Share

Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api
Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api
Auteur: Safira

Bab 1

Auteur: Safira
Setelah mendaftarkan pernikahan selama lima tahun, suamiku yang seorang pemadam kebakaran selalu berkata dia tidak punya waktu untuk menggelar acara pernikahan. Akan tetapi, sekarang tiba-tiba dia mengatakan ada waktu.

Namun pada hari upacara, aku sama sekali tidak bisa menghubunginya. Sampai akhirnya aku melihat sebuah video di grup keluarga ....

Seorang adik junior perempuan menggandeng lengannya dan menerima langsung medali "Pahlawan Pemadam Kebakaran" yang dianugerahkan oleh wali kota.

Grup keluarga pun dipenuhi rasa iri.

[ Pasangan Kapten Daniel memang cantik, nggak seperti istriku yang cuma bisa mengurus rumah sampai wajahnya kusam. ]

[ Iya, anggun dan tenang sekali. Pasti istri yang bijak di balik kesuksesan Kapten Daniel. ]

Dengan tangan kasar yang gemetar, aku hendak berkata bahwa akulah istri Daniel. Namun, tiba-tiba terdengar dentuman keras. Terjadi ledakan gas di dapur.

Sambil menahan rasa sakit seperti dipanggang suhu tinggi, aku meneleponnya untuk meminta tolong.

Telepon itu malah direspons dengan nada tidak sabar, "Ribut apa sih? Aku bilang mau mengadakan pernikahan cuma supaya kamu nggak datang bikin drama."

"Ayah Rania gugur demi menyelamatkanku. Aku membiarkannya menerima penghargaan sebagai istriku, itu nggak berlebihan, 'kan?"

....

Aku tertegun sejenak. Lalu, telepon itu diputus tanpa ragu. Saat kutelepon lagi, ponselnya sudah tidak aktif.

Sebulan kemudian, adik junior itu mengalami luka bakar.

Untuk keperluan cangkok kulitnya, Daniel akhirnya teringat padaku. "Sudah perang dingin selama ini, memang ada gunanya?"

"Aku beri kamu waktu setengah jam untuk muncul. Kalau Rania sampai meninggalkan bekas luka, aku akan cerai denganmu dan kita hitung semuanya masing-masing!"

Perhitungan yang dimaksud adalah semua pengorbanan dalam pernikahan akan diberi harga yang jelas. Sementara ... aku adalah ibu rumah tangga yang tidak punya apa-apa. Dia yakin aku pasti akan datang. Namun dia tidak tahu, aku dan anak di dalam kandunganku sudah lama terkubur dalam lautan api.

Saat baru meninggalkan rumah pernikahan, aku masih belum terbiasa. Pernah ada arwah yang berkata, jika orang yang kucintai merindukanku, aku bisa meninggalkan tempat kematian ini. Namun setelah sebulan berlalu, aku bahkan tak bisa melangkah keluar pintu.

Semata-mata karena suamiku tak pernah memikirkanku. Sekarang, satu-satunya alasan dia mencariku pun hanyalah untuk mencangkok kulit bagi Rania.

Aku tersenyum getir. Masuk akal juga. Saat aku hidup saja dia tidak peduli. Apalagi, sekarang sudah meninggal.

Daniel sedang mensterilkan luka Rania. Di matanya ada rasa sayang yang belum pernah kulihat sebelumnya.

Ponselnya berdering. Dia refleks mengira itu aku, lalu menyeringai meremehkan. Ternyata panggilan tugas dari kantor.

"Wakil komandan itu cuma pajangan, ya? Sudah kubilang, Rania terluka bakar, aku harus menemaninya di rumah sakit. Soal penilaian dan promosi itu nggak penting. Demi Rania, aku rela menyerahkan kesempatan ini pada orang lain."

Panggilan itu berakhir dalam sepuluh detik.

Mataku terasa perih dan dadaku sesak. Ternyata bukan dia tidak punya waktu untuk menemaniku. Dia hanya tidak ingin. Atau mungkin, satu-satunya orang yang membuatnya mau melanggar prinsip hanyalah adik junior kesayangannya.

Rania mengerucutkan bibir mungilnya yang kemerahan. Wajahnya masih menyimpan kecantikan yang belum tersentuh asap dapur. "Kak Daniel, jangan-jangan Kak Meisy sengaja bersembunyi karena nggak mau memberikan kulitnya untukku?"

"Nggak apa-apa. Kalau aku nanti nggak bisa menikah, aku akan tinggal selamanya di markas pemadam, jaga gerbang saja."

Setelah mendengar ucapannya, sorot mata Daniel menjadi semakin kejam. Untuk pertama kalinya, dia yang meneleponku lebih dulu.

Namun di seberang sana, tak pernah ada yang mengangkat. Dalam kepanikan, dia menelepon sahabatku.

Sahabatku memakinya habis-habisan, "Daniel! Waktu Meisy terbakar hidup-hidup, kamu ada di mana? Apa kamu tahu? Dia baru saja mengandung anakmu!"

Daniel mendengus mengejek, lalu langsung memesan perceraian lewat ponselnya. "Kalian bersekongkol menipuku, ya? Aku ini kapten pemadam kebakaran. Kalau ada kebakaran, apa mungkin aku nggak tahu? Sampaikan ke dia, kalau masih mau lanjut perang dingin, aku akan menceraikannya!"

Cerai ....

Padahal detak jantungku sudah lama berhenti, dadaku tetap terasa sakit hingga sesak. Aku menatap tubuhku yang setengah transparan dan tersenyum pilu.

'Daniel, oh Daniel. Nggak perlu cerai. Sejak sebulan lalu, kamu sudah bebas.'

Sahabatku memakinya sebagai binatang. Siapa sangka dia malah semakin kejam. "Aku binatang? Oke! Sampaikan juga ke dia, kalau dia masih nggak mau mengaku salah, aku akan mengusir ibu cacat mentalnya dari panti jompo dan membiarkannya hidup gelandangan di jalan!"

Begitu selesai bicara, dia langsung memutuskan sambungan.

Di sisi lain telepon, sahabatku menangis tersedu-sedu. "Ibu? Ibu apa lagi .... Ibu bodohnya itu ... sudah lama meninggal. Saat dia pergi mencarimu untuk minta tolong, dia tertabrak mobil dan tewas di tempat ...."

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 9

    "Halo, saya Daniel. Ibu Meisy masih di panti jompo, 'kan?""Tolong jaga dia. Nanti saya akan menjemput."Menjaga ibuku adalah satu-satunya cara penebusan yang bisa Daniel pikirkan.Namun, ucapan perawat berikutnya membuat hatinya benar-benar hancur. "Saya sudah bilang terakhir kali, Bu Winona sudah tidak ada.""Pergi ... pergi ke mana?""Aduh, meninggal karena kecelakaan. Tepat di depan markas pemadam kebakaran. Kapten Daniel, Anda tidak tahu?"Ponsel itu terlepas dari tangannya. Daniel menatap kosong ke depan, tidak sanggup memercayai semua ini nyata.Sahabatku akhirnya tidak bisa menahan diri. Dia menerjang dan menampar Daniel dengan keras. "Daniel, kamu ini binatang! Ibu Meisy hanya punya kecerdasan setara anak tujuh tahun. Dia nggak mengerti apa-apa, tapi dia tahu harus menyelamatkan Meisy! Dia masih mengira kamu akan menyelamatkan Meisy. Sampai napas terakhirnya di genangan darah, dia masih memanggil namamu!"Dadaku terasa seperti diremas kuat. Aku ingin sekali pergi mencari ibuku

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 8

    Ucapan itu bagai petir di siang bolong. Daniel mendadak membelalakkan mata, sama sekali tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.Meisy meninggal? Bagaimana mungkin?"Nggak mungkin! Hari itu aku sama sekali nggak menerima satu pun laporan kebakaran! Meisy nggak mungkin mati!"Wakil komandan tertawa sinis terhadap atasannya sendiri. "Benar. Kamu memang nggak menerima laporan itu. Tapi adik junior kesayanganmu yang menerimanya.""Seandainya dia sedikit saja lebih cepat. Seandainya saja dia kasih tahu kami ...." Seolah teringat sesuatu yang mengerikan, wakil komandan mengepalkan tinjunya dengan penuh rasa sakit.Aku menatap mereka, lalu menurunkan pandangan.Benar. Sedikit saja lebih cepat, mungkin aku masih bisa diselamatkan. Namun, beberapa menit yang sengaja ditunda itulah yang membuatku mati tercekik di tengah asap pekat."Dia sangat ingin hidup. Dengan tubuh yang sudah melepuh, dia merangkak sampai ke pintu. Tapi pada akhirnya tetap nggak bisa keluar.""Nggak ada orang yan

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 7

    Suasana hati orang-orang di bawah panggung ikut naik turun. Melihat angka-angka di layar, mereka akhirnya terdiam dan mengakui perhitungan itu.Sahabatku mencibir dingin beberapa kali, lalu terus mendesak, "Kapten Daniel. Aku masih ingat, dulu waktu mendaftarkan pernikahan, kamu bilang akan mencintainya seumur hidup.""Jadi menurutmu, memberi dia cuma dua juta sebulan dan membiarkannya hidup sesulit itu disebut cinta? Lihat baik-baik. Apa hitungan utangmu sama dia sudah benar!"Daniel mengangkat kepala dengan wajah panik. Benar saja, angka di layar masih kurang lebih dari 400 juta untuk mencapai empat miliar sebelumnya.Dia tiba-tiba teringat sesuatu. Bibirnya mulai bergetar. "Nggak mungkin ... nggak mungkin ....""Kamu masih ingat nggak angka itu?"Air mata sahabatku akhirnya jatuh. Matanya memerah saat mengingat kepedihanku. "Itu biaya kuliahmu selama tiga tahun. Semua itu dia kumpulkan sedikit demi sedikit! Demi mengumpulkan uang untukmu, dalam setengah tahun berat badannya turun tu

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 6

    Orang-orang yang menonton dari bawah panggung mulai menggerutu, "Itu semua memang kewajiban perempuan yang sudah menikah. Kenapa harus dihitung dengan uang? Laki-laki cari nafkah di luar, perempuan urus rumah. Bukankah itu sudah seharusnya?"Petugas bagian perhitungan dari kantor catatan sipil tersenyum dan bertanya dengan tenang, "Kalau menyewa pembantu rumah tangga, perlu bayar nggak?"Dari bawah terdengar jawaban, "Perlu.""Kalau menyewa petugas kebersihan, perlu bayar nggak?""Perlu juga.""Kalau menyewa perawat, perlu bayar nggak?""Ya, tetap perlu!"Petugas itu melanjutkan dengan nada tetap sopan, "Kalau kalian mengakui semua itu perlu dibayar, berarti pekerjaan tersebut memang bernilai. Lalu kenapa setelah menikah, nilai seorang perempuan, khususnya ibu rumah tangga penuh waktu, malah kalian anggap nggak ada?"Suasana di lokasi mendadak sunyi.Namun, samar-samar masih terdengar isak tangis tertahan. Entah berasal dari sudut mana dan entah dari siapa. Mungkin, itu datang dari set

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 5

    "Mana mungkin! Bagaimana aku bisa berutang uang sebanyak itu pada Meisy! Dia cuma ibu rumah tangga!""Di mana dia? Kenapa malah kamu yang naik menggantikannya! Ini jelas nggak adil!"Daniel menatap angka dua miliar itu dengan wajah tak percaya. Tak lama kemudian, angka itu menurun menjadi nol, lalu terus jatuh hingga berubah menjadi angka negatif. Sementara itu, angka negatif di atas kepala sahabatku malah perlahan naik, bahkan melonjak sampai empat miliar.Kerumunan penonton ikut ricuh. Mereka berteriak bahwa sahabatku naik menggantikanku, jelas-jelas itu kecurangan.Rania bahkan memungut botol air mineral dari lantai dan melemparkannya ke arah sahabatku. "Sistem sampah apa ini. Ternyata cuma alat buat mempermainkan orang. Suruh Meisy keluar dan bayar utangnya!""Iya, bayar! Bayar!" Orang-orang di sekitar ikut menyahut.Botol itu melesat lurus ke arah sahabatku. Aku refleks berdiri di depannya, tetapi hanya bisa menatap kosong saat botol itu menembus tubuhku.Untungnya, Wakil Komandan

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 4

    Setelah bermesraan dengan sengit, Rania kelelahan dan tertidur. Entah kenapa, Daniel tiba-tiba teringat padaku, istri yang menemaninya sejak masa sulit.Dia pelan-pelan mengambil ponsel dan membuka daftar kontak satu per satu. Saat menemukan kontak dengan tanda tangan "Mencintai Daniel Selamanya", dia pun menghela napas lega, lalu bersikap seolah berbaik hati mengirim pesan kepadaku.[ Sudah, jangan drama. Aku nggak akan benar-benar menagih uang darimu, cukup kembali dan berikan kulitmu untuk Rania. Dia masih gadis muda. Kalau sampai ada bekas luka, gimana nanti dia menikah? Cepat kembali, aku menunggumu di rumah sakit. ]Namun, layar ponsel mati dan menyala bergantian, tetap saja tak ada balasan dariku. Dengan kesal, dia mencium pipi Rania seolah melampiaskan emosi.Aku memaksakan senyum tipis. Di satu sisi terasa menyedihkan, di sisi lain justru terasa melegakan.Menyedihkan karena aku yang dulu bodoh, benar-benar akan melonjak kegirangan menerima pesan seperti itu. Tak akan pernah t

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status