Share

849. Part 21

last update publish date: 2025-01-03 01:01:51

Takkk...!

"Auuhh...!" Gayatri pejamkan mata sambil meringis kesakitan.

Tiba-tiba sebelum Baraka mendekat untuk menolongnya, Andini melompat tinggi-tinggi bagaikan terbang, dan pedangnya berkelebat untuk ditebaskan ke leher Baraka.

Wuttt...!

Pendekar Kera Sakti sentakkan suling mustikanya naik ke atas.

Trang...!

Pedang Andini bagai menebas sebatang besi baja. Bahkan pedang itu terpental jatuh dari tangan Andini, karena pada saat itu tangan Andini meras

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Kera Sakti   1618. Part 18

    "Hmmm... ya, aku kenal dia. Dia yang bernama Ayunda. Dia sering berkunjung ke perguruanku dan menjalin hubungan baik dengan guruku!""Benarkah begitu! Tapi ketika kau menderita racun 'Hawa Bangkai' tadi, gurunya Ayunda menyerangku dan mengancamku agar tidak mencampuri urusannya.""Urusan apa?""Mana kutahu? Dia tidak jelaskan urusan itu."Cumbu Bayangan masih berkerut dahi dan mencoba memikirkan hal itu. Tapi Baraka lebih dulu berkata dalam bisikan lagi. "Aku curiga dengan gerakan Ayunda yang mengendap-endap menuruni tanggul sungai itu. Kita lihat apa yang dilakukannya!"Pendekar Kera Sakti melenting di udara, tubuhnya melesat naik dan hinggap di atas pohon. Cumbu Bayangan mengikuti gerakan itu dan ternyata cukup mampu, walau ia hampir saja jatuh saat mendaratkan kakinya di sebuah dahan. Untung segera disambar oleh tangan Pendekar Kera Sakti, sehingga ia terhindar dari kecelakaan kecil itu.Dari pohon ke pohon, akhirnya mereka tiba di

  • Pendekar Kera Sakti   1617. Part 17

    "Akan kucoba membantu kalian. Hanya saja, ada satu pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu."Gadis itu semula memandang ke arah jauh. Tapi sekarang menatap Baraka dengan gerakan berpaling cukup cepat. Ini menandakan bahwa ia tertarik sekali dengan pertanyaan yang ingin diajukan Baraka."Benarkah kekasihmu yang bernama Ranggu Pura itu anak dari Gandapura, penguasa Pantai Ajal itu!"Mata sang gadis terkesiap. Sedikit menyipit dalam tatapannya. Ada rasa kaget yang disembunyikan dalam hati, yang akhirnya berubah menjadi sebentuk renungan pendek. "Sebab, kudengar Gandapura sedang mengamuk di Pulau Jelaga karena mencari anaknya yang bernama Ranggu Pura. Anak itu yang akan mendapat warisan seluruh ilmu si Gandapura, yang berarti akan menjadi manusia pemakan daging manusia."Setelah berdiam beberapa saat, Cumbu Bayangan berkata dengan suara tidak seketus tadi, "Aku tidak tahu dengan pasti. Tapi Ranggu Pura pernah bilang, bahwa ia ditemukan oleh gurunya dalam usia

  • Pendekar Kera Sakti   1616. Part 16

    "Aneh orang itu. Menuduhku ikut campur urusannya. Urusan yang mana? Oh, barangkali ia melihatku berjalan bersama Pinang Sari ke makam Nini Pucanggeni, sehingga ia menyangka aku berkomplot dengan Pinang Sari! Ah, masa bodoh! Tak perlu kupikirkan si nenek peot itu. Oh, kasihan Cumbu Bayangan. Aku harus segera mengobatinya "Baraka segera menempelkan hulu berkepala naga Suling Naga Krishnanya di urat nadi pergelangan tangan kanan Cumbu Bayangan. Hanya dalam dua tarikan napas, tubuh Cumbu Bayangan yang membiru dan membusuk serta mengeluarkan cairan busuk itu berangsur-angsur lenyap. Itu berarti pengaruh 'Racun Hawa Bangkai' di tubuh Cumbu Bayangan mulai lenyap pula. Keadaan Kismi berangsur-angsur membaik.Di lain kejap, Suling Naga Krishna yang berwarna kuning keemasan menjadi hitam kelam. Suling Naga Krishna yang telah berwarna hitam kelam dijulurkan lurus ke depan. Saat Baraka mengalirkan tenaga dalam, lubang-lubang yang ada di Suling Naga Krishna menyemburkan asap berwa

  • Pendekar Kera Sakti   1615. Part 15

    Wajah Kunta Aji ditendang keras oleh gurunya sendiri hingga tubuh itu terjungkal ke belakang dan berguling-guling. Wajah yang sudah hangus itu menjadi semakin hangus karena tendangan tadi tak sadar telah mengeluarkan cahaya merah sebagai cahaya tenaga dalam berhawa panas.Kunta Aji mengerang karena kulit wajahnya melepuh. Bahkan pipinya melonyoh karena hawa panas yang tinggi itu. Buyut Gerang segera menolongnya dengan perasaan sesal, ia bahkan berkata, "Lain kali hinaan seperti itu jangan kau sampaikan langsung padaku. Pakai bahasa isyarat saja, jadi aku tidak merasa sedang dihina oleh mulutmu!""Maa... maaf, Guru.""Yang salah aku kok yang minta maaf kamu! Diamlah, kuobati dulu lukamu ini!""Fuih...!" wajah Kunta Aji ditiup satu kali. Hawa dingin terasa meresap ke dalam kulit. Setelah itu, Buyut Gerang berkata kepada para muridnya."Tak perlu ada yang ikut aku. Aku akan memenuhi tantangan si Poci Dewa itu! Kami akan bertarung sampai ada yang mati.

  • Pendekar Kera Sakti   1614. Part 14

    Slapp...!Lebar sinar itu hampir mencapai satu jengkal dan gerakannya cepat, mengejutkan lawan. Sinar merah patah-patah berhenti, karena Cumbu Bayangan harus menghadapi sinar kuning tersebut. Maka dengan menggunakan gagang pedang yang digenggam tangan kiri, Cumbu Bayangan mengadu kekuatan tenaga dalamnya. Dari lubang gagang pedang itu keluar sinar merah bagaikan semburan api yang amat terang. Sinar merah itulah yang menghantam sinar kuningnya Kunta Aji di pertengahan jarak mereka.Wuusss...! Blegarrr...!Tanah bergetar, beberapa pohon pun tampak terguncang akibat ledakan keras yang menggelegar itu. Kunta Aji terlempar ke belakang dan jatuh telentang dalam keadaan wajahnya menjadi hitam bagai disambar petir. Sedangkan Cumbu Bayangan melambung ke udara bagaikan diterbangkan oleh gelombang ledakan tadi. Namun ia masih sempat menjaga keseimbangan tubuh, sehingga sempat bersalto satu kali dan mendaratkan kakinya dengan tepat di tanah.Jlegg...!"Kismi..

  • Pendekar Kera Sakti   1613. Part 13

    "Poci Dewa tinggal di Bukit Serapah. Jika kau ingin menemuinya, pergilah ke arah utara sampai tiba di sebuah sungai, pergilah ke seberang sungai, karena Bukit Serapah ada di seberang sungai itu!""Apakah kau tak ingin mengantarku ke sana?""Aku harus mencari Ayunda. Belum tenang hidupku kalau belum membalas kematian Guru!" kata Pinang Sari dengan tegas.Baraka angkat bahu pertanda tak bisa memaksa kehendak Pinang Sari. Lalu, mereka pun berpisah dengan tatapan mata Pinang Sari yang mengandung arti rasa berat untuk lakukan perpisahan itu.Dalam pertengahan jarak, sebelum mencapai sebuah sungai, tiba-tiba Baraka membelokkan arah perjalanannya ke timur, ia lakukan hal itu karena mendengar suara seseorang berbicara secara samar-samar. Suara itu dikenal Baraka sebagai suara Kunta Aji.Rasa ingin tahu membuat Baraka mengendap-endap mendekati semak-semak ilalang, karena semak itu tampak gaduh dan berguncang gemerisik. Dengan menggunakan ilmu peringan tubuh

  • Pendekar Kera Sakti   438. Part 6

    Duda Dadu bersuara bisik sambil pandangi pohon itu, "Ngomong-ngomong kamu apakan sih pohon itu tadi, kok jadi gundul begitu?""Cuma menyentakkan napas yang tertahan di perut, Paman.""Masa'.. Kok bisa gitu ya?"Keheranan Duda Dadu tiba-tiba buyar dengan munculnya sesosok tubuh d

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Pendekar Kera Sakti   466. Part 15

    Clapp...! Sinar biru sejengkal keluar dari ujung telunjuk Ratu Cadar Jenazah. Sinar itu kecil dan gerakannya cepat. Tapi agaknya Ki Parma Tumpeng nggak kalah siap. Dari tangan kanannya yang bertelapak membuka keluar sinar agak besar warna merah lebar.Clapp...! Tangan itu tak digerakkan ke

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Pendekar Kera Sakti   465. Part 14

    "Kalau maksudmu kemari untuk merampas tempat ini lagi, jelas itu suatu hal yang mustahil, Parma Tumpeng!" kata sang Ratu dengan seenaknya, karena ia menganggap usianya sebenarnya sama dengan Ki Parma Tumpeng."Aku kemari bukan untuk membicarakan tempat ini!" ujar Ki Parma Tumpeng. "Ada masa

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Pendekar Kera Sakti   441. Part 9

    "Iya, iya...! Aku tahu kok. Memangnya aku nggak pernah muda?" ujar Ki Parma Tumpeng, lalu ia mohon diri dengan baik-baik kepada Baraka, setelah itu melesat pergi meninggalkan tempat itu."Paman Duda Dadu," kata Baraka, "Maukah Paman menolongku?""Boleh aja! Demi menjadi pengikut pende

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status