홈 / Fantasi / Pendekar Sinting dari Laut Selatan / 56. Part 12 (Cemeti Laut Selatan)

공유

56. Part 12 (Cemeti Laut Selatan)

last update 게시일: 2025-10-29 01:02:53

Penyakit mematokkan usianya. Tuhan berkehendak begitu. Tapi, Angon Luwak tak akan sudi menerima cara kematian yang dialami oleh Nyai Cemarawangi. Kalau saja tak ada manusia keji yang merenggut nyawanya, tentu perempuan welas asih itu masih bisa menikmati hari.

Setidaknya dia masih bisa menikmati harapan untuk bisa sembuh. Sesak terasa dada Angon Luwak. Sekarang, ke mana pula Ki Kusumo? Keluhnya membeban.

Seperti juga Tresnasari dan Nyai Cemarawangi, kakek itu pun termasuk orang

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   293. Part 16

    "Maumu apa?" Tanya Aki Kolot dengan wajah cemberut.Si nenek terdiam, berpikir sejenak namun sepasang matanya jelalatan menatap kesegenap penjuru sudut.”Aku sependapat denganmu, Ki. Baiknya kita pergi secara diam-diam. Tapi lihatlah di pepohonan itu.” Ujar Nini Burangrang berbisik dengan pelan.Tanpa bicara Aki kolot ikut menatap ke arah dia melirik ke arah pepohonan yang dimaksud. Diam-diam orang tua ini dibuat terkejut begitu mengetahui diatas cabang pepohonan dan daun-daun menghijau mendekam mahluk-mahluk bersayap berwarna hitam berkepala merah gelap,"Lebah Kepala Hati Berbunga? Astaga! Jadi Pangeran Durjana diam-diam mengirimkan Lebah Kepala Hati Berbunga untuk mengawasi kita.” Desis Aki Kolot Raga seakan tidak percaya."Dasar tua bangka pikun. Yang kau lihat saat itu bukan Lebah Kepala Hati Berbunga. Lebah-lebah yang diutus Pangeran Durjana untuk mengikuti kita adalah lebah pembunuh. Lebah itu sepuluh kali lebih mematikan dibanding

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   292. Part 15

    "Andai ada cara untuk menyampaikan kabar ini pada gusti prabu... ?"Belum lagi sempat si kakek menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki bergedebukan seperti suara dua orang yang yang berlari namun tiba-tiba berhenti. Penujum Aneh terkejut. Belum hilang rasa kaget dihatinya terdengar suara orang mendamprat yang disusul dengan omelan."Nasib kita memang selalu apes. Bagusnya Pangeran keparat itu tidak mengajak bicara sampai pagi. Kalau tidak mataku mungkin sudah lamur karena tidak boleh berkedip,"Lalu ada suara lain menyahuti."Berani berkedip berarti mampus, tubuh hancur lebur.”"Apa kau lupa istriku,ruangan pertemuan itu bernama Ruang Pertemuan Kedipan Nyawa. Ada mata setan yang selalu mengawasi. Aku sendiri merasa lebih beruntung, walau mata ini perih karena dipantang berkedip. Namun aku tidak takut celaka.”"Kau tidak takut celaka, suamiku? Aneh, ada yang tidak wajar.” sahut satu suara.Dan

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   291. Part 14

    Seiring dengan itu...Wuus!Seketika itu pula Pendekar Sinting merasakan ada satu kekuatan dahsyat berupa hembusan angin luar biasa kencang menyambar tubuhnya. Pendekar Sinting merasakan seperti ada yang membawanya terbang.Takut, kaget juga penasaran.Pemuda itu menggerakan kedua kakinya yang terlindung kasut tipis berwarna hitam kelabu. Dia tercekat begitu sadar kedua kakinya tidak lagi menyentuh tanah dihalaman pondok."Oei, orang tua itu membuatku seperti terbang sungguhan. Tapi, aduh biyung udaranya terasa dingin sekali. Membuat aku ingin pipis.”Pendekar Sinting lalu meraba wajah, dada dan perutnya. Semuanya terasa dingin. Penasaran dia ulurkan tangan meraba di bagian bawah perut. Lalu dengan perasaan lega sambil senyum-senyum dia berucap.”Ternyata tidak. Tidak semua anggota tubuhku jadi dingin seperti es. Satu yang dibawah tak disangka-sangka masih hangat. He he he... !Sepeninggalnya Pendekar Sinting, Dewa Mabok ya

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   290. Part 13

    "Bukan itu maksudku orang gila.” Sahut Dewa Mabok kesal."Aku tak bisa memberi tahu namanya karena aku memang belum bertemu muka apalagi mengenal namanya tolol! Ha ha ha!""Kakek gila. Bertemu belum, mengenal namanyapun tidak. Bagaimana kau bisa tahu gadis itu bakal membantuku.”"Kau harus percaya dengan ucapan tua bangka ini. Jelek-jelek begini aku selalu mendapat bisikan dan bocoran dari para dewa.”"Kurasa setan yang membisikimu. Dan bocoran yang kau maksudkan kalau bukan telinga atau kepalamu yang bocor bisa saja mulutmu yang bocor, Ha. ha ha... ! ""Orang gila, kau sangat keterlaluan. Tapi aku suka dengan sikapmu. Dan kau harus percaya padaku.” ujar Dewa Mabok dengan mimik bersungguh-sungguh."Kau memang akan mendapat dukungan dari gadis itu. Kalian bisa menjadi pasangan serasi. Percayalah padaku.” Kata Dewa Mabok tanpa berkedip.Pendekar Sinting manggut-manggut. Bibir menyeringai pertanda dia masih belum percaya dengan kesungguhan Dewa Mabok."Jangan pernah bicara soal pasangan,

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   289. Part 12

    "Jadi sekarang kau tidak sanggup lagi mengalahkan orang yang baru bangkit dari kematiannya? Mungkinkah karena kau sudah tua, tulangmu jadi rapuh dan loyo tak bertenaga?" sindir pemuda itu disertai seringai mengejek."Jangan memandang enteng diriku. Mungkin kau tidak tahu saat ini Pangeran Durjana bukan lagi seperti yang dulu. Sebagaimana sumpah sebelum tewas ditiang gantungan. Begitu bangkit dari kematian sang pangeran dibantu penuh oleh suatu kekuatan yang berasal dari kuasa kegelapan. Kesaktiannya maju pesat. Saat ini menurut dugaanku kekuatannya menjadi sepuluh kali lipat dari kekuatan lama yang dia miliki.”"Bagaimana dengan mahluk-mahluk pembunuh yang dikenal dengan sebutan Lebah Kepala Hati Berbunga?" Tanya Pendekar Sinting."Lebah-lebah itu? Bukan hanya membunuh tetapi juga menjadi pengawal sang pangeran. Dan bila Lebah Lebah itu mengantuk para gadis perawan, maka seketika gadis itu akan kehilangan kesadaran serta rasa malunya. Mereka akan berubah m

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   288. Part 11

    "Pendekar Sinting... siapapun dirimu aku tidak perduli. Tapi kau bertanya orang mati itu, lalu bagaimana bisa hidup kembali. Kurasa itu adalah persoalan lain. Satu yang patut kiranya kau ketahui. Dulu aku bukanlah seorang pemabuk seperti sekarang ini. Aku tinggal di istana Dewa Ruci yang juga dikenal dengan nama lain Istana Suci. Aku bukan seorang Dewa. Tapi perbuatan dan tingkah lakuku begitu terpuji, lurus lempang tanpa cacat dan cela.”"Jika kau tinggal di Istana Suci, berarti kau mengenal Ratu Tria Arutama?" Potong Pendekar Sinting."Bukan cuma kenal, gusti ratu Tria Arutama sudah kuanggap sebagai adik sendiri. Aku membantu beliau menjalankan roda pemerintahan beberapa tahun setelah suaminya mengasingkan diri di Malingping. Walau wanita, beliau adalah seorang pemimpin yang bijaksana. Sama bijaksananya dengan prabu Kalijati yaitu suami dari gusti ratu.”"Lalu apa yang terjadi orang tua?" Tanya Pendekar Sinting tidak sabar."Lima tahun kemud

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   8. Tabib Tangan Dewa dari Pulau Hantu

    Ketika hari berganti, kalangan persilatan tanah Jawa malah lebih mengenalnya dengan julukan Tabib Tangan Dewa. Ketika Majapahit dilanda perang saudara sepeninggalan Prabu Rajasanegara, Ki Kusumo mengasingkan diri di sebuah pulau karang yang terpencil di sekitar Laut Selatan.Dia benci pada setiap p

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   7. Siapa sebenarnya Ki Kusumo?

    Bunyi gemeritik bara api yang dimainkan Tresnasari terdengar, ditingkahi derik ramai jangkrik di kejauhan. Nyai Cemarasari merebahkan tubuhnya yang demikian penat dan lunglai di atas rumput. Dengan caping, diganjalnya kepalanya. Tampaknya dia mulai mengantuk. Keadaan tubuhnya memang tak memungkinka

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   10. Prahara pun berlangsung!

    Setelah membereskan ketiga prajurit penjaga, pasukan Dirgasura bergerak kembali mendekati tepi rawa. Gerakan mereka kali ini tak lagi lambat. Seperti sekawanan anjing lapar yang melihat tumpukan tulang di depan mata, mereka memburu ke tepi. Meski begitu, tak ada keributan berarti mereka ciptakan.D

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   9. Laskar Lawa Merah

    Banyak buaya liar berkeliaran. Selain itu, pasukan yang mencoba menerobos ke sana harus menempuh perjalanan tanpa kendaraan menembus rawa setinggi pusar selama satu malam. Lebatnya hutan bakau tak memungkinkan untuk menggunakan perahu. Besar kemungkinan selama merambah bentangan rawa, mereka akan d

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status