Share

Bab 33

Author: Atieckha
last update publish date: 2026-04-23 23:55:25

"Waktu itu, setelah mengantarkan Bapak ke bandara, saya langsung menuju kelab malam karena teman saya merayakan ulang tahun di sana. Karena saya membawa mobil Bapak dan saya takut meninggalkan ponsel Bapak di dalam mobil, akhirnya saya bawa masuk. Saat itulah Laura menelepon, awalnya saya tidak lihat kalau nomor itu berasal dari rumah Bapak. Setelah saya lihat ulang ternyata memang nomor rumah, anda, langsung saya matikan. Berulang kali dia menelepon lagi tapi tidak saya angkat sampai akhirnya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 36

    "Apa-apaan kamu ini, William? Kita datang ke sini untuk menghadiri undangan teman baik Mama dan Papa, tapi kamu malah mengajakku masuk ke kamar hotel. Apa belum cukup puas pelayanan wanita penghibur yang selama sepuluh hari ini menemanimu sampai kamu lupa jalan pulang?" cibir Laura dengan suara tertahan.Untungnya mereka sedang berada di meja sudut yang agak jauh dari kerumunan, sehingga cecaran Laura tidak sampai tertangkap oleh telinga tamu undangan lainnya."Pelankan suaramu, Laura!" bentak William dengan rahang mengeras.Hasrat yang tadinya sempat berkobar di dalam dada pria itu mendadak surut, berganti dengan rasa kesal yang meluap setelah mendengar tuduhan istrinya. Namun, William tetap memilih bungkam. Dia sama sekali tidak berniat menjelaskan ke mana sebenarnya dia pergi atau apa yang dia lakukan selama sepuluh hari menghilang. Dibiarkannya Laura tenggelam dalam pikirannya sendiri, meyakini bahwa suaminya memang sedang asyik memadu kasih dengan wanita lain di tempat lain.Kedu

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 35

    “Suster, saya titip Aurora, ya. Nanti jam tujuh malam suster Jessica yang akan menjaganya. Terima kasih sebelumnya. Saya sudah menghubungi suster Jessica dan bilang saya ada urusan penting,” ucap Laura di depan ruangan suster.“Baik, Bu. Tenang saja, saya akan menjaga Aurora dengan baik sampai suster jaga datang,” jawab suster itu.Setelah mengucapkan terima kasih, Laura pun segera pergi dari rumah sakit. Sesuai dengan perintah William, dia benar-benar menunggu di lobby sampai akhirnya salah satu mobil mewah William berhenti di depan lobby rumah sakit. Seorang wanita yang usianya tak beda jauh dari Laura turun dan menghampiri Laura. “Selamat sore, Bu Laura. Saya mendapatkan perintah dari Pak William untuk menjadi sopir pribadi Ibu mulai detik ini. Perkenalkan nama saya Victoria, yang akan bekerja untuk Anda dan Pak William. Saya dibayar untuk menjadi pelayan di rumah anda serta sopir pribadi anda. Saya siap mengantarkan kemanapun Ibu mau pergi,” ucapnya ramah sambil sedikit membungku

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 34

    Paula memukul setir mobilnya berulang kali setelah mendapat telepon dari William dan diputus secara sepihak. Padahal dirinya sudah jalan menuju ke rumah sakit untuk membatalkan biaya yang dibebankan ke rekening pribadi bosnya. Tapi tiba-tiba saja semuanya dibatalkan. Ada apa ini?“Brengsek! Apa-apaan ini? Plin-plan banget jadi laki-laki, pantas mudah disetir istrinya. Sialan!” umpat Paula. Darahnya mendidih seketika mendengar perintah William yang memintanya untuk membelikan Laura ponsel lengkap dengan nomornya. “Memangnya aku babunya wanita itu? Aku ini sekretaris ternama? Memangnya gak ada butuh lain yang dia suruh? Menjijikkan sekali!” Serunya lagi. Dia bahkan menepikan motornya di pinggir jalan hanya karena menerima telepon dari bosnya. Benar-benar begitu cepatnya berubah perintah William. “Apa bagusnya sih wanita itu sampai bikin Pak William kayak gak bisa pisah! Aku harus segera melakukan sesuatu, aku gak bisa diam begitu saja. Jangan sampai Pak William menerima anak itu dan b

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 33

    "Waktu itu, setelah mengantarkan Bapak ke bandara, saya langsung menuju kelab malam karena teman saya merayakan ulang tahun di sana. Karena saya membawa mobil Bapak dan saya takut meninggalkan ponsel Bapak di dalam mobil, akhirnya saya bawa masuk. Saat itulah Laura menelepon, awalnya saya tidak lihat kalau nomor itu berasal dari rumah Bapak. Setelah saya lihat ulang ternyata memang nomor rumah, anda, langsung saya matikan. Berulang kali dia menelepon lagi tapi tidak saya angkat sampai akhirnya ponsel Bapak benar-benar saya nonaktifkan," ucap Paula dengan wajah yang dibuat sendu agar William menganggapnya jujur dan takut kena marah. Esoknya, setelah pertemuannya dengan Brian, William masuk kantor seperti biasa. Hal pertama yang ia lakukan adalah menginterogasi Paula karena wanita itulah yang memegang ponsel serta membawa mobilnya di saat ia sedang kalap waktu itu."Mengenai Laura yang datang ke sini, saya hanya menjalankan tugas dari Bapak. Kan Bapak sendiri yang bilang kalau Laura t

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 32

    William mendengus karena dia tak mengerti apa yang dimaksud oleh sahabatnya ini. Tapi dia masih memikirkan ucapan Paula yang mengatakan Laura ingin bercerai darinya. William enggan berdebat dengan Brian. Sahabatnya ini sudah mulai ikut campur urusannya dengan Laura. Kalaupun ada yang William ceritakan padanya, pasti ujung-ujungnya tetap Laura yang akan dibela. Makanya daripada buang-buang tenaga lebih baik William bungkam.Paula juga bilang kalau calon istri Brian juga mulai ikut campur, seolah menyalahkannya atas keadaan yang Laura buat sendiri. Membayangkan saja William sudah dongkol.Brian tak mau kalah begitu saja. Dia kembali bertanya, “kemana aja sepuluh hari ini?”“Pulang ke Los Angeles sambil ada urusan bisnis di sana,” jawab ya datar“Pulang? Kapan kamu pulang?” Tanya Brian. Dia nggak percaya dengan ucapan William. Menurutnya sang sahabat hanya sedang mencari alasan saja untuk membenarkan sikapnya.“Di hari yang sama dengan Mama dan Papa. Tapi aku pulang malamnya setelah-”“S

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 31

    "Tadi aku lihat Pak William di lobi rumah sakit, Sayang. Tapi dia sendirian saja. Barusan aku mampir ke ruangan Aurora, ternyata Bu Laura masih di sana. Kupikir dia dijemput suaminya, tapi pas aku tanya, katanya dia mau menginap di rumah sakit lagi, jadinya aku nggak bilang deh kalau aku lihat suaminya di lobi,," ucap Jessica sambil meletakkan minuman dingin di meja kerja kekasihnya."Dia tadi habis dilabrak sama sekretarisnya William di sini. Coba saja aku tahu William ada di lobi, sudah ku tempeleng manusia terkutuk itu," balas Brian terlihat jelas kalau dia masih menyimpan kekesalan sisa kejadian tadi."Waktu itu kamu jadi ke kantornya tidak, Sayang?" Jessica kembali bertanya. Entah kenapa, mereka berdua jadi sangat terbawa perasaan dengan urusan rumah tangga orang lain. Namun, melihat penderitaan Laura, rasa iba itu sulit untuk dibendung."Kapan maksudmu?" tanya Brian balik, memastikan."Setelah jam praktik selesai, tiga hari yang lalu," Jessica mengingatkan."Oh. Jadi kok. Tapi n

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status