author-banner
Kayinkayinn
Kayinkayinn
Author

Novels by Kayinkayinn

Suami Dadakanku CEO Tampan

Suami Dadakanku CEO Tampan

Harum dan Dewa dijodohkan oleh kedua orang tua mereka! Perempuan itu jelas tak merasa nyaman karena suaminya itu 'KOLOT'. Tapi, lama-kelamaan, Harum menemukan sisi manis dan menggemaskan dalam diri Dewa yang dewasa. Lantas, bagaimana kisah keduanya? Apakah Harum akan bertahan dan berusaha sepadan dengan CEO Tampan itu?
Read
Chapter: MALAM YANG TAK HANYA INDAH
Kata-kata itu meluncur begitu tulus dari bibir Dewa, memecah keheningan hangat di antara mereka. Harum tertegun sejenak, kedua matanya membelalak manis, pipinya seketika memerah merona di bawah pantulan cahaya lampu tidur yang temaram. Napasnya tertahan sejenak, jantungnya berdegup kencang bukan karena takut, melainkan karena terkejut sekaligus tersentuh oleh kejujuran dan keberanian yang begitu polos sekaligus mendalam dari suaminya. Dewa menyadari keheningan itu, dan seketika wajahnya ikut memerah. Ia tersenyum canggung, lalu mengusap lembut ujung rambut istrinya yang terurai indah. “Maafkan aku, Sayang. Aku mengatakannya begitu saja tanpa berpikir dulu. Aku tidak bermaksud terburu-buru atau membuatmu merasa terpaksa. Cuma, saat melihatmu di sini, di pelukanku, menyadari betapa berartinya kamu bagiku, aku tak bisa menahan diri untuk tidak membayangkan masa depan kita masa depan yang utuh, lengkap, dengan kehadiran sosok kecil yang mewarisi senyummu dan keteguhan hatimu.” Harum me
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Hubungan yang Semakin Intim
Malam hari itu, cahaya senja memancar memasuki jendela rumah Harum dan Dewa. Ruangan itu dihiasi dengan bunga segar yang menyebar wangi dengab lembut. Setelah kejadian di kantor tadi siang, Dewa dengan senyum lembut di wajahnya, menciptakan suasana makan malam yang indah dan romantis di tengah-tengah rumah mereka. Meja makan mereka terhias dengan kain putih yang elegan, piring-piring cantik, dan lilin-lilin kecil yang menyala dengan lembut. Malam hari ini Dewa sengaja menciptakan makan malam romantis, sebagai tanda permintaan maafnya dan kesungguhannya atas rasa cintanya kepada istrinya itu."Harum, aku ingin membuat malam ini istimewa. Aku ingin kita merayakan hari ini bersama, baik sebagai pasangan maupun sebagai rekan bisnis yang sukses. Ayo duduk, makan malam kita sudah siap."Harum terkesima dengan keindahan yang dibuat suaminya, dengan hati yg berdebar-debar ia duduk dengan lembut di kursi yang telah disiapkan sang suami. Dewa yang begitu perhatian dan romantis, membuat hati Ha
Last Updated: 2024-02-05
Chapter: Percikan Api
"Hay, Martin. Sudah lama yah kita tak berjumpa!" katanya menyapa ramah, dengan sorotan matanya yang terlihat bersahabat, dan merindukan sosok pria bernama Martin itu."Jesika? Sedang apa kau ada di sini?" Martin membelalak.Kedua bola matanya membulat tajam dengan sempurna. Ia terlalu terkejut begitu melihat sosok perempuan tinggi semapai, dengan rambut bergelombang kecoklatan itu, tiba-tiba saja membuka pintu dan masuk ke dalam ruang kerja Dewa.Perempuan cantik bernama Jesika itu melangkahkan kakinya berjalan menghampiri Martin, bersama dengan Gladis yang berada dibelakangnya."Dia jadi brand ambassador new brand fashion milik perusahaan Dewa bersamaku. Bagaimana kabarmu, Martin?" tanya Gladis sambil mengulurkan tangannya.Martin tersenyum dan membalas uluran tangan Gladis. "Aku baik, bagaimana kabarmu?""Nice. Kapan kamu kembali ke Indonesia?" tanyanya kembali dan sedikit melirik ke arah Dewa yang sejak tadi hanya diam saja dan tampak kaku."2 hari yang lalu," tutur Martin menjawab
Last Updated: 2024-02-01
Chapter: Inovasi Baru
Hari itu, Harum membantu Dewa seharian penuh di perusahaannya. Dengan kemampuan yang ia miliki dan mengerti sangat jelas tentang dunia fashion dan desain, ia berada di ruang rapat bersama tim riset dan tim desain perusahaan Dewa. Mereka semua tampak sibuk mempersiapkan acara peluncuran brand baru fashion yang akan menjadi tonggak bersejarah bagi perusahaan Lumiere Mode."Wah, koleksi ini sudah sangat bagus, tapi saya punya ide untuk sedikit mengubah dan memperbaharui desainnya," ujar Harum sambil melihat-lihat desain fashion milik perusahaan suaminya."Tentu, Ibu Harum. Kami sangat terbuka dengan saran dan ide Anda. Bagaimana Anda ingin merubahnya?" tanya salah satu tim desain."Pertama, saya pikir kita bisa menambahkan sedikit sentuhan warna yang lebih cerah. Mungkin dengan menambahkan aksen warna cerah seperti kuning, merah, atau biru pada beberapa busana, ini akan membuat koleksi kita lebih menarik dan mencuri perhatian," katanya memberi saran."Itu ide yang bagus. Warna cerah bisa
Last Updated: 2024-01-20
Chapter: Elysian
"Ini tidak mungkin terjadi! Bagaimana bisa Startlight menciptakan brand yang sangat mirip dengan brand baru kita? Ini bisa mengacaukan peluncuran kita nanti!" seru Dewa dengan ekspresi terkejut dan rasa cemas begitu ia sampai di ruang meeting, ketika pagi tadi dihubungi oleh sekertarisnya, untuk segera datang ke kantor."Kami juga sangat terkejut dengan situasinya. Kami sedang menyelidikinya untuk melihat, apakah ada pelanggaran hak cipta yang terjadi. Namun, sepertinya mereka telah menemukan celah dalam sistem perlindungan kita, Pak," tutur Ria menjelaskan.Dewa menggenggam tangannya dengan ketat, ekspresi wajahnya terlihat kecewa dan amarahnya sangat terlihat diwajahnya."Ini benar-benar tidak masuk akal. Peluncuran brand baru kita adalah langkah besar bagi perusahaan kita.""Kami sepenuhnya memahami, Pak. Kami sudah memeriksa legalitas desain dan nama merk kita, dan kami meyakini bahwa kita memiliki hak yang sah atas brand ini. Namun, kita harus mencari tahu langkah apa yang harus d
Last Updated: 2024-01-20
Chapter: Sarapan Romantis
Pagi yang cerah menyambut Harum dan Dewa, sepasang pengantin muda yang baru saja bangun tidur. Matahari terbit dengan lembut, menerangi kamar mereka yang dipenuhi dengan cahaya hangat. Harum membuka matanya perlahan dan tersenyum melihat Dewa yang masih terlelap di sampingnya.Ah, pagi yang indah," tutur Harum pelan begitu membuka mata dari mimpi indahnya, serta menggaruk-garuk ke dua matanya sambil tersenyum lebar. "Selamat pagi, Sayangku. Sudah siap menyambut hari yang penuh kebahagiaan?" ucap Dewa lembut sambil memandangi wajah istrinya yang berbaring disampingnya, kemudian memeluk istrinya dengan mesra.Harum tersipu malu begitu suaminya memeluknya dengan mesra. Rasanya sangat aneh, seperti mimpi ia telah resmi menjadi istri sah dari seorang CEO muda dan tampan seperti Dewa. "Pagi, Sayangku. Aku selalu siap menghadapi hari yang cerah seperti ini," sahutnya sambil membalas pelukan suaminya, kemudian bermanja-manja dalam pelukan suaminya itu."Oya, bgaimana kalau kita memulai hari
Last Updated: 2024-01-19
Pendekar Pedang Bulan Sabit

Pendekar Pedang Bulan Sabit

Han Yuram yang hidup di zaman modern tiba tiba saja terbangun di zaman Dinasti Joseon dan dalam tubuh seorang pendekar wanita bernama sama dengannya. Dari gadis yang lemah, kini ia menjelma jadi sosok gadis yang kuat dan juga tangguh untuk menjaga Lembah Air terjun Suci dari para gumiho yang berusaha untuk menguasainya. Dalam perjalanan, misteri dari legenda batu merah suci yang sudah menghilang 1000 tahun lamanya--juga harus dipecahkannya! Lantas, berhasilkah Han Yuram?
Read
Chapter: JEJAK MENUJU MATAHARI DAN BAYANGAN YANG MENGINTAI
Langit belum sepenuhnya cerah ketika mereka beristirahat sejenak di kaki bukit yang tertutup kabut tipis. Di kejauhan, puncak gunung tertinggi menjulang menembus awan tempat menurut catatan kuno, gerbang menuju kediaman Samjoko tersembunyi. Bai Lu membuka peta tua yang terlipat rapi di balik jubahnya, jemarinya melacak garis-garis samar yang tertulis dengan tinta keemasan. “Perjalanan ke sana bukan hal yang mudah,” ucapnya pelan, suaranya terdengar serius, “jalan itu tak terlihat oleh siapa pun yang hatinya penuh keraguan. Cuma mereka yang tujuannya murni yang dapat melihatnya.” “Dan bagaimana kalau Aeshin menghalangi jalan itu?” tanya Rim, ia masih memeriksa pedangnya, seolah takut kekuatan yang baru muncul itu akan hilang kembali. “Kita akan bertarung lagi,” jawab Yeon tenang. “Bersama-sama.” Jochen berdiri sedikit terpisah, menatap ke arah timur di mana kabut perlahan menyebar. Kerut samar muncul di keningnya, “ada hal lain yang perlu kalian ketahui,” ucapnya tiba-tiba, membu
Last Updated: 2026-10-12
Chapter: API KEMBAR DI TENGAH BADAI
Bunyi benturan pedang menggelegar di udara, memecah langit yang perlahan berubah kelabu kelam. Pasukan Segye terus berdatangan, sosok-sosok berjubah gelap dengan mata yang menyala merah padam untuk membakar niat jahat di baliknya. Mereka bergerak serempak, bagai ombak tak bertepi yang hendak menelan tanah tempat para pendekar berdiri. Ling Fei menggenggam gagang pedangnya erat, jemarinya memutih menahan tegang. “Mereka makin banyak,” bisiknya. Bai Lu melangkah maju, tatapannya tajam menatap lautan musuh yang semakin mendekat. “Jangan biarkan mereka memecah barisan! Tetap berdekatan! Kekuatan kita terjaga jika kita tidak terpisahkan!” serunya lantang. Di garis depan, Yeon dan Rim bertarung berdampingan. Setiap ayunan pedang mereka memancarkan cahaya yang berbeda yang satu keemasan, yang satu lagi perak namun bergerak dalam irama yang sama. Rim menangkis serangan tiga prajurit sekaligus, tubuhnya berputar lincah, sementara Yeon melesat maju memutus jalur mereka mundur. “Tampaknya
Last Updated: 2026-10-12
Chapter: Samjoko dan Yong
"Ada apa, Yuram? Kenapa kau menatap ke arah Yeon dan juga Rim?" Ling Fei menatap ke arah saudaranya yang tengah memandangi Yeon dan juga Rim ketika sedang bertempur dengan pasukan Segye yang mulai menyerang.Bai Lu kembali menatap wajah Ling Fei yang terlihat bingung begitu ia menatapnya. "Fei~ah, aku tak tahu apa aku harus mengatakan ini kepadamu atau tidak. Tapi, aku harus mengatakan hal ini kepadamu."Ekspresi wajah pendekar pedang itu terlihat serius. Ia menatap wajah saudaranya begitu dalam hingga membuat yang ditatap merasa khawatir dan juga gugup."Apa maksudmu?" Ling Fei terlihat bingung.Bai Lu menggenggam kedua tangan Ling Fei dengan begitu erat dan menatap kedua bola matanya dengan tajam."Yeon dan juga Rim memiliki kekuatan yang begitu istimewa, Fei~ah. Kekuatan mereka akan bertambah tiga kali lipat jika mereka terbakar api emosi dan sama-sama menyerang lawan mereka secara bersama-sama.""Mereka berdua?" Ling Fei menatap ke arah Yeon dan juga Rim. Saudaranta menganggukkan
Last Updated: 2024-05-24
Chapter: Bunga Hibiscus
"Apa kematian itu akan menghampiri kita?" tanya Sora kembali yang merasa mulai takut dengan jawaban Bai Lu barusan."Setiap hal yang kita lakukan akan selalu berjumpa dengan maut, Sora~shii," tutur Bai Lu menjawab sambil menatap wajah Sora dengan begitu lekat.Kang Sora mengalihkan pandangan matanya. Rasa ragu dan kecemasan yang selama ini menyelimutinya mulai muncul kembali."Aku tidak bisa berjumpa dengan maut sebelum aku berhasil mencapai tujuan hidupku, Yuram~shii."Bai Lu berjalan menghampiri Sora dan memegang bahu kanannya."Tujuan hidupmu akan tercapai, Sora~shii. Percayalah padaku. Tapi, kau juga harus ingat karena saat ini kau adalah bagian dari ke -11 pendekar Keabadian. Dan, itu artinya kau juga harus menjalankan kewajibanmu untuk menyelesaikan tugasmu."Saat Bai Lu dan Sora sedang berbicara, tiba-tiba saja angin ribut muncul dan menerbangkan apapun yang berada di sekitarnya dengan begitu kencang."Apa itu?" teriak Yeon sambil menutupi wajahnya dengan tangan kanannya."Pasu
Last Updated: 2024-05-18
Chapter: Misi Pertama
Jinhwan begitu takjub saat melihat para pendekar Keabadian mulai memperlihatkan identitas asli mereka di sungai Ohi. Bahkan, saat air terjun itu membentuk 11 air terjun yang melingkar, para Dewa di atas langit mulai bermunculan dan menampakkan wujud mereka, serta memberikan restu mereka dengan mengangkat tangan kanan mereka tinggi-tinggi.Restu para Dewa memang sangat diperlukan. Saat para Dewa telah memberikan restunya, air hujan berwarna pelangi turun membasahi alam semesta. Untuk kesekian kalinya, Jinhwan berdecak kagum dan begitu bahagia karena ia bisa melihat keindahan yang cukup langka ini.Sementara itu, di dalam sungai Ohi, ke-11 pendekar Keabadian tampak memejamkan mata mereka seraya membuat sebuah lingkaran dengan duduk bersimpuh di dasar sungai, dengan melipat dan menyilangkan kedua kaki mereka.Dengan konsentrasi tinggi dan tampak begitu fokus, Bai Lu dan yang lainnya mulai saling mentransferkan energi kuat mereka kepada satu sama lainnya. Dengan bekal ilmu tenaga dalam ya
Last Updated: 2024-05-16
Chapter: Babak Baru Pendekar Keabadian
Semenjak pertarungan dengan suku Moguya dan menghilangnya suku Moguya menjadi serpihan cahaya, Jochen, Kangchul, Kang Sora, dan Jinhwan mulai mengikuti perjalanan Bai Lu dan teman-temannya ke arah Barat untuk bertemu Ogumsha dan mencari batu merah suci.Bai Lu dan juga teman-temannya yang lain pun mulai memasuki babak baru, di mana ke-11 pendekar Keabadian berkumpul dengan formasi yang sudah lengkap."Yuram~ah, apa Jinhwan juga termasuk bagian dari ke-11 pendekar?" Ling Fei sempat melirik ke arah Jinhwan yang berada di belakangnya saat ia sedang berjalan bersama Jochen dan berbincang-bincang dengannya."Tidak, Ling Fei. Jinhwan bukanlah bagian dari ke-11 pendekar Keabadiaan. Ke-11 pendekar Keabadian itu hanya ada aku, dirimu, Lee Gon, Yeonghwan, Asahi, Kang Taeshin, Choi Rim, Choi Yeon, Kangchul, Kang Sora, dan juga Jochen," jawab Bai Lu menjelaskan."Lalu, kenapa Jinhwan ikut bersama kita?" tanya Ling Fei bingung dan kembali menatap ke arah pria bernama Jinhwan.Bai Lu mengikuti arah
Last Updated: 2024-05-14
You May Also Like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status