LOGINAlaric adalah sosok yang menjadi panutan bagi semua pilot. Di usia 16 tahun, dia menyelamatkan para sandera seorang diri. Pada usia 25 tahun, dia mengambil alih komando Pangkalan Penerbangan Utara. Dari puluhan ribu operasi yang dipimpinnya, dia tidak pernah melakukan kesalahan sekali pun. Dalam dunianya, tidak ada istilah "kompromi demi perasaan", yang ada hanyalah "tanggung jawab". Hazel menghabiskan waktu lima tahun untuk mengatasi fobia ketinggiannya. Dia memanjat tebing setinggi seratus meter dengan tangan kosong dan berjalan di atas kabel baja yang membentang di antara dua sisi samudra demi mengalahkan rasa takut itu. Dia berhasil masuk akademi penerbangan, lulus sebagai peringkat pertama, lalu bergabung dengan Pangkalan Penerbangan Utara. Jika berhasil melewati evaluasi selama lima tahun berikutnya, dia akan menjadi pilot elite dan satu-satunya partner Alaric. Namun, tiga misi yang dijalaninya selama lima tahun itu selalu berakhir tragis. Dalam misi pertama, dia mengalami pendarahan hebat dari mata, telinga, hidung, dan mulutnya. Dalam misi kedua, seluruh keluarganya tewas mengenaskan akibat aksi balas dendam. Dalam misi ketiga, dia mengalami patah tulang remuk. Semua kejadian itu ternyata disengaja. Hazel akhirnya menemukan dalang di balik semuanya. Namun, dia malah mendengar Alaric berkata, "Nessa tahu aku bakal menikah sama Hazel dan dia nggak bisa menerima kenyataan. Karena itu, aku sengaja menutupi semuanya. Nggak perlu menghancurkan seluruh hidup Nessa hanya gara-gara masalah kecil begini." Hazel tersenyum. Lalu, dia meninggalkan tiga hal yang membuat Alaric menyesal seumur hidup.
View MoreKetakutan, kecemasan, dan ... cinta yang begitu dalam.Dia mengira dirinya masih punya kesempatan. Dia mengira, asalkan dia tidak melepaskan Hazel, asalkan dia mengikat Hazel di sisinya, terus berada di samping Hazel, suatu saat dia pasti bisa menghangatkan kembali hati wanita itu.Namun, ketika Hazel tanpa ragu melepaskan diri dari ikatannya, ketika dia melompat ke tengah angin yang mengamuk, barulah Alaric benar-benar menyadari bahwa dia telah kehilangan Hazel.Apa pun yang dia lakukan setelah ini, sekeras apa pun dia memohon atau bertindak gila, tatapan Hazel tidak akan pernah berhenti untuknya walau sedetik.Semua perasaan Hazel terhadapnya kini hanya menyisakan kebencian. Semua itu adalah akibat yang dia ciptakan dengan tangannya sendiri, sesuatu yang tidak akan pernah bisa diperbaiki lagi.Sesuatu yang hangat tiba-tiba mengalir dari sudut matanya. Ternyata, beginilah rasanya ketika hati benar-benar mati.Dari belakang, terdengar langkah kaki yang tergesa-gesa. Alaric tidak menole
Dia langsung menoleh ke arah Hazel di sampingnya. Wajah Hazel pucat, bibirnya terkatup rapat, dan matanya hanya dipenuhi ketakutan.Benar juga, badai petir ....Badai petir yang pernah membuatnya mengalami pendarahan dari tujuh lubang tubuhnya dan menyebabkan pesawat tempurnya hancur ....Tepat saat pikirannya terguncang hebat, di antara awan tebal di depan, seberkas petir merobek kegelapan dan memelesat lurus ke arah mereka!"Awas!" teriak Hazel.Dalam sekejap, pesawat tempur Lucas memelesat dari samping dengan sudut yang nyaris mustahil, memaksa masuk tepat di antara pesawat tempur hitam dan sambaran petir itu.Duar! Suara gemuruh yang memekakkan telinga disertai cahaya putih yang menyilaukan. Pandangan Hazel seketika kabur oleh air mata.Karena dia melihat pesawat tempur Lucas terkena sambaran petir secara langsung. Pesawat itu kehilangan kendali, berputar-putar, lalu jatuh dengan cepat menuju hutan pegunungan yang gelap di bawah."Jangan!" Pada saat itu, jantung Hazel seakan berhen
"Tanpamu, aku nggak bisa kembali." Suaranya terdengar serak. "Hazel, aku benar-benar mencintaimu. Hari-hari tanpamu nggak ada artinya bagiku ...."Cinta? Hazel menatap ekspresi Alaric yang penuh kepedihan. Baginya, semua ini terasa konyol dan menggelikan. Cinta yang datang terlambat tidak ada bedanya dengan sampah."Kita masih punya masa depan." Alaric berusaha berpegangan pada harapan terakhirnya dan buru-buru berkata, "Aku tahu kita kehilangan seorang anak, tapi kita masih bisa punya anak lagi, bahkan punya banyak! Aku akan jadi ayah yang baik. Kita akan punya keluarga ....""Cukup!" Hazel tiba-tiba berdiri."Kamu nggak berhak menyebutnya. Kamu adalah salah satu orang yang membunuhnya." Dia mengucapkannya kata demi kata dengan tegas. "Soal keluarga, tentu saja aku ingin punya keluarga. Tapi bukan denganmu."Setelah berkata demikian, dia tak lagi melirik Alaric dan berbalik pergi dengan langkah cepat.Alaric terpaku di tempat, hanya mampu melihat Hazel membuka pintu dan berjalan menuj
Hazel menatap pria di hadapannya yang sudah begitu mengenaskan, lalu menarik sudut bibirnya membentuk senyuman dingin."Aku nggak memaafkanmu karena kamu nggak pantas mendapatkannya." Suaranya tidak keras, tetapi terdengar sangat jelas."Sedangkan soal kehidupan asmaraku, itu sudah nggak ada hubungannya denganmu. Kamu nggak berhak mempertanyakan siapa pun di sini.""Nggak ada hubungannya denganku?" Seolah kalimat itu menusuk tepat ke jantungnya, Alaric hendak melangkah maju. Namun, dia lupa dengan lukanya sendiri hingga tubuhnya kehilangan keseimbangan dan terjerembap ke lantai.Namun, dia hanya berusaha mengangkat kepala dan terus menatap Hazel."Hazel, lihat aku! Lihat aku! Kita pernah tunangan, kita pernah punya anak! Mana mungkin kamu bisa begitu saja melupakanku dan bersama orang lain ....""Diam!" Suara Hazel seketika mendingin. "Kamu nggak berhak menyebut anak itu."Lucas meminta seseorang membantu Alaric berdiri. Sikapnya terlihat sopan, tetapi sebenarnya dia sedang mengusirnya












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.