LOGINDi dalam mobil off road yang berguncang, sahabatku, si David sedang tertidur lelap di tempat duduk belakang, dengkurannya terdengar begitu keras. Sementara diriku yang duduk di kursi penumpang depan telah melintasi konsol tengah. Tanpa merasa bersalah sedikitpun, tanganku menyelinap ke balik rok istrinya. Kakak ipar yang biasanya langsung merona hanya karena melirikku, saat ini sedang mencengkeram setir dengan sangat kuat. Seluruh tubuhnya menegang seperti busur panah yang ditarik penuh. Mengikuti guncangan mobil, aku dengan nakal mempercepat gerakanku, lalu berbisik sambil terkekeh pelan di dekat sandaran kursinya. “Fokus menyetir ya, kak. Jalanan di gunung ini bahaya sekali.” Sudut mata Mona memerah, dia menggigit bibir bawahnya erat-erat hingga jarinya memucat karena mengepal terlalu kuat. Sebuah rintihan memohon yang tertahan keluar dari tenggorokannya, tapi dia tak berani meminta tolong. Tepat saat dia hampir kudesak hingga berada di ambang kehancuran dan nyaris kehilangan kendali untuk mendesah…. David yang berada di tempat duduk belakang membuka matanya tiba-tiba, lalu menjulurkan kepalanya ke sela-sela kursi kami. “Sayang, bagaimana latihannya… eh, kok mukamu merah sekali? Emangnya panas di dalam mobil?” ….
View More“Siang bolong begini, siapa yang tahu apa yang sebenarnya kalian lakukan di kamar?!”Aku membuang tongkat golf itu, lalu menarik-narik dasiku dengan kesal. Amarah yang membara di dalam dada tak kunjung mereda.“Dulu, kamu juga bisa bercinta denganku di dalam mobil di depan mata David. Bisa saja kamu juga menggunakan sandiwara yang sama untuk membohongiku?!”Usai mengatakannya, aku langsung menyesal.Namun, semuanya sudah terlambat.Kalimat itu bagaikan mata pisau bedah yang paling tajam, mencabik dan mengupas tuntas borok berkedok ‘cinta sejati’ yang selama ini melapisi hubungan kami.Mona tertawa sangking marahnya. Matanya memerah saat menatapku dengan tajam, lalu membalas dengan geram,“Oh begitu?! Akhirnya kamu mengungkapkan isi hatimu juga, ya? Emangnya kamu kira aku percaya begitu saja padamu?!”Dia tiba-tiba membuka laci nakas, lalu mengambil ponsel cadanganku dan melemparkannya tepat ke dadaku.“Setiap malam, saat kamu pergi mandi, aku selalu memeriksa semua riwayat percakapan d
Aku bersandar di sofa kulit yang lebar, membakar sebatang rokok setelah bercinta, lalu menghisapnya dalam-dalam.Di televisi sedang tayang acara yang membosankan. Dari dapur terdengar suara daging yang sedang digoreng, mendesis di atas wajan. Udara dipenuhi suasana nyaman sekaligus penuh kemewahan yang memabukkan.“Sayang, ayo makan.”Mona datang sambil membawa sepiring makanan. Dengan sangat alami, dia duduk mengangkangi pangkuanku, lalu melingkarkan lengannya di leherku.Dia memberiku ciuman penuh gairah, sementara belahan dadanya yang putih dan montok nyaris menyembul keluar dari balik kerah bajunya.Aku merangkul pinggang rampingnya dengan satu tangan, menikmati hasil kemenangan yang luar biasa ini.Sekarang, aku bukan hanya secara sah merebut istri cantik yang dulu menemani sahabat baikku setiap hari. Bahkan rumah mewah yang kami tinggali dan mobil mewah yang kami kendarai sekarang pun dibeli dari sebagian besar tabungan yang telah dikumpulkan David dengan susah payah sepanjang hi
Melihat sosoknya yang kini telah sepenuhnya dikuasai dendam, senyuman puas pun terukir di sudut bibirku.Aku membalikkan tubuh, kembali menindihnya di bawahku, sementara jariku mengelus tulang selangkanya yang bergerak naik turun karena amarah.“Tentu saja. Aku nggak hanya akan membantumu mengambil kembali semua hakmu, tapi juga membantumu menginjak dirinya di bawah kaki.”Aku mencium bibirnya dengan kuat, menyatakan komitmenku dengan suara samar yang tertahan,“Lagipula, sekarang hanya kita berdua yang benar-benar berada di atas kapal yang sama….”….Selama satu bulan penuh berikutnya, aku dan Mona berbagi tugas dengan jelas, melangkah perlahan-lahan.David masih terus berpura-pura di luar sana menjadi sosok suami lelah yang ‘bekerja keras demi keluarga’.Dia sama sekali tak menyadari bahwa setiap bukti transfer uang, serta riwayat check in hotel dengan wanita bernama Yura yang tersinkronisasi lewat iPad tua itu, semuanya telah ditangkap layar oleh Mona dan diserahkan kepada pengacara
“David nggak menyentuhmu akhir-akhir ini?”Aku memegang sebatang rokok. Meski sudah tahu jawabannya, aku tetap bertanya sambil memijat bahunya yang mulus.“Jangan bahas dia.”Sorot mata Mona meredup, nadanya menyelipkan sedikit kekecewaan dan kekesalan.“Dia selalu beralasan sibuk kerja dan banyak tekanan di kantor akhir-akhir ini. Tiap hari pulang langsung tidur nyenyak, bahkan nggak sempat menyentuhku… Dulu aku sempat merasa bersalah padanya, tapi sekarang malah merasa beruntung.”Sambil berbicara, dia bersandar santai, lalu mengambil iPad tua dari atas meja nakas samping.Itu adalah iPad bekas David yang diberikan padanya untuk menonton drama.Baru saja iPad itu terhubung dengan WiFi hotel, beberapa notifikasi pesan sinkronisasi Whatsapp langsung bermunculan di bagian layar.Tampaknya David menggunakan iPad ini untuk masuk ke akun Whatsappnya semalam. Dia tak hanya lupa keluar dari akunnya, tapi karena koneksi internet yang terlambat, semua riwayat percakapan hari ini langsung tersi






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.