Share

Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]
Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]
Author: Dilla Maharia

Bab 1. Selingkuh?

last update Last Updated: 2025-11-06 21:42:01

[Jika kamu mau bertemu dengan pacarmu, pergilah ke Hotel Wicaksana Horizon malam ini juga!!]

Keisha Elara Daphne menyipitkan matanya saat ia melirik layar ponselnya yang menyala, lalu membaca pesan yang baru saja diterimanya dari nomor tak dikenal.

Ia mengerutkan alisnya, bertanya-tanya ada apa. Sedang pacarnya, Daffa Satya Wicaksana, tidak menghubunginya hari itu meskipun itu adalah ulang tahun jadian mereka yang ke-delapan tahun.

Setelah mencoba menelepon Daffa beberapa kali, Keisha akhirnya menyerah ketika teleponnya mengarahkan panggilan ke pesan suara untuk kesekian kalinya.

Saat melihat kembali pesan yang baru saja diterimanya, jantung Keisha berdebar kencang. ‘Mungkinkah Daffa telah merencanakan kejutan untukku? Makanya dia mengirim pesan padaku dari nomor yang tidak dikenal?’ Batinnya menerka.

Keisha tidak dapat menahan dirinya untuk tidak membayangkan dengan penuh harap. Dengan perasaan senang, Keisha bergegas bersiap-siap untuk janji pertemuan dengan Daffa.

Dengan jantung yang berdebar-debar penuh kegembiraan, Keisha mengambil waktu untuk berdandan agar terlihat cantik dan memukau untuk malam ini. Karena ia dan Daffa sudah menjalin hubungan selama delapan tahun, Keisha mengira Daffa akan melamarnya hari ini.

Keisha mengenakan gaun pendek berkilau yang pas di tubuhnya. Ia ingin tampil cantik untuk kamera tersembunyi yang akan memotret mereka saat Daffa berlutut dan meminta Keisha untuk menikah dengannya.

Sebuah senyuman kecil muncul dari bibir Keisha saat ia membayangkan momen indah itu, dan hatinya semakin berdetak cepat seperti kuda yang berlari kencang.

‘Aku akan bertunangan dengan cinta sejatiku malam ini,’ bisiknya dalam hati sambil memoles lipstik warna nude pada bibirnya yang montok.

Keisha dan Daffa adalah generasi yang sama. Keduanya berusia dua puluh enam tahun dan Daffa sebentar lagi akan menjadi CEO Wicaksana Corp, perusahaan milik keluarganya. Meskipun Keisha belum mencapai banyak hal, tapi ia sudah bekerja di sebuah perusahaan tertentu sebagai asisten administrasi. Keisha tidak ingin bekerja di perusahaan yang sama dengan Daffa.

Meskipun mereka berasal dari kelas sosial yang berbeda dan memiliki kesenjangan yang besar, Daffa selalu bersikap baik pada Keisha dan tidak pernah mempermasalahkan kesenjangan sosial di antara mereka seperti orang kaya lainnya.

Beberapa menit kemudian, suara hak sepatu Keisha berdenting di lantai marmer Hotel Wicaksana Horizon. Hatinya berdebar kencang dan perutnya terasa kencang karena gugup saat ia mendekati ballroom.

Meski harus menunggu lama, Keisha tetap gugup membayangkan Daffa akan melamarnya malam ini.

Drrt!!

Ponselnya berdering lagi dan Keisha menerima pesan dari nomor yang sama.

[Langsung ke Ballroom!!]

Kata-kata itu semakin memperkuat dugaan Keisha. Sepertinya Daffa memang akan mengejutkannya di depan banyak orang malam ini.

Keisha bisa mendengar musik lembut yang mengalun dan bisikan-bisikan yang menandakan berbagai orang sedang terlibat dalam percakapan yang berbeda-beda.

Sesampainya di pintu utama aula, Keisha menarik napas dalam-dalam, jantungnya berdebar tak menentu.

Ia mendorong pintu dengan pelan hingga terbuka, jantungnya tak berhenti berdebar-debar. Ia berharap melihat Daffa menunggunya di balik pintu, sambil memegang bunga. Keisha tersenyum, berharap, begitu ia membuka pintu, ia akan melihat Daffa berlutut dengan satu kaki lalu melamarnya.

Namun, senyum Keisha memudar setelah melihat pemandangan di depannya.

Di tengah-tengah ballroom, Daffa merangkul seorang wanita sambil bergoyang mengikuti alunan musik cinta yang lembut. Sorot lampu menyoroti mereka, menyinari wajah mereka saat mereka saling menatap mata.

Daffa Satya Wicaksana tampak begitu tampan dan menawan, tinggi badannya yang sekitar 180 cm semakin memikat di atas panggung. Rambut cokelat keemasannya tampak semakin menawan dalam cahaya yang menyinarinya.

Rahangnya yang tajam bagaikan berlian, dan janggut tipisnya memberinya tampilan yang maskulin. Mata birunya menatap wanita yang sedang berdansa dengannya, seolah-olah Daffa sedang membisikkan sesuatu pada wanita itu.

Keduanya tampak begitu memukau di lantai dansa dan menjadi pusat perhatian. Banyak wanita mengagumi Daffa saat ia berdansa dengan anggun, berharap merekalah yang berdansa dengannya.

Adegan itu tampak seperti adegan dari film dongeng, di mana seorang Putri bertemu dengan Pangerannya.

Dunia Keisha seolah-olah berhenti berputar. Nafasnya tercekat. Ia merasa seperti di tampar keras oleh kenyataan yang tidak pernah ia bayangkan.

Lebih sakit lagi saat Keisha mengenali wanita yang berada dalam pelukan kekasihnya. Wanita itu adalah Adeeva Afsheen, putri salah satu pria terkaya di Kota, dan wanita itu juga termasuk pengagum Daffa.

Keisha tidak tahu berapa lama ia akan berdiri di sana, menatap mereka dalam kebisuan yang menyakitkan.

Perlahan, suasana yang tadinya ramai mulai meredup. Beberapa orang berbisik dengan takjub saat melihat kemesraan Daffa dan Adeeva yang sama-sama tampan dan cantik, benar-benar pasangan yang serasi. Beberapa lainnya hanya menatap Keisha dengan ekspresi penuh simpati.

Keisha tak kuasa menahan diri untuk tidak mendengarkan bisikan-bisikan yang terdengar di ballroom.

“Mereka terlihat sangat cocok, Tuan Wicaksana. Anda telah membuat pilihan yang tepat.” Ucap seseorang dengan wajah berseri-seri.

Tuan Wicaksana mengangguk dan tersenyum, “Benar, Nona Adeeva setara dengan status sosial Daffa. Hanya dialah yang bisa berdiri berdampingan dengan Daffa.” Ujarnya.

“Menurutmu, Daffa akan mengumumkan pertunangan mereka malam ini? Aku dengar Daffa akan mengambil alih posisi CEO dari Ayahnya.” Bisik seseorang yang tepat di dekat Keisha.

Keisha semakin tak percaya. Ada apa ini?

Namun, ditengah rasa bingungnya, ia berusaha tenang, hanya Daffa yang bisa menjawab semua pertanyaannya. Ia juga tak bisa berasumsi begitu saja. Bagaimana jika itu hanya hal bisnis?

Tapi bagaimanapun juga, ia tak bisa menghilangkan firasat buruk yang terus mengganjal di hatinya.

Tak lama kemudian, lagu itu berakhir dan Daffa serta Adeeva menghentikan tarian mereka. Para penonton bertepuk tangan dan sorak-sorai menggema di seluruh ruangan.

Mata Daffa bertemu pandang dengan mata Keisha. Wajah pria itu tak menunjukkan rasa peduli apa pun saat dia mengalihkan pandangannya tanpa sekalipun tersenyum pada Keisha. Sikapnya terlihat acuh tak acuh.

Keisha tertegun. Perutnya terasa melilit dan berputar-putar. ‘Apa dia baru saja mengabaikanku? Apa yang sebenarnya terjadi?’

Keisha berusaha menelan saliva yang perlahan menggumpal di tenggorokannya, Keisha berpikir mungkin Daffa tidak melihatnya. Lagi pula, ada banyak orang di sana.

Sebelum Keisha sempat melangkah maju, seseorang tiba-tiba bertanya pada Daffa, “Apakah Anda dan Miss Adeeva sekarang menjadi pasangan, Tuan Daffa??”

Keheningan yang menyelimuti ruangan itu membuat Keisha menahan napas.

Daffa tidak menjawab pertanyaan, tetapi jawaban Adeeva membuat hati Keisha hancur lebur.

“Ya, aku dan Daffa memang pasangan!!” jawab Adeeva Afsheen penuh percaya diri dengan senyuman yang merekah.

Keisha membeku di tempatnya. Matanya terbelalak dan mulutnya menganga, membuat tenggorokannya terasa kering.

Ia tidak menyangka akan mendengar kabar kekasihnya berkencan dengan wanita lain malam ini... Astaga, ia bahkan tidak tahu bahwa Daffa sudah punya orang lain! Dan bodohnya, ia mengira kekasihnya itu memanggilnya untuk memberi kejutan... Ini memang kejutan, tapi bukan kejutan yang Keisha harapkan.

Jantung Keisha kembali berdebar kencang saat Adeeva melingkarkan lengannya di lengan Daffa dan berseru, “Daffa, lihat! Itu Keisha! Ayo kita sapa.” Ucap Adeeva tersenyum.

Ketika mereka berjalan mendekati Keisha, Adeeva berkata, “Hai, Keisha. Senang bertemu denganmu di sini.” Adeeva melepaskan lengannya dari lengan Daffa dan kembali berkata, “Sayang, aku tau kamu dan Keisha punya sesuatu untuk dibicarakan... Aku akan mengurus para tamu. Sampai jumpa nanti.”

Setelah mengucapkan kata-kata itu, Adeeva memunggungi Daffa dan melirik Keisha dengan tatapan menghina dan menantang.

Keisha mengerutkan alisnya, bertanya-tanya ada apa ini semua?

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]   Bab 99. Lakukan Cara Apapun!!

    Sementara itu, di Man City, seorang pria pulang kerumahnya, namun tiba-tiba seorang wanita paruh baya berteriak padanya, “Apa saja yang kamu lakukan selama ini, hah?! Kenapa Daffa masih hidup padahal seharusnya dia sudah mati?!!”“Aku sedang berusaha, Mam. Aku tidak menyangka dia akan selamat dari kecelakaan itu,” jawab pria itu sambil menarik dasinya dengan kesal.“Berapa lama lagi kamu akan berusaha? Apa kamu akan sadar ketika kamu kehilangan segalanya?!” tanya wanita paruh baya itu lagi.“Aku tidak akan kehilangan apa pun, Mam!! Yang membuatku marah adalah aku tidak tahu dia akan menikahi Keisha! Sepertinya dia ingin mengambil semua yang seharusnya menjadi milikku!!” desis pria itu dan mengepalkan tangannya dengan kuat.Pria ini tak lain adalah Skylar Howard, direktur pelaksana dan pewaris Howard Group saat ini. Wanita paruh baya yang ia ajak bicara adalah ibunya, Eliza Howard.Eliza menyipitkan matanya ke arah Skylar dengan curiga dan bertanya, “Jangan bilang kamu benar-benar jatu

  • Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]   Bab 98. Menikmati

    Keisha belum pernah ke Maladewa sebelumnya, tetapi itu adalah salah satu tempat impiannya untuk berlibur. Maladewa adalah sebuah kepulauan tropis yang terkenal dengan pantai pasir putih yang indah, air jernih, dan resor mewah, juga bisa melihat matahari terbenam yang memukau.Daffa meraih tangan Keisha dan menggenggamnya. Ia mengangguk dan menjawab dengan lembut, “Ya, dan kita akan membuat kenangan berharga di sini.”“Terima kasih sudah membawaku ke sini, sayang,” Ucap Keisha sambil menatap Daffa.Seorang sopir yang telah di pesan Daffa sebelumnya menjemput mereka dan membawa mereka ke resor. Salah satu staf kemudian mengantar mereka ke vila di atas air tempat mereka akan menginap selama seminggu.Vila itu berupa pondok di atas pantai dengan pemandangan laut jernih, dengan kolam renang pribadi, teras berjemur, dan bak mandi air panas luar ruangan. Vila itu menawarkan pemandangan laut, pegunungan.“Kami menawarkan layanan tur jika Anda ingin menjelajah sekarang,” tawar staf wanita itu

  • Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]   Bab 97. Honeymoon

    Sementara itu...Arif Wilson terus menghela napas sepanjang resepsi pernikahan Daffa dan Keisha.Ia dan istrinya, Margaret Wilson, duduk di meja yang sama dengan Henry Wicaksana, sahabatnya, dan Isabella Jane Wicaksana, sahabat istrinya.Melihat Daffa dan istri barunya, Arif merasa sedikit sedih.Kehidupan putri satu-satunya telah hancur karena ia jatuh cinta pada pria yang salah. Namun, pria itu dengan bahagia menikah dengan wanita yang dicintainya.Arif tidak membenci Daffa, tetapi ia merasa kasihan pada putrinya. Arif juga menyalahkan dirinya sendiri karena telah mendorong putrinya untuk mengejar Daffa Satya Wicaksana.Enam tahun yang lalu, sejak Keisha pergi meninggalkan Daffa, Arif berpikir itu adalah kesempatan bagus baginya dan sahabatnya untuk menjadi besanan. Tetapi siapa yang tahu bahwa cinta Daffa pada Keisha begitu kuat sehingga Daffa menolak putrinya tanpa ampun?Arif masih ingat raut wajah putrinya ketika ia menemukan Sophia di kamar hotel setelah tanpa sengaja tidur den

  • Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]   Bab 96. Suami Istri

    Setelah dansa pertama pengantin baru selesai, pembawa acara kembali mengumumkan bahwa dansa dibuka dan mengundang para tamu untuk bergabung dengan pasangan tersebut di lantai dansa.Quinn, yang sedang menjaga Mayra, tetap sendirian di meja ketika Mayra dipanggil untuk berdansa dengan Daffa dan Keisha.“Butuh pasangan untuk berdansa?”Suara seorang pria terdengar di telinga Quinn saat ia memperhatikan bagaimana semua orang berdansa di lantai dansa.Sambil menoleh ke arah suara itu, mata Quinn sedikit melebar ketika ia melihat salah satu sahabat Daffa, Satria Wira Yudha.Sambil menggelengkan kepalanya, Quinn menjawab, “Tidak, terima kasih. Saya lebih suka mengamati daripada berdansa. Saya lebih suka melihat orang bersenang-senang.”Satria mengangkat alisnya. Ia menarik kursi dan duduk di sebelah Quinn, “Aku bertanya-tanya mengapa kamu terlihat begitu familiar. Tapi kemudian aku mengirimkan beberapa foto pada ibuku karena ia sedang bepergian dan tidak bisa menghadiri pernikahan. Dan dial

  • Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]   Bab 95. Akhirnya Bersatu

    “Selamat datang di keluarga Wicaksana, Keisha sayang...” Ucap Isabella sambil memeluk menantunya.“Terima kasih, Tante Isabella—”“Aku bukan Tantemu, Keisha!! Kamu sudah jadi menantuku, jadi panggil aku Mama!!” Potong Isabella, kesal.“Terima kasih, Ma...” Keisha mengoreksi dirinya sendiri, pipinya memerah.Saat itu sudah malam dan waktunya resepsi pernikahan. Untuk akad tadi, Keisha mengenakan gaun putri duyung satin hijau zamrud yang sangat indah. Gaun itu memiliki satu bahu terbuka dengan bagian atas yang dihiasi batu permata hijau.Gaun itu memiliki ekor yang dapat dilepas di sisi kanan dan belahan setinggi paha di sisi kiri. Keisha telah mengubah gaya rambutnya dan membiarkan rambut hitamnya terurai di bahunya dengan sisi kiri disematkan ke belakang dengan jepit rambut berlian.Sementara Daffa mengenakan setelan jas hitam yang dibuat khusus dengan rambut ditata sedikit jambul. Ia terlihat sangat tampan dan setiap langkahnya yang megah memancarkan dominasi dan kekuasaan.“Mama pun

  • Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]   Bab 94. Kejutan Pernikahan

    Jantung Keisha berdebar kencang. Apa ia sedang bermimpi?Keisha mencoba mencubit pahanya, tapi ternyata rasanya sakit, itu artinya ia tidak sedang bermimpi.Perasaan gugup seketika melanda hatinya saat menyadari bahwa ia baru saja memasuki pernikahannya sendiri!Sekarang ia mengerti mengapa gaun pengantin yang di pakainya itu tampak familiar. Ini adalah gaun yang ia pilih ketika Daffa meminta pendapatnya.Keisha menatap ke sekeliling ballroom itu, semuanya, mulai dari aksesori yang dikenakannya hingga tema pernikahan, sama persis dengan yang ia pilih di majalah.Matanya berkaca-kaca ketika matanya bertemu pandang dengan mata Daffa. Daffa sudah menunggunya di panggung dengan jas putih dan celana putih, mata Daffa juga tak pernah lepas menatap dirinya.Lorong itu dihiasi dengan lengkungan bunga dan karpet berwarna merah yang terbentang untuknya, persis seperti yang ia bayangkan.Sebuah lagu yang begitu romantis mulai diputar dan Mayra meraih tangan Keisha. Ia menatap Ibunya, “Mommy, Dad

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status