Share

1196. Part 7

last update publish date: 2025-03-29 01:01:13

"Memberi nasihat bukan tugas calon mertua saja, tetapi di antara kita perlu saling bertegur sapa, saling memberi nasihat, mengingatkan kepada siapa yang lupa akan langkahnya," kata Baraka dengan nada tenang.

Palupi maju lagi dekati Baraka dan berkata, "Kang, kok ngobrol terus? Kapan tarungnya! Sudah, bres, bres, bres... begitu!" sambil mulutnya bersungut-sungut dan kembali kebalik pohon.

Baraka membatin, "Gadis ini sepertinya lebih sinting dariku. Jangan-jangan apa yang dikataka

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Kera Sakti   1579. Part 5

    Slaap...!Seberkas sinar hijau dilepaskan dari tangan Putri Malu. Bentuk sinar itu seperti lempengan persegi empat. Galak Gantung kaget, sempat terkesiap sebentar, lalu tangannya berkelebat seperti menyambar sesuatu.Wuuut...! Ternyata tangan itu mengeluarkan asap yang menggumpal dan membuat sinar hijau tadi terperangkap di dalamnya. Asap itu segera membubung tinggi melewati pucuk-pucuk pohon, kemudian meledak di angkasa dengan suara menggelegar.Blegaaarrr...!Pada saat itu Putri Malu sudah berkelebat bagaikan terbang ke arah Galak Gantung.Weees...! Tangannya menghantam dada Galak Gantung dengan cepat. Tapi Galak Gantung menangkisnya dengan kaki, sedangkan kedua tangannya masih dikebelakangkan.Plak, plak, plak, deeess...!Kaki Galak Gantung menendang perut Putri Malu. Gadis itu terlempar empat langkah dalam keadaan menyeringai. Kemudian Baraka melihat darah segar meleleh dari telinga gadis cantik itu. Kejap berikutnya si gadis terb

  • Pendekar Kera Sakti   1578. Part 4

    "Jika aku berhasil menemukan, maukah memberiku hadiah?"Pendekar Kera Sakti memandang Putri Malu dengan berkerut dahi. Pandangan matanya sedikit menyipit karena ia mulai menaruh curiga."Maukah kau memberiku hadiah?" tanya Putri Malu lagi sambil tersenyum dan melirik nakal."Hadiah apa yang kau inginkan?""Hmmm...." senyumnya semakin berkesan nakal. "Tidak berat, juga tidak mahal.""Sebutkan! Jangan bertele-tele!" sahut Baraka agak keras karena penasaran dan tak sabar ingin segera mendapatkan Suling Naga Krishnanya."Aku minta hadiah segumpal kehangatan.""Maksudmu, singkong bakar atau ubi rebus?""Uuuh...!" Putri Malu cemberut jengkel. "Bukan kehangatan berupa makanan!""Jadi kehangatan apa yang kau inginkan?""Kemesraan...," jawabnya sambil mendekat dan berlagak manja. Bibirnya mulai tampak merekah mengundang selera. Matanya memandang sayu bagai ingin dicumbu. Jantung Baraka seperti mengalami gempa setempat. Ber

  • Pendekar Kera Sakti   1577. Part 3

    "Tapi perlu kau ketahui, Nona... bahwa aku tidur di atas daun bukan dengan maksud pamer ilmu padamu. Aku tak tahu kalau kau ada di sekitar hutan sini. Kupikir tak ada orang, jadi aku berani melakukan hal itu. Kalau kutahu ada orang di hutan ini, aku tak berani lakukan hal itu, sebab takut dianggap pamer ilmu. Padahal ilmuku sangat rendah. Tidak ada sekuku hitamnya dibandingkan ilmu yang kau miliki, Nona. Aku ini manusia biasa, pengembara yang tidak punya bekal apa pun kecuali seutas nyawa dan sejengkal mahkota bagi seorang lelaki...."Sambil berbicara panjang begitu, diam-diam tubuh Baraka terangkat sendiri secara pelan-pelan. Telapak kakinya mulai tidak menyentuh tanah. Semakin lama bicara semakin naik, hingga sang gadis membelalak melihat Baraka bisa melayang-layang di udara tanpa alas berpijak apa pun."Waah.. Ini sudah pamer ilmu namanya. Kata-katanya merendah tapi tindakannya meninggikan diri." Si gadis menjadi kagum dan mengakui kehebatan Pendekar Kera Sakti seca

  • Pendekar Kera Sakti   1576. Part 2

    "O, iya, ya! Kalau begitu, mari kita cepat pergi dari sini. Jangan mengganggu tidurnya. Nanti kalau kita berisik di sini tidurnya terganggu dan dia bisa marah kepada kita."Kedua orang itu segera pergi, tapi masing-masing berceloteh tentang kabar yang mereka dengar dari mulut ke kuping tentang kesaktian Pendekar Kera Sakti. Bahkan yang bertubuh pendek mempunyai pendapat, jika Baraka tidak sedang kelelahan, tentunya tak akan mau tidur di atas dedaunan sekecil itu.Mendung menyingkir dengan penuh kesadaran. Sang matahari menerobos celah dedaunan. Matahari sudah mulai bergeser ke barat. Cahayanya masih menyengat dan membuat Pendekar Kera Sakti terbangun dari tidurnya.Wuuuut...! Ia sentakkan pinggulnya dan turun dari atas dedaunan. Badannya menggeliat dengan otot dikeraskan. Mulutnya sempat menguap sebagai sisa kantuknya. Baraka sedikit terkejut saat meraba sabuk pinggangnya."Mana sulingku!"Jantungnya berdebar-debar karena tegang. Suling Naga Krishn

  • Pendekar Kera Sakti   1575. SULING NAGA KRISHNA

    ANGIN bertiup semilir sejuk. Barangkali karena mendung menggantung di langit dan hujan sedang berkemas untuk turun, maka angin pun membawa kelembaban udara yang sejuk. Cuaca seperti itu enak untuk tidur. Maka bersiaplah pemuda tampan berambut poni itu untuk mencari tempat buat baringkan badan. Setidaknya dengan duduk bersandar pun jadilah, yang penting bisa untuk pejamkan mata dan terlena tidur. Pemuda berpakaian rompi tanpa lengan itu tak lain adalah Pendekar Kera Sakti: Baraka.Karena tak ada tempat yang enak untuk baringkan badan, Baraka akhirnya berbaring di atas dedaunan semak tak berduri. Tempat yang sepi dan sangat kecil kemungkinannya dijamah manusia itu membuat Baraka tak segan-segan berbaring di atas dedaunan semak. Daun-daun itu tidak patah, bahkan tidak melengkung terlalu banyak. Padahal daun dan ranting kecil-kecil itu menyangga tubuh Pendekar Kera Sakti. Tentu saja hal itu dilakukan oleh Baraka dengan menggunakan ilmu peringan tubuh yang bekerja dengan sendiriny

  • Pendekar Kera Sakti   1574. Part 23

    Trabb...! Zlapp...!Sinar itu membalik ke arah pemiliknya lebih cepat dan lebih besar. Tapi Aswarani sudah pernah melihat kehebatan suling mustika itu, sehingga ia sudah menduga akan terjadi hal demikian. Maka dengan satu kali lompatan bersalto, ia lolos dari sinar baliknya itu.Blegarrr...!Sinar itu menghantam pohon besar. Dua pohon lenyap berubah menjadi debu."Kau boleh bangga dengan suling mustikamu, tapi tak akan mampu menahan jurusku kali ini, haaah...!"Claappp...!Sinar merah besar terlepas dari tangan Aswarani. Baraka menghadangnya lagi dengan suling mustika, namun kali ini sinar tidak membalik arah melainkan meledak di depan Baraka.Blegarrr....Pendekar Kera Sakti terbang melambung ke udara. Peristiwa itu pernah dialaminya ketika ia ingin menyelamatkan Bulan Sekuntum dalam peristiwa Keranda Hitam dulu. Kini keadaan Baraka terkapar dengan luka memar di sekujur tubuhnya. Semua yang menyaksikan hal itu menjadi tegang d

  • Pendekar Kera Sakti   71. Iblis Pencabut Jiwa

    Sesaat, Baraka mendelikkan mata melihat serangan Dua Iblis dari Gunung Batur yang teramat ganas dan penuh nafsu membunuh. Pandangan Baraka jadi kabur akibat rasa pening di kepalanya. Bau anyir darah telah memenuhi tempatnya berdiri. Namun, percuma saja Baraka digembleng keras oleh Raja Kera Putih

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pendekar Kera Sakti   38. Menyamar

    Mendapat teguran itu, Kemuning cemberut. Lalu dengan sikap yang amat manja dan terkesan malu-malu, dia melangkah mendekati Baraka. Namun, diam-diam gadis berparas elok rupawan itu mengirim bisikan kepada Baraka dengan mempergunakan ilmu mengirim suara dari jarak jauh.“Baraka! Aku sed

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pendekar Kera Sakti   74. Datangnya Raja Penyasar Sukma

    Dan, Iblis Seribu Wajah pun benar-benar tertipu. Dia menyangka bila benda yang masuk ke perut Gamabunta adalah tubuh Ksatria Topeng Putih. Karena takut terjadi apa-apa, Iblis Seribu Wajah lalu memerintahkan Gamabunta untuk mengerahkan tenaga 'Mengolah Api Guncangkan Bumi'. Tentu saja ranting poho

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pendekar Kera Sakti   21. Awal Perjalanan

    PEMUDA berbadan tegap serta berwajah tampan dengan pakaian seperti layaknya seorang satria itu masih melangkah menyusuri lorong-lorong gua, meninggalkan Lembah Kera yang semakin jauh. Pemuda itu tidak lain adalah Baraka. Kakinya terus menyelusuri lorong gua, mencari jalan keluar yang ditunjukkan

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status