Masuk"O, si 'Jangan Ribut Dewa' itu bernama Dirgasura ya...."
"Jadi ke mana gadis itu?"
"Gadis itu? Gadis yang pakai dua pedang itu, kan?"
"Iya...."
Lama-lama, bisa terkena serangan darah tinggi juga Angon Luwak.
"Dia sudah kusuruh pergi," Tukas Dongdongka, enteng saja.
"Kenapa kau suruh pergi, Kakek Gundul?" Protes Angon Luwak. Dia masih punya satu urusan penting dengan Mayangseruni. Kuat dugaannya kalau Mayangseruni masih ada hubungan dengan Tresnasari. Bukankah waktu itu dia menanyakan pada Angon Luwak seorang gadis yang mirip dengannya?
"Karena dia tak ada urusan denganku. Jadinya kusuruh pergi saja."
"Tapi, aku punya urusan dengannya."
"Mana aku tahu. Kau tidak pernah bilang padaku. Makanya, kalau mau mati ingat-ingat untuk meninggalkan pesan. Mentangmentang kau keenakan mati waktu itu...."
Dongdongka ini 'ngelindur' atau masih sadar? Dianggapnya mati itu semacam tamasya apa? Lagi pula, siapa yang mati? Angon Luwa
Hanya tersenyum. Tapi senyuman gadis membuat laki-laki tinggi berpakaian kuning agaknya merasa diabaikan kalau tak dapat dikata cemburu. Dengan suara menggeram, tanpa menoleh laki-laki itu berkata ditujukan pada Angon Luwak."Kedai ini hanya diperuntukan bagi orang yang berilmu tinggi, orang gagah cantik seperti gadis bermantel hitam itu. Sedangkan golongan tikus comberan, monyet butut dan kunyuk sinting sebaiknya jangan pernah lagi kesini. Dan sebelum kesabaranku habis, sebaiknya yang merasa dirinya sebagai monyet sinting angkat kaki dari sini.” Kata laki-laki itu dengan suara serak angker.Mendengar ucapan lakl-laki itu para tamu kedai mulai gelisah. Salah Satu diantaranya adalah laki-laki bertubuh kurus kering macam jerangkong hidup berpakaian hitam.Si kurus bergelar Elang Mate Juling ini memang tak mengenal siapa adanya pemuda berambut kemerahan itu. Tapi ia mengenal siapa adanya orang yang bicara itu dengan empat anak buahnya. Walau tak memiliki nama
Ketika menginjakkan kakinya di depan pintu kedai pemuda lugu berwajah tampan namun suka bertingkah seperti layaknya orang sinting ini julurkan kepala melongok ke dalam. Kedai itu dipenuhi oleh para pengunjung yang sedang menikmati hidangan dan minuman berbau aneh tapi harum.Wajah pemuda ini berubah jadi cerah sumringah. Ia tersenyum, perutnya berasa keroncongan setelah hidungnya mengendus aroma makanan lezat. Rasa lapar membuat pemuda ini segera mengambil tempat duduk berada di sudut kedai.Sekilas dia memperhatikan para tamu dikedai itu. Kebanyakan tamu dalam kedai terdiri dari laki-laki berpakaian dan berpenampilan pengembara dari dunia persilatan. Tampang mereka ada yang angker namun ada pula yang memuakkan untuk dilihat. Tapi tidak semua pengunjung kedai makan itu semuanya laki-laki.Di sudut kedai pada bagian ujung sebelah kanan duduk seorang gadis berpakaian serba hijau bermantel bulu warna hitam berparas cantik. Rambutnya yang panjang digelung ke atas. D
SEBELUM MENUNAIKAN TUGAS yang diberikan oleh Kanjeng Ratu Nyai Roro Kidul. Angon Luwak terlebih dulu pulang untuk menemui kedua gurunya, guna meminta restu. Dan saat Angon Luwak menceritakan perihal pertemuannya dengan Kanjeng Ratu Nyai Roro Kidul dan tugas yang diterimanya. Ki Kusumo alias Tabib Tangan Dewa Dari Pulau Hantu cukup terkejut mendengar cerita dari Angon Luwak. Tapi Dedengkot Sinting tampak biasa-biasa saja mendengar hal itu.“Jadi kau adalah pewaris sah Istana Es dan putra prabu Sangga Langit, Angon Luwak” ucap Ki Kusumo dengan nada terkejut.“Itulah yang dikatakan oleh Kanjeng Ratu, guru. Karena itulah aku menerima tugas ini untuk mengetahui kebenarannya” tegas Angon Luwak.“Tugas yang kau emban ini sangat berat Angon Luwak. Wilayah timur sangat berbeda dengan disini. Kau harus berhati-hati. Ada banyak hal diluar nalar yang terjadi disana. Juga ada satu tokoh yang sangat ditakuti disana, namanya Sang Maha Sesat”
“Aku yang memberikan Cemeti Laut Selatan kepada gurumu, Ki Kusumo atau yang lebih dikenal sebagai Tabib Tangan Dewa Dari Pulau Hantu. Ki Kusumo juga merupakan abdi istana laut kidul sekaligus juga muridku”Angon Luwak tampak mengangguk-anggukkan kepalanya.“Jika Cemeti Laut Selatan berjodoh denganmu, itu artinya Pedang Laut Selatan pun akan berjodoh denganmu”“Apa maksudnya itu, Kanjeng Ratu?”“Di dalam tubuhmu ada Tenaga inti Segoro (Samudra)”“Tenaga inti Segoro (Samudra), Kanjeng Ratu?”“Ya Tenaga inti Segoro (Samudra), itu adalah sebuah tenaga dahsyat yang bersumber dari dasar laut dalam”“Tapi bagaimana hamba bisa memilikinya Kanjeng Ratu? Kedua guru hamba tidak pernah mengajarkan atau memberikannya” jawab Angon Luwak polos.“Itulah yang tidak ku mengerti Angon Luwak. Sejak berhadapan denganmu, aku dap
“Aku memiliki dua buah pusaka yang menjadi pilar kekuasaan Istana Laut Kidul. Yang pertama adalah sebuah pusaka pedang yang tiada bandinganya di dunia persilatan. Pedang ini bisa menjadi malapetaka bagi dunia persilatan bila berada di tangan manusia sesat ataupun pendekar berwatak jahat. Pedang Laut Selatan ku titipkan pada prabu Sangga Langit, penguasa Istana Es... Hingga peristiwa berdarah itu terjadi...” Kanjeng Ratu Nyai Roro Kidul menghentikan sejenak ceritanya untuk melihat reaksi Angon Luwak.Benar saja, berhentinya cerita Kanjeng Ratu Nyai Roro Kidul membuat Angon Luwak penasaran akan ceritanya.“Peristiwa apakah itu Kanjeng Ratu?”“Dua puluh satu tahun yang lalu, Seluruh penghuni Istana Es terbunuh dalam 1 malam”Wajah Angon Luwak berubah mendengar hal itu, hingga tanpa sadar, ia mengulangi ucapan Kanjeng Ratu Nyai Roro Kidul dengan terbata-bata.“Te..Ter.. terbunuh dalam 1 malam?”Kan
Malam itu, diantara debur ombak ganasnya Pantai Selatan. Di keremangan sinar bulan yang bersinar, tampak sesosok tubuh yang tengah duduk menghadap ke arah laut pantai selatan. Melihat posisinya, sosok yang ternyata adalah seorang pemuda berambut kemerahan itu tengah melakukan semadi. Melihat sosoknya, pemuda itu tak lain adalah Angon Luwak. Seorang tokoh muda persilatan tanah Jawa yang julukannya mulai sering berseliwer keras di telinga warga persilatan lain. Pendekar Sinting. Murid dua tokoh kenamaan tanah Jawa sekaligus; Dedengkot Sinting dan Tabib Tangan Dewa dari Pulau Hantu!Apa yang dilakukan Angon Luwak hingga melakukan semadi di karang pantai selatan. Apakah ia sudah gila? Ataukah ia ingin membuktikan mitos tentang keberadaan Kanjeng Ratu Kidul yang selama ini didengarnya. Tidak! Itu salah. Angon Luwak berada di pantai selatan bukan karena kesengajaannya, karena memang kebetulan saja dia melewati tempat itu.Dari pertemuan terakhir lawan bertarungnya, Nini Jong







