LOGIN“Itu bagus! Setelah ada waktu senggang, aku akan pergi denganmu ke sekte Dao untuk memberi penghormatan pada leluhur dan juga menemui si kecil itu!” Kata Xiao Chen kepada Xue Rong'er, dia juga sudah ingin bertemu dengan anaknya tapi karena belum ada waktu membuat Xiao Chen sedikit kesulitan. Apalagi dia jga dalam kondisi yang tidak stabil sebelumnya, sehingga tidak punya pikiran untuk menemukan anak kandungnya sendiri. “Iya, aku akan menunggumu!” Xue Rong'er tersenyum, dia yang dulu disebut sebagai sosok paling cantik dan memiliki wajah paling indah di alam dewa. Benar-benar merasa beruntung mendapatkan Xiao Chen sebagai prianya, andai saja itu pria lain mana mungkin dia bisa melihat ketulusan yang ada di depan matanya sekarang ini. “Kqlau begitu istirahat lah dulu, setelah pulih mari mengobrol lagi!” Xiao Chen memiliki hal lain yang harus dilakukan jadi dia tidak bisa berlama-lama dengan Xue Rong'er untuk sementara waktu. “Iya!” Xue Rong'er tidak masalah dengan yang dilakukan oleh
“Jangan cemas, kamu lihat ini ….?” Wanita itu mengeluarkan sebuah tanda pengenal dan saat pangeran tersebut melihat tanda pengenal tersebut. Ekspresinya langsung berubah, ini adalah milik dari sekte Heaven dan warnanya juga bukan warna biasa. Jelas itu perak yang menandakan kalau istrinya adalah murid dalam atau bahkan inti dari sekte Heaven itu sendiri. Dia senang, dia bahagia, dia sekarang mungkin punya cara untuk menyelamatkan istri dan anaknya dari istana naga. Dia memeluk dan mencium istrinya itu tapi pada saat bersamaan dia tiba-tiba ingat sosok kakak perempuan yang tidak punya hari dan hanya mentaati peraturan dari istana naga. Jika dia benar-benar meminta bantuan dari sekte Heaven … mungkin kakaknya tidak akan mengizinkan dia untuk tinggal, tapi selama istri dan anaknya baik-baik saja ini sudah lebih cukup untuk dirinya sendiri. Istri pangeran naga menjelaskan kalau sekte Heaven pasti akan melindungi mereka berdua dan anak mereka. Karena sekte itu selalu menjunjung tinggi kek
“Ada apa? Kenapa kamu terlihat khawatir begitu?” Tanya raja naga laut memandang ke arah bawahannya. “Raja, putri, pangeran …. Pangeran …. Dia ….”“Ada apa dengan pangeran? Jelas-jelas bicara!” Kata raja naga laut menatap bawahannya yang tampak susah bicara tersebut. Bawahan raja naga juga terlihat mengalami kejutan luar biasa, dia saja masih belum bisa bicara dengan santai karena masih terkejut. Sebab, yang dia lihat dan dengar sebelumnya cukup untuk membuat jantungnya melompat dari dadanya. “Pangeran …. Pangeran … dia … Menghilang!” Saat kata pangeran menghilang itu keluar, ekspresi dari kedua sosok disana langsung berubah. Raja naga dan putri naga berdiri menatap bawahan itu dengan tatapan tidak percaya, pangeran telah kembali dan sangat patuh selama beberapa tahun ini. Jadi bagaimana bisa pangeran naga menghilang pada saat ini? Ini seperti mereka mendengar lelucon yang tidak pernah nyata sama sekali.“Apa katamu? Pangeran naga menghilang? Anakku menghilang? Hei, dia baru kembali
Setelah tiga hari, Xiao Chen bersiap untuk kembali ke sekte Heaven dan dia juga menerima permintaan maaf dari para tetua sekte Shengjian yang awalnya bermusuhan dengannya. Karena hal inilah Xiao Chen hanya bisa memaafkan mereka, sebab sekarang master sekte sudah kembali ke tangan Jiang Zaozi dan dia juga sudah punya hubungan dengan Jiang Ming’er. mempersulit mereka sama saja dengan mempersulit keluarganya sendiri di dalam lingkungan tersebut. “Nak, aku hanya membayar dua ratus dan seratusnya untukku!” Tapi saat Xiao Chen akan menerima bayaran, dia malah hanya menerima dua ratus dari tiga ratus yang telah dijanjikan. Tentu saja dia kesal dan bahkan Xiao Chen ingin langsung protes tapi Jiang Zaozi bilang kalau uang itu telah dia berikan kepada Jiang Ming’er sehingga Xiao Chen tidak berani meminta uang itu kembali.“Sialan, kau memang orang tua yang licik!” Kata Xiao Chen memahami kenapa tidak ada Jiang Ming’er di sisinya sekarang. ini sudah direncanakan oleh orang tua itu, agar uang ba
“Ini … apa maksudnya leluhur?” tanya Jiang Zaozi dengan ekspresi aneh memandang leluhur sekte Shengjian. Kali ini dia terkejut dan tidak tahu harus mengatakan apa saat melihat benda yang dilempar oleh leluhur padanya. Benda itu adalah tanda pengenal sekaligus bukti kalau dia adalah penguasa dari sekte Shengjian. Ini bisa dibilang dia kembali menjadi master sekte tapi statusnya sekarang lebih tinggi. Para tetua tidak berhak untuk mengambil tindakan padanya, hanya leluhur yang bisa memberi teguran maupun nasehat pada master sekte yang baru. Hanya saja, dia sudah tidak peduli dengan status sebagai master sekte tapi sekarang dia diberikan kembali status itu dengan kekuasaan yang lebih daripada sebelumnya. Matanya memandang ke arah sang adik yang tampaknya sudah menyadari hal ini. Atau bisa dikatakan adiknya sendiri yang melapor soal masalah tersebut kepada leluhur. Jelas kalau adiknya tidak ingin menjadi master sekte, masalah sebelumnya murni karena dia tidak ingin status master sekte tu
“Kalau Hanya begitu mungkin kita bisa melakukannya sekarang, tapi aku yakin. Kalau dalam harta ini ada semacam alat pelacak jadi … nak, kamu juga membuat masalah untukku!” Tiba-tiba saja ayah dari Jiang Ming'er sadar kalau dia juga jatuh dalam masalah karena telah melihat harta ini. Bahkan mungkin saja semua yang ada disini berada dalam bahaya karena ulah Xiao Chen, tapi Xiao Chen dengan cepat memberitahu kalau semua hal mengenai pelacakan sudah Xiao Chen hapus.“Aku sudah menghapus semuanya jadi mereka tidak akan bisa menemukan jejak semua ini!”” Kata Xiao Chen dengan senyuman, dia sudah bersiap dan sudah sejak lama sadar kalau ada jejak di semua harta ini. Dia sudah meminta bantuan kepada naga hitam untuk menghapus jejak tersebut, akibatnya pasti sekarang suku laut sedang kesulitan menemukan jejak harta ini.Ketiga dari keluarga Jiang itu menggelengkan kepala, siapa sangka anak muda ini benar-benar akan sepintar ini. Menghapus jejak, berarti sama saja dengan memberikan harta ini keb
Tatapan Xiao Chen benar-benar membuat Xue Rong'er tidak dapat berkata-kata, pemuda ini memang melupakan banyak hal. Tapi matanya masih sama, dia masih bisa melihat sesuatu yang tidak dapat di lihat orang lain. Xue Rong'er membalas dengan senyuman, dia lalu menyentuh pipi Xiao Chen dengan kedua tang
“Kalian semua sudah berkumpul? Biyu, adakah yang tertinggal?” tanya tetua agung pada Mu Biyu yang telah diangkat menjadi pemimpin murid. Mu Biyu memeriksa dengan hati-hati dan mengatakan kalau semua murid yang akan ikut dalam kompetisi telah berkumpul. Tidak ada yang kurang dan mereka semua sudah a
“Achu! Kenapa hari ini dingin sekali? Apa ada yang terjadi di sekte selama kita pergi?” Xiao Chen merasa cuaca di sekitar sekte sedikit lebih dingin dari biasanya. Sehingga tubuhnya terasa dingin, sudah beberapa hari sejak dia kembali ke sekte. Dan saat ini dia bersama dengan Gu Zia yang telah kemb
Xiao Chen yang kembali ke penginapan di sambut dengan tatapan aneh oleh tetua pertama, seolah sedang menatap pelaku pencurian. Dan Xiao Chen juga menatap aneh kepada tetua pertama, baru saja datang tapi tetua pertama malah memberikan tatapan seperti itu padanya. Dia seolah telah melakukan kesalahan







