LOGIN“Bagus, Hati-hati.. Dan kamu .. Jangan terlalu sering membuat masalah di luar!” Xiao Chen langsung terdiam saat mendengar kata masalah malah di tujukan padanya. Dia mana mungkin pernah membuat masalah, kapan dia membuat masalah?Memang masalah itu sendiri saja yang datang padanya, bukan dia yang ingin ada masalah, malah masalah itu sendiri yang datang padanya. Melihat Xiao Chen masih tetap diam dan hanya mengangguk, raja naga hanya dapat menghela nafas dan membiarkan mereka pergi. Setelah keduanya pergi, entah kenapa raja naga merasa ada sesuatu yang salah di tempatnya dan leluhur tiba-tiba ingin bertanya padanya. Jadi dia segera pergi untuk menemui leluhur yang telah menunggu di ruang kerjanya bersama ratu naga, saat itu ekspresi leluhur juga agak serius tapi masih penuh senyum. “Aku tanya padamu, apa yang kamu bayar untuk anak itu?” Pertanyaan leluhur sangat aneh. Jelas leluhur sendiri sadar apa yang telah dia berikan pada Xiao Chen, Jadi kenapa dia harus mempertanyakan lagi apa ya
“Haaa, menyenangkan …. Ini baru hidup!” “Ah, kakak senior … bukankah seharusnya kita kembali sekarang?” Pangeran naga terlihat sedikit tidak berdaya saat melihat betapa santai dan menikmatinya Xiao Chen tinggal di istana naga. Sudah satu bulan Xiao Chen tinggal di istana naga dan setiap harinya dia hanya menikmati waktu santai. Kakaknya sudah sangat emosi karena Xiao Chen benar-benar memperlakukan istana naga seperti rumahnya sendiri. Dengan plakat dari leluhur, Xiao Chen bisa kemana saja dan memanggil siapa saja di dalam istana naga. Bahkan putri naga pernah melihat Xiao Chen mengadakan pesta dengan begitu banyak wanita cantik dari suku duyung. Itu membuat putri naga semakin marah lagi dan langsung mengusir semuanya pada saat itu. Beruntung ratu naga tidak marah hanya menegur agar dia bersikap lebih seperti wanita bangsawan. Tapi bagaimana mungkin di depan Xiao Chen dia bisa bersikap seperti itu? Pria yang selalu membuatnya kesal dan bahkan membuatnya jijik, sulit untuk melakukan h
“Karena itulah, kamu juga harus bersabar dan cobalah untuk mendekatinya!” Kata raja naga seolah ingin anaknya bersikap baik kepada Xiao Chen. Tapi putri naga tidak menyukai Xiao Chen dan tidak ingin dekat dengan Xiao Chen, karena dia juga tidak senang disebabkan kekalahan sebelumnya. Melihat anaknya tidak mau, raja naga hanya menghela nafas dan tidak lagi mengatakan apapun pada putrinya itu. Sekarang dia hanya menunggu sampai istrinya mau memaafkan dia dan lepas dari jerat masalah ini sekarang juga, tapi setelah berjam-jam pun istrinya masih diam tanpa ada pergerakan. Hingga akhirnya mereka berlutut setengah hari sebelum akhirnya mereka datang hanya saat makan malam bersama. Di meja makan ratu naga benar-benar memanjakan menantu perempuannya itu dengan penuh kasih sayang. Bahkan dia telah meminta leluhur untuk melihat sendiri apakah anak di kandungan menantunya punya garis keturunan naga atau tidak? “Ha, punya? Dan itu …. Warnanya emas? Ibu, serius?” Tanya putri naga terkejut menden
“Sialan, kapan pria bau ini pergi?” Kata putri naga dengan ekspresi marah melihat Xiao Chen. Dia sudah sangat kesal selama lima hari, lima hari Xiao Chen hanya menikmati kemewahan yang ada di istana naga saja. Meskipun kadang menemui orangtuanya, tapi jelas kalau Xiao Chen tidak peduli dan hanya senang saat dilayani para pelayan yang ada di kamar tersebut. Awalnya dia ingin mengusir Xiao Chen segera tapi di hari ke enam siapa sangka kalau adik serta adik ipar yang dia tidak sukai datang ke istana naga. Itu membuat fokusnya berubah kepada pasangan tersebut, dia ingin megomel kepada adiknya tapi siapa sangka malah balik di marahi ibunya sendiri. Bahkan ayahnya pun ikut terlibat dalam perbuatan putrinya tersebut, keduanya di suruh berlutut di ruang kerja raja naga. Sedangkan ratu naga menyambut menantunya tersebut dengan bahagia, dia bukan orang kolot seperti raja naga maupun putrinya. Dan bahkan dia pasti membela menantunya jika leluhur benar-benar datang membuat masalah dengan pilihan
BOOOOMMM …“Sialan, apa yang terjadi? Apa? Kenapa rencana sempurnaku gagal?” Sosok saudara dari raja naga itu jatuh menabrak tanah dengan keras. Membentuk lubang besar dengan keadaannya yang sangat menyedihkan, dia menggunakan wujud naga melawan raja naga tapi dia benar-benar kalah tanpa dapat melawan lebih dari sepuluh kali. “Kekalahan mu memang bukan takdirmu, tapi ini juga karena kamu sendiri terlalu percaya diri. Tidak menyadari beberapa hal yang seharusnya mungkin bisa terjadi,” kata-kata raja naga membuat dia terdiam, matanya menatap raja naga dengan tatapan penuh kebencian. Dia tiba-tiba memikirkan satu hal yang mungkin tidak bisa diduga sama sekali terjadi dalam rencananya sendiri.“Bajingan, kau mengundang orang luar untuk membantumu? Siapa? Mereka? Tidak, mereka tidak akan membantumu! Jangan-jangan, kau bekerjasama dengan daratan? Bagaimana … kamu bahkan tidak pernah terlihat dekat dengan siapapun selama ini dengan daratan, bagaimana bisa?” Ekspresinya tidak bisa disembuny
BOOOOMMM …… BOOOOMMM ….Di Medan perang, sekarang istana naga mulai menguasai peperangan tersebut tapi mereka masih tidak bisa membasmi semua musuh. Karena musuh bahkan jauh lebih tegas dan gila daripada mereka, beberapa yang sudah menjadi budak berani meledakan diri sesaat sadar dia akhirnya pasukan mati. Dan akibat ledakan dari ahli tingkat dewa tentu bukan lah hal yang kecil, banyak yang terluka parah akibat bom bunuh diri. “Mereka benar-benar gila!” Kata tetua istana naga melihat bagaimana budak dari cincin kehancuran begitu setia dan bahkan rela mati hanya untuk membuktikan kesetiaan mereka. “Kamu ini, sudah hidup selama ini masih saja tidak tahu sikap mereka. Eh, apa yang terjadi?” saat mereka sedang bicara, mereka merasakan sesuatu yang asing tiba-tiba muncul. Dan itu perlahan menutupi seluruh batas wilayah istana naga, bahkan lautan seolah telah disegel oleh hal tersebut. “Ho, akhirnya berhasil iya?” Saudara dari raja naga yang selama ini diam, malah tersenyum dingin menata
“Hm… Ini pasar batu itu? Menarik, apa ada yang membuatmu tertarik Yu’er?” Di hari esoknya, Xiao Chen dan Mu Biyu benar-benar berjalan di pasar batu. Dimana tempat batu terbesar di kota pelabuhan itu sudah terkenal dimana-mana, penjualan disana bukan hanya baru biasa. Karena batu-batu yang di jual d
“Apa? Berarti…. Yang Qinru juga ada disini” Ekspresi Xiao Chen langsung berubah saat nama keluarga Yang disebutkan. Ini bukan karena dia tidak tahu kalau kamar dagang Blue Swan adalah yang paling tertua dan juga paling besar di alam dewa. Tapi masalahnya ada pada wanita dari keluarga Yang itu, Xiao
Dia benar-benar tidak senang dengan sikap Xiao Chen yang masih sangat santai bahkan setelah dia bicara dengan serius mengenai ancaman dari generasi muda yang menganggap Xiao Chen sendiri sebagai musuh abadi mereka. Mu Biyu malah terlihat menggelengkan kepalanya, Xiao Chen bukan orang yang peduli de
Xiao Chen yang telah mengetahui semuanya langsung benar-benar terdiam, dia tidak tahu kalau dirinya akan benar-benar tertidur selama itu. Bahkan sampai sebulan, setelah menyadarinya pun Xiao Chen akhirnya diminta untuk kembali karena untuk persiapan turnamen generasi muda juga akan segera dimulai.







