Short
Penjualan Spesial Sang Wanita Muda

Penjualan Spesial Sang Wanita Muda

By:  RichyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Uh, gatal sekali! Tubuhku sudah nggak tahan lagi, aku mau banget ...." Aku berdiri dengan tidak memakai baju, mendemonstrasikan cara penggunaan pompa ASI secara langsung di sebuah toko perlengkapan bayi. Silikon yang lembut itu menghisap bagian sensitifku, rasa gatal yang menggelitik merambat hingga ke sumsum tulang. Yang lebih parah, ini adalah pameran terbuka yang dipenuhi oleh banyak pria beristri. Mereka menatap tubuhku dengan lekat, pandangan yang membara itu membuatku merasa malu sekaligus basah. Hal yang paling gila adalah ... ada tiga pria yang memintaku mendemonstrasikan posisi apa yang paling mudah untuk membuat hamil.

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Linda Ginar. Setelah lulus kuliah, aku bekerja di sebuah toko perlengkapan ibu dan bayi.

Toko ini berskala besar dan menjual segala macam kebutuhan wanita.

Untuk menarik lebih banyak pelanggan, bos memutuskan untuk mengadakan pameran terbuka dan meminta kami mendemonstrasikan cara penggunaan produk-produk tersebut secara langsung.

Hari itu, banyak pasangan suami istri yang datang dan berkumpul di aula toko.

Awalnya, kami mendemonstrasikan penggunaan popok bayi, kursi pengaman mobil, dan beberapa produk wanita lainnya.

Rekan-rekan kerjaku menyelesaikannya dengan mudah, dan para pelanggan pun bertepuk tangan puas.

Bagi pasangan muda yang belum berpengalaman, diajarkan secara langsung memang cara terbaik.

Sampai akhirnya, bos mengeluarkan sebuah pompa ASI dan meminta kami mendemonstrasikan cara pengoperasiannya.

Bos bilang, hanya mereka yang berukuran dada besar yang bisa membuat pelanggan melihat dengan jelas.

Namun, staf wanita di toko ini rata-rata berukuran kecil. Hanya milikku yang paling besar, ukurannya mencapai 36D.

Pakaian yang kukenakan bahkan terasa sesak seolah mau meledak.

Tugas ini tentu saja jatuh ke pundakku.

Aku menerima pompa ASI itu dengan hati yang sangat kacau.

Untuk mendemonstrasikan alat ini, aku harus melepas pakaian dan memamerkan bagian pribadiku yang paling montok.

Masalahnya, di toko ini banyak pelanggan pria. Bukankah itu berarti aku akan menjadi tontonan gratis?

Aku sendiri memiliki tubuh yang sangat sensitif. Ditonton oleh begitu banyak pasang mata membuatku takut tidak bisa menahan rasa "basah".

Aku segera menggelengkan kepala pada bos, memberi isyarat bahwa aku tidak bisa melakukannya.

Namun, bos justru melotot ke arahku.

"Kalau kamu bisa, lakukan saja! Kalau nggak, silakan angkat kaki. Jangan harap dapat gaji sepeser pun!"

Aku baru saja lulus dan baru menyewa kamar. Jika aku dipecat, aku tidak akan punya uang sama sekali.

Dengan terpaksa, aku pun setuju.

Puluhan pelanggan mengepungku di tengah, beberapa pasang mata mereka menatapku tanpa berkedip.

Di hadapan tatapan lapar para pria itu, aku membuka kancing kemeja putihku satu per satu.

Hari ini aku mengenakan bra renda hitam yang sangat tipis, hingga warna kulitku terlihat samar menembusnya.

Aku menjangkau punggungku dan membuka kaitan bra.

Seiring dengan jatuhnya bra renda itu, aku bisa melihat dengan jelas tatapan para pria menjadi semakin lapar dan area di celana mereka bahkan mulai menonjol.

Detik berikutnya, aku berdiri tanpa memakai baju dan bra di tengah kerumunan. Bulu kudukku berdiri seketika.

Rasa malu yang erotis menyelimuti hatiku, dan anehnya tubuhku mulai terasa gatal.

Seumur hidup, aku belum pernah telanjang di depan begitu banyak pria.

Melihat tatapan kagum dan lapar mereka, justru membuatku merasakan dorongan kepuasan yang aneh.

Ternyata tubuhku begitu seksi hingga sanggup menyulut gairah para pria ini dalam sekejap.

Aku mengambil pompa ASI dan mengarahkan corongnya ke dadaku.

"Ayah dan Bunda muda, tolong perhatikan. Begini cara menggunakan pompa ASI ini."

Setelah berkata demikian, aku menekan tombol sakelarnya.

Mesin itu mulai berdengung, dan corong silikonnya mulai menghisap perlahan.

"Uh!" Aku tidak bisa menahan erangan kecilku.

Kenapa pompa ASI ini membuatku terasa begitu nyaman?

Ini pertama kalinya aku menggunakannya, dan tak kusangka rasanya mirip seperti mulut pria. Lembut, licin, dan ada sensasi hangat yang menyentuh.

Daya hisapnya yang sedang, membuat bagian dadaku sedikit berubah bentuk.

Rasanya seolah-olah benar-benar ada pria yang sedang menghisapku.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status