共有

171. Part 7

last update 公開日: 26.04.2026 01:01:56

"Kau tak mengerti apa-apa. Kau masih hijau, bocah ingusan. Segala rahasia perseteruan antara aku dan ayahandamu salah satunya menyangkut pedang keramat itu. Tapi juga ada hal-hal yang tak perlu kau ketahui. Aku tak perlu menjelaskan, kelak kau akan mengetahuinya sendiri. Sekarang kau mau berbuat apa? Ingin menuntut balas atas kematian keluargamu? Aku sangat ragu kau sanggup melakukannya! Ha ha!"

Lagi-lagi Maha Sesat mengumbar tawa berderai.

Pendekar Sinting tidak menjawab. Sebal

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   173. Part 9

    Mereka menyerang lawan dengan jurus-jurus serta pukulan mematikan. Tetapi walau mahluk-mahluk menyerupai kera ini mempunyai kelebihan dapat menggandakan diri. Namun Angin Pesut ternyata mengetahui kelemahan mereka.Dengan segala kelebihan yang dimiliki si kakek mengambil bumbung emas dari dalam mulutnya. Tabung itu berisi sejenis kutu ganas dan biasa menyerang bagian telinga tembus sampai ke otak.Di dalam otak lawan sang kutu membuat berbagai kekacauan dan kerusakan. Tanpa ampun di saat kawanan perajurit alam gaib semakin mengganas hingga membuat empat lawannya jedi sangat kewalahan.Di saat seperti itu sang kutu yang oleh Angin Pesut diberi nama Kutu Gila menyelinap masuk ke dalam telinga para mahluk. Mula-mula mahluk-mahluk berujud kera berwarna coklat dan hitam merasakan telinga masing masing terasa gatal luar biasa di bagian liang dalam. Setelah itu rasa gatal menjalar kesekujur tubuh hingga membuat mereka terpaksa menggaruk.Dalam keadaan yang demik

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   172. Part 8

    Ketika tangan ditarik ke belakang lalu dihantamkan ke depan. Dua tangan yang dikepal segera dibuka. Dari tangan kiri yang terbuka melesat cahaya hitam disertai hawa panas luar biasa. Cahaya panas memecah menjadi sembilan bagian. Bergerak meliuk-liuk seperti sembilan ekor ular ganas berkepala lancip. Sedangkan dari tangan kanan berkiblat cahaya biru redup melesat sedemikian rupa tidak ubahnya seperti kilat yang menyambar sebelum munculnya petir di tengah hujan.Sekejab saja kilatan cahaya menghantam Maha Sesat di sembilan titik mematikan pada bagian tubuhnya. Maha Sesat yang semula bersikap acuh terkesan memandang sebelah mata serangan lawan jadi terkesima begitu merasakan sekujur tubuhnya seperti disedot dan diremas oleh satu kekuatan maha dahsyat yang tak dapat dilihatnya.Dalam kejut selagi sekujur tubuh menggeletar hebat, laki laki ini segera miringkan tubuh sekaliigus menyambut serangan Pendekar Sinting dengan pukulan sakti Muslihat Di Balik Kegelapan.Ketik

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   171. Part 7

    "Kau tak mengerti apa-apa. Kau masih hijau, bocah ingusan. Segala rahasia perseteruan antara aku dan ayahandamu salah satunya menyangkut pedang keramat itu. Tapi juga ada hal-hal yang tak perlu kau ketahui. Aku tak perlu menjelaskan, kelak kau akan mengetahuinya sendiri. Sekarang kau mau berbuat apa? Ingin menuntut balas atas kematian keluargamu? Aku sangat ragu kau sanggup melakukannya! Ha ha!"Lagi-lagi Maha Sesat mengumbar tawa berderai.Pendekar Sinting tidak menjawab. Sebaliknya dengan tak terduga tiba-tiba saja pemuda itu berkelebat ke arah lawan. Secepat kilat dengan tangan terkembang seperti cakar sepuluh jemari tangan Pendekar Sinting yang telah berubah memutih seperti perak mencengkeram siap menjebol perut dan dada lawannya.Kejut di hati Maha Sesat bukan kepalang. Serangan Cakar Rajawali yang dilancarkan Pendekar Sinting bukan saja mempunyai kecepatan yang sangat luar biasa. Tapi juga terasa ganas disertai deru hawa dingin mematikan. Diserang dengan c

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   170. Part 6

    Teriakan Maha Sesat disambut pekik riuh gegap gempita dari mahluk-mahluk berujud kera bersenjata berbagai jenis. Serentak mahluk-mahluk itu dengan beringas menyerang ke arah Angin Pesut, Dewi Harum juga Pendekar Sinting.Sedangkan sebagian lagi menyebar menyerbu ke arah Momok Laknat dan Puteri Pemalu. Mendapat serangan mahluk mahluk itu Momok Laknat tertawa mengekeh."Mahluk-mahluk celaka tidak tahu diri. Kita sama sama bertampang buruk. mengapa menyerang kami,""Mungkin dia mengira kita ini musuh bebuyutan nenek moyang mereka nek" Sahut Puteri Pemalu.Berkata begitu gadis ini segera mengumbar pukulan ganas mengerikan. Momok Laknat mendengus. Tidak tanggung tanggung dia menggunakan senjata tulangnya untuk menghalau sekaligus mematahkan serangan mahluk-mahluk ganas itu.Di bagian lain Dewi Harum terpaksa mengumbar pukulan sekaligus memutar pedang kayunya untuk mencerai-beraikan gabungan serangan kawanan mahluk kegelapan yang demikian berbahaya. Seda

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   169. Part 5

    "Kkk... kau.., apakah kau putra terakhir prabu Sangga Langit? Apakah kau yang bernama Angon Luwak dan dikenal dengan sebutan Pendekar Sinting?" Tanya Maha Sesat dengan bergetar.Walau dendam dan kemarahannya pada Maha Sesat setinggi langit sedalam lautan namun Pendekar Sinting malah manggut-manggut sambil sunggingkan senyum mengejek.Menatap sekilas pada Maha Sesat, Pendekar Sinting kemudian alihkan perhatiannya pada Angin Pesut dan Dewi Harum. Merasa diperhatikan oleh pemuda tampan, hati sang dara sempat dak dik duk tak karuan. Apalagi tatapan itu disertai kedipan mata. Jelas Dewi Harum jadi tersipu.Dengan wajah merah cepat gadis ini alihkan perhatian ke arah ratusan perajurit alam gaib yang berpenampilan seperti kawanan kera. Angin Pesut kiranya melihat Pendekar Sinting mengedipi saudara angkatnya.Tanpa merasa canggung dan sungkan membuka mulut berucap. "Anak muda melihat matamu berkedip. Apakah kau sedang kelilipan? Atau memang ada yang salah pada ur

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   168. Part 4

    "Bagaimana kau tahu Maha Sesat mempunyai mata ke tiga?"Dewi Harum tidak segera menjawab. Dia menelan ludah baru kemudian berkata. "Guruku pernah mengatakan tentang rahasia kelebihan dan kekurangan Maha Sesat satu Ini. Kabarnya rahasia kekuatan Maha Sesat terletak pada mata ketiga. Mata itu bisa menimbulkan malapetaka. Dan aku sangat yakin Istana Pulau Es dapat dia tahlukkan karena mata itu!!""Ha ha ha! Apa yang kalian bicarakan! Berbisik-bisik merasani diriku. Apakah kalian kira aku tidak bisa menghabisi kalian berdua?""Maha Sesat! Jangan banyak bicara. Kau cuma tinggal mengatakan kematian apa yang kau inginkan?" Tanya Dewi Harum sambil lintangkan pedang kayunya yang berlumuran darah di depan dada."Bukan kematianku yang harus dibicarakan. Tapi kematianmu dan kematian kerbau tua gendut itu. Lihat.." teriak Maha Sesat.Berkata begitu tangan kanan segera disapukan kebagian keningnya. Seketika mata di tengah kening terbuka. Dari dalam mata memancar

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   101. Part 10

    "Aku.... apakah temanmu itu tak memberi tahu siapakah aku ini?" Tanya sosok yang tingginya tiga kali lipat dari tinggi Angon Luwak.Pemuda yang ditanya melengos namun kemudian tertawa tergelak gelak. Dengan sikap konyol seenaknya sendiri Angon Luwak menjawab."Dia sudah memberi tahu

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   100. Part 9

    "Memang ini bukan waktunya untuk berbasa-basi. Tapi sebagai pangeran putera prabu Sangga Langit perlu kiranya seorang kawula menghormat pada gusti pangerannya. Terimalah hormat hamba pangeran Saka Buana.” Bocah Ontang Anting membungkuk tiga kali. Angon Luwak tercengang namun buru-buru membu

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   99. Part 8

    "Hei, kenapa kau malah terdiam. Mengapa tidak segera kau jawab pertanyaanku orang tua.” Tanya pemuda itu.Si kakek tersadar dari lamunannya Dia kemudian menatap pemuda didepannya sekaligus berkata. "Guru-gurumu meminta engkau menemuiku tentu dengan satu tujuan, Aku tahu tentang sesua

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   98. Part 7

    Bocah Ontang Anting memandang Angon Luwak dengan kening berkerut, walau heran bin penasaran, tapi Bocah Ontang Anting tak ingin memaksa lebih jauh."Oh ya. Ada satu hal lagi yang ingin kutanyakan.”"Jadi pertanyaanmu belum habis. Selagi aku bermurah hati dan mau bersikap seada

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status