Share

Bab 3

Author: Sangkarachan
last update publish date: 2026-03-04 18:55:10

"Kau tak apa apa?"

Kenzo melongo saat mendengar Marvel yang tiba tiba perhatian pada Lucia.

Karena Lucia tak langsung menjawab, Marvel langsung menatap ke depan.

"Kenzo, kau mau mati hah? Kenapa mengerem mendadak?" bentak Marvel.

Lucia yang ada disebelahnya gemetar ketakutan, dia semakin duduk menjauh dari Marvel.

Marvel yang melihat itu semakin kesal pada Kenzo.

"Maaf tuan, aku tadi sedikit kaget. Maafkan aku, maafkan aku nona."

Lucia tak menjawab karena tubuhnya gemetar ketakutan. Marvel mengusap wajahnya kasar karena tahu jika Lucia tengah takut kepadanya.

Kenzo yang melihat wajah tuannya gusar sedikit aneh, pasalnya baru kali ini Marvel seperti itu.

"Aneh sekali tuan Marvel, tak biasanya dia seperti itu." batin Kenzo.

Duk.....

Marvel menendang kursi Kenzo agar Kenzo segera melanjutkan perjalanan mereka.

Lucia sejak tadi tak berani membuka suara begitu juga dengan Marvel yang lebih memilih untuk diam. Yang terpenting semua berjalan dengan apa yang ada dalam pikirannya.

Tak selang lama, mobil memasuki area catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan Marvel dan juga Lucia.

"Turun!"

Lucia yang mendengar suara Marvel yang berat dan memerintah langsung turun dari mobil. Dia tak mau membuat Marvel kembali dan membentaknya di depan umum.

Saat berada di dalam kantor catatan sipil, Lucia syok karena tiba tiba Marvel mendaftarkan pernikahan dengan nya. Terutama dengan Kenzo yang tak mengerti jalan pikiran Marvel saat ini.

"Tu-tuan, apa ini tak salah? Tuan mendaftarkan pernikahan? Denganku?" tanya Lucia tak percaya.

Buku nikah yang dia pegang Lucia lihat sekali lagi dan disana ada fotonya juga Marvel yang tercetak dengan jelas.

Terlebih Kenzo yang sejak tadi hanya diam, tapi kemudian dia sedikit tersentak ketika mendengar suara Marvel yang menyuruhnya untuk melajukan mobilnya ke butik.

Lucia yang tak mendapatkan jawaban kembali dia ambil terus memegang buku nikah miliknya.

"Kita akan menikah hanya untuk kontrak, kau di jual padaku sebagai jaminan karena paman mu menggelapkan uang perusahaan. Kau bisa bebas dari mereka asal kau menurut kepadaku. Harusnya kau sudah tahu bukan bagaimana reputasiku di luar sana? Aku ingin kau membantuku memulihkan reputasi ku. Dan juga di depan orang tuaku. Jangan katakan yang tak perlu kepada siapa siapa. Hidupmu tergantung bagaimana caramu dalam bersikap. Kau juga harus menjaga nama baikku karena sudah menjadi istriku. Kau tak perlu khawatir hal lain, semua akan aku urus. Yang jelas, jaga sikap mu."

Tubun Lucia membeku di tempatnya, ternyata pernikahan itu untuk menutupi rumor bagaimana Marvel di luar sana. Siapa yang tak tahu rumor bahwa Marvel adalah pria yang kejam yang tega memukul istri pertamanya sampai dia masuk rumah sakit karnaa mengalami beberapa patah tulang.

Marvel yang tak mendapatkan jawaban berdecak kesal.

"Apa kau bisu? Kenapa tak menjawab semua perkataan ku?"

Lucia meremas jari jarinya karena hal ini terlalu mendadak untuknya.

"Tu-tuan apa tidak salah, memilihku yang cuma pembantu juga yatim piatu? Apa kata orang dan keluarga tuan nanti?"

Marvel sempat terdiam mendengar itu, tapi kemudian dia bicara dengan tegas dan pasti dengan keputusan yang sudah dia ambil. Kenzo akhirnya mengerti apa yang menjadi tujuan Marvel sesungguhnya. Terlebih ketika Marvel tiba tiba juga mengajak menikah Lucia yang bahkan hanya sebagai alat tukar uang.

"Itu akan jadi urusanku, dan satu lagi. Kau menikah dengan ku agar semua warisan milik Vanderick tetap ada dalam genggaman ku!"

Lucia mengigit bibir bawahnya disaat mendengar kalimat terakhir yang Marvel lontarkan.

Kenzo terus melirik bagaimana reaksi Lucia saat ini. Pasalnya, Marvel termasuk memaksanya bahkan juga menjadikan nyawa Lucia sebagai jaminan.

"Apa dengan aku menyanggupi apa yang tuan minta hidupku akan aman?"

Entah kenapa malah pertanyaan itu yang muncul di benak Lucia.

Dia bertanya dengan nada takut, dan juga nekat.

Tugas yang di berikan Marvel cukup berat. Ibarat kata, dia keluar dari kandang buaya masuk ke dalam kandang singa yang lebih buas.

"Selama kau menikah dengan mu, aku pastikan tak akan ada yang menyakitimu. Hidupmu juga terjamin, setiap bulan kau juga akan menerima jatah bulanan. Asal kau bisa mengerjakan tugasmu dengan baik."

Lucia memejamkan matanya, dalam bayangan nya saat mendengar jika dia juga akan mendapat jatah bulanan adalah kehidupan neneknya.

"Baiklah tuan, aku setuju dengan semua tugas itu!"

Marvel cukup tercengang, begitu juga dengan Kenzo.

Tapi senyum samar terbit di bibir Marvel karena berhasil membuat Lucia tunduk dengan semua aturannya.

Ada hal lain yang Marvel sembunyikan saat ini, Kenzo sangat tahu jika tuannya tak akan mudah seperti ini.

Mobil yang di tumpangi oleh Marvel dan Lucia memasuki parkiran sebuah butik ternama.

"Kenzo, atur agar tak ada orang lain yang tahu kedatangan kita!"

Kenzo mengangguk, lalu keluar dengan cepat dari dalam mobil. Tak sampai sepuluh menit dia sudah kembali dan membukakan pintu belakang dimana Marvel dan Lucia berada.

Mereka berdua turun secara bersama. Marvel berjalan terlebih dahulu, sementara Lucia mengikutinya dari belakang dengan kepala yang terus menunduk sejak tadi.

Duk.....

Lucia meringis karena keningnya terbentur sesuatu yang keras.

Marvel yang kesal langsung berbalik dan melihat Lucia tengah memegangi keningnya.

"Dimana matamu? Kenapa kau jalan terus menunduk seperti itu? Kau sengaja membuatku kesal di hari pertama kita menikah?"

Suara ketus Marvel terdengar. Kenzo yang ada di dekatnya meringis ngeri membayangkan Marvel yang setiap waktu akan terus mengomeli Lucia. Di tambah Lucia tak mau membuka suara sama sekali.

"Ma-maaf tuan, aku tak sengaja."

Lucia menunduk karena ketakutan dengan Marvel, lalu Marvel berbalik dengan wajah yang sudah kesal.

Tapi belum hilang rasa kesal Marvel, dia tak merasa jika Lucia mengikutinya ke dalam. Karena kesal akhirnya Marvel mengangkat tubuh Lucia seperti karung.

"Kya..... tuan, apa yang tuan lakukan? Turunkan aku," pekik Lucia keras.

Kenzo yang sejak tadi merasa aneh dengan tuannya semakin melongo. Terlebih saat melihat Marvel yang tiba tiba saja mau berdekatan dengan seorang perempuan.

"Aku tak salah lihat kan? Itu, tuan Marvel menggendong nona Lucia?" gumam Kenzo.

Kenzo melangkah ke dalam, dan di dalam sana Lucia langsung di tangan oleh beberapa karyawan butik yang memilihkan beberapa baju yang cocok untuk Lucia.

Marvel menunggu di sebuah sofa panjang sambil memeriksa beberapa file yang masuk ke dalam ponselnya.

Baju pertama di coba, Marvel menggeleng. Merasa tak cocok, lalu baju baju berikutnya tetap saja Marvel menggeleng, sampai wajah Lucia berubah pucat karena kelelahan.

"Tuan, aku sudah tak sanggup lagi untuk mencoba. Bisakah tuan saja yang langsung memilihnya?"

to be continued

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 66

    Sebelum masuk ke dalam ruangannya, Marvel mengambil napas panjang lalu menghembuskannya cepat. Dia tahu jika Lucia juga terganggu dengan ucapan beberapa orang yang mengatakan hal setara dalam sebuah hubungan. Meskipun Lucia sudah berusaha sebaik mungkin dia pasti akan memikirkan asal mula dia dan Marvel bersama. "Sayang ..." Marvel mengusap puncak kepala Lucia lembut, tak lupa dia mencium puncak kepala itu lama. Lucia langsung memeluk pinggang Marvel yang membuat Marvel semakin merasakan kesakitan yang juga di rasakan Lucia. "Jangan di pikirkan lagi ya?" Pinta Marvel lembut. Ia benci ketika sudah berusaha membuat Lucia bahagia tapi orang lain yang menghancurkan. Lucia masih memeluk pinggang Marvel erat. Sementara Marvel memilih membiarkan apapun yang Lucia ingin lakukan. Rasanya dia tak sanggup melihat Lucia dalam keadaan seperti itu. Setelah beberapa saat, Lucia melepaskan pelukannya pada Marvel. Dia mengangkat kepalanya lalu melihat Marvel dengan wajah yang semb

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 65

    Karyawan itu menunduk ketakutan di depan Marvel dan Lucia. Tapi Lucia tak peduli dengan hal itu. Terlebih ketika mereka menganggap pernikahan itu harus setara dalam hal asal usul. "Istri Kenzo tak bisa memilih dia lahir dimana dan akan besar dimana. Jika takdirnya dia harus tinggal di panti asuhan, apa sebelumnya dia akan tahu jika dia akan di titipkan di panti asuhan lh orang tuanya?" Karyawan itu masih terus menunduk, tubuhnya menggigil gemetaran karena semua perkataan Lucia. Terlebih ketika Lucia tahu dia hanya karyawan di sana. "Secara tidak langsung kau juga menyalahkan takdir yang di jalan Kanza. Ah, tak hanya Kanza, aku juga hanya orang biasa. Namun, aku berusaha sebisa mungkin agar aku setara dengan Marvel dan pantas berdiri disisi Marvel bukan di belakang Marvel. Dan jika kau ingin menghina seseorang hanya karena statusnya, kau bisa menghina ku lebih dahulu. Kanza masih melewati pendidikan formalnya sampai selesai bahkan juga bisa ke jenjang kuliah, berbeda dengan ku y

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 64

    Di depan perusahaan Marvel mendadak heboh ketika ada seorang perempuan memaksa masuk dengan keadaan yang mengenaskan. Petugas keamanan sudah mengamankannya sejak tadi. Beberapa karyawan yang melihatnya tentu saja jijik dengan keadaan perempuan itu. "Cepat telfon Tuan Marvel dan Tuan Kenzo, katakan pada mereka apa yang harus dilakukan!" Beberapa orang menyuruh resepsionis untuk menghubungi Marvel juga Kenzo. Namun belum sempat mereka menghubungi, sebuah mobil yang mereka kenali tiba di lobi perusahaan. Marvel dan Lucia yang juga ikut ke kantor pun saling pandang. Lucia sudah ingin turun tapi Marvel menahannya. "Tunggu sayang, kau di sini saja tak usah turun. Biar aku yang urus. Sepertinya aku tahu dia siapa." "Hah?" Lucia menatap bingung pada Marvel yang matanya sudah menatap nyalang wanita yang terus berteriak itu. Lucia pun sampai di buat heran , kenapa banyak sekali wanita wanita yang gila yang ada di dekat Marvel. "Marvel, aku kesal. Kenapa selalu banyak wanit

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 63

    Satu jam berlalu, akhirnya baik Marvel dan Lucia mendapatkan pelepasan mereka. Napas yang tersengal masih terdengar di kamar itu. Cup.... "Kuat bangun?" tanya Marvel. Lucia mengulurkan kedua tangannya ke arah Marvel yang tandanya dia minta di gendong oleh Marvel. Marvel tersenyum, dia meraih tubuh Lucia lalu membawanya ke kamar mandi. Mereka sekedar membersihkan diri mereka karena hari sudah larut. Marvel pun tak mau jika Lucia sampai sakit nantinya. "Tidur sayang, biar badannya beristirahat." Lucia mengangguk pelan karena dia sudah tak punya tenaga lagi untuk menjawab. Perlahan matanya tertutup. Marvel yang melihat itu mengeratkan pelukannya pada Lucia. Sesekali dia mencium puncak kepala Lucia sampai wanita itu benar benar terlelap. "Tidur yang nyenyak sayang." Perlahan Marvel juga ikut memejamkan matanya setelah memastikan jika Lucia sudah terlelap dan tidur dengan nyaman. # Sementara itu, di paviliun belakang. Terlihat dua orang yang duduk dengan canggu

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 62

    Denisa masih berusaha untuk pergi dari sana dengan berjalan tertatih. Dia melewati jalan gelap dengan keadaan yang mengenaskan. Dengan menahan semua kesakitan yang ada di sekujur tubuhnya, Denisa memaksa kan dirinya untuk mencari bantuan. Tapi setelah berjalan berjam jam, tak ada kendaraan atau orang yang lewat di area sana. Sampai dia menemukan sebuah warung remang remang yang kecil. Disana ada sebuah televisi jaman dahulu khas milik orang yang sudah tua. Di sana di siarkan berita pernikahan Kenzo juga Kanza yang meriah. Di beritakan juga jika upacara itu khusus untuk beberapa tamu undangan. Barulah mereka mengadakan jumpa pers untuk mengumumkan pernikahannya. Denisa menggelengkan kepalanya kuat. Dia marah karena lagi lagi dia kalah dengan Kanza. "Kenapa harus dia yang mendapatkan kebahagiaan? Kenapa bukan aku? Padahal aku lebih dari segalanya. Tidak, ini semua tidak benar. Jadi Kanza menikah dengan Kenzo karena Lucia? Wanita itu yang mengurus semuanya?" Denisa menjauh dari

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 61

    Pernikahan Kenzo dan Kanza disiarkan di beberapa media sosial. Banyak orang yang terkejut tapi mereka ikut bahagia karena selama ini banyak sekali yang mengenal Kenzo karena Marvel. Dan tak ada yang bermasalah dengan Kenzo tentunya. Melihat Kanza, istri Kenzo yang juga cantik banyak sekali yang memberikan respon positif. Pernikahan sederhana yang di adakan di rumah baru Marvel dan Lucia tapi di siarkan langsung di beberapa media khusus. "Akhirnya, kalian sah menikah. Dan ini hadiah untuk kalian berdua." Pasangan pengantin itu saling tatap bingung, tapi mereka tetap membuka hadiah yang di berikan Marvel kepada mereka. "Ini apa?" Marvel mendengus kesal karena Kenzo malah bertanya ketika sudah melihat barang yang di berikan Marvel kepadanya. "Kau jadi bodoh sepertinya. Sudah tahu itu kunci, kenapa malah bertanya lagi? Apa semenjak jadi seorang suami, otakmu sudah kau gadaikan?" omel Marvel panjang lebar. Kenzo menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia lalu meringis saa

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 7

    Tanpa mengatakan apapun lagi, Lucia berlari keluar dengan cepat. Sementara Marvel terus menatap punggung istrinya itu sampai menghilang di balik pintu. Marvel pun dengan cepat mengambil pakaian miliknya sampai terdengar ponselnya berbunyi. Dia melihat nama Kenzo yang sedang menghubunginya.

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 6

    Marvel membawa Lucia naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya. Dia meletakkan Lucia di pinggir ranjang sementara Marvel mengambil kotak obat. Lucia menggigit bibir bawahnya karena tiba tiba merasa tak nyaman di kamar itu. Tubuhnya sedikit tersentak ketika tiba tiba Marvel meraih tangannya. "

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 5

    Marvel sedang bicara dengan Daddy-nya, dia juga memberikan beberapa file untuk di baca oleh Digo. "Apa ini Marvel?" "Daddy baca saja, setelahnya silahkan jika ingin bertanya. Aku tak akan menutupi apapun dari Daddy dan Mommy, jadi jika ada masalah di kemudian hari aku tak akan membuat Mommy sa

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 1

    "Lucia, kenapa semua pakaian milikku belum siap? Kau tahu aku harus berangkat kuliah hari ini!" Teriakan menggema di seluruh rumah itu. Terlihat dari arah belakang rumah seorang gadis tergesa gesa membawa beberapa baju untuk naik ke lantai atas. "Maaf Nadia, semua bajumu baru selesai ku rapik

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status