yang ketakutan, Adam bangkit berdiri , merapikan jasnya, dan mengabaikan kemarahan Lisa. Ia menatap dingin anak buahnya. "Seret dia ke kamarku. Sekarang!"
Lisa meronta saat dua pria berbadan besar menyeretnya ke lantai atas, melewati lorong-lorong menuju penthouse mewah milik Adam. Tubuh Lisa dilemparkan ke atas sofa kulit hitam yang luas di dalam ruang kerja pria itu, lalu pintu kayu yang tebal langsung dikunci rapat dari luar.
"Apa... apa yang akan kamu lakukan padaku?!" tanya Lisa gemetar sambil merangkak mundur saat melihat Adam melonggarkan dasinya.
"Melakukan apapun agar kamu sadar posisi bagimu," bisik Adam. "Tubuh dan hidupmu adalah milikku sampai utang itu lunas."
Sebelum Lisa sempat kabur, Adam menahan tubuhnya di sofa. Lisa memukul dan mencakar leher Adam dengan panik, tetapi Adam tidak bergeming.
Dengan satu gerakan cepat, Adam mengunci kedua pergelangan tangan Lisa di atas kepalanya.
Lisa hanya bisa menangis, meratapi nasibnya yang hancur akibat perbuatan ayahnya.
Setelah Lisa berhenti melawan dan hanya bisa menangis pasrah, Adam berdiri lalu merapikan kemejanya. Ia melihat Lisa bukan sebagai wanita, melainkan sebagai aset untuk menghasilkan uang.
"Namaku tidak ada artinya bagi monster sepertimu!" seru Lisa dengan mata merah penuh kebencian.
Adam tersenyum licik. "Mulai besok, kamu akan menjadi penari eksotis di klubku. Wajah dan kulitmu akan dibayar mahal oleh pria-pria kaya. Aku akan mengawasimu dari sofa VIP setiap malam. Kamu akan menari sampai semua utang ayahmu lunas. Turuti perintahku, atau aku akan menyiksamu."
"Lebih baik aku mati daripada menari di tempat rendahan seperti ini!" amuk Lisa.
Adam berbalik mengabaikannya, lalu berseru ke arah pintu, "Pelayan, seret dia ke kamar belakang!"
Malam itu menjadi momen paling traumatis bagi Lisa. Ia diseret oleh seorang pelayan tua melalui lorong klub yang pengap menuju sebuah kamar kecil yang remang-remang di bagian belakang Klub Kurara.
Di sana, ia dilemparkan dan langsung berhadapan dengan Matilda, salah satu penari senior yang sedang merokok di depan cermin rias yang rusak.
Matilda Rodrigues, 38 tahun, penari erotis senior di Klub Kurara, berbalik dan melihat Lisa yang babak belur. "Wah, jadi kamu gadis baru yang harus menanggung utang mendiang ayahnya?"
Lisa segera merangkak dan bersujud di kaki Matilda, "Tolong bantu aku kabur... aku mohon... aku akan melakukan apa saja..."
Matilda terdiam melihat tubuh gadis muda itu bergetar hebat karena ketakutan. Sambil menghembuskan napas panjang karena pasrah dengan kenyataan di tempat itu, Matilda menyentuh bahu memar Lisa dengan tangannya yang dingin.
"Kamu tidak bisa pergi dari sini, Sayang. Hapus air matamu, karena menangis tidak ada gunanya di sini," bisik Matilda memberi tahu kenyataan pahit kepada Lisa. "Begitu kamu masuk ke Klub Kurara dan namamu dicatat sebagai aset Adam... kamu tidak akan pernah bisa keluar dari sini hidup-hidup. Terima saja nasibmu, atau kamu akan dibunuh olehnya sebelum pagi."
"Kau bilang apa?"
"Ya, setelah kamu berada di tempat ini, percayalah, kamu tidak akan bisa kabur dari Adam sedikit pun."
“Bagus sekali,” bisik Adam sambil tersenyum lebar mendengar kesepakatan Lisa atas idenya. Tanpa membuang waktu, ia memimpin Lisa menuju ruangan VIP tertutup, diikuti oleh sekumpulan pria kaya yang rela merogoh kocek sangat dalam demi menyaksikan aksi liar sang penari.Di dalam ruangan berlampu remang itu, dentuman musik bertempo lambat mulai mengalun. Lisa melangkah ke tengah ruangan dengan tatapan mata yang begitu tajam dan menggoda. Dengan riasan serba hitam yang menyeramkan sekaligus memikat, setiap liukan tubuhnya malam itu terasa mematikan. Ia menari bagai iblis yang sedang merayakan kebebasan. Setiap gerakannya membius semua mata, namun tak seorang pun diizinkan menyentuhnya. Lisa menari bukan lagi untuk menyenangkan orang lain, melainkan untuk menegaskan kekuasaannya di atas panggung itu.Usai pertunjukan eksklusif yang membuahkan tumpukan uang bagi Kurara, Adam menghampiri Lisa di ruang belakang. Matanya berbinar melihat keuntungan besar yang baru saja diraupnya."Kamu luar
“Dia pikir aku pulang tanpa rencana,” kekeh Lisa lalu melangkah meninggalkan Matilda yang masih menatapnya dengan sinis.Lisa memang kembali ke Kurara, tapi tidak dengan wajahnya yang dulu. Sesampainya di ruang make-up, dia segera berhias, tapi tidak sebagai gadis penurut seperti yang sudah pernah ditunjukkannya. Di sana Lisa menggambar wajahnya sebagai iblis.Dengan makeup serba hitam, dia mulai terlihat begitu mempesona hingga Adam yang tak sengaja melintas berdecak kagum melihat penampilan Lisa yang baru.“Wah! Kamu sangat cantik,” ucap Adam sambil menepuk tangannya.“Adam, sejak kapan kamu di sana?” tanya Lisa dengan tatapan mata yang tajam tapi mempesona.“Kamu benar-benar luar biasa, Lisa,” ulang Adam sambil meraba dadanya yang berdegup kencang.“Kamu suka?”“Ya, sangat suka. Kamu harus ke kamarku malam ini dan kita harus membakar lagi cinta lama kita yang sudah padam.”Lisa tak menjawab. Dia hanya meninggikan alisnya, mengetahui pria ini mulai berbirahi melihat penampilan baru
“Injak gas. Kita harus lepas dari pengawasan mereka!” perintah Adam membuat supirnya segera melaju membelah jalanan sepi itu.Lisa terus menatap ke arah Mikail yang mengejar mobil Adam dengan tatapan dingin. Dia seakan tau isi kepala pria yang merupakan ayahnya itu. “Aku rasa dia memang benar-benar gila!” ketus Lisa saat mobil yang dia kendarai hampir ditabrak MIkail.“Harusnya kamu ikut dia saja,” kekeh Adam sambil menggelengkan kepalanya.“Tidak mau! Dia memang pria jahat. Kalau dia baik, tidak mungkin kalau sia sampai meninggalkan ibuku seorang diri!”“OH! Aku tidak tahu cerita itu. Aku turut prihatin mengetahuinya,” tutur Adam sambil menghentikan tawanya.Lisa lalu mengingat lagi apa saja yang dilakukan Mikail selama ini padanya. Dia bahkan harus berkali-kali mencari pekerjaan saat masih duduk di bangku sekolah demi sesuap nasi untuknya dan sang ibu padahal di luaran sana semua orang selalu berkata kalau Mikail, ayah Lisa adalah orang yang kaya raya.Mobil Mikail dan Viktor saling
“Aku memilih…” Lisa terdiam lalu memutar wajahnya ke arah Mikail."Lisa..." panggil Mikail lembut memohon agar Lisa memilihnya.Namun, panggilan itu seolah tak menyentuh hatinya. Lisa justru menoleh ke arah Slatan, pria berbaju dokter yang berdiri tak jauh dari mereka. Wajah Slatan begitu tampan, matanya memancarkan kecemasan yang tulus. Tetapi bagi Lisa, pria itu tetaplah orang asing. Kehadiran Slatan terlalu terlambat untuk menyembuhkan luka yang sudah terlanjur menganga.Setelah memandangi Mikail dan Slatan, kepala Lisa perlahan menoleh ke arah Adam. Pria yang selama ini menjadi sumber dari trauma terbesarnya, sekaligus pria yang menanamkan rasa cinta yang beracun di jiwanya. Perlahan namun pasti, kaki Lisa melangkah mendekati sosok tinggi besar itu.Melihat langkah Lisa, senyum licik perlahan melebar di wajah Adam."Aku memilih Adam," bisik Lisa dingin, lalu menatap lurus ke dalam manik mata Adam sebelum merengkuh tubuh pria itu."Tidak!" teriak Mikail begitu lantang, suaranya pe






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore