LOGINDi dalam kediaman Keluarga Mu, Xiao Chen yang beristirahat di malam itu tiba-tiba bangun dengan ekspresi yang buruk. Tubuhnya juga gemetar karena mimpi yang terasa nyata tersebut, tidak hanya itu saja tapi tubuhnya bahkan gemetar, berkeringat dan entah kenapa kebencian luar biasa muncul di dalam hatinya. Itu menyelimuti kamar Xiao Chen berada bahkan tekanan itu membuat banyak pelayan di keluarga Mu tidak dapat bertahan dan pingsan karenanya.
Mu Biyu dan kakek Mu pergi ke kamar Xiao Chen segera setelah merasakan aura mengerikan tersebut. Bersama dengan tetua pertama yang sudah datang sejak kemarin untuk menyelesaikan kerajaan yang tanpa pemimpin.
Swussshhhh “Apa yang terjadi? Kenapa kebencian anak ini begitu kuat?”Tanya tetua pertama dengan ekspresi serius mencoba menekan kebencian itu. Tapi dia hampir tidak bisa menahannya karena kebencian dari kamar Xiao Chen sangat besar, melebihi niat membunuh seorang prajurit di lautan musuh yang dapat membunuhnya kapan saja.
Mu Biyu melihat aura merah gelap yang menyelimuti Tian Sen mengingat apa yang dia lihat mengenai masa depan, dimana saat itu dia melihat sosok dengan dua pedang penuh darah berdiri di tumpukan mayat. Sosok itu tampak sangat kejam, tidak punya perasaan, hanya ada dendam dan niat membunuh pada tubuh pria tersebut. Siapapun yang menentang akan mati, siapa pun yang menjadi musuhnya akan mati, bahkan siapapun itu yang menghalangi jalannya meskipun itu adalah keluarga sendiri tetap akan mati di ujung pedangnya.Dia Tidak ingin melihat sosok yang memiliki kebaikan hati seperti Xiao Chen menjadi pembunuh kejam seperti yang dia lihat itu. Mu Biyu berusaha untuk masuk ke dalam kamar untuk mendekati Xiao Chen yang saat ini tidak sadar tersebut. Meskipun dia sadar tindakan tersebut adalah kebodohan, tapi demi menyelamatkan sosok itu dari masa depan tanpa cahaya. Dia siap melakukan segalanya apalagi sosok itulah yang telah membantu dia lepas dari cahaya gelap.
“Tidak, kamu tidak boleh seperti ini. Xiao Chen!” BOOOOMMM….. Tempat dimana Xiao Chen berada meledak dan sosok itu sekarang berada di langit, mata Xiao Chen juga berubah menjadi merah seperti darah. Memandang langit, Xiao Chen mengangkat tangannya dan bersiap untuk melakukan sesuatu. Perubahan langit terjadi, kegelapan menyelimuti kediaman keluarga Mu, tidak hanya itu saja, Mu Biyu melihat sendiri kalau tangan Xiao Chen seolah sedang menarik sesuatu.Mu Biyu tidak tinggal diam lagi, dia terbang dan langsung memeluk Xiao Chen dengan erat. Mencoba menyalurkan energi yang ada di dalam tubuhnya kepada Xiao Chen, agar sosok yang sedang mengalami kegagalan di dua kehidupan ini bisa sadar dan memperlihatkan kembali senyuman itu. Tapi… mata Xiao Chen menatap dingin ke arah Mu Biyu, sosok Xiao Chen itu juga bisa merasakan banyak kehadiran di sekitar yang sedang mengelilinginya. Dari tangannya, ratusan meteor bermunculan yang memicu banyak tatapan terkejut karena mereka tidak tahu apa yang telah terjadi disana.
“Apa yang terjadi kepala keluarga? Kenapa tuan muda kami…” “Kita tidak punya waktu untuk mencari alasannya, bersiap dengan situasi terburuk!” Kata kakek dari Mu Biyu kepada orang-orang yang telah bermunculan itu. “Kau menggangguku, siapa kamu..?” Tanya sosok Xiao Chen menatap Mu Biyu dengan tatapan yang aneh. Tangannya ingin menghancurkan Mu Biyu tapi hatinya tidak kuat untuk melakukan semua itu. “Aku … aku .. aku… ingatlah saudara Xiao!” Mu Biyu tidak lagi peduli dan mencium bibir Xiao Chen. Sekarang, Xiao Chen sudah ingin menyerang, tapi energi Mu Biyu membuatnya menjadi tenang dan ciuman yang terasa manis di bibirnya itu… Mata merah darah Xiao Chen mulai memudar, dan mata hitam jernih Xiao Chen pun kembali tapi saat itu dia menatap mata soson yang telah menciumnya itu. Tidak tahu kenapa, Xiao Chen merasa sangat senang dan bahagia saat di cium oleh Mu Biyu. Tapi perlahan kesadaran Xiao Chen mulai menghilang,"Apa aku akan kehilangan mereka lagi? Kenapa dunia ini selalu menekanku? Kenapa….?”. Kata yang terucap oleh bibir Xiao Chen bisa didengar oleh Mu Biyu, kata-kata itu jelas menyayat hati wanita muda tersebut. Dia tidak tahu kenapa, tapi yang jelas perbuatan dari kebencian Xiao Chen memang ada alasan kuat itu bisa terjadi.
“Tenang saja, aku Mu Biyu pasti tidak akan membiarkan semua itu terjadi lagi. Jadi…. Tidurlah, mimpi indahlah wahai pria yang aku cintai!” Mata Mu Biyu meneteskan air mata, tapi suara indah itu membuat Xiao Chen benar-benar melepaskan semua kewaspadaannya dan benar-benar tertidur nyenyak dalam pelukan Mu Biyu. Swussh… “Apa yang terjadi padanya? Kenapa dia mengeluarkan energi yang begitu besar dan juga jahat?” tetua pertama sekte heaven bertanya dengan nada penasaran. Dia bisa merasakan kebencian yang sangat kuat dari Xiao Chen dan itu bukan hanya sekedar kebencian biasa saja. Dari pandangan tetua pertama, jelas kebencian itu diarahkan kepada langit atau makhluk yang menggerakkan segalanya. “Aku tidak tahu tetua, tapi…. Aku pernah melihat dia berada di dalam lautan mayat dan berdiri sendiri disana. Matanya tegas, pedang di tangannya terus bergetar, niat membunuh yang kuat serta kebencian luar biasa dari dia benar-benar tidak bisa aku pahami. Hanya saja aku paham kenapa dia bisa mengeluarkan kebencian sekuat itu, kemungkinan terkait dengan kematian seluruh makhluk di dunianya!”.Penjelasan dari Mu Biyu dapat di pahami oleh tetua pertama tapi dia benar-benar tidak menyangka kalau Xiao Chen akan mengeluarkan niat membunuh segila itu.
“Huf… Bawa dia kembali, aku akan melaporkan masalah ini kepada master sekte. Mungkin dia bisa memahami situasi anak ini!”.Ucap tetua pertama dengan nada yang sedikit berat, masalahnya dia juga mengetahui beberapa hal yang tidak diketahui oleh orang luar dari masalah Xiao Chen. Dan melihat situasi Xiao Chen sekarang, mungkin hanya master sekte yang mengetahuinya atau pun master sekte Dao yang memiliki ikatan darah dengan Xiao Chen.
Melihat ke belakang, ini benar-benar menjadi masalah yang rumit baginya dan entah kenapa saat melihat ke atas dia merasa ada sepasang mata yang melihat ke arah dimana dia dan Mu Biyu sekarang. Atau lebih tepatnya ke arah Xiao Chen itu sendiri, perasaan mencekik itu tentu membuat Tetua pertama sedikit merinding dan merasa tertekan.Tapi dia berusaha untuk tenang dan tidak ambil pusing, sebab alam dewa bukan tempat yang begitu saja mendatangkan bencana. Bahkan hukum surgawi saja tidak akan berani bertindak ceroboh di alam dewa, sepasang mata yang melihat ke arah dia itu pun pasti hanya berani memantau saja.
“Kenapa kalian datang?” Tanya wanita yang berambut putih sedang menyiram bunga di tamannya. “Eh, sayang .. begini, aku mau tanya apa ada orang yang masuk ke tempatmu?” Pemimpin clan naga dan juga putri naga datang ke bukit bunga tempat istri dari pemimpin naga tinggal. Ini bukan tempat umum, biasanya hanya istri pemimpin naga yang menyukai bunga tinggal disini. Mereka datang karena sudah mencari Xiao Chen ke segala tempat tapi tidak ada jejak, sehingga mereka hanya terpikirkan saru tempat ini saja yang belum mereka singgahi. Bahkan putri naga yang memang punya kebencian pada Xiao Chen sedikit takut kalau memang benar anak itu datang kesini. Ibunya jauh berbeda dari anggota clan naga yang lain dan bahkan dia sendiri tidak bisa melakukan apapun pada sang ibu jika ibunya sendiri tidak mau melihatnya. Pemimpin clan bicara dengan sopan karena dia tahu bagaimana temperamen dari istrinya ini. Jadi dia juga berharap kalau istrinya tidak marah atau mengusirnya lagi dari rumah nanti. Kalau bu
“Huf, lega rasanya bisa lari dari wanita gila itu. Lagian, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku bisa tidur …. Bajingan! Ternyata ulah dia,” Xiao Chen melihat sebuah surat kecil yang bertulisan cukup kecil, disana tertulis kalau untuk menenangkan api biru dalam tubuh Xiao Chen. Membutuhkan seorang wanita yang memiliki Ying murni, ini sudah jelas membuat Xiao Chen pergi ke clan naga adalah ulah dari Fu Tian. Pria itu sengaja melakukannya atau dia terburu-buru karena baru sadar kalau ada aturan khusus untuk menahan rasa panas itu. Hati Xiao Chen menjadi sangat kesal dengan Fu Tian, meski pria itu disebut sebagai pelindung tapi sifatnya benar-benar tidak mencerminkan seorang pelindung. “Hei, aku lupa kalau itu butuh bantuan energi Ying dan karena aku melihat ada token clan naga.. aku menggunakannya agar kamu bisa dibantu oleh mereka, selamat bersenang-senang!” Kata-kata dari surat itu membuat Xiao Chen benar-benar emosi dan tidak tahan untuk mengutuk. Bagaimana bisa seorang senior y
Xiao Chen tidak sadar kalau Fu Tian membantunya tapi bantuan seperti apa yang diberikan oleh Fu Tian juga sedikit keterlaluan. Dia menggunakan plakat pemberian pemimpin clan naga untuk membantu Xiao Chen berpindah ke suatu tempat di clan naga. Fu Tian yang siap melakukannya langsung membentuk segel dan Xiao Chen yang dalam keadaan sulit mengetahui apapun hanya dapat pasrah dengan tindakan tersebut. Saat Xiao Chen menghilang pun, Fu Tian hanya tersenyum sesaat lalu tertawa terbahak-bahak. Dia baru ingat kalau api yang di terima Xiaomi bukan api biasa dan bahkan dia dulu juga butuh bantuan orang untuk bisa meredakan api itu. Kalau tidak, mungkin bisa saja membuat diri si pengguna masuk ke dalam hasrat yang membuat si pemilik gila. “Hahaha, kenapa aku begitu ceroboh iya? Padahal aku sudah mengalaminya sendiri, yah … clan naga kuno juga cukup bagus, aku harap dia bisa mendapatkan bantuan disana!” Kata-kata itu jika di dengar oleh Xiao Chen, mungkin Xiao Chen bisa saja langsung pingsan.
“Kamu benar, ini tidak akan mempengaruhi dirimu tapi bagaimana dengan ini?” Suasana di sekitar Xiao Chen berubah, dia lalu melihat sesuatu yang seharusnya tidak ada lagi. Berbeda dengan kehidupan pertama, kehidupan dia saat ini benar-benar memiliki banyak makna dan banyak hal yang Xiao Chen sendiri tidak dapat ungkapkan sama sekali. “Kamu hebat…. Tapi hal ini sudah lama sekali, kalian semua memang ada dalam hatiku. Aku akan tetap membawa beban itu denganku tapi aku tidak akan jatuh lagi seperti dulu!” Xiao Chen terlihat menjadi lebih tenang, baginya apa yang telah terjadi sudah dia biarkan seperti itu. Sekarang, dia benar-benar tidak lagi memikirkan masa lalu, meski begitu … beban tersebut memang tetap ada dan dia akan memukulnya. Dia tidak akan melupakan apa yang terjadi dulu tapi tidak akan bersikap seperti orang bodoh yang tergesa-gesa dalam bertindak. Xiao Chen melihat semuanya ada, mereka tersenyum dan terus mengatakan agar Xiao Chen menjadi yang terbaik. Mimpi itu, dia harus
Xiao Chen melihat air mata palsu dari wanita ini semakin membuatnya marah dan ingin sekali menghancurkan kepala si wanita. Tapi dia menyadari kalau melakukannya, hanya akan membuat pandangan orang-orang disekitar menjadi sesuai keinginan si wanita ini. Jadi Xiao Chen melepaskan tangan dari wanita busuk itu lalu dengan santai menghapusnya dengan sapu tangan yang selalu dia bawa setiap saat di kantongnya. Lalu mata Xiao Chen menatap dingin ke arah wanita yang benar-benar menggunakan berbagai cara hanya untuk mendapatkan keinginan pribadi itu. Tindakan yang benar-benar menghancurkan orang lain, karma dari wanita ini juga terlihat sangat banyak dan itu adalah karma buruk semua. “Bicaralah sesukamu disini, tapi aku ingatkan karma yang ada padamu akan kembali padamu juga. Jadi, aku sarankan lebih baik kamu tidak selalu membohongi orang lain atau jangan sampai membuat orang lain hancur karena sikapmu yang buruk itu!”. Setelah mengatakan hal itu, Xiao Chen pergi meninggalkan area tersebut
“Ini … kenapa terasa seperti aku sedang berada di dalam penjara gelap?” Xiao Chen yang memasuki ujian terakhir untuk mendapatkan pengakuan dari roh alam dewa pun mengikuti ujian tersebut. “Kamu harus bertahan di dalam kegelapan ini sampai waktunya berakhir, tanpa kekuatan, tanpa perbekalan ataupun benda lain. hanya ada dirimu tanpa siapapun disini!” Kata-kata dari roh alam dewa itu membuat Xiao chen terdiam, sendiri? Tanpa bantuan makanan apapun? Dan dia harus menjadi manusia biasa di tempat gelap ini sendirian? Bukankah ujian ini cukup sulit untuk dia tanpa ada bekal apapun? Ini sepertinya dirinya di paksa menjadi manusia biasa dan hidup sendirian di dalam kegelapan.Roh alam dewa tersenyum, dia sudah mengatakan apa yang perlu dikatakan dan jika Xiao Chen benar-benar berhasil melewati ujian kali ini. Maka dia bisa menjadi pewaris dari warisan pendiri atau penjaga alam dewa terdahulu. Xiao Chen tidak terlalu memikirkannya dan mulai mencoba untuk tetap tenang agar bisa mengontrol emos
Dia, suaminya dan dua anaknya harus meninggalkan anak pertama untuk terus hidup sendirian. Kemungkinan hal itu tidak bisa diterima anak mereka yang pertama setelah ia tahu, tapi demi tidak memutuskan keturunan mereka pilihan sulit harus dipilih.Awalnya mereka ingin Xiao Tianhai yang lebih muda per
BOOOOOMMM…. BOOOOOMMM….“Apakah akhirnya datang?” Sosok pria paruh baya yang berdiri paling depan di atas tembok sebuah kota memandang langit yang tidak pernah berubah selama sepuluh tahun.Langit malam dan penuh dengan aura menakutkan itu benar-benar tidak pernah berubah, malah setiap harinya akan
Setelah terhempas ke dalam kehampaan, Xiao Chen tidak sadar tapi semua keluarganya dengan kekuatan yang tersisa berusaha membuatnya keluar dari kehampaan tersebut. Dan sampai pada waktu yang tidak diketahui, tubuh Xiao Chen benar-benar membeku tidak berkembang selama dalam kehampaan. Itu seperti us
Kata-kata kutukan dari manusia dan makhluk hidup yang bahkan dulu tidak punya akal membuat kehendak surgawi merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Meskipun dia tidak tahu apa itu, tapi jelas kalau hal tersebut adalah sesuatu yang membuatnya menjadi aneh dan tidak dapat menolak.Sampai pada akhi







