Home / Fantasi / Pendekar Pedang Bulan Sabit / Asal Usul Batu Giok Tembaga

Share

Asal Usul Batu Giok Tembaga

Author: Kayinkayinn
last update Petsa ng paglalathala: 2024-04-24 09:50:42

"Ryujin dari Kalajengking Naga Emas?" tanya Jinhwan kembali untuk memastikan.

Jochen menganggukkan kepalanya seraya menatap wajah Jinhwan yang sepertinya sangat terkejut mendengarnya.

"Kenapa, Wan~ah? Apa ada masalah?"

"Kita memiliki musuh yang sama, Sunbae." Jinhwan menatap wajah seniornya dengan tatapan yang berani dan juga tegas.

Jochen mengernyitkan keningnya bingung. "Apa maksudmu dengan mengatakan kita memiliki musuh yang sama?"

Jinhwan menghela napas pendek. "Sejak awal, aku memang memil
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pendekar Pedang Bulan Sabit   JEJAK MENUJU MATAHARI DAN BAYANGAN YANG MENGINTAI

    Langit belum sepenuhnya cerah ketika mereka beristirahat sejenak di kaki bukit yang tertutup kabut tipis. Di kejauhan, puncak gunung tertinggi menjulang menembus awan tempat menurut catatan kuno, gerbang menuju kediaman Samjoko tersembunyi. Bai Lu membuka peta tua yang terlipat rapi di balik jubahnya, jemarinya melacak garis-garis samar yang tertulis dengan tinta keemasan. “Perjalanan ke sana bukan hal yang mudah,” ucapnya pelan, suaranya terdengar serius, “jalan itu tak terlihat oleh siapa pun yang hatinya penuh keraguan. Cuma mereka yang tujuannya murni yang dapat melihatnya.” “Dan bagaimana kalau Aeshin menghalangi jalan itu?” tanya Rim, ia masih memeriksa pedangnya, seolah takut kekuatan yang baru muncul itu akan hilang kembali. “Kita akan bertarung lagi,” jawab Yeon tenang. “Bersama-sama.” Jochen berdiri sedikit terpisah, menatap ke arah timur di mana kabut perlahan menyebar. Kerut samar muncul di keningnya, “ada hal lain yang perlu kalian ketahui,” ucapnya tiba-tiba, membu

  • Pendekar Pedang Bulan Sabit   API KEMBAR DI TENGAH BADAI

    Bunyi benturan pedang menggelegar di udara, memecah langit yang perlahan berubah kelabu kelam. Pasukan Segye terus berdatangan, sosok-sosok berjubah gelap dengan mata yang menyala merah padam untuk membakar niat jahat di baliknya. Mereka bergerak serempak, bagai ombak tak bertepi yang hendak menelan tanah tempat para pendekar berdiri. Ling Fei menggenggam gagang pedangnya erat, jemarinya memutih menahan tegang. “Mereka makin banyak,” bisiknya. Bai Lu melangkah maju, tatapannya tajam menatap lautan musuh yang semakin mendekat. “Jangan biarkan mereka memecah barisan! Tetap berdekatan! Kekuatan kita terjaga jika kita tidak terpisahkan!” serunya lantang. Di garis depan, Yeon dan Rim bertarung berdampingan. Setiap ayunan pedang mereka memancarkan cahaya yang berbeda yang satu keemasan, yang satu lagi perak namun bergerak dalam irama yang sama. Rim menangkis serangan tiga prajurit sekaligus, tubuhnya berputar lincah, sementara Yeon melesat maju memutus jalur mereka mundur. “Tampaknya

  • Pendekar Pedang Bulan Sabit   Samjoko dan Yong

    "Ada apa, Yuram? Kenapa kau menatap ke arah Yeon dan juga Rim?" Ling Fei menatap ke arah saudaranya yang tengah memandangi Yeon dan juga Rim ketika sedang bertempur dengan pasukan Segye yang mulai menyerang.Bai Lu kembali menatap wajah Ling Fei yang terlihat bingung begitu ia menatapnya. "Fei~ah, aku tak tahu apa aku harus mengatakan ini kepadamu atau tidak. Tapi, aku harus mengatakan hal ini kepadamu."Ekspresi wajah pendekar pedang itu terlihat serius. Ia menatap wajah saudaranya begitu dalam hingga membuat yang ditatap merasa khawatir dan juga gugup."Apa maksudmu?" Ling Fei terlihat bingung.Bai Lu menggenggam kedua tangan Ling Fei dengan begitu erat dan menatap kedua bola matanya dengan tajam."Yeon dan juga Rim memiliki kekuatan yang begitu istimewa, Fei~ah. Kekuatan mereka akan bertambah tiga kali lipat jika mereka terbakar api emosi dan sama-sama menyerang lawan mereka secara bersama-sama.""Mereka berdua?" Ling Fei menatap ke arah Yeon dan juga Rim. Saudaranta menganggukkan

  • Pendekar Pedang Bulan Sabit   Bunga Hibiscus

    "Apa kematian itu akan menghampiri kita?" tanya Sora kembali yang merasa mulai takut dengan jawaban Bai Lu barusan."Setiap hal yang kita lakukan akan selalu berjumpa dengan maut, Sora~shii," tutur Bai Lu menjawab sambil menatap wajah Sora dengan begitu lekat.Kang Sora mengalihkan pandangan matanya. Rasa ragu dan kecemasan yang selama ini menyelimutinya mulai muncul kembali."Aku tidak bisa berjumpa dengan maut sebelum aku berhasil mencapai tujuan hidupku, Yuram~shii."Bai Lu berjalan menghampiri Sora dan memegang bahu kanannya."Tujuan hidupmu akan tercapai, Sora~shii. Percayalah padaku. Tapi, kau juga harus ingat karena saat ini kau adalah bagian dari ke -11 pendekar Keabadian. Dan, itu artinya kau juga harus menjalankan kewajibanmu untuk menyelesaikan tugasmu."Saat Bai Lu dan Sora sedang berbicara, tiba-tiba saja angin ribut muncul dan menerbangkan apapun yang berada di sekitarnya dengan begitu kencang."Apa itu?" teriak Yeon sambil menutupi wajahnya dengan tangan kanannya."Pasu

  • Pendekar Pedang Bulan Sabit   Misi Pertama

    Jinhwan begitu takjub saat melihat para pendekar Keabadian mulai memperlihatkan identitas asli mereka di sungai Ohi. Bahkan, saat air terjun itu membentuk 11 air terjun yang melingkar, para Dewa di atas langit mulai bermunculan dan menampakkan wujud mereka, serta memberikan restu mereka dengan mengangkat tangan kanan mereka tinggi-tinggi.Restu para Dewa memang sangat diperlukan. Saat para Dewa telah memberikan restunya, air hujan berwarna pelangi turun membasahi alam semesta. Untuk kesekian kalinya, Jinhwan berdecak kagum dan begitu bahagia karena ia bisa melihat keindahan yang cukup langka ini.Sementara itu, di dalam sungai Ohi, ke-11 pendekar Keabadian tampak memejamkan mata mereka seraya membuat sebuah lingkaran dengan duduk bersimpuh di dasar sungai, dengan melipat dan menyilangkan kedua kaki mereka.Dengan konsentrasi tinggi dan tampak begitu fokus, Bai Lu dan yang lainnya mulai saling mentransferkan energi kuat mereka kepada satu sama lainnya. Dengan bekal ilmu tenaga dalam ya

  • Pendekar Pedang Bulan Sabit   Babak Baru Pendekar Keabadian

    Semenjak pertarungan dengan suku Moguya dan menghilangnya suku Moguya menjadi serpihan cahaya, Jochen, Kangchul, Kang Sora, dan Jinhwan mulai mengikuti perjalanan Bai Lu dan teman-temannya ke arah Barat untuk bertemu Ogumsha dan mencari batu merah suci.Bai Lu dan juga teman-temannya yang lain pun mulai memasuki babak baru, di mana ke-11 pendekar Keabadian berkumpul dengan formasi yang sudah lengkap."Yuram~ah, apa Jinhwan juga termasuk bagian dari ke-11 pendekar?" Ling Fei sempat melirik ke arah Jinhwan yang berada di belakangnya saat ia sedang berjalan bersama Jochen dan berbincang-bincang dengannya."Tidak, Ling Fei. Jinhwan bukanlah bagian dari ke-11 pendekar Keabadiaan. Ke-11 pendekar Keabadian itu hanya ada aku, dirimu, Lee Gon, Yeonghwan, Asahi, Kang Taeshin, Choi Rim, Choi Yeon, Kangchul, Kang Sora, dan juga Jochen," jawab Bai Lu menjelaskan."Lalu, kenapa Jinhwan ikut bersama kita?" tanya Ling Fei bingung dan kembali menatap ke arah pria bernama Jinhwan.Bai Lu mengikuti arah

  • Pendekar Pedang Bulan Sabit   Identitas Dewa Angin

    Setelah ke-7 pendekar berhasil mendapat bola Kristal Kebersamaan Dewa, mereka terlihat seperti merenungkan sesuatu. Merasa memiliki kesempatan emas untuk memperbaiki kesalahannya di masa lalu, mereka tampak memandangi bola kristal mereka dengan rasa penyesalan yang teramat dalam."Kenapa mereka berek

    last updateHuling Na-update : 2026-03-28
  • Pendekar Pedang Bulan Sabit   Sebuah Ritual

    "Tunggu dulu, Kang Sora. Aku harus menelaah setiap kalimat yang kau lontarkan padaku. Apa maksud perkataanmu yang mengatakan bahwa adikmu bersama Wonam?" tanya Bai Lu yang masih tak mengerti hingga membuat Taeshin dengan yang lainnya menghampiri ke arah mereka berdua."Ada apa, Yuram? Apa ada masalah

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Pendekar Pedang Bulan Sabit   Suku Moguya

    Kangchul menganggukkan kepalanya. Ia beranjak berdiri kemudian menatap ke arah Selatan. "Iya, mereka pernah menggagalkan rencana partai Seribu Pengemis 1 bulan yang lalu untuk merampok salah satu pejabat besar di kerajaan yang melakukan tindakan korupsi.""Suku Moguya juga selalu ingin menguasai huta

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Pendekar Pedang Bulan Sabit   Gabyeoun Ssang

    "Apa yang Jochen dan Yuram lakukan? Kenapa tubuh mereka memancarkan cahaya yang begitu terang?" Yeon menatap ke arah Jochen dan juga Bai Lu yang tiba-tiba saja memancarkan cahaya yang begitu menyilaukan mata.Saat pancaran cahaya itu menerangi tubuh mereka berdua, beberapa anggota suku Moguya merasa

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status