Share

56. Gejolak Batin

Yan Liqin kembali ke tempatnya semula, dan Xiaowen masih tertidur pulas. "Woy," teriak Yan Liqin menendang kecil kaki Xiaowen. Kalau begini caranya lama-lama Yan Liqin menjadikan Xiaowen musuh. Xiaowen ikut bersamanya untuk membantunya, tetapi yang terjadi Xiaowen malah tertidur pulas.

"Woy Xiaowen, kamu tidur atau mati?" tanya Yan Liqin menendang sedikit kencang kaki Xiaowen.

"Ada musuh," oekik Xiaowen tergagap bangun. Pria itu segera melompat berdiri sembari memegangi kepalanya yang terasa sakit. Xiowen meletakkan kepalanya di pundak Yan Liqin karena masih pusing.

"Dasar sialan. Kamu bilang 'Aku akan ikut guru dan membantu guru memperoleh apa yang guru inginkan, hah?" ujar Yan Liqin menirukan ucapan Xiaweon tempo lalu.

"Apa ada musuh? Di mana musuh?" tanya Xiaowen celingak celinguk mencari orang lain di sana.

"Sudah tumbang, itu," kata Yan Liqin menunjuk Ji Jinhan yang tergelatk dengan darah segar keluar dari dadanya.

"Guru, apa yang sudah kamu lakukan pada Tuan Ji yang terhor
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status