Share

34. Dua Hari Lagi?

Author: Ideabadar
last update publish date: 2025-02-24 05:22:44

”Pertarungan keduanya sangatlah dahsyat, bahkan mampu mengetarkan seluruh kerajaan. Beberapa hari kemudian, Dewa kembali pada kerajaan dan mengatakan sudah membunuh Avatar karena dianggap sudah melawan Dewa.”

Lylia menceritakan guru sihirnya hingga akhirnya tak lagi bisa bertemu dengan gurunya tersebut.

”Aku yakin guruku, Avatar masih hidup.”

”Apa yang membuatmu yakin Adikku?” tanya Harry.

”Aku masih merasakan energinya ada meskipun kecil, dan tentu saja,” Lylia mengeluarkan sebuah cincin dan a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjalanan Petualang Terkuat   53. Sinyal dari Pengawal Tua

    Nyala dari simbol rune itu adalah tiga pedang yang saling bersilangan dan memantulkan cahaya keemasan biru ke langit di atas Lembah Kabut. Simbol itu terlihat cukup jelas hingga akhirnya pudar, hilang tertiup angin. Rune itu menandai dengan berakhirnya bau busuk dari bangkai parasit yang telah dimusnahkan oleh serangan Wira sebelumnya.Wira bertanya tentang Faksi Guardian yang disebutkan pemandu Avatar, kata-kata Guardian seolah pernah didengar Wira dari seorang rekannya saat di kampus. Benar, itu adalah penjelasan dari Martha!Pertanyaan Wira membuat Avatar berbalik dan terlihat berpikir sejenak. Pria yang sudah terlihat tua dengan rambut perak itu akhirnya berdehem dan melankah maju hingga dekat dengan tebing yang berada tidak jauh dari air terjun.”Wira, ikuti aku. Ada sesuatu yang tidak bisa aku katakan padamu di langit yang terbuka. hal itu karena mata para dewa celestial itu terus mengintai apapun yang ada di seluruh bagian dunia yang terbuka.”Wosh!Pemandu Avatar tak menunggu j

  • Perjalanan Petualang Terkuat   52. Badai di Lembah Sunyi

    Wira bertemu untuk ujian ketiga dari cermin, terlihat kehancuran di sekitar takhta milik Dewa Celestial dan Wira di masa depan terlihat sudah memegang kepala sang Dewa. Takhta kristal dan megah itu hancur menjadi kepingan cahaya yang memenuhi semua ruangan dan redup kemudian sirna dibawa angin.BRUSH!Wira terngiang pesan dari Wira di masa depan yang membunuh Dewa Celestial sebelum semuanya hancur menjadi serpihan cahaya. Perjalanan baru saja dimulai!Cermin ketiga akhirnya hancur dan Wira kembali melangkah ke arah teman-temannya. Lembah Kabut masih terlihat berkabut, rekan-rekan Wira sudah menunggunya berada di ujian cermin. Wira mencium bau aroma herbal yang langsung tercium dengan baik dari inderanya. Di depan sana, teman-temannya berkumpul dan menyambut Wira mereka semua lega Wira tidak terjebak dalam ujian tiga cermin.Namun, belum sempat Bisma membuka suara untuk menyapa sahabatnya, ketenangan surga tersembunyi itu pecah seketika.BOOOOOOMMMM!Getaran dahsyat merambat dari arah t

  • Perjalanan Petualang Terkuat   51. Tiga Cermin Penyesatan

    Gelang di tangan Wira yang sebelumnya memiliki aura mematikan yang hitam, kini mulai berubah menjada hitam keemasan. Gejolak yang ada pada energi Gelang Semesta terpengaruh oleh energi pemiliknya dan kini gejolak energi itu mereda karena energi Wira yang stabil. Wira kini berdiri di atas batu dan mengatur pernapasan eneginya dengan baik. Energi masuk dan naik terasa ringan, dan kerusakan sebelumnya yang bertentangan di dalam tubuhnya sudah tidak membuat sakit pada seluruh jaringan tubuhnya.Wind-Phantom Core yang merupakan energi kekuatan Wira sebelumnya kini berdenyut dengan baik dan penguasaan Wira pada kemampuan elemen dan kecepatan semakin tajam.”Wira ..., kamu selamat. Kamu terlihat sehat!” Bisma sangat senang dan menepuk pundak sahabatnya tersebut.Wira tersenyum dan tangannya kini bertemu dengan sahabatnya itu seperti biasanya.Plak!Wira juga melihat ke teman-temannya yang lain yaitu Pangeran Harry dan Lylia. ”Terima kasih semuanya, aku merasa tidak ada lagi ledakan dalam tubu

  • Perjalanan Petualang Terkuat   Fondasi Tanpa Sistem

    Wira gemetar, kekuatan yang sudah dibangun sejak dimulai kehancuran dunia tiba-tiba hilang. Ada cahaya biru yang meledak dari windows status yang serin dilihat Wira. Status itu menguap seperti layar tulisan yang pecah. Wira kehilangan keseimbangan, dan dia memegangi kepalanya. Jika kekuatannya hilang, sama artinya dia menjadi manusia biasa!Status!Wira mencoba memanggil status petualangnya, tapi nihil tidak keluar. Tidak ada angka ataupun skill yang terlihat, dan juga tidak ada indikator mana atau kemampuan gandanya. Apakah kesalahan ini karena dirinya egois mengambil dua kekuatan sekaligus dan mencoba mengakali sistem?"Wira!" Bisma refleks menangkap bahu sahabatnya. Dia menatap Avatar dengan mata membelalak penuh emosi. "Apa yang baru saja Anda lakukan?! Wira sedang kritis! Kenapa Anda justru menghancurkan sistemnya?!""Tenangkan dirimu, Pemuda," ucap Avatar datar. Suaranya tidak kencang, namun memiliki getaran gaib yang seketika mengunci gerak Bisma. Avatar berdiri tegak dengan jub

  • Perjalanan Petualang Terkuat   Bab 49. Penghuni Lembah Kabut

    Suara mendesis terdengar mengerikan, suara itu dari kawanan monster parasit dari Setan Hitam yang berupa tentakel-tentakel hitam. Suara mendesis itu derdengar dari sekitar desa mati yang sudah ditinggalkan penghuninya. Tentakel itu menyerang dan mengincar target, Wira!Wosh!Pangeran Harry melompat dengan pedangnya dan menggunakan energi lapis energi keemasan dan menebas dengan cepat.Slash! Slash!"Kalian tak bisa menyentuhnya!" teriak Harry. Tebasan presisi milik sang Swordmaster memotong puluhan tentakel hitam itu menjadi beberapa bagian sebelum sempat menjangkau Wira. Darah hitam berbau sangit menyembur dan pecah, membakar lantai aspal di bawahnya.Lylia menyatukan kedua telapak tangannya. Sihir angin murni bertiup kencang, memutar pusaran badai kecil yang menghempaskan puluhan parasit yang mencoba melompat dari reruntuhan ruko. "Bisma, bawa Wira kembali ke kendaraan! Kita tidak bisa membuang waktu bertarung di sini!""Siap!" Bisma tanpa ragu memapah Wira, memanggul setengah beban

  • Perjalanan Petualang Terkuat   Bab 48. Jejak Parasit Kelam

    Kota Bogor yang panas.Suara kendaraan militer terdengar berat, melintasi jalanan terjal perbatasan dan menghindari beberapa kawanan monster. Langit perbatasan kota Bogor sudah dilewati, bekas pertempuran melawan pasukan Beast yang dipimpin Setan Hitam berada di belakang. Aroma busuk masih tercium sehingga mengundang beberapa monster pemangsa mendekati sisa-sisa pertempuran.Keputusan cepat akhirnya diambil agar segera menyelesaikan skema buruk yang bisa terjadi. Pengungsi yang berjumlah lebih dari seribu orang tidak mungkin dibiarkan bertahan lebih lama di area terbuka. Kapten Nagita dan Letnan Tio berdiri di depan pintu belakang truk taktis, memeriksa kesiapan amunisi serta personel militer yang tersisa."Kalian tidak perlu khawatir," kata Kapten Nagita, suaranya terdengar mantap menembus kebisingan suara mesin yang menggerung pelan. "Markas Utama Perlindungan Militer di sektor barat dijaga ketat oleh dua batalyon penuh. Ada dinding penahan energi dan sistem otomatis yang dibangun be

  • Perjalanan Petualang Terkuat   4. Petualangan Baru Dimulai

    ”Cepat keluarkan senjatamu, Wira! hadapi monster-monster belalang itu!” Bisma memegangi lengan Wira cukup kuat.Capit-capit tiga belalang besar itu terus bergerak, terbuka dan tertutup. Suara bertemunya antar ujung capit terdengar menyeramkan dan ruangan kelas itu menjadi mencekam karena suara capi

  • Perjalanan Petualang Terkuat   3. Kemampuan Manusia Aktif

    Wira telah melakukan pelanggaran karena memilih dua kotak, tapi Wira tidak peduli dengan hal itu.[Anda memilih kemampuan, Elemental Angin dan Pembunuh]Splash!Tulisan di atas adalah tulisan terakhir yang dilihat Wira, dan matanya menjadi nanar karena gelap kembali menyelubung di depannya. Ruangan

  • Perjalanan Petualang Terkuat   2. Aku Mengalahkanmu, Sistem!

    Kilauan cahaya menyala di langit, Wira kaget melihat pemandangan di langit. Apa yang sebenarnya terjadi?Gempa berhenti, meja yang semua saling berderak dan bertabrakan sudah kembali normal. Semua mahasiswa di kelas itu bangkit dari tiarap. Semuanya saling memandang dan kebingungan. Mereka mulai be

  • Perjalanan Petualang Terkuat   1. Wira dan Hari Aneh!

    Tangan wanita itu memegang kepala anak kecil yang baru berumur lima tahun, dia mengecup kening bocah lelaki itu.”Wira, Ibu pergi tidak akan lama. Ibu harus menjemput Ayahmu, kamu ikut bibimu selama Ibu pergi ya.”Senyuman wanita itu menguatkan putra satu-satunya, dia harus pergi. Wanita itu, Rania

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status