Início / Pendekar / Pendekar Kera Sakti / 286. Wasiat Dewa Abadi

Compartilhar

286. Wasiat Dewa Abadi

last update Data de publicação: 2024-07-21 01:03:40

Ningrum terus berkelebat cepat meninggalkan puncak Bukit Karang Kanjen. Saat ini, rasa dendam bercampur kekecewaan berkecamuk dalam hati murid Raja Pedang Kupu-kupu itu. Gurunya tewas di tangan Dewa Abadi. Dan ia sebagai murid, merasa harus berbakti terhadap gurunya. Makanya, kini Ningrum bertekad mencari Dewa Abadi untuk meminta pertanggungjawabannya.

"Dewa Abadi...!" desis Ningrum penuh kemarahan. "Kini tak ada pilihan lain lagi. Terpaksa aku harus menuruti keinginanmu. Tapi, ingat!

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pendekar Kera Sakti   1689. Part 19

    Kinanti melangkah maju lebih dulu. Tapi tiba-tiba tangan Baraka segera menyambarnya dengan memeluk pinggang Kinanti dan membawanya melompat ke belakang."Mundur...!" sentak suara Baraka yang membuat Salju Kelana ikut-ikutan menyentak ke belakang. Ternyata Kinanti telah menginjak pasangan batu yang ditanam dalam tanah. Pasangan itu membuat munculnya jebakan berupa papan-papan berbesi runcing yang menghantam ke arah pintu gerbang dari bagian dalam.Wuusss...! Prakkk...!Sebagian papan ada yang menancap di pintu sebelahnya, sebagian lagi mengenai tempat kosong. Kinanti berdebar-debar memandang keadaan tersebut. Terbayang kengerian yang nyaris membuatnya mati terpaku besi-besi runcing pada papan-papan tersebut. Kalau saja Baraka tidak segera menyambarnya, ia akan mati dihujam puluhan besi runcing yang menyerupai paku-paku di papan itu.Salju Kelana berkata, "Agaknya tempat ini sengaja dipenuhi jebakan maut. Kita harus lebih hati-hati lagi, Baraka.""Ya

  • Pendekar Kera Sakti   1688. Part 18

    Baru menginap semalam di Lembah Birawa, esoknya Baraka sudah dihadapkan dengan dua masalah besar; penyerbuan Lodang Balak dan menghadapi hilangnya sang Ratu sendiri, ini sebuah tantangan bagi Pendekar Kera Sakti untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam mengatasi berbagai kesulitan. Karenanya semangat Baraka dalam mengejar Demit Lanang cukup tinggi. Apalagi ia didampingi Salju Kelana, serasa didampingi Hyun Jelita yang amat dirindukan itu. Tak heran lagi jika Baraka cukup menggebu-gebu untuk segera sampai di Perguruan Darah Surga.Perguruan itu terletak di dekat pantai, sebuah bukit yang cukup luas, sebagian lerengnya dibangun benteng kayu sebagai tempat menempa murid-murid perguruan tersebut. Tetapi ketika mereka sampai di benteng perguruan tersebut, ternyata keadaannya sangat sepi. Tak satu pun murid Perguruan Darah Surga yang terlihat mondar-mandir di depan pintu gerbang.Kinanti mengajak mereka untuk mengintai dari kejauhan, dan Kinanti pula yang berbisik kepada Salju

  • Pendekar Kera Sakti   1687. Part 17

    Lodang Balak kian garang. Pedangnya ditusukkan di depan, dan mata Baraka yang masih terpejam itu berhasil merasakan angin padat menghampirinya. Dengan cepat ia melompat bersalto ke udara.Wuuss...! Lalu dalam keadaan berjungkir balik di udara pedangnya berkelebat membabat lawan.Wuuuttt...! Craasss...!"Aahg...!" terdengar pekik tertahan si Lodang Balak.Punggungnya robek digores ujung pedang. Baraka berdiri tegak, kini ia membuka mata memandang lawannya yang menyeringai dengan berang. Sekalipun dada Baraka tampak membiru bekas pukulan tadi, namun ia masih kelihatan gagah, mampu berdiri dengan tegar."Kau sudah terluka, Lodang Balak! Kau harus mundur sesuai peraturan yang kita sepakati tadi.""Setan bangsat...! Tak ada kata mundur selama aku masih mampu berdiri! Heaaatt...!"Baraka memegang pedang dengan kedua tangan. Salah satu jurus ‘Pedang Kilat Buana’ dipergunakan. ‘Kilat Pembawa Maut’Zlaapp...!

  • Pendekar Kera Sakti   1686. Part 16

    Lodang Balak semakin kaget melihat kenyataan itu. Akhirnya ia melompat turun dari atas kudanya dan berseru dengan suara serak. "Bangsat! Kau telah bunuh murid andalanku, Perempuan lacur! Kuhancurkan pula ragamu sekarang juga, heeeaaahhh...!"Tangan kanannya menyentak ke depan. Tak ada sinar yang keluar, tapi tiba-tiba tubuh Salju Kelana sudah dibungkus oleh kilatan-kilatan cahaya biru yang mengelilinginya. Semakin lama semakin rapat hingga tubuh Salju Kelana nyaris terjerat kilatan-kilatan sinar biru yang saling memercikkan api dan letupan kecil itu.Claappp...!Sinar berwarna kebiru-biruan keluar dari tangan Baraka yang saling merapat dan disentakkan ke depan. Sinar berwarna kebiru-biruan itu berkelok-kelok bagai lidah petir menghantam kilatan-kilatan cahaya biru yang hampir menjerat dan menghancurkan tubuh Salju Kelana.Blaarr...!Salju Kelana terlempar melambung ke udara dan jatuh dalam keadaan tak bisa menjaga keseimbangan.Buuuhgg...!

  • Pendekar Kera Sakti   1685. Part 15

    "Siapa pun dirimu, Perempuan ganjen... aku tetap tidak akan pandang bulu! Jika kau menghalangi langkahku untuk membalas dendam kepada Ratu Jiwandani, kau pun akan kehilangan kepala, Perempuan ganjen! Jadi kusarankan kau tak perlu berlagak menjadi jagoan di depanku. Lodang Balak tak pernah segan memenggal kepala perempuan secantik apa pun!""Turun dari kudamu dan buktikan sesumbarmu itu!" sentak Salju Kelana dengan berani."Ha, ha, ha, ha...! Jangan melawanku kau, Gadis ingusan! Sebaiknya kau melawan muridku saja."Lodang Balak yang berusia sekitar empat puluh tahun itu menengok ke kiri, seorang berpakaian abu-abu berkepala gundul dipandanginya. Lalu ia berseru kepada orang yang berusia sekitar tiga puluh tahun dan bertubuh kekar tanpa kenakan baju itu."Balada, turun dan mainkan kepunyaanmu di depan perempuan itu!"Orang gundul yang bernama Balada itu segera melompat dari punggung kudanya. Wuuttt...!Lompatannya cukup tinggi, hingga ia bisa

  • Pendekar Kera Sakti   1684. Part 14

    SEORANG prajurit bernama Pinasih datang menghadap sang Ratu dalam keadaan wajah memar dan lengan tergores luka yang masih berdarah. Kedatangan Pinasih membuat sang Ratu menjadi tersentak bangun dari tempat duduknya. Yang lain pun memandang Pinasih dengan tegang, terutama Kinanti.“Pinasih, apa yang terjadi?!” sambil Kinanti menyambar tubuh Pinasih yang nyaris rubuh karena luka-lukanya.Baraka memandang dengan dahi berkerut. Salju Kelana mendekati Baraka dan berbisik, “Ada sesuatu yang tak beres.”Baraka hanya menggumam lirih. Lalu mereka menyimak penjelasan dari Pinasih yang menjadi salah satu petugas penjaga perbatasan.“Sisa orang-orang Pulau Teluh datang, Gusti Ratu!” Pinasih bicara dengan terengah-engah. “Mereka dipimpin oleh Lodang Balak, adik dari Penguasa Pulau Teluh yang telah berhasil dibunuh oleh Demit Lanang itu”“Lodang Balak..?!” Salju Kelana menggumam dengan nada heran. &ldqu

  • Pendekar Kera Sakti   1330. Part 5

    Sumbaruni sendiri mulai tegang setelah ingat bahwa Baraka mempunyai jurus yang amat berbahaya, yaitu Ilmu ‘Mata Malaikat’. Sumbaruni mengendurkan ketegangannya, bahkan memasukkan pedangnya kembali. Sebab ia tahu bahwa saat itu Baraka benar-benar diliputi kemarahan karena Bongkok Sepuh

    last updateÚltima atualização : 2026-04-02
  • Pendekar Kera Sakti   1297. Part 16

    Sesosok tubuh melenting di udara dan bersalto tiga kali, keluar dari balik semak yang kini sedang terbakar karena serangan sinar merah.Seorang pemuda ganteng berdiri di depan Baraka dan Lancang Puri. Pemuda itu kenakan baju ungu satin, rapi, dan bersih. Rambutnya yang ikal panjang dilapis

    last updateÚltima atualização : 2026-04-02
  • Pendekar Kera Sakti   1179. Part 14

    "Ya. Sudah kuduga Tiga Utusan Lereng Iblis itu terbunuh oleh Cambuk Getar Bumi. Tapi yang kuburu bukan cambuk itu, melainkan hutang nyawa yang harus kau tebus dengan nyawa juga, Sri Maharatu!""Kalau kau keras kepala, aku tak segan-segan pergunakan cambuk ini!""Persetan dengan anca

    last updateÚltima atualização : 2026-04-01
  • Pendekar Kera Sakti   1173. Part 8

    Delima Gusti perdengarkan suaranya yang bernada dingin itu, "Pembunuh budiman, ke mana pun kau lari kau tak akan bisa hilang dari pandanganku! Sebaiknya serahkan saja cambuk milik guruku itu!""Siapa gurumu itu? Raja Hantu Malam? O, bukan! Kau bukan murid Raja Hantu Malam," kata Baraka dal

    last updateÚltima atualização : 2026-03-31
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status