Share

Bab 2

Author: Richy
Sekujur tubuhku terasa gatal luar biasa, dan ada hawa panas yang membara di dalam diriku.

Para pria di depanku menatap dengan pandangan kosong, berkali-kali menelan ludah mereka sendiri.

Bos di sampingku terus mendesak.

"Cepat jelaskan fiturnya! Ayo bicara!"

Aku sudah hampir meleleh karena rangsangan ini, mana mungkin aku punya energi untuk melakukan presentasi produk.

Aku hanya bisa mengencangkan seluruh tubuh, menahan rasa geli yang merasuk hingga ke sumsum tulang sambil menjelaskan produk kepada pelanggan.

"Produk ini ... lembut dan tidak melukai kulit, sangat ramah bagi para ibu ...."

Karena tubuhku terus bergejolak, kata-kataku mulai melantur.

"Uh ... ah ... produk ini rasanya seperti suami Anda yang sedang mengisap, gatal sekali. Aku mau banget!"

Begitu kata-kata itu keluar, aku segera sadar bahwa aku salah bicara.

Namun, kulihat ekspresi para pelanggan justru penuh dengan rasa penasaran dan hasrat.

Bos yang melihat hal itu, juga menyadari bahwa para pelanggan sangat tertarik dengan pompa ASI ini.

Dia pun semakin mendorongku untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.

Bos mengulurkan tangannya dan menyetel daya hisap pompa ke tingkat maksimal.

Seketika, daya hisap yang kuat menerjangku, terasa seperti aliran listrik yang menjalar ke seluruh tubuh.

Aku merasa seolah akan meledak karena rangsangan ini.

"Ah, jangan!"

Membayangkan ekspresi erotisku ini ditonton habis-habisan oleh pria asing, justru membuatku merasa sangat bergairah.

Saat ini, mereka pasti menatapku seolah-olah aku adalah pemeran utama film dewasa.

Tiba-tiba, seorang pelanggan pria mengusulkan, "Apa aku boleh menyentuh pompa ASI ini untuk memastikan bahannya?"

Aku terkejut. Namun, sebelum sempat bereaksi, bos sudah mengangguk setuju.

Pria itu mengulurkan tangannya dan mulai meraba corong silikon tersebut.

Di balik lapisan silikon tipis itu adalah kulitku sendiri.

Tindakan ini terasa sangat sensitif, seolah-olah pria itu sedang menyentuhku secara langsung.

"Sangat lembut, teksturnya bagus sekali," kata pria itu sambil tersenyum puas.

Dia tidak sedang meraba corongnya, dia jelas-jelas sedang merabaku!

Melihat hal itu, pria-pria lain di sekitar tidak mau kalah. Mereka semua menjulurkan tangan untuk meraba corong silikon itu.

Tangan-tangan besar mereka terus-menerus mengelus tubuhku.

Bahkan ada yang meremasnya dengan kuat.

Aku bisa merasakan telapak tangan mereka yang lebar dan kasar, sensasi ini terlalu merangsang.

Belum pernah aku diraba oleh begitu banyak pria di tempat seperti ini. Tanpa sadar, celana dalamku pun mulai basah. "Ah, jangan ... geli sekali!"

Nada penolakanku justru terdengar seperti sedang menikmati, membuat tangan-tangan pria itu semakin bertenaga.

Rasanya seolah titik sensitifku sedang dipermainkan, seluruh tubuhku tidak berhenti bergetar karena rasa nikmat.

Yang lebih parah, mereka semua adalah pria beristri!

Istri mereka menonton di samping sambil tersenyum tanpa merasa keberatan sedikit pun.

Aku yang masih gadis, merasa diriku menjadi "kotor" setelah diraba oleh begitu banyak pria.

Air mataku hampir jatuh karena bingung.

Bos yang melihat antusiasme pelanggan yang begitu tinggi, tampak sangat kegirangan.

Tak butuh waktu lama, pompa ASI merek tersebut langsung ludes terjual.

Tiba-tiba, seorang pelanggan pria melihat sebuah alat pembersih kewanitaan yang terpajang di etalase kami.

Dia membawa alat itu ke hadapanku.

"Halo, permisi, bagaimana cara menggunakan alat pembersih ini? Apa kamu bisa mendemonstrasikannya untuk kami?"

Melihat itu, aku seketika panik.

Alat pembersih itu adalah alat yang khusus digunakan untuk membersihkan "area bawah" wanita.

Mana mungkin hal seperti itu didemonstrasikan?

Namun, bos melihat peluang ini. Keuntungan dari alat pembersih ini sangat tinggi. Jika terjual banyak, bos akan meraup untung besar hari ini.

Tanpa memedulikan perasaanku, dia menyuruhku mendemonstrasikannya.

Aku menerima alat itu dengan perasaan hancur, membayangkan apa yang harus kulakukan membuat kepalaku serasa ingin pecah.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Penjualan Spesial Sang Wanita Muda   Bab 7

    Melihat wajahnya yang berubah mengerikan, aku justru tertawa. "Coba tebak, ada berapa salinan cadangan yang sudah kubuat?"Dia tertegun sejenak. Aku memanfaatkan kesempatan itu untuk menghantam perutnya dengan lututku. Pria itu mengerang kesakitan dan melepaskan tangannya. Aku segera merangkak ke bawah rak untuk mengambil USB itu. Saat ujung jariku menyentuh plastiknya yang dingin, kaki bos langsung menginjak tanganku."Cari mati!" Dia menginjak USB itu dan menggilasnya dengan kuat.Aku menatapnya dengan pandangan penuh tekad, tanpa ada rasa takut sedikit pun. Aku menerjang kakinya hingga dia kehilangan keseimbangan dan jatuh menabrak rak. Kaleng susu bubuk dan tumpukan popok jatuh menimpanya. Aku pun memanfaatkan momen itu untuk mengambil USB dari bawah kakinya, lalu tanpa berpikir panjang, aku memasukkannya ke dalam mulut dan menelannya.Dia bangkit sambil memegangi pinggangnya, menatapku tidak percaya. "Kamu ... kamu sudah gila!""Memang aku sudah gila," sahutku sambil mengusap dara

  • Penjualan Spesial Sang Wanita Muda   Bab 6

    "Nggak ada apa-apa, datanya cuma belum tersimpan dengan benar," sahutku sambil berbalik. Wajahku memamerkan senyum profesional, tetapi suaraku sedingin es. Bos mengenakan kemeja dengan dua kancing atas terbuka, memperlihatkan perutnya yang buncit. Matanya menyisir seluruh tubuhku dan terpaku pada tanganku yang mencengkeram tas."Akhir-akhir ini kondisi toko sedang nggak tenang," katanya sambil mendekat dan meletakkan tangannya di sandaran kursiku. Jaraknya begitu dekat hingga aku bisa mencium bau rokok dari tubuhnya. "Ada yang menyebarkan rumor bahwa toko kita melakukan praktik asusila, menjual barang dewasa secara sembunyi-sembunyi."Jantungku berdegup kencang, cengkeramanku pada tas itu semakin kencang. Dia sudah menyadarinya secepat ini? Sebelumnya, aku tidak sengaja menemukan produk dewasa dengan kemasan tersamar di sudut gudang, lengkap dengan mainan sensual berlabel "interaksi orang tua-anak". Barang-barang itu jelas ilegal untuk toko perlengkapan bayi. Aku sudah mengambil fot

  • Penjualan Spesial Sang Wanita Muda   Bab 5

    Setelah kejadian itu berakhir, ketiga wanita tersebut membawa suami mereka masing-masing pulang. Pameran hari itu pun selesai. Bos menghitung hasil penjualan dan mendapati keuntungannya lebih besar daripada pendapatan selama setengah tahun. Dia pun tersenyum sangat lebar.Malam harinya, saat bos sedang duduk di meja kasir menghitung pembukuan, aku menghampirinya dengan tubuh yang sangat lelah. "Bos, aku mau undurkan diri. Aku nggak mau bekerja lagi di sini," ucapku pelan.Mendengar hal itu, dia mendongak menatapku. "Undurkan diri? Perusahaan sedang berada di masa puncak. Apa kamu tahu seberapa besar kerugian yang akan dialami perusahaan kalau kamu berhenti sekarang? Kalau kamu berani berhenti, jangan harap gaji tahun ini akan cair!"Aku terdiam. Bos ini sudah menahan gaji kami selama setengah tahun dengan alasan akan dibayarkan di akhir tahun. Saat ini, aku bahkan hampir tidak bisa membayar sewa kamar dan masih memiliki cicilan pinjaman online. Jika gaji tidak dibayarkan, aku ti

  • Penjualan Spesial Sang Wanita Muda   Bab 4

    Tepat di saat aku menahan napas, menantikan sensasi seperti apa yang akan kurasakan, tiba-tiba terdengar teriakan nyaring dari balik pintu."Cepat buka pintunya! Di mana suamiku? Cepat serahkan suamiku!"Disusul kemudian oleh suara dentuman botol kaca yang pecah berserakan. Mendengar hal itu, ketiga pria tadi seketika pucat pasi karena ketakutan. Mereka bergegas mengenakan pakaian dan celana masing-masing, lalu bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.Aku masih merasa bingung saat melihat mereka membuka pintu dan berjalan keluar sambil tersenyum lebar."Sayang, aku di sini."Ternyata, tiga orang wanita yang telah datang ke toko itu adalah istri dari ketiga pria tadi. Kedatangan mereka yang tiba-tiba di saat krusial ini, jujur saja membuatku merasa sedikit kecewa. Ketiga wanita ini bisa menikmati tubuh kekar itu setiap hari, alangkah bahagianya mereka.Di luar ruangan, mereka mulai bertengkar hebat. "Apa yang kalian lakukan di dalam sana? Jiwa suamiku sampai terpikat olehmu, kamu har

  • Penjualan Spesial Sang Wanita Muda   Bab 3

    Di depan orang sebanyak ini, aku tidak hanya harus melepas celana, tetapi juga harus memasukkan alat ini ke dalam. Memikirkannya saja sudah mengerikan."Bos, yang ini benar-benar nggak bisa didemonstrasikan. Apa Anda bisa suruh orang lain saja?"Sikap bos sangat keras. Dia bilang aku harus melakukannya, kalau tidak, gajiku akan dipotong. Karena tidak bisa melawan, di hadapan semua orang, aku pun perlahan-lahan melepaskan celanaku. Saat aku menunduk, aku baru menyadari bahwa celana dalamku sudah basah kuyup.Para pria yang melihat pemandangan ini tampak terpana. Ternyata aku adalah tipe wanita yang sangat mudah terangsang. Dalam pikiran mereka, mungkin aku sudah "digarap" puluhan kali.Aku sedikit membuka kedua kakiku di hadapan semua orang. Perlahan, aku mulai memasukkan alat pembersih itu ke dalamnya.Tubuhku yang tadi sudah sangat gatal karena diraba, kini saat ada sesuatu yang masuk, seluruh sel di tubuhku seolah meledak dalam sensasi kenikmatan."Uh, e-enak sekali ...."Namun,

  • Penjualan Spesial Sang Wanita Muda   Bab 2

    Sekujur tubuhku terasa gatal luar biasa, dan ada hawa panas yang membara di dalam diriku. Para pria di depanku menatap dengan pandangan kosong, berkali-kali menelan ludah mereka sendiri. Bos di sampingku terus mendesak."Cepat jelaskan fiturnya! Ayo bicara!"Aku sudah hampir meleleh karena rangsangan ini, mana mungkin aku punya energi untuk melakukan presentasi produk. Aku hanya bisa mengencangkan seluruh tubuh, menahan rasa geli yang merasuk hingga ke sumsum tulang sambil menjelaskan produk kepada pelanggan."Produk ini ... lembut dan tidak melukai kulit, sangat ramah bagi para ibu ...."Karena tubuhku terus bergejolak, kata-kataku mulai melantur. "Uh ... ah ... produk ini rasanya seperti suami Anda yang sedang mengisap, gatal sekali. Aku mau banget!"Begitu kata-kata itu keluar, aku segera sadar bahwa aku salah bicara. Namun, kulihat ekspresi para pelanggan justru penuh dengan rasa penasaran dan hasrat. Bos yang melihat hal itu, juga menyadari bahwa para pelanggan sangat tertar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status