Share

Bab 8

Author: Stary Dream
last update publish date: 2026-02-13 18:41:34

Dua tangan Aldi penuh memegang buah tangan dari Mayang. Sebab pujian Aldi tadi membuat pipi Mayang merah merona, wanita itu pun tak segan membuat pisang goreng lagi serta lauk lainnya.

"Ini mas untuk makan malam.." Mayang menyerahkan dua paper bag.

"Ya ampun kamu repot banget."

"Istrimu pasti nggak masak, kan? Nih aku buatkan mie goreng."

Aldi tersenyum menerima buah tangan tersebut. Secuit perhatian ini berhasil membuatnya dada berdebar.

"Terima kasih." Ucap Aldi memandang wanita itu lekat.

D
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Siti Rofikoh
terlalu lebay cerita ini
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 122

    Selina tertegun sesaat memandangi dua wanita dan satu pria yang ada di hadapannya. Ia ingin menolak kehadiran tiga orang ini. Terlebih mereka lah yang menghancurkan nama baik Rama dengan mengajukan gugatan tak berdasar. Namun tatapan memelas dari ibu paruh baya ini tak bisa di tolaknya. Ia pun mengangguk pelan. "Tunggu sebentar, ya." Ujar Selina ramah. Ia kembali masuk ke dalam sementara keluarga Anggia menunggu diluar. Mereka mengerti jika kedatangan mereka pasti mengejutkan. "Ada siapa, Selina?" Tanya Rama. "Mas Rama.. Pak Taufan, bu Mala.. ada keluarga Anggia di depan." Rahang Taufan langsung mengeras. Saat ia ingin berdiri, Mala menahan lengan suaminya. "Biarkan saja, pa." Ujar Mala lembut. "Mau apa lagi mereka, ma? Apa kamu nggak ingat bagaimana mereka memfitnah Rama! Lagipula mereka sudah mendapatkan uang kompensasi, kan??" Taufan jadi emosi. "

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 121

    "Papa!!!" Aulia masuk ke dalam ruang rawat sambil berlari. Tubuhnya mulai menggembul. Semakin imut dengan gamis berwarna merah dengan hijab instan yang sama. Saat melihat Rama, anak ini berlari dan merentangkan tangan. Rama sampai turun dari tempat tidur untuk meraih putrinya. "Halo, sayang!" Aulia ditangkap oleh Rama dalam pelukannya. Anak ini memanjat perut hingga membuat Rama sedikit nyeri. Namun ia tertawa karena Rama mencium pipinya. "Astaga, Aulia!" Mata Selina sampai melotot. Ia berlari untuk mengambil Aulia dalam pelukan Rama. "Aduh, hati-hati, nak. Papa belum sembuh!" Selina menurunkan Aulia dan membantu Rama naik ke tempat tidur. "Perutmu sakit, mas?" Tanya Selina khawatir. "Nggak, kok!" Jawab Rama tersenyum. Aulia masih berjinjit minta di gendong, namun Selina meraih putrinya itu dan beralih pada Mala dan Taufan. Setidaknya anak ini harus

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 120

    Sore ini, Raymond menjadi pemberitaan nasional. Kasusnya melejit. Baik dari pelecehan, penyerangan hingga rencana pembunuhan. Dan satu lagi.. penipuan. Para investor yang menjadi korban dari investasi bodong Raymond akhirnya ikut bersuara. Dimana mereka mengalami kerugian sampai miliaran rupiah. Tak sampai disitu, mereka pun sempat diancam jika berani melawan maka nyawa adalah jaminan mereka. Dan sekarang, tamatlah sudah riwayat Raymond. Bahkan ayahnya yang pernah menjadi menteri pun tak dapat berkutik karena kumpulan kejahatan yang dilakukan oleh putranya. Rangga juga sudah menunjuk pengacara untuk menangani kasusnya. Sekarang tinggal menunggu masa pemulihannya saja. "Satu per satu masalah kita selesai.." Mala bernafas lega. Ia lalu mematikan tayangan di televisi. Rangga diam seribu bahasa. Ia malu bersuara. Ibarat jatuh, Rangga juga tertimpa tangga. Semua masalah ini terjadi karena keserakahannya.

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 119

    Rangga dioperasi cito. Hanya ada Mala yang menunggu pria itu sampai keluar ke ruang observasi. Setelah sadar penuh, Rangga dipindahkan ke ruang super VIP. Dimana sudah ada Rama terlebih dahulu yang menjadi penghuninya. Rangga mulai tersadar dimana ia berada. Ketika ia membuka mata.. Rangga tersentak setelah mendapat tatapan tajam dari Taufan. "Papa..." Rangga lalu menoleh ke sebelah kiri. "Mama..." Tak hanya itu, ia juga menoleh ke sebelah kanan rupanya ada Rama yang masih terbaring di tempat tidur dengan Selina di sisinya. "Rama.." "Untung saja kamu masih hidup. Setidaknya kamu bisa memberikan keterangan pada pihak kepolisian mengenai kecelakaanmu." Ucap Taufan datar. Rangga mengerjap. Ia berusaha menggerakan kakinya yang nyeri. Namun, ia tersadar jika kakinya telah dibungkus sesuatu. "Jangan banyak bergerak, nak. Kaki kananmu patah." Ucap Mala lembut. Bagaimanapun Rangga ini ad

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 118

    Rama membuka matanya setelah mendengar keributan. Saat dia menoleh, pria ini kaget menemukan Selina tengah menindih seorang perawat wanita. "Selina! Ada apa???" "Mas! Panggil suster!" Seru Selina menahan wanita ini dengan cara menindih dadanya agar tak bergerak. Kedua tangan itu ditahan Selina agar tak bergerak. "Apa??" Rama tak paham. Yang dibawah Selina adalah perawat.. lantas kenapa Selina menyuruhnya memanggil perawat lagi? Manut akan ucapan Selina, Rama memencet bel berulang kali hingga dua orang perawat berpakaian dinas masuk. "Suster, tolong!" Ujar Selina. Dua perawat ini terbelalak. Mereka lekas membantu Selina dan mengamankan wanita yang sedang meringkuk ketakutan. "Siapa kamu?" Bentak perawat Mandala. Wanita bertubuh gempal ini sigap menahan tangan perawat gadungan. Perawat satunya memanggil security sementara Rama beringsut bangun dari t

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 117

    Mata Rama memerah mendengar penjelasan Rangga. Kakaknya ini akhirnya mengakui seluruh kesalahannya. Bahwa selama ini ia terlibat untuk menyembunyikan identitas pria yang sudah menghamili Anggia. Dan kabar buruknya, Ranggalah yang membantu pria itu menyamar menjadi Rama selama ini."Kenapa mas melakukan itu?"Sebuah pertanyaan singkat tapi tak mampu dijawab oleh Rangga. Pria ini hanya tertunduk dengan wajah yang memerah. Ia pun menangkupkan kedua tangannya di depan dada."Maafkan aku, Rama.. aku sungguh menyesal. Oleh karena sikapku yang pengecut kamu harus menjalani semua kepelikan ini. Aku benar-benar merasa bersalah.." lirih Rangga tercekat. Akhirnya benteng kesombongan ini runtuh juga."Andai saja mas jujur dari awal, mungkin semua tidak akan seperti ini.." balas Rama melirih.Pria ini menarik nafas berat sembari memejamkan mata. Akhirnya Rangga mengakui kejahatannya dan kalimat permintaan maaf itu sudah ia dapatkan."Aku suda

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 37

    "Aldi! Sedang apa disini??" Maryono memandang tajam."Aku.." Aldi memutar kepalanya sejenak untuk menatap mertua dan petugas yang meladeninya secara bergantian. "Mencari ayah.""Mencariku? Tapi aku diluar.""Aku tadi melihat ayah masuk kemari."Maryono menghela nafas. "Mari keluar. Kasihan suster i

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 33

    "Cepat sekali kamu datang.. nggak ngajar?" Tegur Maryono."Ngajar, yah. Tapi hanya satu kelas aja. Ayah ngapain dari sana?" Aldi menunjuk ruangan yang bertuliskan NICU."Oh.. ayah hanya melihat karena penasaran. Rupanya itu ruangan khusus untuk ICU bayi."Dahi Aldi langsung mengernyit."Ayah kenal

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 32

    "Aldi." Tegur Maryono dengan suara beratnya. Aldi menatap ke arah mertuanya yang sedang terduduk dikursi sembari memegang tongkat, lalu membalas pandangan yang ditujukan oleh pria tinggi kepadanya."Kamal.." gumam Aldi.Kamal berjalan mendekat ke arah Aldi. Wajah dengan rahang tajam itu menatap de

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 31

    Aldi mengusap buku harian itu dengan jemarinya. Sesekali air jatuh ke atas kertas yang tercetak basah. Sebuah air mata penyesalan dari Aldi setelah membaca kisah hidup Selina yang memilukan.Selina dengan perjalanannya dalam mempertahankan rumah tangga ini. Tak tahu sudah banyak sekali Selina perta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status