Share

385. Part 14

last update publish date: 2024-08-22 01:02:15

Tapi sikap itu hanya ditertawakan Baraka dengan kalem. "Aku melamunkan tentang Layang Petir dan muridnya itu! Aku ingin bertemu dengan mereka. Apakah kau bisa bantu aku menunjukkan tempat tinggal mereka?"

"Tidak!" Jawab Awan Sari dengan singkat dan tegas.

"Barangkali suatu saat kau butuh pertolonganku, aku akan menolongmu dengan suka rela tanpa mengharap imbalan, kecuali sekadar uang buat beli nasi saja!"

"Kau ini pendekar apa pengemis?"

"Aku cuma bercanda," kata B

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Kera Sakti   1640. Part 18

    Pendekar Kera Sakti manggut-manggut dan tampak senang sekali mendengar keterangan tersebut. Tembang Selayang diam memandangi ayahnya dengan rasa kagum terhadap kapak pusaka itu."Karena ukurannya tak seberapa besar, dan tangkainya dari logam kosong, maka kapak pusaka itu sangat ringan dan mudah dibawa ke mana-mana. Tetapi jika ditebaskan dari atas ke bawah, maka dalam jarak sejauh dua puluh tombak pun masih bisa keluarkan sinar merah menyerang lawan. Orang yang terkena sinar merah itu akan terpotong menjadi tiga puluh tiga bagian.""Hebat sekali!" gumam Baraka semakin yakin lagi dengan keterangan Tembang Selayang saat di perjalanan kemarin."Jika kapak ditebaskan dari kiri ke kanan, akan keluarkan sinar biru yang dapat membuat lawan mati hangus menjadi arang dalam sekejap. Jika ditebaskan dari kanan ke kiri, akan keluarkan sinar hijau yang membuat lawan mati dalam keadaan tercabik-cabik mengerikan. Jika lawan hanya tergores oleh salah satu mata kapak, maka lukan

  • Pendekar Kera Sakti   1639. Part 17

    "Dia terluka berat bagian dalamnya!"Tembang Selayang terperanjat, ia segera mengangkat wajah sang Ayah. Ternyata wajah itu bukan saja pucat pasi melainkan biru bagaikan mayat yang hampir membusuk."Ayaaaah...!" seru Tembang Selayang sambil mendekap tubuh sang Ayah. Pendekar Kera Sakti bergegas memeriksanya sesaat, tanpa pedulikan tangis Tembang Selayang."Baringkan di tempat teduh!" kata Baraka. "Kurasakan denyut nadinya masih ada."Pukulan tenaga dalam yang mengandung racun telah kenai bagian dada Empu Tapak Rengat. Terlambat sedikit saja, nyawa sang Empu akan melayang. Untung Baraka bergerak cepat dengan dibantu Tembang Selayang.Baraka menempelkan Suling mustikanya di urat nadi pergelangan tangan kanan Empu Tapak Rengat. Hanya dalam dua tarikan napas, warna biru di wajah Empu Tapak Rengat berangsur-angsur lenyap. Di lain kejap, Suling Naga Krishna yang berwarna kuning keemasan menjadi biru legam. Suling Naga Krishna yang telah berwarna biru leg

  • Pendekar Kera Sakti   1638. Part 16

    "Sial. Hatiku deg-degan memandang ia berbaring begini!" gerutu Baraka dalam hati, tapi di mulutnya ia berkata lain. "Aku tak takut pada ancaman mereka. Tapi aku menemukan kejanggalan yang perlu kita pikirkan.""Kejanggalan apa?""Guci Kopong tadi bilang, akan datang memanggil ketuanya dan seakan ketuanya sanggup membuat kita mati hangus menjadi arang atau terpotong tiga puluh tiga bagian.""Itu sesumbarnya saja.""Mungkin memang benar. Tapi dari mana ia bisa sesumbar begitu kalau bukan karena ia pernah melihat bukti? Dan siapa orang yang bisa bertindak begitu jika bukan orang yang memiliki Kapak Kubur!"Tembang Selayang diam sebentar merenungkan, tiba-tiba ia tersentak bangkit dan menatap tegang kepada Baraka."Benar juga! Berarti pusaka Kapak Kubur ada di tangan Dewa Beruk!"Baraka hanya angkat bahu dengan senyum tipisnya.-o0o-PERGURUAN Monyet Sakti terletak di lereng Gunung Bunting sebelah barat. Jika i

  • Pendekar Kera Sakti   1637. Part 15

    “Tembang Selayang... rupanya kau sekarang punya pemuas dahaga semuda itu, hmm...! Pantas aku tak pernah melihatmu. Wajahmu pucat sekali. Apakah dikurung terus oleh anak muda itu?"Teebb...!Tembang Selayang mencekal tangan orang tersebut tanpa memandangnya. Wajahnya dingin dan ketus."Jangan macam-macam padaku, Guci Kopong!"Krraakk...! Terdengar seperti suara tulang patah. Guci Kopong meringis dengan mata terpejam. Mulutnya ternganga karena menahan rasa sakit."Ada yang ingin kau katakan lagi padaku!" pertanyaan itu bernada datar dan dingin, tanpa diikuti pandangan mata ke arah orang yang ditanya.Guci Kopong tak bisa menjawab karena genggaman tangan Tembang Selayang bagaikan kian meremukkan pergelangan tangannya. Pendekar Kera Sakti hanya memandanginya tanpa berbuat apa-apa. Senyumnya mekar di bibir, seakan menertawakan orang gemuk yang berlagak jagoan itu."Hei, lepaskan dia, Tembang!" seru orang berbadan agak kurus dari Guci

  • Pendekar Kera Sakti   1636. Part 14

    Gadis itu hanya sunggingkan senyum kaku. Rupanya ia tak enak hati kata-kata tersebut ikut didengar oleh Baraka, ia segera mengajak Baraka untuk duduk di salah satu bangku kosong. Sementara itu, para pengunjung kedai lainnya sibuk dengan percakapan masing-masing. Wiraga yang berpakaian serba biru dirangkap rompi merah tua itu segera mendekati tempat duduk Tembang Selayang, ia duduk di depan Tembang Selayang, sedangkan Pendekar Kera Sakti duduk di samping Tembang Selayang."Adhiyasa ingin sekali jumpa denganmu, Tembang Selayang. Temuilah dia, tapi....""Sampaikan salamku saja kepada Adhiyasa jika kau bertemu dengannya.""Kurasa kami akan lama tidak saling jumpa.""Kenapa begitu?""Adhiyasa sedang pergi. Sudah dua purnama ini tak menampakkan batang hidungnya!""Pergi ke mana?" tanya Tembang Selayang pelan, seakan tak mau didengar Pendekar Kera Sakti."Kabarnya ia sedang memburu pusaka Kapak Kubur.""Hahh...!" Tembang Selayang kage

  • Pendekar Kera Sakti   1635. Part 13

    Langkah mereka menuju ke Gunung Bunting terhenti oleh pemandangan yang menarik perhatian. Sesosok mayat mereka temukan tergeletak di rerumputan dalam keadaan hangus menjadi arang. Baraka berdebar-debar karena menyangka mayat yang tak jelas bentuk dan rupanya itu adalah salah satu dari ketiga sahabatnya yang hilang."Jangan-jangan dia adalah Pinang Sari!""Apakah kau yakin mayat ini adalah mayat seorang perempuan?""Hmm... sulit diyakini. Sama sekali tak bisa dikenali jenisnya; pria atau wanita? Tak ada sisa pakaian dan rambut sedikit pun.""Aku yakin mayat ini adalah mayat lelaki.""Dari mana kau tahu?"“Tak ada sisa perhiasan menempel di raga hangus ini."Baraka manggut-manggut membenarkan dugaan Tembang Selayang. Mayat yang sudah tidak berasap sedikit pun itu benar-benar tak ubahnya dengan seonggok arang menyerupai orang meringkuk. Sangat sukar untuk dikenali ciri-cirinya. Tak ada senjata apa pun yang tertinggal di sekitar may

  • Pendekar Kera Sakti   659. Part 4

    Mereka segera lupakan hal itu, karena Tanjung Bagus punya kebiasaan latah. Tapi seringainya menandakan seringai kesakitan yang sungguh-sungguh. Aneh juga, jika gerakan itu hanya karena latah, tak perlu Tanjung Bagus menyeringai kesakitan, juga tak perlu mulutnya mengeluarkan darah kental. Pendeka

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Pendekar Kera Sakti   681. Part 6

    "Kalll... kaaal... kaal... kalau begitu, orang tersebut akan hidup selama-lamanya?""Bukan begitu artinya! Orang itu akan mati apabila sudah tiba saatnya untuk mati! Jika belum waktunya garis kehidupan menentukan ia mati, maka walaupun mati beberapa kali, itu hanya suatu kecelakaan biasa ya

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Pendekar Kera Sakti   664. Part 9

    Pendekar Kera Sakti hanya menggenggam kain putih menyerupai sapu tangan itu. Sebelum sampai di kamar yang dimaksud, Baraka menggaruk kepalanya kembali. Lalu, ia ikuti langkah Badai Kelabu yang masuk di sebuah ruangan lebar. Di situ bau busuk sudah tercium tajam. Tapi Baraka tetap tenang.Ba

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Pendekar Kera Sakti   637. Part 20

    Sinar merah yang terkena kibasan tangan Baraka itu membalik, yang semula besarnya seperti sebatang lidi, kini menjadi lebih besar lagi, tiga kali lipat dari besar semula. Kecepatan geraknya pun melebihi kecepatan semula. Hampir saja Mata Elang tak sempat menghindari serangan yang membalik ke arah

    last updateLast Updated : 2026-03-25
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status