/ Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 64. Martis vs Bos Kelitih distrik lima

공유

64. Martis vs Bos Kelitih distrik lima

작가: Rendi OP
last update 게시일: 2023-02-14 12:49:34

Boom!

Ketika Martis maju ternyata Bos Kelitih itu juga maju. Mereka saling beradu tinju.

Ada suara ledakan beberapa kali ketika tinju mereka saling beradu.

Boom, boom, boom...!

"Makan ini!" teriak Bos Kelitih distrik lima.

Ia memusatkan seluruh energinya pada kepalan tinju. Kemudian menghantamkannya ke tubuh Martis.

Bam!

Bruk!

Namun Martis menahan hanya dengan tangan kirinya saja.

Brak!

Bugh!

Martis mengepalkan tangannya dan membalas. Martis mengarahkan tinjunya itu ke arah wajah Bos Kelitih d
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pengendali Sistem Terkuat   1000. KIAMAT DI DIMENSI BATAS(Season 5 end)

    Gemuruh dari runtuhnya pilar-pilar batu kuno belum sepenuhnya reda saat atmosfer di dalam Dimensi Batas Kegelapan berubah menjadi medan pembantaian energi murni. Tempat yang tadinya merupakan aula takhta Kaelen kini telah kehilangan struktur fisiknya; lantai pualam hancur melenyap, menyisakan ruang hampa berujung lautan energi yang bergolak dahsyat. Kaelen—Penguasa Besar Ranah Atas—tertawa histeris di tengah amukan angin hitam. Mahkota duri keemasannya meletupkan pecahan kristal kegelapan, sementara jubah tenun bayangannya terkoyak memancarkan Aura Keabadian Kelam. "Hahaha! Luar biasa! Penggabungan roh sistem dan Esensi Tujuh Api Suci!" Kaelen merentangkan kedua tangannya. Dari balik punggungnya, delapan lengan bayangan raksasa mencuat keluar, masing-masing memegang senjata pusaka tingkat Dewa. "Kau pikir menyatu dengan roh itu cukup untuk menjatuhkanku, Martis?! Aku telah bertakhta di Ranah Atas selama sepuluh ribu tahun!" "Sepuluh ribu tahunmu..." suara Martis bergema, bergulu

  • Pengendali Sistem Terkuat   999. PELEBURAN SANG SISTEM

    "Maafkan aku, Martis..." bisik Ririn dengan nada suara yang teramat lembut. "Aku terlampau menikmati wujud manusia ini sampai-sampai aku lupa... bahwa aku bukanlah makhluk lemah yang bisa disandera oleh serangga-serangga ini." "Apa yang kau bicarakan?!" Kaelen menyipitkan matanya, merasakan ada gejolak gelombang data dan frekuensi asing yang mendadak meletup dari dalam tubuh Ririn. Martis yang berdiri kaku mendadak tertegun. Matanya membelalak saat menyadari apa yang akan dilakukan oleh Ririn. "Ririn, jangan—!" "Terima kasih telah membawaku melihat dunia ini dengan wujud seorang manusia, Martis," pangkas Ririn seraya tersenyum paling manis yang pernah ia ukir. "Tapi tempat terbaikku... adalah di dalam dirimu." Tring! Tring! Tring! Tring! Suara lonceng mekanis bergema nyaring secara beruntun di dalam ruang jiwa semua orang di aula tersebut. Seketika itu juga, wujud fisik Ririn mulai mengabur. Daging, darah, dan pakaian tempurnya meluruh, berubah menjadi jutaan partikel cah

  • Pengendali Sistem Terkuat   998. TARUHAN DUA JIWA

    "Martis!" jerit Ririn saat dua orang kepercayaan Kaelen—prajurit berzirah baja hitam dengan topeng tanpa wajah—muncul dari balik bayangan dan menancapkan belati beracun tepat di leher Ririn dan Estias. Segel sihir merah darah langsung menyala di kening Ririn dan Estias, mengunci aliran meridian dan wadah jiwa mereka sepenuhnya. Hanya dalam hitungan detik, dua kawan terbaik Martis telah sepenuhnya berada di bawah kendali cengkeraman mati pengawal Kaelen. Martis menghentikan langkahnya. Matanya menyipit tajam, pendaran emas di dalam pupilnya membara seketika. "Kaelen... kau menggunakan cara licik ini di hadapanku?" "Licik?" Kaelen bersandar santai di takhtanya, mengamati reaksi Martis dengan tatapan puas. "Dalam perang di tingkat tertinggi, tidak ada istilah licik, Martis. Yang ada hanyalah kemenangan. Belati di leher kawan-kawanmu dilapisi oleh Ekstrak Jiwa Hampa. Satu dorongan kecil saja dari pengawalku, maka jiwa mereka berdua akan hancur menjadi debu dan tidak akan pernah bisa

  • Pengendali Sistem Terkuat   997. LELEHAN EMAS KEMURKAAN

    Martis telah berada tepat di hadapan Draven. Ia tidak menggunakan senjata apa pun. Tangan kanan Martis yang diselimuti Api Suci Merah Keemasan menghantam langsung mata sabit hitam milik Draven. CRASHHH! Sabit Pemutus Jiwa yang legendaris itu—senjata yang baru saja merobek zirah batu Estias—hancur berkeping-keping menjadi ribuan serpihan logam tak berguna! "Senjataku?!" jerit Draven penuh horor. Belum sempat Draven melompat mundur, tangan kiri Martis melesat mencengkeram wajah Draven dengan cengkeraman besi yang membara. Api keemasan langsung membakar wajah dan helm zirah Draven, memicu jeritan histeris dari mulut sang panglima kegelapan. "AARRGGHHH! PANAS! AMPUNI AKU!" "Ampun?" Martis menatap Draven dengan mata emasnya yang dingin tanpa rasa kasihan sedikit pun. "Saat kau melukai Estias, kau sudah menyerahkan hakmu untuk bernapas di dunia ini." Martis menghantamkan tubuh Draven ke tanah dengan kekuatan yang sanggup meratakan gunung! BAMMM! BAMMM! BAMMM! Lantai pualam

  • Pengendali Sistem Terkuat   996. DARAH SANG PENJAGA

    Pintu kristal raksasa yang retak itu hancur berkeping-keping menjadi debu berkilauan saat Martis melangkah melewatinya. Di dalam Istana Astral, cahaya siang seketika lenyap, digantikan oleh kegelapan pekat yang membekukan darah. Bau amis kuno dan uap racun menyengat hidung, menempel pada pilar-pilar batu pualam yang menghitam akibat paparan energi gaib selama ribuan tahun. Di ujung aula raksasa yang membentang luas, berdiri sebuah altar batu hitam bercorak segel raksasa. Di atas altar itu, melayang sebuah pusaran energi berwarna merah darah yang berputar perlahan—Gerbang Batas Kegelapan. "Tempat ini... energinya terasa sangat menekan," bisik Ririn seraya merapatkan diri di samping Martis. Cahaya hijau zamrud dari energi penyembuhnya berpendar tipis di sekeliling tubuhnya untuk menghalau hawa beracun yang merayap. Estias melangkah maju, membentangkan dadanya yang tegap sambil mengayunkan tinjunya hingga udara berderum. "Jangan khawatir, Ririn. Selama aku ada di sini, tidak akan a

  • Pengendali Sistem Terkuat   995. SERBUAN KE ISTANA ASTRAL(2)

    Ririn menghela napas panjang, menatap Martis dengan tatapan pasrah. "Haruskah aku membawa Estias terbang menggunakan selendang energiku?" "Jangan!" potong Estias cepat dengan wajah agak pucat. "Selendang tipismu itu kalau menahan bebanku pasti langsung robek. Aku tidak mau mati konyol hanya karena jatuh dari langit!" Martis mendengus geli. "Tenang saja. Aku punya cara yang lebih cepat. Dan kau, Estias... kau akan menjadi peluru kita." sepuluh menit kemudian, mereka bertiga sudah berdiri di atap Kedai Bintang Perak. Martis memejamkan mata, memanggil esensi Api Suci Merah Keemasan dan Api Suci Biru Lautan. Kedua energi yang bertolak belakang itu mengalir ke telapak tangannya, membentuk sebuah piringan api raksasa menyerupai meriam peluncur gaib. "Tunggu, Martis! Jangan bilang kau mau..." Estias menatap piringan api di bawah kakinya dengan mata membelalak horor. "Pegang erat-erat, Estias," ujar Martis seraya merengkuh pinggang Ririn dengan tangan kirinya. "Ini akan sedikit berg

  • Pengendali Sistem Terkuat   28. Mulai bergerak

    Akhirnya pengintai yang berhasil Martis tangkap langsung dibawa oleh Odele untuk diinterogasi.Namun nampaknya, kali ini orang itu benar-benar mengunci mulutnya dengan rapat. Setiap kali diancam dan bahkan dipukuli, orang itu hanya menyeringai. Dan lagi, ia seperti tidak merasakan sakit sedikitpun.Od

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Pengendali Sistem Terkuat   30. Lawan tambahan

    Martis memukuli Marco tanpa henti. Tiap pukulan itu kini mulai terasa berat bagi Marco."Ada apa dengan Anak ini? Sial! Kenapa kekuatannya sangat terasa berbeda?" gumam Marco.Tapi Marco masih sanggup menangkis dan menahan semua pukulan Martis. Martis belum berhasil melukai Marco."Boost!" gumam Martis

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Pengendali Sistem Terkuat   17. Bekerja sama

    Martis memukuli wajah Anton sampai wajah Anton menjadi babak belur.Beberapa menit kemudian Martis berhenti untuk menarik nafas sejenak.Ternyata Anton belum juga kalah. Anton masih bisa bangkit. Namun sayangnya, Martis tidak membiarkan Anton untuk memulihkan dirinya. Martis takut kalau Anton mengguna

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Pengendali Sistem Terkuat   16. Serangan bertubi-tubi

    Kali ini Martis terlihat agak kesulitan mengindari serangan dari Anton.Nampaknya kekuatan elemen api Anton berbeda dari kekuatan elemen api yang biasanya. Bagaimana tidak? Martis sudah mencoba elemen tanah dan elemen besi untuk menghalau kekuatan api Anton. Akan tetapi, hasilnya tetap sama saja. Api

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status