LOGIN"Ah ... Mas, pelan-pelan, jangan sampai kedengaran Nana." Demi mencari sensasi, ibu dan ayah tiriku nekat bercinta di ruang tamu. Pak! Pak! Pak! Bunyi hantaman kulit yang makin intens terus terngiang di kepalaku, membuatku secara refleks menjepit bantal dengan kedua paha. Suara dari luar ruangan itu terdengar makin keras, hingga bantal tidak lagi mampu memuaskan hasratku. Aku akhirnya mengeluarkan mainan kecil dari bawah bantal, lalu mulai menjelajahi tubuhku sendiri dengan sepuas hati. Aku pun tidak menyangka kalau nantinya aku benar-benar bisa mewujudkan keinginan untuk mendesah di bawah tubuh ayah tiriku sambil berseru, "Ayah, pelan-pelan ... keras banget."
View MoreSejak saat itu, suasana rumah kembali tenang seperti sedia kala.Pagi hari, sinar matahari masuk dengan lembut ke dalam kamar, membangunkanku untuk memulai hari yang baru.Ibu akan bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan sarapan bergizi buatku. Kami duduk bersama di meja makan, berbagi cerita tentang hal-hal kecil dalam hidup.Saat akhir pekan, kami akan pergi jalan-jalan ke taman, menghirup udara segar, dan menikmati keindahan alam.Kabut kelam yang dulu pernah ada perlahan sirna. Aku berhasil menemukan kembali kebahagiaan hidup. Di kampus pun, aku bisa fokus belajar, bermain bersama teman-teman dan menikmati masa muda yang indah.Seiring berjalannya waktu, aku akhirnya berhasil lulus dan masuk ke kampus impianku.Di lingkungan yang baru, aku bertemu dengan banyak teman yang satu pemikiran. Ketulusan dan semangat mereka membuatku merasakan indahnya hubungan antar manusia.Pengalaman mengerikan itu pun lambat laun menjadi masa lalu. Kejadian itu membuatku menjadi lebih kuat dan lebih
Wiu wiu wiu!Suara sirine polisi meraung-raung.Wajah ayah tiri seketika suram. Tatapan matanya memancarkan sinar bengis, benar-benar berbeda dari biasanya."Sialan, tiap kalinya kurang sedikit lagi!"Sambil mengumpat, dia buru-buru memakai celananya dan bergegas keluar.Tak disangka, karena merasa punya salah, suara sirine polisi yang kebetulan lewat saja sudah cukup membuatnya lari terbirit-birit ketakutan.Kedua kakiku terasa lemas, otakku kosong, benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Namun, hal pertama yang kulakukan adalah segera mengunci pintu kamar rapat-rapat.Aku duduk di atas ranjang dengan perasaan yang tidak karuan.Aku sadar tidak bisa hanya berdiam diri menunggu nasib. Aku harus membuat ibu tahu soal kejadian ini.Keesokan paginya, ayah tiri sudah datang ke kamarku sangat awal untuk memanggilku."Jangan pikir masalah ini selesai begitu saja. Fotomu masih ada di aku. Siang ini, datang temui aku di kantor."Dia kembali berucap dengan nada yang sangat kejam."Tidur denga
Sekitar satu jam kemudian, suara dari sebelah berangsur-angsur mereda ....Aku terpaksa menuruti permintaannya. Aku melepas bra dan celana dalam, lalu menunggu dia datang dengan hanya memakai seragam kampus tanpa pakaian dalam.Tak lama, dia melangkah masuk ke kamarku dan langsung mengunci pintu.Udara di dalam kamar seolah membeku seketika, aku bisa mendengar dengan jelas suara napas sendiri yang memburu."Nana ...."Dengan senyum palsu yang menjijikkan, dia mengeluarkan foto dari saku dan menggoyang-goyangkannya di depan mataku. "Kalau foto ini sampai dilihat ibumu, menurutmu apa yang bakal terjadi?"Gambar di foto itu bagaikan kilatan petir yang menyengat mataku. Aku tidak habis pikir, kenapa aku bisa seperti binatang yang tidak bisa mengontrol hasrat sampai terpergok dan difoto olehnya di atap.Aku berusaha keras menahan gemetar di tubuh agar tetap tenang, lalu mencoba membuat suaraku terdengar sedatar mungkin, "Kamu sebenarnya mau apa?"Dia melangkah maju mendekatiku setahap demi
Aku sampai di rumah setelah kuliah usai.Ibu sudah sibuk masak makan malam, sementara ayah tiri belum pulang karena harus mengajar mandiri malam di kampus.Aku mencoba memancing dengan bertanya, "Bu, Ibu dulu kenalan sama Om gimana ceritanya?""Waktu itu di depan gerbang kampus kamu, dia nyapa Ibu, lalu setelah beberapa kali mengobrol akhirnya kami jadi dekat," jawab ibu."Kenapa, Nana? Kamu nggak nyaman tinggal sama dia? Kalau ada apa-apa langsung kasih tahu Ibu ya. Buat Ibu, Nana tetap yang paling penting."Aku merasa lega mendengar perkataan ibu. Masalahnya sekarang adalah foto-fotoku yang dia pegang. Bagaimana cara mengambilnya kembali, bagaimana pula agar ibu tahu sifat aslinya?Aku tahu! Aku akan memasang kamera tersembunyi di kamar, merekam aksinya, lalu lapor ke polisi untuk menuntutnya!Bayangan akan kemungkinan buruk yang terjadi terasa seperti batu besar yang menghimpit dada, membuatku sesak napas.Selagi ibu tidak memperhatikan, aku melangkah pelan masuk ke kamar, mengeluar






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.