Short
Jebakan Lembut

Jebakan Lembut

By:  DeliaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Saat hamil 28 minggu, aku baru mengetahui bahwa suamiku, Reno Dewangga, menikahi aku hanya untuk menggantikan pujaan hatinya menanggung sakitnya melahirkan. Di balik sikapnya yang lembut dan penuh perhatian, tersembunyi tipu daya yang dirancang dengan cermat. Ketika aku memutuskan untuk bercerai dan pindah ke luar negeri, pujaan hatinya menyebabkan aku keguguran. Setelah kehilangan anakku, aku pergi jauh ke negeri asing, tapi Reno justru mulai mengejarku tanpa henti. Dia berlutut di atas salju memohon maaf, tanpa menyadari bahwa aku telah menyiapkan jebakan yang tak terelakkan. Kali ini, aku akan membuat dia dan pujaan hatinya membayar harga yang setimpal, serta menuntut keadilan untuk anakku.

View More

Chapter 1

Bab 1

Awalnya, aku mengira menikah dengan Reno adalah hal paling beruntung dalam hidupku. Bahkan sampai aku rela melepaskan kesempatan untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

Dia lembut dan penuh perhatian. Selama kehamilan, dia bahkan tidak membiarkanku memakai kaus kaki sendiri.

Hingga saat minggu ke-28 kehamilan, aku menemuinya sambil membawa hasil pemeriksaan kehamilan dengan penuh kegembiraan.

Namun, di luar ruang kerjanya, aku mendengar teman masa kecilnya mengolok-olok.

"Reno, Laura sebentar lagi pulang dari luar negeri. Kamu masih mau lanjut dengan babi betina penerus keturunan itu?"

Dia menjawab dengan santai.

"Aku pura-pura dulu sampai dia melahirkan, lalu cerai."

Teman masa kecilnya bersiul.

"Kamu memang hebat, bisa sesabar itu. Di kalangan kita, yang paling lama pun cuma sampai trimester kedua."

Dia mencibir.

"Aku ingin memastikan semuanya berjalan lancar. Aku nggak tega kalau Laura menderita."

Aku tidak langsung masuk untuk menanyai mereka, melainkan berbalik diam-diam, lalu mulai menyiapkan berkas-berkas untuk studi luar negeri.

....

Aku berdiri di luar ruang kerja, masih menggenggam hasil USG yang baru saja dicetak.

Bentuk bayi itu terlihat jelas. Tangan mungil, kaki mungil, seperti benih yang baru saja berkecambah.

"Rara", itulah nama panggilan yang diberikan Reno kepada anak itu. Saat memberikan nama itu, Reno berkata bahwa dia berharap anak itu bisa tumbuh bahagia dan selalu dikelilingi kasih sayang.

Saat ini, nama yang telah dilekatkan dengan doa itu terasa sangat menyakitkan.

Aku mencengkeram kertas itu dengan erat, kuku-kukuku menggores nama "Rara" yang ditulis tangan di atasnya.

Betapa konyolnya, saat dia memberi nama untuk anak kami, yang ada di pikirannya justru wanita lain.

Perutku tiba-tiba bergejolak, dan rasa pahit mengambang di tenggorokanku.

Secara naluriah, aku berlari ke kamar mandi di sebelah.

Berdiri di depan wastafel, aku membungkuk dan mencoba muntah beberapa kali, tapi tidak ada yang keluar.

Aku melirik lembar hasil USG yang sudah diremas-remas di sampingku. Hatiku terasa seperti dicengkeram erat.

Bentuk bayi itu masih jelas, tapi bagiku, tangan mungil dan kaki mungil itu terasa seperti pisau yang menusuk jantungku dengan keras.

Ternyata, di mata Reno, aku hanyalah "babi betina untuk meneruskan keturunan".

....

Tiba-tiba, aku mendengar langkah kaki terburu-buru di belakangku.

Tangan Reno menempel di punggungku, aroma mint bercampur bau rokok menyengat hidungku.

"Kenapa kamu muntah-muntah lagi?"

Suaranya terdengar tegang, telapak tangannya yang hangat menepuk-nepuk punggungku dengan lembut.

"Aku sudah minta Bibi masak sarang burung walet, sebentar lagi ...."

Aku tiba-tiba menghindar dari sentuhannya.

Gerakan itu terlalu mendadak, sehingga tangannya membeku di udara.

"Rara mengganggumu lagi?"

Dia berjongkok dan menyibakkan rambut di dahiku yang basah oleh keringat. Saat ujung jarinya menyentuh daun telingaku, seluruh tubuhku gemetar.

Dulu, kehangatan telapak tangannya terasa menenangkan bagiku, tetapi sekarang rasanya seperti lidah ular berbisa.

"Jangan sentuh aku."

Dengan suara serak, aku mendorongnya menjauh.

Dia terdiam sejenak, lalu tersenyum tak berdaya.

"Hormon kehamilan bikin kamu sensitif lagi? Aku ambilkan air hangat."

Aku tidak menjawab, hanya menatap tajam tato di tulang selangka-nya yang bertuliskan "Only L Y".

Itu ditato pada hari aku mengetahui kehamilanku.

Saat aku bertanya padanya, dia menjawab.

"L Y itu singkatan dari Love You, Only Love You. Seumur hidup ini, aku hanya mencintaimu."

Baru sekarang aku mengerti, L Y adalah Laura Yosephine.

"Ayo minum."

Dia mendekatkan cangkir berisi air hangat itu, menempelkan tepi cangkir ke bibirku.

Sinar matahari masuk dari luar jendela, membuat bayangan panjang di bawah bulu matanya, seperti jebakan lembut yang dipasang dengan cermat.

Ponsel Reno tiba-tiba berdering.

Dia melirik layar, alisnya sedikit berkerut.

"Angkat saja."

Aku berbisik.

"Mungkin urusan kantor."

Dia ragu sejenak, lalu berjalan ke tepi jendela untuk mengangkat telepon.

"Ya ... aku mengerti ... aku ke sana sekarang."

Setelah menutup telepon, saat dia berbalik, raut wajahnya sudah berubah menjadi lembut.

"Sayang, ada rapat mendadak di kantor. Aku nanti minta Bibi menjagamu."

Aku menatap tato di tulang selangkanya, lalu tiba-tiba tersenyum.

"Ya."

Begitu dia pergi, aku langsung mendengar suara lirih dari ujung koridor.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status