แชร์

9,

ผู้เขียน: Fatimahnur
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-21 16:49:00

POV Ferdo.

"Bermain wanita maksud anda?" aku langsung menanyakannya pada Tuan Josh, dan aku juga melihat senyumannya, senyuman licik yang seakan setuju dengan kata-kataku. Biasanya aku langsung menyetujuinya, dan meski aku tidak bersetubuh dengan wanita-wanita itu, tapi aku pasti akan menikmati tubuh wanita. Akan tetapi, kini kenapa berat sekali rasanya?

Aku tersenyum, sebelum akhirnya meletakan gelas yang sebelumya aku angkat dan aku nikmati sedikit. Sialnya lelaki itu memberikanku minuman ker
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   12, Kembali Ternodai

    "Tidak! Sudah cukup aku mengorbankan diri satu kali kemarin! Itu sudah impas dengan harga yang harus saya terima!" Aku menolak saat ia kembali lagi menjamahku, "Tuan Ferdo! Menyingkir dari tubuhku!" Aku berteriak saat lelaki itu memaksaku, dan aku menolak saat ia berusaha menguasai tubuhku! Aku bukan boneka, meski ia telah memberiku! "Kau harus melayani aku! Aku sudah membelimu mahal!" Teriak Ferdo dengan suara meninggi. "Aaaggghhh!" Aku berteriak saat bagian intiku dimasuki sangat dalam dan paksa. Entah bagaimana, lelaki itu bisa melakukannya dalam keadaan aku menolak sepenuhnya. Akan tetapi, benda keras itu masuk sehingga membuatku menahan nafas! Airmata mulai mengalir dari ujung pelupuk mata, Isak tidak lagi ia dengarkan, lelaki itu benar-benar buas, tidak perduli apa yang aku rasa. Leher mulai tersentuh, sesaat setelah ia mendekatkan bi-birnya. Ia menghisapnya, meninggalkan sensasi perih yang tidak bisa ditolak, atau ditepis. Aku menangis, tapi ia tidak perduli, tidak ada ken

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   11, Untuk kesekian kalinya...

    Gelang itu tampak sederhana, seperti gelang kain pada umumnya, namun warnanya sangat gelap, dan juga beraroma pohon pinus. "Apa ini terbuat dari pohon pinus?! Kenapa baunya aneh sekali?! Penampilannya juga biasa saja. Tapi – kenapa aku malah penasaran?!" tanganku terulur untuk mengambil gelang itu, meski aromanya aneh dan cukup menusuk di hidung, akan tetapi ada hal yang membuatku merasa jauh lebih tenang. Dan di tengah gelang itu, ada sebuah mainan yang tampaknya seperti bunga pohon pinus. Aku tersenyum melihatnya. "Tidak buruk juga, aku akan memakainya. Ini lebih unik dari beberapa gelang yang pernah aku miliki." gumamku. Seketika suasana hatiku terasa jauh lebih damai, dan aku seakan menerima sebuah kado terhebat sepanjang usia ini. Aku akhirnya memakainya, dan perutku ternyata terasa sangat lapar setelahnya. "Ah, mungkin karena suasana hatiku membaik, aku jadi ingin makan!" Satu nampan di meja nakas yang sebelumnya tergeletak dan tak tersentuh akhirnya aku ambil. Meskipun aku

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   10,

    POV Alicia. Aku kehilangan mahkota, dan aku telah kehilangan apa yang paling berharga. Tapi, lelaki itu datang setelah aku menolak makan. Bukan datang minta maaf ataupun merasa bersalah setelah apa yang ia lakukan padaku, ia malah marah-marah dan takut aku yang sebagai barang miliknya ini rusak dan tidak bisa ia terima. Aku diam, tanganku sudah mengepal sepenuhnya, dan aku sebenarnya sangat kesal dengan segala perlakuannya, akan tetapi – aku tidak ingin menyiksa diri sendiri dengan melawannya, bahkan meminta maaf pun tidak aku lakukan karena aku merasa tidak bersalah samasekali. Setelah lelaki itu pergi, aku hanya duduk termenung. "Kamu punya nyali juga ternyata, seorang manusia hina, masih berani memperlakukan tuanku seperti itu!" Ucapan dari seorang maid itu terasa membuatku muak! Aku menatap ke arahnya dan akhirnya bangkit dari dudukku dan menghadapinya. 'Plaaak!' satu tanganku melayang ke arah wajahnya dengan keras. "Aku tahu, aku kotor! Tapi, kamu tidak berhak mencemooh aku s

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   9,

    POV Ferdo."Bermain wanita maksud anda?" aku langsung menanyakannya pada Tuan Josh, dan aku juga melihat senyumannya, senyuman licik yang seakan setuju dengan kata-kataku. Biasanya aku langsung menyetujuinya, dan meski aku tidak bersetubuh dengan wanita-wanita itu, tapi aku pasti akan menikmati tubuh wanita. Akan tetapi, kini kenapa berat sekali rasanya?Aku tersenyum, sebelum akhirnya meletakan gelas yang sebelumya aku angkat dan aku nikmati sedikit. Sialnya lelaki itu memberikanku minuman keras, bukan minuman hangat seperti kopi."Maaf, saya sedang banyak urusan. Mungkin lain kali, terimakasih atas kerja samanya, dan mungkin sekarang saya akan segera kembali." aku bangkit dari duduk, menghampiri lelaki itu dan hendak berniat menjabat tangannya dan pergi dari sana. Lelaki itu ikut berdiri, bergerak dari tempatnya dan segera menuju ke arahku dan menjabat tanganku."Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik, dan saya berharap anda tidak mundur lagi, karena tentu saja saya akan memberi

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   8,

    POV Ferdo.Setelah meniduri wanita itu, tubuh ini rasanya ringan, meskipun nantinya tidak tahu akan semarah apa wanita itu. Seharusnya ia tidak marah, karena ini adalah suatu hal yang wajib ia lakukan dan ia berikan, 'kan?!"Max, aku kelepasan, dan aku meniduri wanita itu." aku mulai bicara pada asisten pribadiku, sembari berjalan menuju ke luar mansion. Ada hal yang harus di lakukan, dan banyak hal yang harus dibereskan."Saya tahu, Tuan." Max menjawab, dengan suara yang sedikit lebih jauh di belakang."Aku tidak tahu apa wanita itu menerimaku, dan benih yang aku tumpahkan dalam rahimnya, tapi aku ingin kamu pastikan, kalau ia tidak melakukan tindakan bodoh setelah apa yang aku lakukan, kamu mengerti apa maksudku?" Aku mulai memberikan sebuah perintah secara tidak langsung. Aku terlalu takut, akan tetapi tidak langsung menjelaskan secara langsung. Entah mengapa, aku takut wanita itu akan melukai dirinya sendiri setelah apa yang terjadi."Tidak usah takut, Tuan. Saya akan memerintahka

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   7,

    Mata merah dengan tangan yang terikat, memberontak dan melolong seperti serigala. Lelaki tampan itu berubah liar, dan tidak terkendali. Menakutkan, tapi tangannya tampak hitam, dan pergelangannya berda-rah! Tidak tega rasanya membiarkannya begitu, tapi aku akui, aku masih sangat kesal padanya!Aku marah, tapi kakiku bergerak mendekat. Mati, jauh lebih baik daripada terjebak antara hubungan keluarga hewan yang tampaknya lebih banyak yang tidak mau menerima.Terus melolong, dan itu terdengar menakutkan... Apa bisa dijinakan? Dia terlalu buas dari sebelumnya, dan apa yang membuatnya menjadi seperti itu?!"Nona! Anda tidak boleh mendekat! Tuan Ferdo sedang tidak terkendali! Beliau bisa melukai anda!" teriak seorang pria, yang entahlah siapa.Aku hanya menoleh sejenak, menatap orang itu lama, dan kembali mendekat ke arah Ferdo. Tekatku bulat, tidak akan menyerah begitu saja meski mereka berkata jangan sekalipun!Dan saat didekati, Ferdo makin menjadi-jadi. Besi yang mengikat pergelangan ta

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status