Share

1134. Part 11

last update Tanggal publikasi: 2025-03-03 01:01:56

"Memang... memang hanya salah paham saja."

Baraka tertawa, tapi Rindu Malam dan Sumbaruni saling lirik penuh hasrat untuk saling menyerang. Hasrat itu sama-sama mereka tahan supaya tidak membuat si pendekar tampan besar kepala, karena merasa diperebutkan.

Tiba-tiba sekelebat bayangan datang dari arah belakang Sumbaruni. Bayangan itu tahu-tahu sudah berwujud di depan mereka, membuat Sumbaruni dan Baraka sedikit tercengang melihat penampilan seorang tokoh tua berambut panjang abu-

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pendekar Kera Sakti   1581. Part 7

    "Haruskah persoalan ini merenggut salah satu nyawa kita, Sumbar Keramat!""Anggani adalah muridku. Kalau seorang guru membela muridnya itu adalah tindakan yang wajar!""Semasa demi kebaikan memang wajar. Tapi Putri Malu, muridmu itu mempunyai keinginan yang kurang ajar. Mengorbankan orang lain untuk mencapai kepentingan pribadi adalah tindakan yang tidak terpuji, Sumbar Keramat. Apa artinya seorang guru membela murid yang tidak terpuji! Apakah sang Guru juga punya niat tidak terpuji juga!""Tak usah banyak mulut kau, Galak Gantung! Keluarkan kegalakanmu seperti masa muda dulu, aku tak akan mundur setapak pun!" sentak sang nenek berjubah merah. Ternyata dia adalah guru dari Putri Malu yang punya nama asli Anggani."Menarik juga percakapan mereka. Tapi aku masih belum jelas apa persoalan sebenarnya?" pikir Pendekar Kera Sakti."Jangan menyesal jika aku terpaksa menghancurkan hidupmu, Sumbar Keramat!""Sebelum kau lakukan, aku akan melakukan le

  • Pendekar Kera Sakti   1580. Part 6

    "Jangan percaya dengan fitnah si Galak Gantung itu!" kata Putri Malu."Ratu Sukma Semimpi tidak seburuk itu."Rupanya gadis itu masih ingin membujuk Baraka agar mau dibawa menghadap sang Ratu. Hal itu menimbulkan keheranan dan rasa ingin tahu yang mengusik hati Pendekar Kera Sakti."Kalau kau mau menghadap Ratu Sukma Semimpi dan mau memberikan kemesraan yang diharapkan beliau, Suling Naga Krishnamu akan kukembalikan ""Kalau aku tidak bersedia, bagaimana?""Kau akan kehilangan suling mustikamu selamanya!""Kalau aku memaksamu dengan kekerasan, apakah kau sanggup melawanku?"Pulri Malu diam saja. Ia melangkah bagai mempertimbangkan keputusannya. Baraka merasa tantangannya akan disambut dulu, setelah Putri Malu dikalahkan barulah si gadis akan menyerahkan Suling Naga Krishnanya.Tapi tiba-tiba Putri Malu melesat masuk ke semak-semak dan menghilang di sana. Baraka terkejut sekali karena tidak menduga kalau Putri Malu akan melarika

  • Pendekar Kera Sakti   1579. Part 5

    Slaap...!Seberkas sinar hijau dilepaskan dari tangan Putri Malu. Bentuk sinar itu seperti lempengan persegi empat. Galak Gantung kaget, sempat terkesiap sebentar, lalu tangannya berkelebat seperti menyambar sesuatu.Wuuut...! Ternyata tangan itu mengeluarkan asap yang menggumpal dan membuat sinar hijau tadi terperangkap di dalamnya. Asap itu segera membubung tinggi melewati pucuk-pucuk pohon, kemudian meledak di angkasa dengan suara menggelegar.Blegaaarrr...!Pada saat itu Putri Malu sudah berkelebat bagaikan terbang ke arah Galak Gantung.Weees...! Tangannya menghantam dada Galak Gantung dengan cepat. Tapi Galak Gantung menangkisnya dengan kaki, sedangkan kedua tangannya masih dikebelakangkan.Plak, plak, plak, deeess...!Kaki Galak Gantung menendang perut Putri Malu. Gadis itu terlempar empat langkah dalam keadaan menyeringai. Kemudian Baraka melihat darah segar meleleh dari telinga gadis cantik itu. Kejap berikutnya si gadis terb

  • Pendekar Kera Sakti   1578. Part 4

    "Jika aku berhasil menemukan, maukah memberiku hadiah?"Pendekar Kera Sakti memandang Putri Malu dengan berkerut dahi. Pandangan matanya sedikit menyipit karena ia mulai menaruh curiga."Maukah kau memberiku hadiah?" tanya Putri Malu lagi sambil tersenyum dan melirik nakal."Hadiah apa yang kau inginkan?""Hmmm...." senyumnya semakin berkesan nakal. "Tidak berat, juga tidak mahal.""Sebutkan! Jangan bertele-tele!" sahut Baraka agak keras karena penasaran dan tak sabar ingin segera mendapatkan Suling Naga Krishnanya."Aku minta hadiah segumpal kehangatan.""Maksudmu, singkong bakar atau ubi rebus?""Uuuh...!" Putri Malu cemberut jengkel. "Bukan kehangatan berupa makanan!""Jadi kehangatan apa yang kau inginkan?""Kemesraan...," jawabnya sambil mendekat dan berlagak manja. Bibirnya mulai tampak merekah mengundang selera. Matanya memandang sayu bagai ingin dicumbu. Jantung Baraka seperti mengalami gempa setempat. Ber

  • Pendekar Kera Sakti   1577. Part 3

    "Tapi perlu kau ketahui, Nona... bahwa aku tidur di atas daun bukan dengan maksud pamer ilmu padamu. Aku tak tahu kalau kau ada di sekitar hutan sini. Kupikir tak ada orang, jadi aku berani melakukan hal itu. Kalau kutahu ada orang di hutan ini, aku tak berani lakukan hal itu, sebab takut dianggap pamer ilmu. Padahal ilmuku sangat rendah. Tidak ada sekuku hitamnya dibandingkan ilmu yang kau miliki, Nona. Aku ini manusia biasa, pengembara yang tidak punya bekal apa pun kecuali seutas nyawa dan sejengkal mahkota bagi seorang lelaki...."Sambil berbicara panjang begitu, diam-diam tubuh Baraka terangkat sendiri secara pelan-pelan. Telapak kakinya mulai tidak menyentuh tanah. Semakin lama bicara semakin naik, hingga sang gadis membelalak melihat Baraka bisa melayang-layang di udara tanpa alas berpijak apa pun."Waah.. Ini sudah pamer ilmu namanya. Kata-katanya merendah tapi tindakannya meninggikan diri." Si gadis menjadi kagum dan mengakui kehebatan Pendekar Kera Sakti seca

  • Pendekar Kera Sakti   1576. Part 2

    "O, iya, ya! Kalau begitu, mari kita cepat pergi dari sini. Jangan mengganggu tidurnya. Nanti kalau kita berisik di sini tidurnya terganggu dan dia bisa marah kepada kita."Kedua orang itu segera pergi, tapi masing-masing berceloteh tentang kabar yang mereka dengar dari mulut ke kuping tentang kesaktian Pendekar Kera Sakti. Bahkan yang bertubuh pendek mempunyai pendapat, jika Baraka tidak sedang kelelahan, tentunya tak akan mau tidur di atas dedaunan sekecil itu.Mendung menyingkir dengan penuh kesadaran. Sang matahari menerobos celah dedaunan. Matahari sudah mulai bergeser ke barat. Cahayanya masih menyengat dan membuat Pendekar Kera Sakti terbangun dari tidurnya.Wuuuut...! Ia sentakkan pinggulnya dan turun dari atas dedaunan. Badannya menggeliat dengan otot dikeraskan. Mulutnya sempat menguap sebagai sisa kantuknya. Baraka sedikit terkejut saat meraba sabuk pinggangnya."Mana sulingku!"Jantungnya berdebar-debar karena tegang. Suling Naga Krishn

  • Pendekar Kera Sakti   962. Part 16

    "Ahg...!" cukup pendek pekikan Wadal, setelah itu ia roboh tak bernyawa lagi.Dewi Taring Ayu sempat berpikir untuk memancing gerakan lawan agar semakin menjauhi rumahnya. Walaupun Dewi Taring Ayu tadi sempat melihat kelebatan ketiga adiknya lewat pintu belakang, tapi ia khawatir Tulang Ne

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Pendekar Kera Sakti   967. Part 3

    Ekayana mengambil napas, menahan kesabaran. Ia mengangkat tangannya sambil berkata, "Baiklah, baiklah...! Kita cari dulu kemungkinan di tempat lain. Embun Salju adalah kemungkinan terakhir jika memang di tempat lain tak ada orang yang memiliki Racun Getah Tengkorak itu!"Kemudian setelah t

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Pendekar Kera Sakti   945. Part 19

    "Dasar bocah monyet...!" umpatnya dengan menahan sakit yang tak bisa diatasi lagi itu. Dari kulitnya yang memar biru empuk itu keluar semacam darah kotor yang berbau busuk akibat ketiban kelapa tadi. Terutama bagian pusarnya, merembeskan cairan merah kehitamhitaman. Nyai Tanduk Setan rasa-rasanya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Pendekar Kera Sakti   989. Part 4

    Ketiga manusia yang masing-masing berjuluk Malaikat Maha Pedang, untuk Ekayana, Iblis Maha Racun untuk Brajawisnu, dan Hantu Naga Belah untuk Pancakana, segera turun dari punggung kuda setelah diberi aba-aba oleh Ekayana. Tali kekang kuda ditambatkan begitu saja di rimbunan semak yang menggerombo

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status