Teilen

Bab 4

Wendy
Suara cetakan kecil ‘klik!’ bergema di dalam ruang mobil.

Mona langsung memutar kepalanya, menatapku seperti kelinci yang ketakutan dengan suara gemetar.

“Kamu… kamu mau apain? David bakal balik sebentar lagi!”

“Mau apain?”

Aku langsung melompati konsol tengah dan bagaikan serigala kelaparan, menekan tubuhnya ke kursi dengan kasar.

“Aku sudah mengajarimu sepanjang jalan tadi, bukannya seharusnya kakak ipar bayar uang lesnya?”

Aku mencengkeram dagunya dengan satu tangan, memaksanya untuk mendongak.

Dada Mona bergerak semakin kencang, menatapku dengan tatapan yang kasihan.

“Kumohon… lepaskan aku….”

“Pria nggak berguna seperti David, biasanya minum jamu atau obat kuat sebanyak apapun tetap nggak ada gunanya, ‘kan? Lihat betapa kelaparannya dirimu, baru disentuh sedikit saja cairannya sudah keluar begitu banyak….”

“Diam! Jangan bicara lagi….”

Mona memejamkan matanya dalam keputusasaan. Kedua tangannya mendorong dadaku dengan lemah, tapi tenaga sekecil itu bagiku seperti godaan yang manja.

“Kalau dia nggak bisa memuaskanmu, biar diriku saja yang memuaskanmu.”

Aku tak memberinya kesempatan sedikitpun untuk melawan. Tangan kiriku langsung meraih tuas di bawah kursi kemudi, lalu menariknya dengan cepat!

Bunyi ‘klik’ terdengar dan sandaran kursi kemudi langsung merebah ke belakang.

Mona reflek menjerit pelan, kini tubuhnya terbaring telentang tanpa pertahanan di atas kursi.

Di dalam ruang mobil yang sempit, hawa dingin AC bertiup kencang, tapi tetap tak sanggup meredam hawa panas yang mendadak memuncak.

Di luar jendela, matahari musim panas membakar terik dan gersang. Sementara di dalam mobil yang terlapisi kaca film gelap, suasananya berubah seperti penjara yang tertutup rapat.

Aku mengambil satu langkah melangkahi dirinya dan mendudukinya.

Mona memejamkan mata erat-erat, bulu matanya yang lentik bergetar hebat.

Wajah yang biasanya selalu tampak anggun dan penuh kendali diri itu, kini telah sepenuhnya diselimuti rona merah gairah. Bibirnya agak terbuka, menghembuskan napas halus yang terengah-engah.

Satu tanganku menerobos masuk dengan paksa di antara kedua pahanya, sementara tangan yang lain mencengkeram pinggang rampingnya dengan dominan, lalu menyingkap gaunnya tanpa ragu.

Kain yang tadi sempat kubuka tadi, kini menggantung pasrah di pangkal pahanya.

Aku menjentikkan kain yang sudah basah itu, lalu menempelkan benda milikku yang sudah menegang sepenuhnya, menggesekkannya dari balik baju ke area paling tersembunyi yang sudah membasah.

“Ja… jangan… David… David bakal balik sebentar lagi….”

Meski mulutnya berkata demikian, tenaga Mona saat mendorongku malah semakin melemah.

Bahkan dalam ketegangan yang luar biasa, dia tanpa sadar agak melengkungkan pinggangnya, seolah tubuhnya sendiri mengkhianati akal sehat dan bergerak menyambut kehangatanku.

Aku sengaja mendorong bagian bawah tubuhku semakin rapat menempel padanya. Wanita di bawahku tersentak kaget, mengeluarkan desahan yang terputus-putus akibat guncangan doronganku.

Sisi polos dan liarnya, penolakan dan hasrat yang menggelora, semuanya melebur begitu sempurna dalam diri wanita ini sekarang.

Aku pun tersenyum.

“Kak, kalau begitu suaramu harus agak pelan, ya.”

Di luar kaca jendela mobil, bayangan David mulai terlihat samar-samar di kejauhan.

Mata Mona yang sayu dibasahi gairah agak kehilangan fokus, salah satunya dengan samar memantulkan bayangan suaminya sendiri.

Namun, tubuhnya sedang dikuasai penuh oleh pria lain, gemetaran hebat dan berada tepat di ambang batas kehilangan kendali.

Dia menggigit bibirnya pelan, lalu memejamkan mata.

Pada saat yang sama, aku merasakan jarinya yang lembut dan putih mulus menempel pelan di area kami yang saling menempel erat, pelan-pelan meraba-raba dengan gemetaran, hingga akhirnya membuka gesper ikat pinggangku….

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 11

    “Siang bolong begini, siapa yang tahu apa yang sebenarnya kalian lakukan di kamar?!”Aku membuang tongkat golf itu, lalu menarik-narik dasiku dengan kesal. Amarah yang membara di dalam dada tak kunjung mereda.“Dulu, kamu juga bisa bercinta denganku di dalam mobil di depan mata David. Bisa saja kamu juga menggunakan sandiwara yang sama untuk membohongiku?!”Usai mengatakannya, aku langsung menyesal.Namun, semuanya sudah terlambat.Kalimat itu bagaikan mata pisau bedah yang paling tajam, mencabik dan mengupas tuntas borok berkedok ‘cinta sejati’ yang selama ini melapisi hubungan kami.Mona tertawa sangking marahnya. Matanya memerah saat menatapku dengan tajam, lalu membalas dengan geram,“Oh begitu?! Akhirnya kamu mengungkapkan isi hatimu juga, ya? Emangnya kamu kira aku percaya begitu saja padamu?!”Dia tiba-tiba membuka laci nakas, lalu mengambil ponsel cadanganku dan melemparkannya tepat ke dadaku.“Setiap malam, saat kamu pergi mandi, aku selalu memeriksa semua riwayat percakapan d

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 10

    Aku bersandar di sofa kulit yang lebar, membakar sebatang rokok setelah bercinta, lalu menghisapnya dalam-dalam.Di televisi sedang tayang acara yang membosankan. Dari dapur terdengar suara daging yang sedang digoreng, mendesis di atas wajan. Udara dipenuhi suasana nyaman sekaligus penuh kemewahan yang memabukkan.“Sayang, ayo makan.”Mona datang sambil membawa sepiring makanan. Dengan sangat alami, dia duduk mengangkangi pangkuanku, lalu melingkarkan lengannya di leherku.Dia memberiku ciuman penuh gairah, sementara belahan dadanya yang putih dan montok nyaris menyembul keluar dari balik kerah bajunya.Aku merangkul pinggang rampingnya dengan satu tangan, menikmati hasil kemenangan yang luar biasa ini.Sekarang, aku bukan hanya secara sah merebut istri cantik yang dulu menemani sahabat baikku setiap hari. Bahkan rumah mewah yang kami tinggali dan mobil mewah yang kami kendarai sekarang pun dibeli dari sebagian besar tabungan yang telah dikumpulkan David dengan susah payah sepanjang hi

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 9

    Melihat sosoknya yang kini telah sepenuhnya dikuasai dendam, senyuman puas pun terukir di sudut bibirku.Aku membalikkan tubuh, kembali menindihnya di bawahku, sementara jariku mengelus tulang selangkanya yang bergerak naik turun karena amarah.“Tentu saja. Aku nggak hanya akan membantumu mengambil kembali semua hakmu, tapi juga membantumu menginjak dirinya di bawah kaki.”Aku mencium bibirnya dengan kuat, menyatakan komitmenku dengan suara samar yang tertahan,“Lagipula, sekarang hanya kita berdua yang benar-benar berada di atas kapal yang sama….”….Selama satu bulan penuh berikutnya, aku dan Mona berbagi tugas dengan jelas, melangkah perlahan-lahan.David masih terus berpura-pura di luar sana menjadi sosok suami lelah yang ‘bekerja keras demi keluarga’.Dia sama sekali tak menyadari bahwa setiap bukti transfer uang, serta riwayat check in hotel dengan wanita bernama Yura yang tersinkronisasi lewat iPad tua itu, semuanya telah ditangkap layar oleh Mona dan diserahkan kepada pengacara

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 8

    “David nggak menyentuhmu akhir-akhir ini?”Aku memegang sebatang rokok. Meski sudah tahu jawabannya, aku tetap bertanya sambil memijat bahunya yang mulus.“Jangan bahas dia.”Sorot mata Mona meredup, nadanya menyelipkan sedikit kekecewaan dan kekesalan.“Dia selalu beralasan sibuk kerja dan banyak tekanan di kantor akhir-akhir ini. Tiap hari pulang langsung tidur nyenyak, bahkan nggak sempat menyentuhku… Dulu aku sempat merasa bersalah padanya, tapi sekarang malah merasa beruntung.”Sambil berbicara, dia bersandar santai, lalu mengambil iPad tua dari atas meja nakas samping.Itu adalah iPad bekas David yang diberikan padanya untuk menonton drama.Baru saja iPad itu terhubung dengan WiFi hotel, beberapa notifikasi pesan sinkronisasi Whatsapp langsung bermunculan di bagian layar.Tampaknya David menggunakan iPad ini untuk masuk ke akun Whatsappnya semalam. Dia tak hanya lupa keluar dari akunnya, tapi karena koneksi internet yang terlambat, semua riwayat percakapan hari ini langsung tersi

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 7

    Aku mendorong seluruh tubuhnya dengan kasar hingga menempel erat pada dinding yang tersambung langsung dengan kamar David.Suara benturan pelan terdengar saat punggung Mona terhempas ke dinding berlapis wallpaper dengan keras.“Jangan… jangan di sini….”Seketika, Mona membeku sangking ketakutannya. Dia reflek mencoba mendorong dadaku.“Ssstt….”Aku mengacungkan jari telunjuk di depan bibir merahnya, sementara tangan yang lain tanpa ragu meluncur masuk melalui ujung bawah gaun tidurnya, langsung menuju sasaran utama.“Kak, kepala David menempel tepat di dinding ini. Kalau kamu sampai bersuara, dia bisa mendengar semuanya dengan jelas.”Usapan jariku yang kasar memancarkan hawa panas, meremas keindahannya yang memikat itu tanpa ampun.“Hm!”Seketika, mata Mona terbelalak lebar, kedua tangannya menutup mulutnya rapat-rapat.“Tadi siang di mobil belum puas, ‘kan? Sekarang biar kubayar tuntas.”Siksaan di mobil tadi yang terhenti di tengah jalan, telah membakar gairah tubuhnya hingga ke tit

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 6

    Hembusan asap rokok yang tebal keluar dari mulutku, menutupi aroma pekat manis yang mencurigakan di dalam udara dengan sempurna.“Sepertinya kompresor AC-nya bermasalah, jadi nggak begitu dingin.”Aku memegang rokok di antara jariku, memutar kepala menatap David di tempat duduk belakang, lalu menajamkan senyuman penuh makna di sudut bibir.“Kakak ipar sampai kepanasan tadi, keringatnya keluar banyak sekali.”“Iya….”Suara Mona masih terdengar gemetaran. Dia menatap lurus ke arah kaca depan, sama sekali tak berani menoleh sedikitpun untuk melihat David.“Panas sekali… aku sampai sesak napas sangking panasnya tadi.”“Aduh, kasihan sekali istriku. Nanti kalau sudah balik ke kota, aku bakal langsung bawa ke bengkel untuk ganti AC-nya!”David menatap bagian samping wajah Mona yang merona dengan perasaan yang tidak tega, tak menaruh rasa curiga sedikitpun.Aku bersandar di kursi penumpang depan. Melalui spion tengah, aku melihat wujud David yang melayani dengan perhatian tanpa tahu apa-apa,

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status