Short
Pengkhianatan Di Dalam Mobil

Pengkhianatan Di Dalam Mobil

By:  WendyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
11Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Di dalam mobil off road yang berguncang, sahabatku, si David sedang tertidur lelap di tempat duduk belakang, dengkurannya terdengar begitu keras. Sementara diriku yang duduk di kursi penumpang depan telah melintasi konsol tengah. Tanpa merasa bersalah sedikitpun, tanganku menyelinap ke balik rok istrinya. Kakak ipar yang biasanya langsung merona hanya karena melirikku, saat ini sedang mencengkeram setir dengan sangat kuat. Seluruh tubuhnya menegang seperti busur panah yang ditarik penuh. Mengikuti guncangan mobil, aku dengan nakal mempercepat gerakanku, lalu berbisik sambil terkekeh pelan di dekat sandaran kursinya. “Fokus menyetir ya, kak. Jalanan di gunung ini bahaya sekali.” Sudut mata Mona memerah, dia menggigit bibir bawahnya erat-erat hingga jarinya memucat karena mengepal terlalu kuat. Sebuah rintihan memohon yang tertahan keluar dari tenggorokannya, tapi dia tak berani meminta tolong. Tepat saat dia hampir kudesak hingga berada di ambang kehancuran dan nyaris kehilangan kendali untuk mendesah…. David yang berada di tempat duduk belakang membuka matanya tiba-tiba, lalu menjulurkan kepalanya ke sela-sela kursi kami. “Sayang, bagaimana latihannya… eh, kok mukamu merah sekali? Emangnya panas di dalam mobil?” ….

View More

Chapter 1

Bab 1

Di suatu siang di tengah musim panas, matahari yang terik membakar jalan tanah yang berkelok-kelok di pegunungan.

Mobil off road tua itu terus terguncang melewati jalanan yang berlubang, membuat suasana di dalam ruang mobil terasa pengap seperti kukusan yang tertutup rapat.

Di tempat duduk belakang, sahabatku, si David sedang tidur telentang dengan posisi yang berantakan.

Semalam dia minum terlalu banyak alkohol karena urusan pekerjaan. Sekarang dengkurannya terdengar menggelagar, bahkan guncangan mobil yang hebat sekalipun tak mampu membuat keningnya berkerut.

Aku yang duduk di kursi penumpang depan, yang bertugas sebagai pendamping, tatapanku malah tanpa sungkan terus tertuju pada orang yang duduk di kursi pengemudi di sampingku.

Sosok yang sedang menyetir itu adalah istri David, si Mona.

Biasanya di depan teman-teman, Mona selalu tampil sebagai sosok istri yang anggun, dengan gaya berpakaian yang sangat tertutup.

Namun, karena hari ini sangat panas dan sedang latihan menyetir di daerah terpencil, dia hanya memakai gaun tali berbahan sutra hitam yang sangat tipis.

Bahan pakaian yang melekat di tubuhnya itu memperlihatkan setiap lekuk tubuhnya yang padat dengan jelas.

Karena rasa tegang yang tinggi dan suhu udara yang panas di dalam mobil, lehernya yang putih mulus tampak berkeringat tipis. Beberapa helai rambutnya menempel di tulang selangka, bergerak naik turun seiring napasnya yang tak teratur, memancarkan aroma manis seperti buah persik yang matang.

Di depan sana, ada tikungan tajam yang beruntun.

“Kondisi jalan di depan kurang bagus, turunkan ke gigi dua.”

Aku bersandar santai di sandaran kursi sambil menunjuk ke arah depan.

Mona menyahut dengan agak panik, lalu mengulurkan tangan kanannya yang putih mulus untuk meraih tuas persneling.

Tepat saat tangannya baru saja menggenggam tuas tersebut, tiba-tiba aku mengulurkan tangan dan tanpa ragu langsung menangkupkan telapak tanganku di atas punggung tangannya.

Halus sekali, aku berdecak kagum dalam hati.

Seluruh tubuh Mona tersentak hebat. Dia mencoba menarik kembali tangannya, tapi tanganku mencengkeramnya dengan sangat kuat seperti tang besi.

Aku bahkan menuntun tangannya, mengelus tuas persneling itu dengan sangat lambat dan penuh isyarat sensual sebanyak dua kali, baru kemudian mendorongnya masuk ke posisi gigi yang tepat.

“Kamu… kamu lagi apain?!”

Mona merendahkan suaranya, melotot ke arahku dengan malu dan marah, hingga matanya pun memerah.

“David ada di belakang!”

Namun, semakin dia menunjukkan ekspresi menahan diri dan terhina seperti ini, malah semakin memancing hasratku untuk menaklukkannya.

Aku terkekeh acuh tak acuh, melirik David yang masih tertidur pulas seperti orang mati melalui spion tengah. Bukannya melepaskan pegangan, aku malah mencondongkan tubuhku ke arahnya.

Hembusan napas yang panas hampir saja mengenai daun telinganya.

“Kak, kok kamu seheboh ini? Aku hanya takut kamu salah masuk gigi, makanya mengajarimu langsung?”

Mulutku mengucapkan kalimat mesum dengan nada yang sok formal, sementara tanganku langsung merosot dari tuas persneling dan meraba pahanya yang sedang menegang.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status