ログインSetelah terhempas ke dalam kehampaan, Xiao Chen tidak sadar tapi semua keluarganya dengan kekuatan yang tersisa berusaha membuatnya keluar dari kehampaan tersebut. Dan sampai pada waktu yang tidak diketahui, tubuh Xiao Chen benar-benar membeku tidak berkembang selama dalam kehampaan. Itu seperti usianya benar-benar diberhentikan pada saat itu.
Sampai di suatu hari Xiao Chen berhasil keluar dengan usaha keras dari jiwa keluarganya. Termasuk sang leluhur tua dan leluhur keluarga Xiao yang telah menggunakan seluruh kekuatannya. Saat melihat keturunan mereka sudah berhasil selamat, mereka bisa pergi dengan tenang pada saat itu juga.
“Kami pergi dulu nak! Meskipun kami tidak akan ada lagi di masa depan, tapi kami akan tetap menyayangimu. Kami bangga padamu wahai cucu kesayanganku!” Melihat Tian Sen sudah berada dalam posisi aman, mereka menghilang satu persatu dengan perasaan bangga. Dan begitulah setelah itu, Xiao Chen tertidur lama sampai kedua kakek serta cucunya menemukan Xiao Chen dalam keadaan seperti itu. Mereka tidak tahu siapa Xiao Chen tapi mereka tetap mau membawanya kembali pulang karena merasa kasihan dengannya. Pada saat yang sama, dunia milik Xiao Chen juga di telan oleh sesuatu yang gelap lebih gelap daripada kegelapan.Saat kehendak surga melihat itu, dia mengerutkan keningnya karena meski sudah membunuh atau menghilangkan semua makhluk di dunia ini. Hatinya benar-benar masih belum tenang sedikitpun, tapi melihat dunia yang telah menghilang ada sedikit senyuman di wajahnya. Dengan menghilang dunia oleh kegelapan yang sangat gelap tersebut, dia tidak akan jadi orang yang disalahkan oleh sosok kuat yang melampaui imajinasi para dewa.
“Kau benar-benar memberikan Semua kehidupan ini untukku? Apa tujuanmu?” Tanya suara dalam kegelapan menatap ke arah kehendak surga dengan tatapan yang sangat dingin. Meski dia mendapatkan hadiah besar tapi jauh dalam hatinya, dia tidak bisa percaya dengan kehendak surga. “Lakukan saja apa yang kamu ingin lakukan, anggap saja hadiah dariku!” Ucap kehendak surga yang berwujud manusia menatap ke arah kegelapan tersebut. Kehendak surga sangat yakin kalau kegelapan sangat menginginkan kehidupan sebanyak itu untuk menciptakan kembali wujudnya, meski dia punya tujuan tapi dia tidak baik untuk memaksakan tujuan itu pada sosok tersebut. “Kau benar-benar kejam yah? Mereka adalah makhluk yang harusnya dapat melawan takdir, tapi kamu benar-benar menghancurkan mereka karena tidak sesuai dengan jalanmu. Apakah kalian benar-benar berpikir bisa mengendalikan hidup makhluk di semua alam ini?” Pertanyaan dari makhluk yang ada di dalam kegelapan membuat kehendak surga tersenyum aneh melihatnya. “Hei, makhluk yang menelan seluruh kehidupan malah bicara seperti itu padaku. Bukankah soal kejam kamu tidak kalah kejam denganku? Dan jangan bilang kami, karena kami ini satu dan satu itu adalah kami, makanya kamu salah menyebutkan kami semua! Karena kami semua sebenarnya adalah satu,” Sosok itu mendengar ucapan dari kehendak surga hanya diam, dia melakukannya karena dia ingin bukan karena dia berpikir kalau makhluk hidup itu menyusahkan serta sudah melenceng dari takdirnya. Berbeda dengan takdir surga yang benar-benar ingin memusnahkan kehidupan tanpa pandang bulu, dia masih punya hati terhadap orang-orangnya sendiri. Jadi, kalau soal kejam maka kehendak surga lebih kejam dibandingkan dirinya yang disebut penelan atau pembawa kehancuran di seluruh alam ini.Dia juga paham kenapa kehendak surga membantunya, itu karena ingin dia melakukan sesuatu yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh kehendak surga. Dan tempat itu satu-satunya yang takdirnya masih terputus oleh surga itu sendiri karena sosok yang setara dulu dengan kehendak surga memutuskannya sebelum dia pergi menghilang entah kemana.
“Apa kamu berpikir pengganti dari sosok itu telah muncul? karena itu kamu ingin membantuku dan seluruh bawahanku pulih?”Mata kehendak surga yang tadi santai menjadi sedikit menakutkan saat dipandang oleh sosok gelap itu. Ada sesuatu yang jelas tidak dapat dilakukan oleh kehendak surga dan sesuatu itu adalah hal yang bahkan surga sendiri tidak dapat bergerak melawan.
“Hahahaha, kau benar-benar lucu! kalian kehendak surga memiliki kekuatan untuk memusnahkan tapi pada kenyataannya dari dulu kalianlah yang menolong diriku berkembang bukan? Dan saat aku seharusnya akan mati, kalian diam-diam menolongku dengan memaksa sosok sekuat itu untuk hanya menyegel kami. Alasannya sangat sederhana, kalian masih membutuhkan kami! Hahahahah, aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa kepada kamu kehendak surga yang mulia!” Dia sangat paham kenapa kehendak surga ingin dia hidup, alasannya untuk dia terus melakukan teror ke alam semesta dengan semua pasukannya. Kalau surga tidak menginginkannya, maka mereka bisa saja menghancurkannya dengan mudah tapi pada kenyataan mereka tidak melakukan apapun setelah melihat begitu banyak dunia yang hancur karena mereka. “Lakukan saja apa yang jadi keinginanmu, kami ini tidak akan ikut campur dengan urusan alam. Jika memang mereka tidak bisa bertahan maka itu adalah salah mereka, bukan salah surga karena tidak adil! Tutup mulutmu jangan membuatku marah, dan malah menghancurkanmu.”Ucapan dari surga membuat sosok dalam kegelapan itu marah. Tapi sekarang dia tidak dapat melakukan apapun karena kekuatannya tidak pada puncak apalagi meski berada di puncak sekalipun tidak mungkin dia bisa menang melawan kehendak surga.
Kehendak surga melihat si gelap tidak bicara lagi, dia menghilang di tiup angin sambil mengingatkan agar kegelapan itu tidak gagal lagi. Karena jika dia gagal, maka tidak ada kesempatan kedua seperti yang terjadi pada masa dimana kegelapan itu disegel. Kegelapan tidak menjawab dan hanya diam melihat kehendak surga pergi begitu saja, dia tidak suka dengan suga sejak masih lahir.Andai saja dia berhasil dulu, mungkin dia bisa menjadi sosok yang terbebas dari kekangan surga tapi pada akhirnya dia kalah oleh orang tersebut yang membuat dia kehilangan semua kekuatan di saat tersegel dalam ruang hampa.
“Jangan berpikir bengkok, aku bisa melihat semua yang kamu lakukan meski tidak berada di dekatmu!” Ucap kehendak surga berbarengan dengan dirinya menghilang sambil mengingatkan kegelapan untuk tidak berpikir melawannya. “Pada akhirnya surga tidak ingin ada yang menentang mereka bukan? Karena itulah mereka dihilangkan, tapi itu sungguh ironis sekali bagi manusia yang menganggap dewa itu ada. Tidak masalah, pada akhirnya aku pasti akan mengalahkan kalian kehendak surga!Jika aku dulu hampir berhasil, maka kali ini aku pasti akan berhasil bebas darimu!”Ucapnya dengan suara yang penuh dendam. Meski dia sekarang lemah tapi bukan berarti dia mau mengikuti semua yang diinginkan oleh kehendak surga, karena dia sudah punya dendam dan dari awal lahir, tujuannya memang adalah bebas dari kehendak surga.
Mendengar wanita itu tertawa, Mu Biyu benar-benar tidak dapat memahami tujuan dari wanita itu datang padanya. Tapi dia ingin bertanya lebih lagi, “Apakah masa depannya tidak bisa diubah? Apakah tidak ada pilihan lain?” Pertanyaan yang membuat wanita cantik itu tersenyum menatap Mu Biyu. “Mengubah masa depan yah? Bisa, tapi itu tergantung apakah dia benar-benar mau kembali atau tidak. Dan juga, apapun pilihannya di masa depan aku…. Tetap menerimanya! Jadi, kamu hanya perlu percaya pada dia dan jangan pernah berpaling meskipun di masa depan semua alam semesta bermusuhan dengannya!”“Jangan berpaling meski dia menjadi musuh semua orang? Tentu, aku tidak akan pernah meninggalkannya apapun yang terjadi nanti di masa depan!” Mu Biyu dengan tegas mengatakan niat di dalam hati pada wanita yang berada di depan matanya itu. Meskipun nanti Xiao Chen benar-benar seperti yang dia lihat, Mu Biyu tidak akan pernah meninggalkan Xiao Chen. Dia akan selalu berada di sisi Xiao Chen meskipun alam dewa
“Huaaaa! Akhirnya bangun, ini benar-benar melelahkan. Eh? Kenapa dia disini?”Xiao Chen yang baru saja bangun, melihat sosok Mu Biyu yang bersandar di sebelah kasurnya. Wanita itu terlihat sangat cantik dan manis saat dipandang seperti itu, Xiao Chen yang melihatnya pun benar-benar terpesona akan kecantikan Mu Biyu. Dia sedikit mengingat apa yang terjadi tapi tidak dapat mengingat dengan jelas, lalu Xiao Chen sadar kalau sekarang dia bukan berada di kamarnya tapi di kamar berbeda. Dari sisi kamar itu, Xiao Chen bisa mencium wewangian dari kamar seorang wanita dan dengan begitu saja Xiao Chen bisa menebak kamar siapa itu. “Huf, tampaknya ada yang terjadi padaku. Yah, gadis ini juga cukup baik, dan dia… sangat cantik!” Kata Xiao Chen mengelus pipi Mu Biyu, lalu bangun dari tempat tidurnya. Xiao Chen menggerakkan sedikit tangannya lalu mengubah posisi tidur dari Mu Biyu, tanpa disadari oleh gadis itu, sekarang Mu Biyu berada di atas kasur dengan bantuan Xiao Chen. Xiao Chen yang sudah
“Anak ini benar-benar hebat, dia memiliki niat membunuh sekuat itu hanya kepadaku. Hahahahaha, menarik… sungguh menarik.. anak muda yang harusnya tidak ada di alam dewa maupun dunia itu, sekarang malah benar-benar berniat untuk melawanku hukum surga itu sendiri. Ah, sudah berapa lama ada orang seperti dia muncul? Baiklah, aku akan lihat, seberapa bisa mampu kau tumbuh. Dan aku harap kamu tidak mengecewakan aku anak yang tidak ada tapi ada!”suara dari dalam kegelapan bergema dan itu benar-benar adalah sepasang mata emas yang melihat ke arah Xiao Chen tadi. Tapi posisi sepasang mata itu berada di luar dari alam dewa, di tempat yang sangat jauh dan juga tidak terlihat oleh siapapun. Dia yang menggerakkan segalanya, mengatur aturan, membuat kehidupan ada maupun menghancurkan kehidupan. Apapun yang dia lakukan adalah hukum dan apapun yang dia terapkan adalah aturannya. Di dunia manapun tidak ada yang bisa melawan hukum serta aturan yang telah dia tetapkan. Tapi…. Semenjak Xiao Chen lahir
Di dalam kediaman Keluarga Mu, Xiao Chen yang beristirahat di malam itu tiba-tiba bangun dengan ekspresi yang buruk. Tubuhnya juga gemetar karena mimpi yang terasa nyata tersebut, tidak hanya itu saja tapi tubuhnya bahkan gemetar, berkeringat dan entah kenapa kebencian luar biasa muncul di dalam hatinya. Itu menyelimuti kamar Xiao Chen berada bahkan tekanan itu membuat banyak pelayan di keluarga Mu tidak dapat bertahan dan pingsan karenanya.Mu Biyu dan kakek Mu pergi ke kamar Xiao Chen segera setelah merasakan aura mengerikan tersebut. Bersama dengan tetua pertama yang sudah datang sejak kemarin untuk menyelesaikan kerajaan yang tanpa pemimpin. Swussshhhh “Apa yang terjadi? Kenapa kebencian anak ini begitu kuat?”Tanya tetua pertama dengan ekspresi serius mencoba menekan kebencian itu. Tapi dia hampir tidak bisa menahannya karena kebencian dari kamar Xiao Chen sangat besar, melebihi niat membunuh seorang prajurit di lautan musuh yang dapat membunuhnya kapan saja.Mu Biyu melihat au
Setelah terhempas ke dalam kehampaan, Xiao Chen tidak sadar tapi semua keluarganya dengan kekuatan yang tersisa berusaha membuatnya keluar dari kehampaan tersebut. Dan sampai pada waktu yang tidak diketahui, tubuh Xiao Chen benar-benar membeku tidak berkembang selama dalam kehampaan. Itu seperti usianya benar-benar diberhentikan pada saat itu.Sampai di suatu hari Xiao Chen berhasil keluar dengan usaha keras dari jiwa keluarganya. Termasuk sang leluhur tua dan leluhur keluarga Xiao yang telah menggunakan seluruh kekuatannya. Saat melihat keturunan mereka sudah berhasil selamat, mereka bisa pergi dengan tenang pada saat itu juga. “Kami pergi dulu nak! Meskipun kami tidak akan ada lagi di masa depan, tapi kami akan tetap menyayangimu. Kami bangga padamu wahai cucu kesayanganku!” Melihat Tian Sen sudah berada dalam posisi aman, mereka menghilang satu persatu dengan perasaan bangga. Dan begitulah setelah itu, Xiao Chen tertidur lama sampai kedua kakek serta cucunya menemukan Xiao Chen d
Kata-kata kutukan dari manusia dan makhluk hidup yang bahkan dulu tidak punya akal membuat kehendak surgawi merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Meskipun dia tidak tahu apa itu, tapi jelas kalau hal tersebut adalah sesuatu yang membuatnya menjadi aneh dan tidak dapat menolak.Sampai pada akhirnya, kehendak surga dapat merasakan kalau perlahan semua makhluk benar-benar mengutuk kehendak surgawi secara langsung sebelum mereka semua mati. Dan kata dia membuatnya sangat serius memikirkan hal tersebut, Xiao Tianhai bisa merasakan energi perlahan menghilang dari dunia kelahirannya.Dia berbalik lalu berjalan mendekati ayah, kakak, dan ibunya yang tersenyum memandang ke arahnya meski pada saat terakhir mereka semua. Xiao Tianhai entah kenapa merasa puas dengan kehidupannya yang sekarang dibandingkan dulu, dimana semuanya hanya perang, pembunuhan, kematian dan ketidakbahagiaan. Tapi disini semuanya tidak pernah dia rasakan, kasih sayang orangtuanya dan keluarganya adalah hal yang sangat







