Share

1225. Part 14

last update publish date: 2025-04-12 01:02:49

Yang lain ikut berseru demikian dan saling berlari berhamburan, ada yang segera mencari senjata, ada yang segera mencari tempat untuk bersembunyi. Sedangkan Baraka dan Dungu Dipo yang berpaling ke belakang segera tertegun bengong melihat Tandu Terbang diam di udara menghadap mereka.

"Sial! Rupanya kita tadi diikuti olehnya!" gumam Baraka kepada Dungu Dipo yang matanya terbelalak tak bisa bilang apa-apa.

Batu Sampang keluar dari istana begitu mendengar suara gaduh tentang Tandu T

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Kera Sakti   1619. Part 19

    Wajah Ranggu Pura menegang lagi dengan gusar. "Sebaiknya lupakan tentang Cumbu Bayangan. Toh ada perempuan lain yang bersedia kau cumbu lebih lama lagi. Sayang kau menyepelekan diriku, sehingga kau tidak melihat ada perempuan lebih hebat dari Kismi yang mampu memberikan kebahagiaan padamu sepanjang masa.""Persetan dengan kata-katamu, Ayunda! Kau perempuan bermulut busuk! Mengapa kau racuni pikiran guruku dengan bualanmu! Kaulah biang keladi dari masalah yang menyangkut tentang hubunganku dengan Cumbu Bayangan!""Kalau kau keras kepala tak mau melayani gairahku, aku pun keras kepala untuk tetap ingin mencabut nyawamu, Ranggu Pura!""Biadab dia!" geram Cumbu Bayangan dalam persembunyiannya. Wajahnya menjadi merah jambu karena dibakar kemarahan. Tapi Pendekar Kera Sakti menahannya agar tidak terburu-buru keluar dari persembunyian."Banyak yang perlu kita ketahui dari mereka! Kita lihat dulu, jangan terburu nafsu, Kismi!" bisik Baraka."Tapi perempuan

  • Pendekar Kera Sakti   1618. Part 18

    "Hmmm... ya, aku kenal dia. Dia yang bernama Ayunda. Dia sering berkunjung ke perguruanku dan menjalin hubungan baik dengan guruku!""Benarkah begitu! Tapi ketika kau menderita racun 'Hawa Bangkai' tadi, gurunya Ayunda menyerangku dan mengancamku agar tidak mencampuri urusannya.""Urusan apa?""Mana kutahu? Dia tidak jelaskan urusan itu."Cumbu Bayangan masih berkerut dahi dan mencoba memikirkan hal itu. Tapi Baraka lebih dulu berkata dalam bisikan lagi. "Aku curiga dengan gerakan Ayunda yang mengendap-endap menuruni tanggul sungai itu. Kita lihat apa yang dilakukannya!"Pendekar Kera Sakti melenting di udara, tubuhnya melesat naik dan hinggap di atas pohon. Cumbu Bayangan mengikuti gerakan itu dan ternyata cukup mampu, walau ia hampir saja jatuh saat mendaratkan kakinya di sebuah dahan. Untung segera disambar oleh tangan Pendekar Kera Sakti, sehingga ia terhindar dari kecelakaan kecil itu.Dari pohon ke pohon, akhirnya mereka tiba di

  • Pendekar Kera Sakti   1617. Part 17

    "Akan kucoba membantu kalian. Hanya saja, ada satu pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu."Gadis itu semula memandang ke arah jauh. Tapi sekarang menatap Baraka dengan gerakan berpaling cukup cepat. Ini menandakan bahwa ia tertarik sekali dengan pertanyaan yang ingin diajukan Baraka."Benarkah kekasihmu yang bernama Ranggu Pura itu anak dari Gandapura, penguasa Pantai Ajal itu!"Mata sang gadis terkesiap. Sedikit menyipit dalam tatapannya. Ada rasa kaget yang disembunyikan dalam hati, yang akhirnya berubah menjadi sebentuk renungan pendek. "Sebab, kudengar Gandapura sedang mengamuk di Pulau Jelaga karena mencari anaknya yang bernama Ranggu Pura. Anak itu yang akan mendapat warisan seluruh ilmu si Gandapura, yang berarti akan menjadi manusia pemakan daging manusia."Setelah berdiam beberapa saat, Cumbu Bayangan berkata dengan suara tidak seketus tadi, "Aku tidak tahu dengan pasti. Tapi Ranggu Pura pernah bilang, bahwa ia ditemukan oleh gurunya dalam usia

  • Pendekar Kera Sakti   1616. Part 16

    "Aneh orang itu. Menuduhku ikut campur urusannya. Urusan yang mana? Oh, barangkali ia melihatku berjalan bersama Pinang Sari ke makam Nini Pucanggeni, sehingga ia menyangka aku berkomplot dengan Pinang Sari! Ah, masa bodoh! Tak perlu kupikirkan si nenek peot itu. Oh, kasihan Cumbu Bayangan. Aku harus segera mengobatinya "Baraka segera menempelkan hulu berkepala naga Suling Naga Krishnanya di urat nadi pergelangan tangan kanan Cumbu Bayangan. Hanya dalam dua tarikan napas, tubuh Cumbu Bayangan yang membiru dan membusuk serta mengeluarkan cairan busuk itu berangsur-angsur lenyap. Itu berarti pengaruh 'Racun Hawa Bangkai' di tubuh Cumbu Bayangan mulai lenyap pula. Keadaan Kismi berangsur-angsur membaik.Di lain kejap, Suling Naga Krishna yang berwarna kuning keemasan menjadi hitam kelam. Suling Naga Krishna yang telah berwarna hitam kelam dijulurkan lurus ke depan. Saat Baraka mengalirkan tenaga dalam, lubang-lubang yang ada di Suling Naga Krishna menyemburkan asap berwa

  • Pendekar Kera Sakti   1615. Part 15

    Wajah Kunta Aji ditendang keras oleh gurunya sendiri hingga tubuh itu terjungkal ke belakang dan berguling-guling. Wajah yang sudah hangus itu menjadi semakin hangus karena tendangan tadi tak sadar telah mengeluarkan cahaya merah sebagai cahaya tenaga dalam berhawa panas.Kunta Aji mengerang karena kulit wajahnya melepuh. Bahkan pipinya melonyoh karena hawa panas yang tinggi itu. Buyut Gerang segera menolongnya dengan perasaan sesal, ia bahkan berkata, "Lain kali hinaan seperti itu jangan kau sampaikan langsung padaku. Pakai bahasa isyarat saja, jadi aku tidak merasa sedang dihina oleh mulutmu!""Maa... maaf, Guru.""Yang salah aku kok yang minta maaf kamu! Diamlah, kuobati dulu lukamu ini!""Fuih...!" wajah Kunta Aji ditiup satu kali. Hawa dingin terasa meresap ke dalam kulit. Setelah itu, Buyut Gerang berkata kepada para muridnya."Tak perlu ada yang ikut aku. Aku akan memenuhi tantangan si Poci Dewa itu! Kami akan bertarung sampai ada yang mati.

  • Pendekar Kera Sakti   1614. Part 14

    Slapp...!Lebar sinar itu hampir mencapai satu jengkal dan gerakannya cepat, mengejutkan lawan. Sinar merah patah-patah berhenti, karena Cumbu Bayangan harus menghadapi sinar kuning tersebut. Maka dengan menggunakan gagang pedang yang digenggam tangan kiri, Cumbu Bayangan mengadu kekuatan tenaga dalamnya. Dari lubang gagang pedang itu keluar sinar merah bagaikan semburan api yang amat terang. Sinar merah itulah yang menghantam sinar kuningnya Kunta Aji di pertengahan jarak mereka.Wuusss...! Blegarrr...!Tanah bergetar, beberapa pohon pun tampak terguncang akibat ledakan keras yang menggelegar itu. Kunta Aji terlempar ke belakang dan jatuh telentang dalam keadaan wajahnya menjadi hitam bagai disambar petir. Sedangkan Cumbu Bayangan melambung ke udara bagaikan diterbangkan oleh gelombang ledakan tadi. Namun ia masih sempat menjaga keseimbangan tubuh, sehingga sempat bersalto satu kali dan mendaratkan kakinya dengan tepat di tanah.Jlegg...!"Kismi..

  • Pendekar Kera Sakti   322. Part 2

    Di kaki langit sebelah timur, matahari tersembul memantulkan sinar rona jingga. Ayam jantan liar mengumandangkan kokoknya yang gagah, menyapa hari di ambang pagi. Gumpalan awan berarak di cakrawala. Sementara, tiupan angin sejuk melengkapi lahirnya hari ini.Dalam terpaan lembut hawa pagi,

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pendekar Kera Sakti   383. Part 12

    Gua tersebut tidak terlalu dalam. Langit-langitnya tidak begitu tinggi. Tapi tempatnya datar walau banyak bebatuannya. Sang gadis masih dibaringkan dalam keadaan pucat pasi. Bibirnya membiru, bagian bawah dadanya memar karena hantaman sinar tenaga dalam Baraka tadi. Pedangnya masih utuh. Mestinya

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pendekar Kera Sakti   384. Part 13

    "Yaaah... nggak percaya," ucap Baraka pelan dan tak berani banyak gerak karena lehernya tertodong pedang dan ia tahu pedang itu dapat semburkan racun berbahaya, walau racun itu telah habis dan belum diisikan ke dalam pedang lagi."Katakan sejujurnya!""Kok kayak judul lagu aja," ujar

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pendekar Kera Sakti   352. Part 2

    Sambil melangkah dan membatin, Baraka kembali berseru dalam keadaan menengok ke kiri,"Banjiirr..!"Rombongan sesepuh desa dan si orang kurus mendekati Baraka. Pendekar Kera Sakti mulai kerutkan dahi sedikit sebagai tanda bahwa ia menaruh curiga dengan mendekatnya rombongan orang tua

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status