Share

05. kesadaran

Penulis: kirito
last update Tanggal publikasi: 2026-01-13 13:05:14

Di dalam kediaman Keluarga Mu, Xiao Chen yang beristirahat di malam itu tiba-tiba bangun dengan ekspresi yang buruk. Tubuhnya juga gemetar karena mimpi yang terasa nyata tersebut, tidak hanya itu saja tapi tubuhnya bahkan gemetar, berkeringat dan entah kenapa kebencian luar biasa muncul di dalam hatinya. Itu menyelimuti kamar Xiao Chen berada bahkan tekanan itu membuat banyak pelayan di keluarga Mu tidak dapat bertahan dan pingsan karenanya.

Mu Biyu dan kakek Mu pergi ke kamar Xiao Chen segera setelah merasakan aura mengerikan tersebut. Bersama dengan tetua pertama yang sudah datang sejak kemarin untuk menyelesaikan kerajaan yang tanpa pemimpin.

Swussshhhh

“Apa yang terjadi? Kenapa kebencian anak ini begitu kuat?”

Tanya tetua pertama dengan ekspresi serius mencoba menekan kebencian itu. Tapi dia hampir tidak bisa menahannya karena kebencian dari kamar Xiao Chen sangat besar, melebihi niat membunuh seorang prajurit di lautan musuh yang dapat membunuhnya kapan saja.

Mu Biyu melihat aura merah gelap yang menyelimuti Tian Sen mengingat apa yang dia lihat mengenai masa depan, dimana saat itu dia melihat sosok dengan dua pedang penuh darah berdiri di tumpukan mayat. Sosok itu tampak sangat kejam, tidak punya perasaan, hanya ada dendam dan niat membunuh pada tubuh pria tersebut. Siapapun yang menentang akan mati, siapa pun yang menjadi musuhnya akan mati, bahkan siapapun itu yang menghalangi jalannya meskipun itu adalah keluarga sendiri tetap akan mati di ujung pedangnya.

Dia Tidak ingin melihat sosok yang memiliki kebaikan hati seperti Xiao Chen menjadi pembunuh kejam seperti yang dia lihat itu. Mu Biyu berusaha untuk masuk ke dalam kamar untuk mendekati Xiao Chen yang saat ini tidak sadar tersebut. Meskipun dia sadar tindakan tersebut adalah kebodohan, tapi demi menyelamatkan sosok itu dari masa depan tanpa cahaya. Dia siap melakukan segalanya apalagi sosok itulah yang telah membantu dia lepas dari cahaya gelap.

“Tidak, kamu tidak boleh seperti ini. Xiao Chen!”

BOOOOMMM…..

Tempat dimana Xiao Chen berada meledak dan sosok itu sekarang berada di langit, mata Xiao Chen juga berubah menjadi merah seperti darah. Memandang langit, Xiao Chen mengangkat tangannya dan bersiap untuk melakukan sesuatu. Perubahan langit terjadi, kegelapan menyelimuti kediaman keluarga Mu, tidak hanya itu saja, Mu Biyu melihat sendiri kalau tangan Xiao Chen seolah sedang menarik sesuatu.

Mu Biyu tidak tinggal diam lagi, dia terbang dan langsung memeluk Xiao Chen dengan erat. Mencoba menyalurkan energi yang ada di dalam tubuhnya kepada Xiao Chen, agar sosok yang sedang mengalami kegagalan di dua kehidupan ini bisa sadar dan memperlihatkan kembali senyuman itu. Tapi… mata Xiao Chen menatap dingin ke arah Mu Biyu, sosok Xiao Chen itu juga bisa merasakan banyak kehadiran di sekitar yang sedang mengelilinginya. Dari tangannya, ratusan meteor bermunculan yang memicu banyak tatapan terkejut karena mereka tidak tahu apa yang telah terjadi disana.

“Apa yang terjadi kepala keluarga? Kenapa tuan muda kami…”

“Kita tidak punya waktu untuk mencari alasannya, bersiap dengan situasi terburuk!” Kata kakek dari Mu Biyu kepada orang-orang yang telah bermunculan itu.

“Kau menggangguku, siapa kamu..?” Tanya sosok Xiao Chen menatap Mu Biyu dengan tatapan yang aneh. Tangannya ingin menghancurkan Mu Biyu tapi hatinya tidak kuat untuk melakukan semua itu.

“Aku … aku .. aku… ingatlah saudara Xiao!” Mu Biyu tidak lagi peduli dan mencium bibir Xiao Chen. Sekarang, Xiao Chen sudah ingin menyerang, tapi energi Mu Biyu membuatnya menjadi tenang dan ciuman yang terasa manis di bibirnya itu…

Mata merah darah Xiao Chen mulai memudar, dan mata hitam jernih Xiao Chen pun kembali tapi saat itu dia menatap mata soson yang telah menciumnya itu. Tidak tahu kenapa, Xiao Chen merasa sangat senang dan bahagia saat di cium oleh Mu Biyu. Tapi perlahan kesadaran Xiao Chen mulai menghilang,"

Apa aku akan kehilangan mereka lagi? Kenapa dunia ini selalu menekanku? Kenapa….?”. Kata yang terucap oleh bibir Xiao Chen bisa didengar oleh Mu Biyu, kata-kata itu jelas menyayat hati wanita muda tersebut. Dia tidak tahu kenapa, tapi yang jelas perbuatan dari kebencian Xiao Chen memang ada alasan kuat itu bisa terjadi.

“Tenang saja, aku Mu Biyu pasti tidak akan membiarkan semua itu terjadi lagi. Jadi…. Tidurlah, mimpi indahlah wahai pria yang aku cintai!” Mata Mu Biyu meneteskan air mata, tapi suara indah itu membuat Xiao Chen benar-benar melepaskan semua kewaspadaannya dan benar-benar tertidur nyenyak dalam pelukan Mu Biyu.

Swussh…

“Apa yang terjadi padanya? Kenapa dia mengeluarkan energi yang begitu besar dan juga jahat?” tetua pertama sekte heaven bertanya dengan nada penasaran. Dia bisa merasakan kebencian yang sangat kuat dari Xiao Chen dan itu bukan hanya sekedar kebencian biasa saja. Dari pandangan tetua pertama, jelas kebencian itu diarahkan kepada langit atau makhluk yang menggerakkan segalanya.

“Aku tidak tahu tetua, tapi…. Aku pernah melihat dia berada di dalam lautan mayat dan berdiri sendiri disana. Matanya tegas, pedang di tangannya terus bergetar, niat membunuh yang kuat serta kebencian luar biasa dari dia benar-benar tidak bisa aku pahami. Hanya saja aku paham kenapa dia bisa mengeluarkan kebencian sekuat itu, kemungkinan terkait dengan kematian seluruh makhluk di dunianya!”.

Penjelasan dari Mu Biyu dapat di pahami oleh tetua pertama tapi dia benar-benar tidak menyangka kalau Xiao Chen akan mengeluarkan niat membunuh segila itu.

“Huf… Bawa dia kembali, aku akan melaporkan masalah ini kepada master sekte. Mungkin dia bisa memahami situasi anak ini!”.

Ucap tetua pertama dengan nada yang sedikit berat, masalahnya dia juga mengetahui beberapa hal yang tidak diketahui oleh orang luar dari masalah Xiao Chen. Dan melihat situasi Xiao Chen sekarang, mungkin hanya master sekte yang mengetahuinya atau pun master sekte Dao yang memiliki ikatan darah dengan Xiao Chen.

Melihat ke belakang, ini benar-benar menjadi masalah yang rumit baginya dan entah kenapa saat melihat ke atas dia merasa ada sepasang mata yang melihat ke arah dimana dia dan Mu Biyu sekarang. Atau lebih tepatnya ke arah Xiao Chen itu sendiri, perasaan mencekik itu tentu membuat Tetua pertama sedikit merinding dan merasa tertekan.

Tapi dia berusaha untuk tenang dan tidak ambil pusing, sebab alam dewa bukan tempat yang begitu saja mendatangkan bencana. Bahkan hukum surgawi saja tidak akan berani bertindak ceroboh di alam dewa, sepasang mata yang melihat ke arah dia itu pun pasti hanya berani memantau saja.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   221. memilih mencari bukti

    “Itu …. Aku butuh bukti, jika tanpa bukti aku tidak bisa memberikan alasan yang pasti kepada semua jenius nanti!” Kata nona muda yang tidak lain adalah putri dari kerajaan bintang. Dia adalah putri yang paling dihormati di dalam Kerajaan bintang dan disebut sebagai putri bintang, yang memiliki banyak status cukup tinggi dalam kerajaan dan suaranya sangat di dengar oleh raja bintang. “Kamu benar juga, oiya! Jangan kirim mata-mata kita untuk mengikut anak itu. Tapi kirim saja seseorang ke guild untuk melihat apa yang akan dia lakukan, jika dia terlihat menjual atau melakukan misi apapun laporkan!” Jelas kalau sosok yang dipanggil paman oleh sang putri punya rencana untuk melihat apakah Xiao Chen benar-benar berbakat atau tidak.Mendengar perintah dari pamannya, membuat putri merasa bingung harus melakukan apa dan jika memang dia ingin melihat bakat Xiao Chen. bukankah dia hanya perlu menguji langsung pada Xiao Chen? Kenapa harus melihat secara sembunyi-sembunyi bahkan tidak mengizinkan

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   220. Mencari kebenaran

    “Itu …. Aku butuh bukti, jika tanpa bukti aku tidak bisa memberikan alasan yang pasti kepada semua jenius nanti!” Kata nona muda yang tidak lain adalah putri dari kerajaan bintang. Dia adalah putri yang paling dihormati di dalam Kerajaan bintang dan disebut sebagai putri bintang, yang memiliki banyak status cukup tinggi dalam kerajaan dan suaranya sangat di dengar oleh raja bintang. “Kamu benar juga, oiya! Jangan kirim mata-mata kita untuk mengikut anak itu. Tapi kirim saja seseorang ke guild untuk melihat apa yang akan dia lakukan, jika dia terlihat menjual atau melakukan misi apapun laporkan!” Jelas kalau sosok yang dipanggil paman oleh sang putri punya rencana untuk melihat apakah Xiao Chen benar-benar berbakat atau tidak.Mendengar perintah dari pamannya, membuat putri merasa bingung harus melakukan apa dan jika memang dia ingin melihat bakat Xiao Chen. bukankah dia hanya perlu menguji langsung pada Xiao Chen? Kenapa harus melihat secara sembunyi-sembunyi bahkan tidak mengizinkan

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   219. Kota bintang dan penginapan angsa

    “Kamu jangan terlalu nakal, meski kamu juga sama kuat dengan si hitam tapi tetap saja kita tidak bisa terlalu menonjol. Mengerti?” Xiao Chen mengelus kepala anjing putih itu sambil mengingatkan untuk menjaga tingkah. Seolah mengerti, anjing putih itu mengangguk dan seolah dia percaya diri untuk menahan diri nanti saat bersama Xiao Chen. Melihat tingkah anjing putih, Xiao Chen tidak merasakan apapun yang salah dan menurutnya lebih patuh anjing putih daripada si hitam yang biasanya bertingkah lebih nakal. Malam lewat dengan tenang tapi di hari berikutnya Xiao Chen mulai berangkat menuju kota mengambang. Perjalanan mereka tidak terlalu lama karena selama dalam perjalan Xiao Chen selalu membantu yang akhirnya membuat masalah tidak ada datang pada kereta mereka. Tentu saja dengan cara menggunakan aura anjing putih untuk menekan apapun yang ingin mengancam kereta tersebut. Saat sampai di sore menjelang malam, Xiao Chen melihat tembok kota yang cukup besar dan di pusat kota ada sebuah rumah

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   218. Keamanan

    “Baiklah, aku akan pergi tapi bukan untuk pergi mencari pasangan jadi ingat paman!” Dia menegaskan kalau dia pergi bukan karena mencari pasangan tapi dia penasaran bagaimana keadaan pria tersebut yang pergi setelah keluar dari keluarga Xiao.Dan karena ini juga membuat Nona Su merasa akan menarik jika dia bisa mengetahui jalan mana yang dipilih oleh Xiao Chen. Jika memang Xiao Chen nanti ada disana, maka dia akan jauh lebih menyenangkan untuk melihat tindakan Xiao chen saat bertemu dengan para jenius dari akademi kerajaan. Meski tempat itu adalah kota yang tidak terlalu besar tapi kota mengambang itu memang kota yang paling cocok untuk acara-acara seperti itu dan perkumpulan generasi muda bukanlah perkumpulan biasa saja. karena tempat itu juga ajang untuk menunjukan semua bakat mereka dan menjadi ajang untuk mencari kenalan dari keluarga bangsawan lain. Tapi bagi Nona Su, tempat seperti itu benar-benar tidak terlalu cocok untuknya yang tidak terlalu mengerti dengan seni, hanya karena

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   217. Pergi ke acara

    “Apa yang telah terjadi di tempat itu? Bukankah kamu bilang seharusnya tempat itu aman?” Tanya sosok berpakaian mewah yang berwarna merah. Tampak dia bicara dengan sosok berjanggut yang sedang kebingungan mendengar berita soal ketua bandit yang menghilang.Kali ini bukan hanya masalah kecil yang terjadi pada mereka, ini sudah masalah besar yang pasti akan mengganggu rencana mereka. Tatapan pria berjanggut itu sedikit berubah, dia tidak menyangka kalau hal ini bisa sampai menjadi berbahaya seperti bayangannya. Padahal dia selama ini tidak berpikir kalau tempatnya akan ketahuan oleh orang lain tapi meskipun tidak ketahuan, kehilangan ketua bandit itu adalah masalah terbesarnya. Jika ketua itu mati maka dia pun akan merasa tenang tapi kalau sampai ada sepatah kata dari mulut bandit itu menyebut dirinya maka dia bisa saja berakhir dengan sangat buruk. Dia sangat berharap kalau ketua bandit itu mati dengan tidak mengatakan apapun soal dia. Kali ini dia benar-benar memindahkan semua orang

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   216. Sesuatu yang lebih dari perampokan

    Itulah yang membuat ketua bandit itu langsung menjadi kehilangan soalnya, membuat dia menjadi orang tanpa pikiran karena pikiran normalnya hancur oleh Xiao Chen. Meski kekuatan saat menggunakan teknik ashura kuat tapi bagi Xiao Chen itu belum cukup mengancamnya. Walaupun dia juga hampir mati kalau bukan menggunakan teleportasi dan mengganti dengan kloning sebelum kapak itu menebas tubuhnya. Setelah berpikir beberapa saat, Xiao Chen ingin Menghancurkan kepala ketua bandit itu tapi suara teriakan membuat Xiao Chen seketika itu berhenti untuk melakukannya. Kusir kereta berteriak agar Xiao Chen tidak membunuh ketua bandit atau setidaknya sisakan kepala ketua bandit itu. Karena harga buronan dari ketua bandit itu adalah satu juta kristal class menengah, mendengar satu juta kristal menengah, membuat Xiao Chen langsung menghentikan niatnya untuk membunuh.“Tuan, jangan bunuh dia atau bunuh dia tapi ambil kepalanya untuk di laporkan ke kota mengambang. Orang ini sangat berharga dan pasti anda

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   125. Mencari orang sendiri

    “Oh, anda adalah tetua agung yang terkenal itu. Salam, aku putri pertama dau istana naga, namaku Long Qionglin … aku datang ingin menjemput seseorang yang berasal dari istana naga kami, tidak ada maksud lain dengan sekte Heaven!” Kata-kata dari putri naga menjelaskan kalau memang mereka tidak tahu

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   123. Kejelasan dari Medan perang

    “Itu bagus! Setelah ada waktu senggang, aku akan pergi denganmu ke sekte Dao untuk memberi penghormatan pada leluhur dan juga menemui si kecil itu!” Kata Xiao Chen kepada Xue Rong'er, dia juga sudah ingin bertemu dengan anaknya tapi karena belum ada waktu membuat Xiao Chen sedikit kesulitan. Apalag

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   122. Kembali ke sekte

    “Jangan cemas, kamu lihat ini ….?” Wanita itu mengeluarkan sebuah tanda pengenal dan saat pangeran tersebut melihat tanda pengenal tersebut. Ekspresinya langsung berubah, ini adalah milik dari sekte Heaven dan warnanya juga bukan warna biasa. Jelas itu perak yang menandakan kalau istrinya adalah mu

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   121. Raja naga laut

    “Ada apa? Kenapa kamu terlihat khawatir begitu?” Tanya raja naga laut memandang ke arah bawahannya. “Raja, putri, pangeran …. Pangeran …. Dia ….”“Ada apa dengan pangeran? Jelas-jelas bicara!” Kata raja naga laut menatap bawahannya yang tampak susah bicara tersebut. Bawahan raja naga juga terlihat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status