Home / Romansa / Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku / Bab 1. Kesepakatan Neraka. 

Share

Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku
Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku
Author: Ucing Ucay

Bab 1. Kesepakatan Neraka. 

Author: Ucing Ucay
last update Last Updated: 2025-10-28 08:08:47

​Suasana di kediaman Sanjaya malam itu terasa lebih mencekam daripada biasanya. Hujan lebat yang mengguyur Jakarta seolah berusaha membasuh dosa-dosa yang sedang direncanakan di dalam sebuah ruang kerja tertutup di lantai bawah. Lia Sanjaya, dengan langkah tanpa suara, berjalan menyusuri koridor panjang yang dindingnya dihiasi foto-foto almarhum ayahnya. Ia baru saja kembali dari dapur untuk mengambil segelas air hangat ketika sayup-sayup suara Surya dan Rina tertangkap oleh indra pendengarannya. Pintu ruang kerja itu tidak tertutup rapat, menyisakan celah kecil yang membiarkan rahasia busuk mereka bocor keluar.

​"Arka Dirgantara tidak akan memberikan waktu lagi, Surya! Jika besok pagi bunga utangnya tidak masuk ke rekening Dirgantara Group, dia akan menyita rumah ini dan seluruh aset yang tersisa. Kita akan menjadi gelandangan!" Suara Rina terdengar melengking, penuh ketakutan yang egois. Tidak ada nada sedih untuk kebangkrutan keluarga, yang ada hanyalah ketakutan akan kehilangan gaya hidup mewahnya.

​Lia mematung. Arka Dirgantara. Ia mengenal nama itu. Pria yang dijuluki Sang Alpha di dunia bisnis, seorang predator tanpa belas kasih yang dikenal mampu menghancurkan sebuah kerajaan bisnis hanya dengan satu jentikan jari. Pria yang selama ini menjadi momok bagi para debitur yang gagal bayar.

​"Aku tahu! Kamu pikir aku tidak berusaha?" Suara Surya terdengar berat dan serak, bercampur dengan aroma cerutu yang tercium hingga ke luar. 

"Tapi semua bank sudah menutup pintu. Saham Sanjaya Group sudah sampah. Hanya ada satu hal yang diinginkan Arka sekarang. Dia tidak butuh uang receh dari aset-aset yang sudah membusuk ini. Dia menginginkan jaminan yang lebih ... personal."

​Lia menahan napas. Jantungnya berdegup kencang, memberikan sinyal bahaya yang nyata.

​"Maksudmu ... Lia?" tanya Bibi Rina dengan nada yang tiba-tiba berubah, seolah baru saja menemukan solusi yang brilian.

​"Dia satu-satunya aset berharga yang kita miliki sekarang," Surya menjawab dengan nada dingin yang membuat darah Lia membeku.

"Arka punya reputasi sebagai penakluk. Dia menyukai hal-hal yang murni, cerdas, dan keras kepala. Lia memenuhi semua kriteria itu. Jika kita mengirimnya malam ini ke mansion Dirgantara sebagai 'persembahan' untuk menjamin restrukturisasi utang, Arka akan memberikan kita napas tambahan. Bahkan mungkin, dia akan membatalkan penyitaan."

​"Tentu saja!" Rina menimpali dengan antusiasme yang memuakkan. "Lia yatim piatu, tidak ada yang akan mencarinya. Dia akan tinggal di mansion mewah itu, melayani Arka, dan kita tetap bisa mempertahankan status kita. Lagipula, Arka Dirgantara itu tampan dan sangat kaya. Lia seharusnya berterima kasih karena kita memberinya tiket menuju puncak kekuasaan."

​Lia tidak menunggu lebih lama lagi. Rasa mual yang muncul di perutnya berubah menjadi api kemarahan yang membakar. Ia tidak menangis. Sejak kematian ayahnya dua tahun lalu, ia telah belajar bahwa air mata tidak pernah menyelesaikan masalah, terutama saat berhadapan dengan serigala berbulu domba seperti paman dan bibinya sendiri.

​Dengan sentakan kasar, Lia menendang pintu kayu jati itu hingga terbuka lebar, membentur dinding dengan suara dentuman yang keras. Surya dan Rina tersentak, hampir terjatuh dari kursi masing-masing.

​"Berapa harga yang kalian tetapkan untuk keponakan kalian sendiri?" Suara Lia keluar dengan nada rendah namun penuh otoritas. Ia berdiri tegak, dagunya terangkat, matanya berkilat penuh penghinaan. Tidak ada jejak ketakutan di wajahnya, hanya ada keberanian yang murni dan tajam.

​Surya segera berdiri, mencoba memasang wajah wibawa yang sudah lama tanggal.

"Lia, kamu tidak seharusnya menguping pembicaraan orang tua. Ini urusan bisnis yang sangat rumit ...."

​"Bisnis?" Lia tertawa kecil, suara tawa yang kering dan menyakitkan.

"Menjual keponakan sebagai barang jaminan seksual adalah bisnis bagi kalian? Kalian sudah menghabiskan seluruh warisan yang ayahku tinggalkan untukku. Kalian memalsukan audit asuransi ibu untuk menutupi utang judi Paman. Dan sekarang, setelah tidak ada lagi uang yang bisa diperas, kalian ingin menjual tubuhku?"

​"Jaga bicaramu, Lia!" Rina berdiri, wajahnya memerah karena malu yang bercampur amarah. "Kami sudah memberikanmu tempat tinggal setelah orang tuamu meninggal. Kami memberimu makan!"

​"Kalian memberiku tempat tinggal di rumah yang sebenarnya adalah milikku! Kalian memberiku makan dari uang yang seharusnya menjadi tabungan pendidikanku!" Lia melangkah maju, masuk ke tengah ruangan. Tekanan mental yang ia berikan begitu kuat hingga Surya terpaksa mematikan cerutunya dengan tangan gemetar. 

"Aku adalah seorang guru, aku bisa hidup mandiri tanpa bantuan kalian. Malam ini juga, aku akan pergi dari sini dan kalian bisa menghadapi Arka Dirgantara sendirian. Biarkan dia membusukkan kalian di penjara karena penipuan aset."

​Lia berbalik untuk keluar, namun suara tawa Surya yang parau dan licik menghentikan langkahnya. Pria itu tidak lagi tampak takut. Ia justru bersandar di mejanya, menatap Lia dengan tatapan seorang pemenang yang sudah menyiapkan jebakan terakhir.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 8. Pertemuan Sang Alpha. 

    Lia menarik napas tajam. "Dia bilang aku aman untuk malam ini.""Di rumah ini, keamanan adalah apa yang Tuan Arka definisikan pada detik itu juga, Nona," jawab Benyamin datar sembari memberikan isyarat ke arah tangga melingkar yang menuju ke lantai atas, sayap paling privat dari mansion tersebut.Lia tidak membantah. Ia tahu bahwa dalam permainan ini, keraguan adalah kelemahan. Ia mengikuti Benyamin melewati koridor yang lebih gelap, di mana dindingnya dilapisi panel kayu ek tua yang memancarkan aroma sejarah dan kekuasaan. Detak jantung Lia berdentum di telinganya, seirama dengan langkah sepatunya di atas karpet Persia yang tebal. Ketika mereka sampai di depan pintu kayu jati ganda yang menjulang tinggi, Benyamin berhenti dan membukanya tanpa ketukan."Masuklah," perintah pria tua itu pelan.Lia melangkah masuk, dan pintu di belakangnya tertutup dengan bunyi klik yang final. Ruang kerja itu sangat luas, dengan langit-langit setinggi dua lantai dan dinding yang sepenuhnya tertutup ole

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 7. Bukan Lagi Tawanan.

    "Makanlah," kata Arka, suaranya kini sedikit lebih lembut namun tetap memiliki nada perintah yang tak terbantahkan. "Kamu akan butuh energi untuk apa yang akan terjadi selanjutnya."Lia tersenyum misterius dan mulai menikmati hidangan mewah di depannya. Di setiap suapannya, ia merasakan kekuasaan yang mulai bergeser. Ia bukan lagi tawanan. Ia adalah tamu yang berbahaya. Dan ia akan memastikan bahwa Arka Dirgantara tidak akan pernah bisa melupakan malam di mana Lia Sanjaya masuk ke dalam hidupnya dengan mengenakan gaun pemancing yang mematikan itu.Sepanjang makan malam, percakapan mereka adalah rangkaian serangan dan pertahanan verbal yang cerdik. Arka mencoba menggali masa lalu Lia, mencoba mencari titik lemahnya, namun Lia selalu berhasil membelokkan pertanyaan itu kembali kepada Arka atau menjawabnya dengan kejujuran yang justru semakin membuat Arka terpesona. Mereka bicara tentang kekuasaan, tentang pengkhianatan, dan tentang bagaimana dunia ini hanya milik mereka yang berani meng

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 6. Makan Malam. 

    Satu jam kemudian, Benyamin kembali mengetuk pintunya.Lia bangkit dari tempat tidur, merapikan gaun hitamnya yang tidak kusut sedikit pun, dan mengenakan kembali sepatunya. Ia berjalan menuju pintu dengan langkah yang lebih mantap dari sebelumnya. Saat ia melangkah keluar, ia tidak lagi melihat dirinya sebagai Lia Sanjaya sang guru TK. Ia adalah sebuah entitas baru. Seorang wanita yang lahir dari pengkhianatan dan ditempa oleh ambisi.Ia dibawa menuju ruang makan yang sangat mewah, di mana sebuah meja panjang yang bisa menampung tiga puluh orang telah disiapkan hanya untuk mereka berdua. Arka sudah duduk di ujung meja, mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, menonjolkan otot lengannya yang kuat dan jam tangan mahal yang melingkari pergelangan tangannya.Cahaya lilin di atas meja memberikan nuansa yang sangat intim sekaligus mencekam. Arka menengadah saat Lia masuk, matanya kembali menelusuri penampilannya dengan intensitas yang sama."Duduklah, Nona Sanjaya," per

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 5. Hanya Jaminan. 

    "Dengarkan aku baik-baik, Nona Sanjaya," bisik Arka, wajahnya hanya berjarak beberapa inci dari wajah Lia. Lia bisa merasakan napas hangat Arka di bibirnya. "Kamu bukan penentu cara di sini. Kamu adalah jaminan. Dan jaminan tidak memiliki hak untuk bernegosiasi. Kamu mungkin punya keberanian, dan gaun ini ... gaun ini memang melakukan tugasnya dengan sangat baik. Tapi jangan pernah berpikir sekejap pun bahwa kau memegang kendali atas apa yang akan terjadi di antara kita."Lia menatap balik ke dalam mata abu-abu Arka yang gelap. Alih-alih merasa takut oleh dominasi fisik itu, ia justru merasakan dorongan adrenalin yang luar biasa. Ia merasakan tantangan di balik kata-kata Arka. Pria ini ingin menghancurkan pertahanannya, ingin melihatnya tunduk. Dan Lia tahu, semakin ia melawan, semakin Arka akan terobsesi padanya."Kita lihat saja nanti, Tuan Arka," balas Lia pelan, hampir berupa bisikan. "Terkadang, jaminan yang paling berharga adalah jaminan yang paling sulit untuk dikuasai."Arka t

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 4. Gaun Pemancing. 

    Mereka berhenti di depan sebuah pintu ganda besar yang terbuat dari kayu jati berukir. Benyamin mengetuk perlahan, lalu membukanya."Nona Sanjaya sudah tiba, Tuan," lapor Benyamin.Lia melangkah masuk ke dalam ruangan itu sebelum dipersilakan. Ruang kerja Arka jauh lebih luas dari yang ia bayangkan. Dinding-dindingnya dipenuhi dengan rak buku setinggi langit-langit, sementara di ujung ruangan terdapat dinding kaca besar yang menghadap langsung ke arah lampu-lampu kota yang berkelap-kelip di bawah sana. Arka sedang berdiri membelakanginya, menatap ke luar jendela dengan segelas cairan berwarna amber di tangannya.Ruangan itu dipenuhi dengan aroma maskulin yang kuat—campuran antara tembakau mahal, kulit, dan aroma hutan setelah hujan. Aura kekuasaan di sini begitu pekat hingga Lia merasa seolah-olah ia sedang masuk ke dalam wilayah predator yang paling mematikan."Kamu boleh pergi, Benyamin," suara Arka terdengar rendah, berwibawa, dan dingin.Pintu di belakang Lia tertutup dengan bunyi

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 3. Meninggalkan Kediaman Sanjaya. 

    ​"Siapkan mobilnya sekarang," perintah Lia tanpa kompromi. "Aku tidak ingin menghabiskan satu detik pun lagi di rumah yang penuh dengan bau bangkai ini."​Rina bergegas keluar untuk memanggil sopir, sementara Lia berjalan menuju kamarnya dengan langkah yang mantap. Ia tidak butuh waktu lama untuk berkemas. Ia hanya membawa beberapa potong pakaian sederhana dan sebuah foto kecil orang tuanya yang ia selipkan di balik saku bajunya.***​Saat ia berdiri di depan cermin besar di kamarnya, Lia menatap bayangannya sendiri. Ia melihat seorang wanita yang baru saja membuat kesepakatan dengan iblis untuk melindungi kehormatan orang-orang yang ia cintai. Pacing hidupnya yang tenang sebagai seorang guru TK telah berakhir dalam semalam. Kini, ia sedang bertransformasi menjadi sesuatu yang lain.​"Ayah ... Ibu ... maafkan aku," bisiknya pada bayangan di cermin. "Aku akan menjaga nama kalian, meskipun aku harus kehilangan diriku sendiri di mansion itu."​Lia keluar dari kamarnya dan menuruni tangg

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status