Share

Bab 2

Penulis: Sangkarachan
last update Tanggal publikasi: 2026-03-04 09:54:02

Adika bertemu dengan Marvel dengan rasa takut yang luar biasa.

"Tu-tuan Marvel maafkan aku. Tolong ampuni aku!"

Adika memohon pada Marvel agar mau mengampuni kesalahannya.

Marvel hanya melihat Adika dengan wajah muak nya.

"Lalu dimana wanita yang kau janjikan kepadaku?" Kau menawarkan putrimu sebagai jaminan untuk semua dana yang kau gelapkan? Apa putrimu seberharga itu?"

Adika mengepalkan tangannya karena semua kata kata Marvel.

Nadia, putri yang dia jaga dihina hanya karena menjadi tumbal untuk semua kesalahannya. Lalu Adika teringat dengan ucapan istrinya jika mereka akan mengganti Nadia dengan Lucia. Adika akan beralasan jika Nadia menderita penyakit yang mematikan.

"Tuan, dia sudah pantas dan setara dengan jumlah uang yang aku pakai." ucap Adika berani.

Marvel masih menatap datar pada Adika.

Lalu dia ingin melihat sejauh mana Adika berulah.

"Baik, aku akan kesana ikut dengan mu. Dan aku sendiri yang akan langsung menentukan dia pantas atau tidak sebagai jaminan. Jika kau tak bisa menggantinya dalam waktu yang sudah ku tentukan, putrimu akan habis di tangan ku!"

Adika meneguk ludahnya kasar, tapi senyum licik muncul di wajah Adika saat mendengar itu.

"Aku akan membiarkan kau menghabisinya dengan begitu, aku tak akan lagi berurusan dengan mu!" batin Adika.

Marvel sudah lebih dahulu masuk ke dalam mobilnya sedangkan Adika bersama dengan anak buah Marvel.

Mereka menuju rumah Adika untuk mengambil apa yang di janjikan oleh Adika.

Tak menunggu berapa lama, beberapa mobil milik Marvel berjejer rapi di depan rumah Adika.

Adika masuk tergesa dan mencari istrinya serta Lucia. Jangan sampai Lucia tak ada di rumah saat ini.

"Dimana Lucia?" tanya Adika setelah menemukan istirnya.

Selena terlihat bingung saat melihat wajah suaminya yang panik. Tapi detik berikutnya, wajah Selena menjadi pucat pasi ketika melihat Marvel ada di belakang Adika.

"Tu-tuan Marvel!"

Selena terbata saat menyapa Marvel, di belakang Marvel ada beberapa anak buah Marvel juga asistennya.

Selena meneguk ludahnya kasar, dia melirik suaminya yang sedang panik mencari Lucia.

"Selena dimana Lucia? Bukannya sudah ku bilang jika dia tak boleh kemana mana?"

Selena yang tersadar segera berlari masuk ke belakang dan tak lama dia menarik paksa. seorang gadis dengan pakaian biasa dan juga terlihat kurus.

Lucia yang diseret paksa terlihat takut dan gemetar. Sejak melihat Lucia di bawa masuk ke dalam, mata Marvel tak pernah lepas dari wajah perempuan itu.

"Tu-tuan Marvel, ini Lucia keponakan ku yang sudah ku anggap sebagai putriku."

Selena mendorong tubuh Lucia maju ke depan Marvel. Tak sengaja Marvel melihat tangan Lucia lebam di beberapa tempat. Lucia yang sadar dengan hal itu segera menyembunyikan kedua tangannya ke belakang. Mata Marvel semakin menyipit curiga melihat sikap Lucia saat ini.

Marvel lalu mengamati rumah Adika dan Selena, dan matanya tak sengaja menangkap sebuah bingkai foto dimana ada Adika dan istrinya bersama satu orang gadis yang kemungkinan adalah anak kandung mereka.

"Mereka menggantinya?" batin Marvel.

Tapi melihat wajah yang ada di foto itu, Marvel benar benar tak tertarik.

Lalu pandangan matanya kembali tertuju pada Lucia yang masih ketakutan di depannya.

"Kenzo, berikan surat perjanjiannya."

Kenzo maju membawa satu berkas ke depan Adika.

Adika bergegas menandatangani berkas itu tanpa mengatakan apapun lagi karena dia sudah tahu isinya.

Marvel tersenyum samar saat melihat itu.

"Dia benar benar tega melepas keponakan nya untuk ku?" batin Marvel tak menyangka.

"Sesuai perjanjian, jika kau tak bisa mengembalikan semua uang yang kau ambil dalam waktu tiga bulan, putrimu akan tinggal nama saja!"

Lucia yang sejak tadi menunduk langsung mengangkat kepalanya. Matanya sudah berkaca kaca, lalu menengok ke arah Om dan tantenya.

"Kenapa Om dan Tante seperti ini padaku, apa salahku?" tanya Lucia tanpa sadar.

Selena yang geram spontan menampar Lucia di depan Marvel.

Plak....

"Jangan pasang wajah memelasmu itu, aku sudah bilang anggal ini balas budimu pada kami. Tak mungkin kami memberikan Nadia kepada tuan Marvel. Dia sedang sakit parah, apa jadinya jika Nadia bersama tuan Marvel dan tak bisa melalukan apapun untuknya?"

Lucia memegang pipinya yang terasa panas. Hari itu, dia mendapat dua tamparan dari Nadia dan Selena.

"Baik, aku akan menggantikan Nadia kali ini." ucap Lucia lirih.

Mata Marvel menatap Lucia tak percaya jika Lucia mengatakan itu. Dia suka rela mengikutinya.

Lalu Lucia beralih pada Marvel menatap Marvel dengan raut wajah putus asa. Dalam pikirannya melihat Marvel yang berwajah dingin, Lucia berpikir jika dia juga akan disiksa oleh Marvel dan akan dijadikan budaknya.

"Tuan Marvel, aku bersedia ikut dengan mu. Kau bisa langsung menghabisi ku nanti tanpa harus menunggu sebulan lagi."

Marvel menaikkan sebelah alisnya, begitu juga dengan Kenzo yang merasa jika Lucia benar benar ingin mati saat ini.

Tanpa mengucapkan apapun lagi, Marvel berbalik pergi dari sana di ikuti oleh Kenzo dan juga anak buahnya yang lain. Tapi saat Marvel berasa di ambang pintu telinganya kembali mendengar suara Lucia yang bicara pada Adika dan juga Selena.

"Om dan Tante, aku ikuti apa yang kalian mau. Hutang budi yang selama ini kalian singgung sudah lunas di ganti dengan nyawaku. Tapi kalian juga harus tepati janji kalian untuk tetap mengirim uang pada Nenek di desa."

Setelah mengatakan itu, Lucia berbalik dan pergi dari sana dengan cepat.

Marvel yang sudah sampai di dalam mobil menunggu Lucia segera menyuruh Kenzo untuk menyelediki semuanya.

"Selidiki semua yang berhubungan dengan gadis ini, jangan sampai terlewat!"

Kenzo mengangguk mengerti, dan tak lama, Lucia masuk ke dalam mobil Marvel dengan memberi jarak yang jauh dari Marvel.

Entah kenapa Marvel merasa tak senang dengan hal itu.

"Apa aku bau sampai kau duduk menjauh seperti itu?"

Lucia tergagap, dia menatap Marvel dan saat sadar dia langsung menundukkan kepalanya kembali.

"Maaf tuan, bu-bukan seperti itu. Aku merasa tak pantas duduk di mobil yang sama dengan tuan. Apalagi aku seorang budak, tubuhku juga yang bau bukan tuan."

Kenzo mendengar semua itu dengan aneh, tapi berbeda dengan Marvel yang merasa tertarik dengan Lucia.

"Budak?" batin Marvel.

Marvel tersenyum licik memikirkan sesuatu, dan Kenzo yang ada di depan merasa jika tuannya sudah punya rencana yang lainnya untuk gadis itu.

"Apa yang tuan rencanakan? Kenapa dia malah tersenyum seperti itu?" batin Kenzo.

Marvel yang merasa di perhatikan Kenzo berdeham, lalu menyuruh Kenzo segera melajukan mobilnya untuk segera pergi dari sana.

"Kenzo, pergi ke kantor catatan sipil!"

Ckit.....

Duk....

"A-apa tuan?"

to be continued

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 45

    Beberapa jam berlalu, dan benar apa yang dipikirkan oleh Kenzo. Marvel menghubunginya untuk menyiapkan makanan juga pakaian baru untuk Lucia. Di kamar pribadinya, Marvel masih terus menatap wajah Lucia yang terlelap karena ulahnya. Dia mengusap lembut pipi Lucia yang ternyata lebih berisi dari pada enam bulan yang lalu. Lucia yang mulai terusik karena ulah Marvel pun membuka matanya. "Kenapa melihat ku seperti itu?" tanya Lucia dengan suara seraknya. Marvel tersenyum tipis lalu kembali memeluk tubuh Lucia yang masih belum mengenakan apapun. "Kenapa pulang tak bilang padaku? Kau tahu, jantungku tak karuan ketika melihat mu ada di depan ku." Lucia yang semula masih mengantuk seketika membuka matanya lebar. Dia menatap Marvel dengan tatapan penuh kasih sama seperti dulu. "Aku hanya ingin memberi mu kejutan, tapi malah kembali aku yang terkejut. Harusnya aku pulang masih Minggu depan. Tapi entah kenapa perasaanku pun tak tenang. Jadi ketika Daddy bilang ingin kembali

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 44

    Marvel tak memberi jeda sama sekali untuk Lucia. Dia terus mencium istrinya itu dengan terus menuntut. Marvel lalu menggendong Lucia dan di bawa nya masuk ke dalam kamar pribadinya. "Marvel kau mau bawa aku kemana?" tanya Lucia panik. "Ke kamar pribadi." Lucia tak lagi bisa bertanya karena bibirnya kembali di kunci dengan lumatan milik Marvel.. Ciuman panas itu membuat hawa di sekitarnya menjadi panas meskipun AC nya sudah di nyalakan. Marvel meletakkan tubuh Lucia di atas ranjang miliknya. Napas keduanya semakin memburu ketika gairah panas di dalam tubuh mereka mulai terasa. Tangah Marvel mengusap lembut pipi Lucia yang semakin chubby. Dan entah kenapa dia menyukai nya. Lucia semakin terlihat menggemaskan saat ini. "Marvel....." panggil Lucia pelan. Tangan Marvel terus menelusuri wajah Lucia, seolah dia masih tak percaya jika Lucia nyata di depannya. Bukan sekedar bayangan halusinasinya saja.. Kembali Marvel melumat bibir Lucia yang sudah lama tak dia rasakan. Lida

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 43

    Vika gemetar ketakutan ketika Marvel bertanya kepadanya. Semua sudah jelas jika Anna memang bersalah. Vika yang bersalah karena membela orang yang salah. Bruk..... Vika berlutut di depan Marvel dan Lucia. Dia gemetaran dengan air mata yang sudah bercucuran karena takut. "Tuan maafkan aku, semua ini hanya salah paham. Harusnya aku tak membela nyonya Anna. Aku hanya merasa kasihan kepadanya karena di ceraikan. Semua itu mengingatkan ku pada kedua orang tua ku yang bercerai." Kening Lucia mengkerut lalu dia tersenyum kecil. "Kau tak perlu menceritakan kisah hidupmu disini. Karena apa yang terjadi pada mu itu bukan urusan kami, semua hidupmu adalah tanggung jawab mu dan pilihan mu sendiri. Disini banyak orang yang mempunyai masa lalu kelam, tapi mereka memilih jalannya sendiri dan tanggung jawab untuk hidupnya sendiri. Tanpa harus ikut campur urusan orang lain. Kau terlalu lancang, apa kau pikir kau akan jadi pahlawan untuk orang lain tanpa tahu masalah yang sebenarnya?"

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 42

    Wajah Anna memucat, sementara Marvel langsung melihat ke arah Lucia penuh tanda tanya. "Sayang apa maksudnya?" Marvel juga melihat ke arah Digo meminta jawaban. Digo pun tersenyum geli ke arah Marvel yang kebingungan. Benar benar surprise yang berhasil tapi mereka juga mendapatkan surprise yang luar biasa. "A-apa yang kau bicarakan? Jangan menuduhku sembarangan!" teriak Anna keras. Dia sudah menunjuk wajah Lucia dengan geram, tapi Lucia hanya tersenyum manis saat ini. "Aku tak menuduh, kebetulan berita tentang mu disana sangat heboh. Terlebih mereka menemukan suami mu meninggal dunia di dalam apartemen nya dalam keadaan yang mengenaskan." Marvel semakin tak paham dengan apa yang di katakan oleh Lucia. Dirinya masih syok dan bingung dengan semua ini. Kedatangan Anna kembali yang tiba tiba juga kembalinya Lucia di waktu yang bersamaan. "Kau bingung boy?" Marvel reflek mengangguk, Digo lalu menunjukkan sesuatu di ponselnya, dimana berita tentang kematian Alvino yan

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 41

    Marvel masih menatap wanita yang ada di depan nya dengan pandangan tak percaya. Sementara Kenzo yang baru saja kembali dari ruang HRD pun mematung di tempatnya. "Kau lupa dengan ku?" Marvel yang sudah mendapatkan kesadaran nya kembali langsung meriah tengkuk wanita itu dan menciumnya dalam. Senyum tipis terbit di sela ciuman mereka. Bahkan Marvel tak peduli dimana mereka berada saat ini. Semua karyawan Marvel menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang bos mereka lakukan. "Nyonya muda." Kairo membuat semua orang sadar siapa perempuan yang saat ini sedang dicium oleh Marvel. Istri tuan mereka yang sudah lama tak terlihat dan hari ini tiba tiba datang ke kantor itu dengan penampilan yang berbeda. Digo yang melihat Marvel seperti orang kesetanan pun menggelengkan kepalanya. "Boy...." panggil Digo. Marvel menghentikan ciumannya, matanya yang semula tertutup terbuka kembali lalu menatap Digo dengan banyak pertanyaan. Digo terkekeh, dia lalu berjalan ke arah Marv

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 40

    Beberapa bulan berlalu semenjak Lucia pingsan, keadaannya berangsur membaik. Marvel pernah menjenguk Lucia beberapa kali tapi dia tak berani mendekat. Seperti yang di janjikan pada sang mommy jika dia tak akan mengganggu pengobatan Lucia sang istri. Hampir tiga bulan lamanya Marvel belum melihat istrinya karena perusahaannya semakin berkembang pesat. Hanya sesekali Hanabi mengabari keadaan Lucia pada Marvel. "Ken, hari ini siapa lagi yang ingin bertemu? Bukannya seharusnya jadwalku sudah selesai?" Kenzo melihat kembali beberapa jadwal milik Marvel. Dan benar saja, semua pekerjaannya sudah selesai. Tapi belum sempat Kenzo mengatakan apapun pintu ruangan Marvel terbuka dari luar. "Aku yang ingin bertemu Marvel." Dua orang itu menoleh ke sumber suara. Mata Marvel membola ketika melihat siapa yang baru saja nyelonong masuk ke dalam ruangannya. "Siapa yang ijinkan kau masuk ke ruangan ku? Pergi dari sini!" bentak Marvel keras. Wanita itu tersenyum ke arah Marvel, di

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status