Share

Lima Menit

Author: Von Hsu
last update Petsa ng paglalathala: 2025-10-11 09:00:00

POV Angela

Dua hari berlalu tanpa makna. Aku makan, tidur, kadang mengobrol dengan Lana. Gadis itu cukup menyenangkan untuk seseorang yang dibayar untuk menjaga wanita simpanan bosnya. 

Tapi hari ini, aku bosan. Ada sesuatu dalam diriku yang ingin bergerak.

Aku melangkah ke dapur. 

Ruangan itu terlalu bersih dan rapi. Wajar, tidak ada yang memakainya. Pelayan Aaron memasak di properti belakang jadi dapur utama ini hanya seperti pajangan. 

Aku

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Pisau yang Menempel di Leherku

    POV AngelaAku menatap pisau di tangannya.Logam dingin itu memantulkan cahaya rooftop setiap kali dia memutarnya perlahan di antara jari-jarinya.Tenggorokanku menegang.Tetapi tidak ada kata yang keluar.Manajer Lyla menatapku beberapa detik sebelum terkekeh pelan.“Tidak ada kata terakhir?” gumamnya.Lalu dia mengangguk perlahan.“Baiklah.”Dia melangkah semakin dekat.“Aku akan membuat ini cepat,” katanya tenang. “Tidak akan terlalu sakit.”Sebelum aku sempat bereaksi, dia kembali mengambil lakban itu.Mataku langsung membelalak ketika dia menempelkan lakban itu kembali dengan kasar ke mulutku.Tubuhku langsung tersentak keras di kursi.“Nah,” katanya pelan.“Begini kau akan diam untuk sementara.”Tangannya menekan lakban itu sebentar untuk memastikan tetap menempel rapat.“Aku janji i

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Sosok di Balik Masker

    POV AngelaBegitu aku membuka mata, aku mendapati tanganku yang terikat di kursi sementara lakban menempel rapat di mulutku.Aku langsung panik.Mataku bergerak cepat ke segala arah.Rooftop.Aku masih berada di rooftop gedung studio.Angin malam menerpa rambutku sementara suara samar lalu lintas terdengar jauh di bawah sana.Dadaku naik turun cepat.Ingatanku langsung kembali.Pesan dari nomor misterius itu.Ancaman untuk menyebarkan foto dan video tentangku dalam lima menit kalau aku tidak naik ke rooftop sendirian.Aku bahkan sempat berbohong pada Beth, mengatakan kalau aku hanya ingin pergi ke toilet sebentar.Begitu pintu rooftop tertutup di belakangku… seseorang langsung membekap mulutku dari belakang.Dan setelah itu semuanya gelap.Aku mencoba bergerak sekarang, tetapi ikatan di tanganku terlalu kuat.Sial.Mataku kembali menyapu sekitar rooftop.

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Dia Menghilang (POV Aaron)

    POV Aaron"Aku tidak butuh bantuan untuk menghancurkannya,” kataku rendah. “Kau salah orang."Aku mengencangkan genggaman di setir.“Aku tidak berbagi. Dan aku tidak suka orang menyentuh apa yang menjadi milikku.”“Kau seharusnya berterima kasih," balasnya tajam. "Aku membantumu membalas dendam.”“Aku tidak butuh itu. Sekarang bilang, di mana Angela?"Terdengar dengusan dari seberang."Kau masih memikirkan dia? Harusnya kau memikirkan Lyla.”“Lyla hancur karena kalian,” lanjutnya, napasnya terdengar berat.Tawa pendek dan dingin keluar dari mulutku.“Kau pikir ini lucu?” bentaknya.“Lyla tahu apa yang kau lakukan untuknya?” kataku pelan. “Menurutmu dia bakal berterima kasih… setelah dia tahu semuanya?”"Kau tidak berhak bilang itu," bentaknya tajam. "Kau tidak tahu apa-apa tentangnya."Napasnya terdengar berat di ujung sana. Aku hanya diam, membiarkannya bicara."Aku satu-satunya yang ben

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Tidak Terasa Benar (POV Aaron)

    POV AaronMesin mobil menyala dan tatapanku masih terus fokus ke jalan.Lyla duduk di sampingku sambil mengembuskan napasnya tajam. “Serius?” gumamnya. “Aaron… tidak bisakah kau setidaknya pura-pura bahagia saat kau keluar denganku?”Aku tetap menatap jalan dan tidak menjawab."Kau bilang kau mau mencoba denganku. Tapi yang kulihat cuma ini...” dia memberi isyarat ke arahku, kesal “Ekspresi seperti kau lebih memilih berada di mana pun selain di sini.”“Apa sebenarnya aku cuma… pelampiasanmu agar kau bisa melupakannya?”Aku menepikan mobil.Cukup keras sampai ban sedikit bergesekan dengan aspal.Keheningan langsung jatuh di antara kami.Lalu aku menoleh dan menatapnya.“Cukup, Lyla.”Suaraku rendah dan terkendali.Dia membeku.“Aku sudah bilang sebelumnya,” lanjutku tenang. “Aku mau mencoba denganmu. Tapi tidak dengan cara yang kau paksakan.”Bibirnya terbuka, tapi tidak ada

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Ada yang Mengawasi

    POV Angela“Apakah kau melihat siapa itu?” tanya Lyla saat aku kembali ke tempat kami tadi.“Tidak,” jawabku.Dia mengembuskan napas kasar. "Ini semua salahmu. Kalau sampai ada berita buruk apa pun tentangku muncul di media, apa pun itu, kau juga akan ikut jatuh bersamaku.”Aku mendengus pelan, menatapnya balik."Salahku?" kataku. "Kau yang datang ke sini, Lyla. Tidak ada yang menyeretmu."Ekspresinya langsung mengeras. Sementara aku tetap menatapnya, tidak mengalihkan pandangan."Kalau kau tidak muncul," lanjutku. "Kau tidak akan ikut terseret dalam masalahku."Rahangnya mengeras. Matanya menyala menahan amarah. Dia menatapku seperti ingin merobekku hidup-hidup lalu berbalik dan pergi begitu saja.Langkahnya tajam dan penuh emosi, meninggalkanku sendirian di sana.Keheningan langsung jatuh begitu dia pergi.Aku mengembuskan napas. "Ya Tuhan..." gu

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Kepergok di Tempat yang Salah

    POV AngelaAku berbalik dan menatapnya.“Lyla? Apa yang kau lakukan di sini?”Dia belum sempat menjawab ketika pintu toilet terbuka dan seseorang masuk. Tanpa pikir panjang, aku langsung mengenakan kembali topi, masker, dan kacamata.Tiba-tiba, Lyla mencengkeram pergelangan tanganku.“Kita tidak bicara di sini," katanya rendah, nyaris seperti berbisik. "Ayo."***Dia menarikku keluar dari restroom tanpa menunggu persetujuanku.Genggamannya kuat, langkahnya cepat. Aku tidak punya pilihan selain mengikutinya saat dia menyeretku menyusuri lorong.Kami berhenti di area parkir samping yang lebih sepi. Hanya beberapa mobil. Cukup jauh dari orang-orang.Begitu berhenti, dia langsung melepaskan tanganku dengan kasar hingga tubuhku sedikit terdorong ke belakang.Aku menatapnya, napasku masih belum stabil.Lyla berdiri tegak di depanku, tangannya langsung terlipat di depan d

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Aku Belum Selesai Denganmu (POV Aaron)

    POV AaronAku tidak bergerak saat dia pergi. Seharusnya itu tidak berarti apa-apa. Tapi sialnya, pikiranku terus kembali ke ekspresi wajahnya tadi, cara matanya berubah saat melihat Lyla di kamarku.Rahangku mengeras. Bukan rasa bersalah. Bukan penyesalan. Aku tahu persis aku tidak

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Malam Aku Memanggil Namanya (POV Ian)

    POV IanAku mengangkat pandanganku padanya.Ibuku berdiri di depanku dengan postur tenang, sepenuhnya terkendali.“Jangan sampai kau mengacaukan semuanya lagi.”Aku menghela napas pelan. “Tidak akan.”"Bagus."Dia menatapku beberap

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Tidak Ada Awal Baru (POV Aaron)

    POV Aaron“Terima kasih,” katanya.“Karena menyelamatkanku dari Ian tadi.”Aku tidak langsung menjawab.Kami hanya saling menatap beberapa detik. Lalu tangannya perlahan terangkat. Biasanya aku akan menepisnya. Aku tidak suka disentuh apalagi ol

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Pria di Bar

    POV AngelaBeth menatap mobil itu lagi.“Oke,” lanjutnya. “Jadi kau menang lotre… atau diam-diam jadi miliarder dan lupa memberi tahu aku?”Aku terkekeh pelan. “Ya. Persis begitu."“Aku serius.” Dia menyilangkan ta

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status