LOGINSepanjang hari Arini mengurung diri di kamar, Ratna tidak bisa membujuknya bahkan Arini menolak makan karena terus memikirkan bayinya yang diculik oleh Yudha.Haikal yang baru saja pulang bekerja langsung menemui sang istri dan memastikan bahwa keadaan istri dan anaknya baik-baik saja."Sayang, Yuda tidak melukai kamu dan Mazaya kan? Bi Sarti bilang dia sempat datang ke rumah ini," ucap Haikal."Aku gak apa-apa, Mas. Iya Yuda memang sempat ke sini dan hendak menculik anak kita, tapi dia seperti lupa dengan tujuan awalnya karena terkejut melihat ibu yang sudah sehat," ucap Yumna menjelaskan hal yang tadi siang terjadi pada mereka.Haikal menghela nafas dan membuka dasi di lehernya, ia bersyukur anak dan istrinya baik-baik saja meskipun saat ini dia juga belum tenang karena anak Arini masih ada di tangan Yudha."Harusnya aku menambah penjagaan di sini dan juga saat kalian keluar rumah," ucap Haik
"Hah, harus di apakan bayi ini?" ucap Yuda bingung dengan bayi yang terus menangis itu."Yud, bukannya perempuan tadi itu pacar kamu yang suka ngasih kamu uang ya?" tanya Joko saat mengingat wajah Arini."Arini, iya anggap aja jadi mantan. Dia udah nggak mau menuruti permintaanku dan nggak mau lagi ngasih uang sama aku soalnya!"Joko dan Baron saling pandang lalu melihat bayi yang kini sedang menangis, tetapi Yuda masih mendiamkannya."Kalau cewek tadi pacar kamu, berarti anak ini anak kamu dong, Yud? Kok bisa sih kamu nyulik anak sendiri?" tanya Baron merasa keheranan dengan sikap Yuda."Belum tentu juga anak ini adalah anak kandungku, bisa jadi kan Arini melakukan hal itu mengenal laki-laki lain selain aku," ucap Yudha.Karena bayi itu terus menangis akhirnya Yuda meminta Baron untuk membeli susu dan juga botolnya, Mereka takut karena tangisan bayi tersebut mengundang kecur
"Ayo cepet pergi, takut pembantu itu bawa orang terus kita di tangkap!" ucap Baron.Yuda mengikuti apa kata Baron mereka pergi dari rumah tersebut, membuat Yumna dan Ratna menghela nafas lega. Sementara Bi Sarti ternyata keluar rumah untuk mencari bantuan security, tetapi ketika dia mencari security malah menemukan security tersebut pingsan di dalam ruang jaga. Bi Sarti mencoba untuk membangunkan security, tetapi ia ingat Yumna dan Ratna yang mungkin dalam bahaya di dalam rumah."Bu Yumna, Bu Ratna tidak apa-apa?" tanya Bi Sarti yang berlari tergopoh-gopoh memasuki rumah tersebut."Enggak apa-apa, Bi. Cuma ibu terlihat syok," ucap Yumna.Bi Sarti dengan sigap mengambilkan segelas air putih dan memberikannya pada Ratna yang duduk di ruang tamu."Ini Bu Ratna minum dulu airnya biar lebih tenang," ucap Bi Sarti."Terima kasih banyak Bi Sarti." Ratna langsung meminum air yang dib
"Yuda, aku lihat satu laki-laki dan satu perempuan keluar dari rumah itu menggunakan mobil," ucap Joko teman Yuda yang saat ini sedang memantau rumah Yumna."Pantau terus, ikuti kemana mereka pergi!" ucap Yuda melalui sambungan telepon.Setelah mendengar perintah dari Yudha, teman Yuda yang bernama Joko itu langsung mematikan telepon dan tancap gas membawa sepeda motor mengikuti mobil yang ditumpangi Arini dan Ronald.Sesampainya di rumah sakit, Joko hanya memantau dari kejauhan dan memberitahu Yudha jika Arini diantar sopir ke rumah sakit."Terus ikuti sampai mereka kembali kerumah, cari tahu kapan mereka akan kembali keluar rumah!" Perintah Yudha.Joko hanya menganggukkan kepala menuruti ucapan Yuda, sementara Yudha dan satu temannya lagi bersiap untuk pergi ke rumah Yumna untuk memantau kondisi di sana."Ngapain kita ke rumah itu?" tanya Baron."Udah
Yudha dan kedua anak buahnya mulai memantau kegiatan Arini dan keluarga Yumna, mereka menunggu salah satu dari mereka keluar rumah dan membawa anak mereka keluar."Mereka zombie apa ya? Sudah tiga hari kita di sini kok belum lihat salah satu dari mereka keluar!" ucap salah satu teman Yuda."Sepertinya Haikal melarang mereka keluar rumah," ucap Yudha. "Terus gimana dong? Kalau mereka gak keluar gimana kita mau culik? Gimana kita mau dapat duit?""Syut, diam! Jangan ngomong mulu, nanti ada yang dengar niat kita di sini ketahuan, belum apa-apa kita udah di tangkap!" ucap Yudha kesal.Kedua teman Yuda pun akhirnya diam, mereka tetap mengawasi rumah Yumna dari rumah kosong di dekatnya, sudah habis satu bungkus rokok dan enam minuman kaleng tapi mereka belum juga melihat batang hidung Yumna ataupun hari ini yang keluar dari rumah tersebut. Karena merasa kesal akhirnya Yuda pun mengajak kedua temanny
"Ibu akan temui Yuda, biar ibu yang kasih pelajaran untuknya!" ucap Ratna emosi."Jangan lakukan itu, Bu. Jika ibu pikir Yuda akan berhenti setelah ibu mendatangi dan menasehatinya itu tidak akan terjadi."Yumna cukup kenal dengan sikap Yudha, sejak kecil sampai dewasa ia selalu di ganggu oleh kakak tirinya itu. Berulang kali Asih nenek Yumna dan Yuda menasehati Yuda, tetapi sama sekali tak di hiraukan oleh Yudha.Ratna hanya bisa mengelus dada merasa kesal pada sikap Yuda yang keterlaluan persis seperti ayahnya. Yumna melakukan screenshot pesan singkat yang di kirim Yuda pada nomor Arini, lalu ia mengirim bukti screenshot ke nomor ponselnya."Aku akan beritahu masalah ini pada Mas Haikal. Ibu dan kamu Arini jangan melakukan tindakan apapun sebelum Mas Haikal mengatakan apa-apa, tetap tenang dan lakukan aktivitas seperti biasa di rumah," ucap Yumna."Aku akan menurut asalkan keselamatan anakku







