Share

Bab 25

Author: Sangkarachan
last update publish date: 2026-04-21 19:50:00

Sania yang melihat itu menghentakkan kakinya kesal, dia lalu berdiri dan akan berbalik pergi dari sana. Tapi langkahnya terhenti ketika di depannya muncul sosok yang sejak tadi di jadikan perdebatan.

Marvel, dia berjalan dengan langkah tegap dan juga sorot mata tajam. Kaki Sania mundur ke belakang karena seketika perasaan sombongnya luntur karena kedatangan Marvel disana.

Lucia mengerjap ketika melihat Marvel yang tiba tiba ada disana. Begitu juga Hanabi, tapi dia langsung tersenyum lebar.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 55

    Marvel yang mendengar gerutuan istrinya terkekeh, dia lalu memeluk Lucia dan mencium kening Lucia dalam. "Biarkan saja mereka merencanakan apapun kepada ku. Aku tak tertarik sama sekali dengan mereka. Jadi jangan mengomel lagi, hemm?" Lucia mengangguk meskipun dia masih kesal. Ingin sekali rasanya dia mengacak acak keluarga Denisa saat ini juga. Tapi mengingat rencananya, Lucia memendam semuanya. Meskipun dia kesal, tapi dia yakin Marvel tak akan menanggapinya sama sekali. "Bisa bisanya tua bangka itu bilang aku gila? Dia pikir dia siapa? Aku yang akan bikin dia gila nantinya!" gerutu Lucia lagi. Marvel pun sama tak terimanya dengan semua perkataan Tomo tentang istri nya. Dia lalu mengirim pesan singkat pada Digo agar membantu menekan perusahaan Tomo secara perlahan. Digo juga mendapat kiriman suara dari Marvel tentang apa yang dilakukan Tomo juga Denisa. Tentu saja hal itu membuat Digo geram. Dia meminta Asistennya untuk menekan perusahaan Tomo dan membuat kehebo

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 54

    "Jadi kita menjebak Denisa?" tanya Marvel memastikan. "Bisa di bilang begitu, lagi pula dia yang ingin bertemu dengan Kanza. Jika dia memang seniat itu dia pasti akan datang. Jadi kita harus menyambutnya bukan?" Marvel mengusap kepala Lucia lembut. Malam itu, hanya Kenzo yang menjaga Kanza di rumah sakit. Tapi tetap saja Marvel memberikan penjagaan di sekitar rumah sakit dan juga ruangan Kanza. Sementara Denisa yang tak mendapatkan kabar dari orang suruhannya mulai gelisah. Dia tak tahu jika semua orang suruhannya sudah di tangkap oleh Marvel. "Kenapa mereka tak memberitahuku apa apa? Di hubungi juga tak bisa. Benar benar sialan. Mau uangnya tapi tak becus mengurusi pekerjaan biasa saja." Sejak tiba di bandara dia terus menggerutu karena orang orang nya tak bisa di hubungi sama sekali. Tak lama dia mencari taxi untuk pergi ke tempat seseorang yang sudah menunggunya. Tanpa Denisa tidak tahu jika sejak tadi ada seseorang yang juga sedang mengawasinya. Marvel mendapat

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 53

    Kanza di larikan ke rumah sakit oleh Kenzo. Ketika tiba di rumah sakit, Kanza langsung mendapat perawatan. Bugh..... Kenzo meninju dinding yang ada di sisinya. "Bagaimana bisa kecolongan?" "Kita cuma manusia biasa Ken, kita sudah berusaha tapi jika takdir memang bilang kalau Kanza harus terluka dulu kita tak bicara mencegahnya." Kenzo menoleh, terlihat Marvel dan Lucia baru saja tiba disana. Marvel menepuk pelan pundak Kenzo untuk menenangkan laki laki itu. Mereka menunggu Kanza selesai di periksa. Dan tak lama dokter yang memeriksa Kanza pun keluar. "Bagaimana keadaannya?" "Pasien baik baik saja, lukanya sudah di obati. Dia hanya sedikit syok karena mengalami kekerasan dan penyerangan seperti ini. Kami akan melihat nya nanti setelah dia sadar. Jika butuh penangan khusus kami akan mendatangkan dokter khusus untuknya. Sementara waktu dia harus di rawat, paling lama dua hari." Setelah mengatakan itu, dokter itu pergi berbarengan dengan Kanza yang juga di bawa ke

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 52

    Setelah perdebatan panas itu, Lucia tetap ikut kemana pun Marvel pergi karena Marvel memaksanya. "Marvel, aku mendapat info jika wanita itu sudah berangkat kemari." Marvel yang sejak tadi fokus dengan file di ponselnya bingung ketika Kenzo mengajaknya bicara. Terlebih Kenzo membicarakan wanita lain selain Lucia. "Wanita? Wanita siapa yang kau maksud? Wanita ku cuma Lucia dan dia ada disini sekarang." Lucia menepuk pelan keningnya sementara Kenzo menghela napas panjang karena dia lupa jika dunia Marvel akan berputar pada Lucia. "Ck, kau lupa jika kemarin kita berencana pindah ke rumah biasa karena teman satu panti Kanza." Marvel sempat berpikir lalu mengingat apa yang menjadi rencana mereka. "Lah iya ya, aku lupa sungguh. Jadi sampai dimana wanita itu? Apa rumahnya sudah siap? Dan juga bagaimana dengan Kanza?" Kenzo menceritakan semua info yang dia dapatkan. Lucia juga memberitahu Marvel jika Ibu panti dan adik adik Kanza sudah di pindahkan ke tempat yang aman. D

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 51

    Denisa yang mendengar jika Kanza akak menikah pun meradang. Dia mengamuk di panti. "Bagaimana bisa malah dia menikah dengan orang kaya. Aku yang berusaha semuanya tapi malah tak mendapatkan apa apa!" teriak Denisa keras. Ibu panti sudah menduga akan seperti ini. Jadi dia sudah mengungsikan anak anak panti yang lainnya menjauh dari Denisa. "Tak bisa, aku harus pergi kesana. Aku akan meminta Kanza membatalkan pernikahan nya. Harus aku yang lebih dahulu menikah di banding dengan dirinya." Denisa keluar mencari Ibu panti. Terdengar perdebatan sampai bentakan dari Denisa pada Ibu Panti. "Akhirnya aku dapat alamatnya Kanza. Dia tak boleh lebih bahagia dari pada aku." Denisa segera mengemas barang barangnya untuk berangkat menyusul Kanza. Tanpa tahu jika sebenarnya semua itu hanya akan sia sia. Ibu Panti yang memang sudah mendapat pesan dari Lucia segera memberitahu Lucia jika Denisa sudah berangkat. "Kanza sudah lama hidup menderita karena keserakahan Denisa. Kali ini semoga di

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 50

    Lucia mengajak Kanza kembali ke dalam. Terlebih semua pembicaraan mereka juga sudah selesai. Lucia memang sengaja mengajak Kanza berbicara agar masalah yang selama ini di pendam Kanza menemukan titik terangnya langsung. Kanza segera kembali ke kamarnya sendiri setelah berpamitan pada Lucia dan juga kedua orang tua Marvel. Sementara dia tak melihat keberadaan Kenzo disana. "Sayang....." Marvel memanggil Lucia yang sudah lebih dahulu kembali ke kamarnya. "Kenapa? Kau sudah selesai dengan Kenzo?" Marvel memeluk tubuh Lucia dan menghirup bau sabun mandi yang tersisa di badan Lucia. Marvel mengangguk dalam pelukan itu. Dia lalu meminta Lucia duduk di depan kaca riasnya. Sementara Marvel mengeringkan rambut Lucia. "Jadi dimana Kenzo?" Lucia penasaran sekali dengan apa yang akan di lakukan Kenzo saat ini. "Sedang mencari tahu rencana perempuan itu. Tapi seperti nya tak lama juga perempuan itu akan menyusul kesini. Terlebih kau langsung membawanya pulang kemari. Pasti dia ak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status