Teilen

Bab 3

Wendy
Tindakanku semakin menjadi-jadi. Setiap kali badan mobil terguncang, aku menyesuaikan dorongan tanganku, menekan dan menggoda bagian paling sensitif itu berulang kali dengan ujung jari.

“Hm… aku… aku nggak sanggup lagi….”

Napas Mona semakin memburu, dadanya bergerak naik turun dengan hebat. Gaun tali yang tipis itu hampir tak mampu menahan lekuk keindahan yang seolah ingin mendobrak keluar.

Pangkal pahanya mulai gemetaran tak terkendali. Kepolosan dan gairah yang liar bercampur aduk saat ini, terukir jelas di wajahnya.

Aku tahu dia sudah kudorong hingga ke batas ambang kehilangan kendali.

Sedikit saja aku menambah tekanan, dia pasti akan langsung mendesah nikmat, lalu terkulai lemas tanpa daya di kursi pengemudi.

Tepat saat aku bersiap menikmati momen kehancurannya….

Tiba-tiba, terdengar suara kecupan mulut dari tempat duduk belakang.

Tak lama kemudian, David yang tadinya tertidur seperti orang mati menguap lebar-lebar. Diiringi suara gesekan kursi kulit, dia malah langsung duduk tegak!

Mona bahkan belum sempat sadar dari sensasi kenikmatan dan kepanikan yang luar biasa, David yang berambut acak-acakan langsung menyelinap di antara kursi kami berdua.

“Sayang, ini jalanan macam apa, sih? Guncangannya hampir membuatku muntah….”

David mengucek matanya yang masih mengantuk, lalu pandangannya reflek tertuju pada wajah Mona. Keningnya berkerut bingung dan suaranya menggelagar di dalam ruang mobil yang sempit.

“Eh? Sayang, kok mukamu merah sekali, seperti pantat monyet? Lehermu juga penuh keringat begitu?”

“Sreeet…!”

Rasa panik yang luar biasa membuat otak Mona kosong. Dia reflek menginjak pedal rem dalam-dalam sampai mentok!

Diiringi suara decitan ban yang memekakkan telinga, mobil off road itu tersentak keras ke depan, hingga akhirnya berhenti di atas jalan berlumpur.

Memanfaatkan sentakan yang dahsyat ini, aku menarik tanganku kembali dengan sangat mulus.

David yang sama sekali tak bersiap-siap, kepalanya terhentak menabrak bagian belakang kursi penumpang depan hingga berteriak kesakitan.

“Aduh, sialan! Sayang, kamu mau membunuh suamimu sendiri?!”

“Aku… aku nggak sengaja….”

Kedua tangan Mona mencengkeram setir dengan sangat kuat, dadanya bergerak naik turun dengan kencang.

“Jalan… jalannya susah sekali. Tadi ada lubang besar, aku langsung panik. AC mobil ini rusak, ya? Panas sekali….”

David mengelus kepalanya. Sifatnya yang polos membuatnya sama sekali tak menyadari ada sesuatu yang janggal.

“Sudah kubilang jangan lewat jalan ini, kamu malah maksa mau mencoba.”

Usai bicara, dia bahkan menepuk bahuku dan berterima kasih.

“Bro, untung ada kamu yang mengawasi tadi dan mengajarinya langsung. Kalau nggak, entah apa yang bakal terjadi.”

“Santai saja, kita ini sahabat.”

Aku menajamkan sudut bibirku, membentuk senyuman penuh arti.

Kemudian, dengan sangat santai aku mengambil selembar tisu, lalu menyapu cairan mencurigakan yang membasahi ujung jariku di hadapan David.

Seketika, wajah Mona semakin merona. Dia menatapku dengan tatapan benci dan marah, tapi hanya bisa menggigit bibirnya tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Melihat ekspresinya yang marah itu, sebuah sensasi kepuasan karena telah menaklukkannya menjalar dari tulangku hingga ke ubun-ubun.

Setengah jam kemudian, akhirnya mobil keluar dari jalanan gunung dan berhenti di area istirahat pinggir jalanan yang sepi.

“Aduh, nggak tahan lagi. Tadi malam minum kebanyakan, sekarang perutku rasanya mulas sekali.”

David memegangi perutnya, lalu terburu-buru membuka pintu mobil.

“Sayang, kamu istirahat di mobil dulu, ya. Aku mau ke kamar mandi sebentar, mungkin bakal agak lama!”

Brak! Pintu mobil tertutup keras.

Begitu bayangan David menghilang di tikungan arah kamar mandi umum, aku langsung melepaskan sabuk pengamanku.

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 11

    “Siang bolong begini, siapa yang tahu apa yang sebenarnya kalian lakukan di kamar?!”Aku membuang tongkat golf itu, lalu menarik-narik dasiku dengan kesal. Amarah yang membara di dalam dada tak kunjung mereda.“Dulu, kamu juga bisa bercinta denganku di dalam mobil di depan mata David. Bisa saja kamu juga menggunakan sandiwara yang sama untuk membohongiku?!”Usai mengatakannya, aku langsung menyesal.Namun, semuanya sudah terlambat.Kalimat itu bagaikan mata pisau bedah yang paling tajam, mencabik dan mengupas tuntas borok berkedok ‘cinta sejati’ yang selama ini melapisi hubungan kami.Mona tertawa sangking marahnya. Matanya memerah saat menatapku dengan tajam, lalu membalas dengan geram,“Oh begitu?! Akhirnya kamu mengungkapkan isi hatimu juga, ya? Emangnya kamu kira aku percaya begitu saja padamu?!”Dia tiba-tiba membuka laci nakas, lalu mengambil ponsel cadanganku dan melemparkannya tepat ke dadaku.“Setiap malam, saat kamu pergi mandi, aku selalu memeriksa semua riwayat percakapan d

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 10

    Aku bersandar di sofa kulit yang lebar, membakar sebatang rokok setelah bercinta, lalu menghisapnya dalam-dalam.Di televisi sedang tayang acara yang membosankan. Dari dapur terdengar suara daging yang sedang digoreng, mendesis di atas wajan. Udara dipenuhi suasana nyaman sekaligus penuh kemewahan yang memabukkan.“Sayang, ayo makan.”Mona datang sambil membawa sepiring makanan. Dengan sangat alami, dia duduk mengangkangi pangkuanku, lalu melingkarkan lengannya di leherku.Dia memberiku ciuman penuh gairah, sementara belahan dadanya yang putih dan montok nyaris menyembul keluar dari balik kerah bajunya.Aku merangkul pinggang rampingnya dengan satu tangan, menikmati hasil kemenangan yang luar biasa ini.Sekarang, aku bukan hanya secara sah merebut istri cantik yang dulu menemani sahabat baikku setiap hari. Bahkan rumah mewah yang kami tinggali dan mobil mewah yang kami kendarai sekarang pun dibeli dari sebagian besar tabungan yang telah dikumpulkan David dengan susah payah sepanjang hi

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 9

    Melihat sosoknya yang kini telah sepenuhnya dikuasai dendam, senyuman puas pun terukir di sudut bibirku.Aku membalikkan tubuh, kembali menindihnya di bawahku, sementara jariku mengelus tulang selangkanya yang bergerak naik turun karena amarah.“Tentu saja. Aku nggak hanya akan membantumu mengambil kembali semua hakmu, tapi juga membantumu menginjak dirinya di bawah kaki.”Aku mencium bibirnya dengan kuat, menyatakan komitmenku dengan suara samar yang tertahan,“Lagipula, sekarang hanya kita berdua yang benar-benar berada di atas kapal yang sama….”….Selama satu bulan penuh berikutnya, aku dan Mona berbagi tugas dengan jelas, melangkah perlahan-lahan.David masih terus berpura-pura di luar sana menjadi sosok suami lelah yang ‘bekerja keras demi keluarga’.Dia sama sekali tak menyadari bahwa setiap bukti transfer uang, serta riwayat check in hotel dengan wanita bernama Yura yang tersinkronisasi lewat iPad tua itu, semuanya telah ditangkap layar oleh Mona dan diserahkan kepada pengacara

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 8

    “David nggak menyentuhmu akhir-akhir ini?”Aku memegang sebatang rokok. Meski sudah tahu jawabannya, aku tetap bertanya sambil memijat bahunya yang mulus.“Jangan bahas dia.”Sorot mata Mona meredup, nadanya menyelipkan sedikit kekecewaan dan kekesalan.“Dia selalu beralasan sibuk kerja dan banyak tekanan di kantor akhir-akhir ini. Tiap hari pulang langsung tidur nyenyak, bahkan nggak sempat menyentuhku… Dulu aku sempat merasa bersalah padanya, tapi sekarang malah merasa beruntung.”Sambil berbicara, dia bersandar santai, lalu mengambil iPad tua dari atas meja nakas samping.Itu adalah iPad bekas David yang diberikan padanya untuk menonton drama.Baru saja iPad itu terhubung dengan WiFi hotel, beberapa notifikasi pesan sinkronisasi Whatsapp langsung bermunculan di bagian layar.Tampaknya David menggunakan iPad ini untuk masuk ke akun Whatsappnya semalam. Dia tak hanya lupa keluar dari akunnya, tapi karena koneksi internet yang terlambat, semua riwayat percakapan hari ini langsung tersi

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 7

    Aku mendorong seluruh tubuhnya dengan kasar hingga menempel erat pada dinding yang tersambung langsung dengan kamar David.Suara benturan pelan terdengar saat punggung Mona terhempas ke dinding berlapis wallpaper dengan keras.“Jangan… jangan di sini….”Seketika, Mona membeku sangking ketakutannya. Dia reflek mencoba mendorong dadaku.“Ssstt….”Aku mengacungkan jari telunjuk di depan bibir merahnya, sementara tangan yang lain tanpa ragu meluncur masuk melalui ujung bawah gaun tidurnya, langsung menuju sasaran utama.“Kak, kepala David menempel tepat di dinding ini. Kalau kamu sampai bersuara, dia bisa mendengar semuanya dengan jelas.”Usapan jariku yang kasar memancarkan hawa panas, meremas keindahannya yang memikat itu tanpa ampun.“Hm!”Seketika, mata Mona terbelalak lebar, kedua tangannya menutup mulutnya rapat-rapat.“Tadi siang di mobil belum puas, ‘kan? Sekarang biar kubayar tuntas.”Siksaan di mobil tadi yang terhenti di tengah jalan, telah membakar gairah tubuhnya hingga ke tit

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 6

    Hembusan asap rokok yang tebal keluar dari mulutku, menutupi aroma pekat manis yang mencurigakan di dalam udara dengan sempurna.“Sepertinya kompresor AC-nya bermasalah, jadi nggak begitu dingin.”Aku memegang rokok di antara jariku, memutar kepala menatap David di tempat duduk belakang, lalu menajamkan senyuman penuh makna di sudut bibir.“Kakak ipar sampai kepanasan tadi, keringatnya keluar banyak sekali.”“Iya….”Suara Mona masih terdengar gemetaran. Dia menatap lurus ke arah kaca depan, sama sekali tak berani menoleh sedikitpun untuk melihat David.“Panas sekali… aku sampai sesak napas sangking panasnya tadi.”“Aduh, kasihan sekali istriku. Nanti kalau sudah balik ke kota, aku bakal langsung bawa ke bengkel untuk ganti AC-nya!”David menatap bagian samping wajah Mona yang merona dengan perasaan yang tidak tega, tak menaruh rasa curiga sedikitpun.Aku bersandar di kursi penumpang depan. Melalui spion tengah, aku melihat wujud David yang melayani dengan perhatian tanpa tahu apa-apa,

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status