/ Pendekar / Pendekar Kera Sakti / 286. Wasiat Dewa Abadi

공유

286. Wasiat Dewa Abadi

last update 게시일: 2024-07-21 01:03:40

Ningrum terus berkelebat cepat meninggalkan puncak Bukit Karang Kanjen. Saat ini, rasa dendam bercampur kekecewaan berkecamuk dalam hati murid Raja Pedang Kupu-kupu itu. Gurunya tewas di tangan Dewa Abadi. Dan ia sebagai murid, merasa harus berbakti terhadap gurunya. Makanya, kini Ningrum bertekad mencari Dewa Abadi untuk meminta pertanggungjawabannya.

"Dewa Abadi...!" desis Ningrum penuh kemarahan. "Kini tak ada pilihan lain lagi. Terpaksa aku harus menuruti keinginanmu. Tapi, ingat!

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pendekar Kera Sakti   1629. Part 7

    Wuuttt...! Brreett...!"Aaauh...!" Pinang Sari terpekik. Ulu hatinya bagaikan sedang dibedah oleh pedang lengkung itu. Ia segera tersentak mundur dan tergagap-gagap. Darah menyembur dari luka panjang tersebut.Brrukk...!Pinang Sari jatuh terjengkang, kini ia terkapar dengan tubuh menggigil. Rupanya pedang si Papan Rayap beracun ganas. Dalam waktu cukup singkat tubuh Pinang Sari mulai dikerumuni rayap yang muncul dari dalam tanah akibat mencium bau racun pedang yang bercampur dengan darah. Binatang putih kecil-kecil itu semakin banyak jumlahnya dan membuat Pinang Sari menjerit karena jijik."Katakan di mana kau simpan kapak itu! Lekas! Kalau tidak kau katakan, akan kubiarkan rayap-rayap itu menggerogoti tubuhnya hingga menjadi tulang belulang!"Namun sekelebat bayangan segera bergerak menerjang Papan Rayap.Bruuss...!Papan Rayap terpelanting dan jatuh dengan menyedihkan karena kepalanya bagaikan disambar kaki petir. Hampir saja ujung

  • Pendekar Kera Sakti   1628. Part 6

    Orang kerempeng yang menjadi lawan Pinang Sari itu memakai jubah coklat tua yang lusuh dengan celana merah tanpa baju dalam. Tulang iganya kelihatan bertonjolan. Wajahnya tampak angker, karena matanya biar kecil tapi memancarkan kebengisan. Rambutnya kucal, tipis, panjang sebatas punggung. Lelaki itu menyelipkan senjata di pinggangnya berupa pedang lengkung panjangnya satu lengan, tapi ukurannya cukup kecil. Pedang itu belum dicabutnya, ia masih menggunakan tangan kosong dalam melawan Pinang Sari. Tangannya itu bagaikan besi yang mampu membuat pohon yang terhantam menjadi somplak besar. Pinang Sari masih tampakkan kelincahannya dengan melenting ke atas dan bersalto hindari serangan orang kurus itu.Wuukkk...!Pinang Sari mendarat ke belakang orang kurus itu dalam jarak lima langkah. Orang kurus itu segera balikkan badan dan sentakkan satu tangannya ke depan.Wuuttt...!Slaapp...! Sinar merah lurus tanpa putus keluar dari tangan telapak tangannya. Sinar se

  • Pendekar Kera Sakti   1627. Part 5

    "Dulu aku pernah mengabdi kepada sang Adipati sebagai juru taman. Tapi baru tiga purnama sudah dipecat, karena aku dianggap malas kerjaku hanya nonton Branjang Kawat melatih ilmu kanuragan kepada para prajurit kadipaten. Setelah beberapa waktu berlalu, tiba-tiba aku dicari mereka kembali dan ditangkap atas tuduhan mencuri sebuah pusaka. Padahal waktu aku pergi dari istana kadipaten, aku tidak mencuri apa-apa kecuali sebungkus nasi untuk bekal di perjalanan.""Pusaka apa maksudnya?" Baraka makin tertarik."Nama pusaka itu adalah Kapak Kubur."Baraka terkejut mendengar nama pusaka tersebut. "Kapak Kubur pernah kudengar dari mulut Ayunda?" pikirnya, "Kalau tak salah ingat, seseorang yang mempunyai ilmu 'Mahkota Neraka' hanya bisa dibunuh oleh Kapak Kubur. Dan ilmu 'Mahkota Neraka' dimiliki oleh Gandapura, manusia titisan raksasa yang doyan makan daging manusia dan sekarang kabarnya sedang mengamuk di Pulau Jelaga. Tapi, apa benar Kapak Kubur pernah dimiliki oleh Ad

  • Pendekar Kera Sakti   1626. Part 4

    Kini tali penjerat leher sudah dikalungkan. Baraka tetap tenang tanpa lakukan pemberontakan apa pun, tanpa perasaan sedih sedikit pun. Mereka memandang dengan penuh rasa kagum, namun ada juga yang punya rasa tak suka menganggap Baraka bocah bodoh yang menjengkelkan hati."Hukuman gantung sebagai wakil si Tua Bangka segera dilaksanakan!" teriak ketua prajurit."Sattuuu... duaaa... tigaaa...!"Singa Parna tidak menarik bangku yang diinjak Baraka, melainkan menendangnya sebagai luapan kejengkelan hatinya tadi.Braakk...!Kaki bangku patah seketika setelah ditendang Singa Parna. Maka tubuh Baraka pun tergantung, lehernya terjerat tali gantungan.Seettt...!"Huuu...!" orang-orang menggumam puas."Mampuslah kau!" teriak yang jengkel."Selamat jalan, Bocah gila!" seru yang lain.Tua Bangka tertegun bengong melihat tubuh Baraka tergantung dengan kepala terkulai mata terpejam, tapi mulutnya tidak menganga. Baraka bahkan se

  • Pendekar Kera Sakti   1625. Part 3

    Si ketua prajurit keluarkan perintah kepada petugas penggantungan, "Singa Parna, hancurkan mulutnya!"Orang berbadan kekar tanpa baju yang ternyata bernama Singa Parna itu segera melayangkan pukulannya lurus ke mulut Baraka.Wuuuttt...!Baraka menghindar dengan meliukkan badan seperti kera yang ingin tumbang.Weesss...!Pukulan itu tidak mengenai sasaran. Baraka tetap di tempat. Ketika tegak kembali, kaki Singa Parna menyambutnya dengan tendangan lurus ke depan.Wuuttt...!Badan si tampan itu meliuk kembali bagaikan orang mabuk sempoyongan.Weesss...!Tendangan itu meleset kembali. Singa Parna menjadi tambah jengkel. Maka diserangnya Pendekar Kera Sakti dengan pukulan dan tendangan secara bertubi-tubi.Wuuutt, wuutt, wesss...! Wuuk, wukk, wuuss...!Tak ada satu pun serangan yang bisa kenai tubuh Pendekar Kera Sakti. Padahal kaki Baraka tidak bergeser sedikit pun, hanya badannya yang meliuk-liuk dengan cepat

  • Pendekar Kera Sakti   1624. Part 2

    "Saudara-saudara sekalian, hari ini saudara-saudara akan menjadi saksi keadilan Kanjeng Adipati kita dengan menyaksikan acara penggantungan atas diri si Tua Bangka ini. Sekali lagi perlu ditegaskan, bahwa Tua Bangka dijatuhi hukuman gantung karena mencoba memperkosa Gusti Ayu Trahsumuning, yaitu istri Kanjeng Adipati Janarsuma.""Setuju! Setuju! Gantung saja penjahat tak tahu kesusilaan itu!""Sebelum acara penggantungan dimulai, mari kita mengheningkan cipta sebentar untuk mendoakan semoga arwah Tua Bangka diterima di sisi Yang Maha Kuasa. Berdoaaa... mulai!""Tunggu, tunggu...!" seru salah seorang. “Tidak usah didoakan. Arwah orang jahat biarkan saja masuk neraka!""Benar. Iya, benar tak usah didoakan!" sahut yang lain."Baiklah. Kalau begitu, hukuman gantung akan segera dimulai. Tapi sebelumnya, mari kita dengar kesan dan pesan dari orang yang akan kita gantung ini....""Aah... tak usah, tak usah...!" seru mereka. "Langsung gantung saja!

  • Pendekar Kera Sakti   932. Part 6

    Kecuali jika orang itu telah mati di tangan orang lain, maka dendam Yayi pun akan hilang dengan sendirinya. Saat itu, datang tiga ekor kuda yang berlari tak terlalu cepat ke arah tepian sungai. Mereka tak lain adalah Ragajampi, Sulaya, dan seorang berwajah bengis yang mencambuki Mahendra Soca beb

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
  • Pendekar Kera Sakti   921. Part 15

    Daftar nama peserta yang akan menjadi penantang si Wajah Hitam sudah tertera di sebuah papan, di depan pintu masuk gedung itu. Mahendra Soca ada di sana, karena dia memang sering melihat pertarungan para peserta. Saat itu, Mahendra Soca sedang pandangi papan pengumuman nama-nama peserta, dan di d

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
  • Pendekar Kera Sakti   901. Part 14

    Blarrr...!Bruss...! Buaya Gunung terlempar. Tanah di tempatnya berpijak ikut terbawa beberapa bongkah, bagaikan pohon singkong dijebol batangnya. Tubuh itu melayang jauh, lebih dari sepuluh tombak, dan jatuh terhempas setelah membentur sebuah pohon tinggi.Krakkk...! Brukkk...!

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
  • Pendekar Kera Sakti   894. Part 7

    "Mengapa dia dijatuhi hukuman gantung, Pak tua?" tanya Ratna Pamegat lagi kepada orang tua yang sejak tadi berdiri di bawah pohon menunggu iring-iringan itu lewat di depannya."Pendekar Kera Sakti memperkosa istri Ki Lurah Pogo. Pengadilan memutuskan ia harus digantung, supaya rakyat di de

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status