Share

Lima Menit

Penulis: Von Hsu
last update Tanggal publikasi: 2025-10-11 09:00:00

POV Angela

Dua hari berlalu tanpa makna. Aku makan, tidur, kadang mengobrol dengan Lana. Gadis itu cukup menyenangkan untuk seseorang yang dibayar untuk menjaga wanita simpanan bosnya. 

Tapi hari ini, aku bosan. Ada sesuatu dalam diriku yang ingin bergerak.

Aku melangkah ke dapur. 

Ruangan itu terlalu bersih dan rapi. Wajar, tidak ada yang memakainya. Pelayan Aaron memasak di properti belakang jadi dapur utama ini hanya seperti pajangan. 

Aku

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Dia Tak Membiarkanku Mati

    POV AngelaDia mengenakan kemeja biru tua, jas luarnya sudah tidak dipakai dan samar-samar terlihat lingkaran gelap di bawah matanya.Untuk beberapa saat, tak ada satu pun dari kami yang berbicara.Lalu dia memecah keheningan."Kau sudah sadar."Aku mengangguk pelan.Ekspresinya tidak berubah sedikit pun."Bagus."Tatapannya tetap tertuju padaku."Ian sudah ditangkap."Mataku langsung membelalak."Apa?""Dia selamat dari kecelakaan itu. Polisi langsung menangkapnya."Aku menatapnya, berusaha mencerna setiap kata yang baru saja kudengar."Jadi..."Aku menelan ludah dengan susah payah."Semuanya sudah berakhir?""Iya."Rasa lega menyapu dadaku begitu cepat.Akhirnya...Ian akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.Dia tidak akan bisa menguntitku lagi.Dia juga tidak akan bisa menyakiti siapa pun lagi.Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama...Aku tidak perlu lagi hidup dalam ketakutan terhadap seseorang yang rela melakukan apa pun hanya karena obsesi.Tatapanku perlahan kem

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Detak Jantung yang Kutakutkan Hilang

    POV AngelaKelopak mataku terasa begitu berat.Butuh beberapa kali usaha sebelum akhirnya berhasil kubuka perlahan.Langit-langit putih mulai terlihat jelas di atas sana.Selama beberapa detik aku hanya menatapnya, tidak benar-benar mengerti di mana aku berada.Sinar matahari yang hangat menembus celah tirai, menyelimuti ruangan asing itu dengan cahaya lembut.Aku berkedip beberapa kali hingga pandanganku akhirnya benar-benar fokus.Lalu semuanya kembali memenuhi ingatanku.Ian telah menculikku.Kami melarikan diri dengan mobil.Kecelakaan itu.Bayiku.Jantungku langsung mencelos.Refleks, tanganku bergerak menuju perutku.Namun baru sedikit bergerak, rasa nyeri yang tajam menjalar dari bahu hingga tulang rusukku.Aku terkesiap pelan.Baru saat itulah kusadari ada infus yang terpasang di punggung tanganku. Pelipisku terasa tertarik oleh balutan perban, sementara seluruh tu

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Suara yang Kukenal

    POV AngelaAir mataku hampir jatuh, tetapi kutahan sekuat mungkin.Saat itulah pintu kamar terbuka begitu saja.Salah satu pria bertubuh tinggi bergegas masuk. Napasnya memburu, wajahnya tegang.Ian langsung menoleh dengan kesal karena gangguan itu."Apa?"Nada suaranya tajam."Kau sudah membeli makanannya?""Belum, Tuan."Pria itu sempat melirik ke arahku sebelum kembali menatap Ian."Kami mendapat informasi kalau polisi sudah bergerak. Mereka berhasil menemukan tempat ini."Dadaku langsung mengencang. Polisi...Harapan yang tadi nyaris padam kembali menyala.Aku berharap mereka akan menemukanku di sini. "Kita harus pergi sekarang," lanjut pria itu.Ian tidak tampak terkejut. Dia hanya mengangguk singkat, lalu mengalihkan tatapannya padaku. "Sepertinya kita harus pindah," katanya tenang. Aku menggeleng tegas."Aku tidak akan ikut denganmu."Rahang Ian langsung mengeras."Apa yang baru saja kau katakan?" suaranya nyaris seperti geraman."Aku bilang aku tidak ikut."Dalam dua langk

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Di Bawah Pengawasannya

    POV AngelaAku tidak tahu sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri.Kesadaranku perlahan kembali saat suara seorang pria terdengar samar di telingaku."Tuan... jika Nyonya Bennett tahu tentang ini, dia pasti tidak akan setuju."Lalu suara pria lain terdengar."Aku tidak butuh persetujuannya."Hening beberapa detik."Sekarang pergi. Dan jangan pernah mempertanyakan perintahku lagi.""Baik, tuan."Aku mendengar suara langkah kaki menjauh.Lalu terdengar bunyi pintu yang terbuka dan kembali tertutup.Aku berusaha membuka mata.Pandanganku masih buram.Hal pertama yang kulihat saat penglihatanku akhirnya fokus adalah Ian Bennett.Dia duduk di sebuah kursi beberapa langkah dariku, menatapku dalam diam.Jantungku nyaris berhenti berdetak.Aku mencoba menggerakkan tubuhku tetapi tidak bisa.Kepanikan langsung menyergapku saat menyadari kedua pergelangan tangan

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Dia Datang Mencariku

    POV AngelaSudah lebih dari sebulan sejak aku meninggalkan Los Angeles. Bersamaan dengan kepergianku dari kota itu, aku juga meninggalkan kehidupan yang selama ini kubangun sebagai seorang aktris.Kebencian itu tidak pernah benar-benar berhenti.Sesekali, aku masih membuka media sosialku, hanya untuk menemukan gelombang komentar kejam yang kembali memenuhi layar.Entah sejak kapan, semua itu berhenti menyakitiku.Lalu, pada suatu pagi, sebuah berita utama yang kubaca membuatku membeku.Evelyn Tewas. Ian Bennett Ditetapkan sebagai Tersangka Utama.Menurut laporan, Ian menghilang sebelum polisi sempat menangkapnya dan kini menjadi buronan."Angela."Suara Beth membuyarkan lamunanku.Aku segera mengunci layar ponsel dan meletakkannya di atas meja tamu.Selama sebulan terakhir, Beth tetap menemaniku.Entah sudah berapa kali aku mengatakan bahwa dia tidak perlu tinggal bersamaku, tetapi dia selalu menolak meninggalkanku sendirian.Sekarang kami tinggal di sebuah kota kecil di dekat Eureka,

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Jebakan Sang Pemburu (POV Aaron)

    POV AaronJarum jam di sudut ruang kerja menunjukkan pukul 12.47 malam.Aku mengusap pelipis sambil membaca halaman terakhir laporan ketika ponselku yang tergeletak di meja bergetar pelan.Satu pesan masuk. Bisakah kita bertemu?Aku menatap nama pengirimnya beberapa detik.Akhirnya.Aku membalas singkat.Besok pagi. Tempat yang sama.***Keesokan paginya mobil hitamku berhenti di sebuah jalan yang masih sepi.Matahari baru saja terbit. Kabut tipis masih menggantung di antara deretan bangunan industri yang belum mulai beroperasi.Aku melirik jam tangan.Tepat waktu.Beberapa detik kemudian, seorang pria berpakaian serba hitam dengan topi menutupi wajahnya berjalan mendekat.Dia membuka pintu penumpang dan langsung masuk.Pintu kembali tertutup.Pria itu mengeluarkan sebuah USB flash drive dari sakunya dan meletakkannya di atas konsol tengah."Aku harap kau menepati janjimu."Aku mengambil benda kecil itu."Apa ini?""Bukti yang bisa menghancurkan Ian Bennett."Aku membolak-balik USB i

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Pria di Bar

    POV AngelaBeth menatap mobil itu lagi.“Oke,” lanjutnya. “Jadi kau menang lotre… atau diam-diam jadi miliarder dan lupa memberi tahu aku?”Aku terkekeh pelan. “Ya. Persis begitu."“Aku serius.” Dia menyilangkan ta

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Keputusan Itu

    POV Angela“Kontrak akan dikirim setelah tim legal menyelesaikan detailnya. Akan ada pelatihan intensif—dialek, fisik. Jadwalnya ketat.”“Aku mengerti. Itu bukan masalah.”Mercer mengangguk, lalu berdiri. Aku ikut berdiri.Dia mengulurkan

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Tenggat dan Pilihan

    POV Angela“Hai Angela. Cuma mau menyapa. Aku dengar kau mungkin akan bergabung di proyek Mercer. Kalau itu terjadi, sepertinya kita bakal sering bertemu."Jempolku menggantung di atas layar, menimbang setiap kata untuk membalasnya.Aku akhirnya mengetik pelan.

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Yang Tak Bisa Kutolak

    POV Angela“Tidak,” jawabku cepat.Aku mengangkat bahu, berusaha terdengar santai. “Kenapa harus menggangguku? Kita bukan…” Aku berhenti, lalu mengoreksi diri. “Itu bukan urusanku.”“Aku harap begitu,” katanya. “Jan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status