MasukJaka Geni kagum dirinya bisa berubah menjadi Tabib Dewa. Itu artinya ilmu Malih Wujud pemberian Nyai Lanjar tidak hanya bisa berubah menjadi ular."Apakah karena kekuatanku yang sudah meningkat? Ini benar-benar menyenangkan hahaha!"Jaka melesat pergi dengan cepat ke arah hitam Luoyang meninggalkan kota besar itu.Dia melesat ke arah dimana dia melihat awan hitam yang menutupi kawasan hutan tersebut.Di perjalanan dia melihat ratusan prajurit kerajaan yang tengah memasuki hutan. Dengan segera Jaka Geni merubah wujudnya menjadi Yang Sian Kan.Para prajurit itu terkejut melihat putra Yang Jie sang Kasim Raja berada di hutan itu. Mereka segera menghormat."Bagaimana pangeran Yang bisa berada di sini?" tanya perwira Bai Chu. Jaka Geni tersenyum. Bai Chu merasa aneh, karena pangeran Yang Sian Kan tidak pernah sama sekali tersenyum pada pasukan pria. Dia hanya tersenyum kepada wanita."Kalian semua kembalilah. Musuh di depan sana bukanlah lawan prajurit lemah seperti kalian. Biar aku yang me
Chang Yun melayangkan tinjunya dengan kekuatan penuh. Cahaya petir dari tubuhnya memancar ke segala arah membuat pandangan mata Li Mi menjadi silau. Lelaki itu berteriak keras saat kepalan tinju Chang Yun yang di penuhi kekuatan petir menghantam dadanya hingga jebol. Bum!Terdengar ledakan dahsyat saat tinju sang gadis melubangi tubuh Li Mi. Aura petir membungkus tubuh lelaki dari keluarga Li tersebut. "Kekuatan ku tidak berarti melawan petir?" umpat Li Mi dengan wajah terlihat membiru. Mata Chang Yun berkilat mendengar ucapan lelaki itu. Dengan cepat dia cabut tangannya lalu dengan kaki kanan dia bergerak sangat cepat menggunakan kekuatan Gledek Sambar Nyawa. Buk!Tendangan itu mendarat tepat di kepala Li Mi dengan keras hingga tubuh lelaki itu terpental dengan keras menabrak batu tebing. Brak! Kabut hitam mengikuti tubuh Li Mi. Kabut itu membungkus tubuhnya dan masuk ke dalam lubang besar di dada lelaki tersebut. Mata Chang Yun menatap tak percaya melihat Li Mi kembali berdir
Buk! Tinju Chang Yun menghantam punggung Li Mi dengan keras di susul sambaran petir dari atas langit ke tubuh lelaki itu. Blar! Li Mi berteriak keras saat tubuhnya melayang ke depan dan menabrak tebing batu dengan sangat keras. Di tambah sambaran petir itu membuatnya tak bisa bergerak. Li Mi bangkit berdiri meski wajahnya sebagian besar hancur setelah menghantam tebing jurang. Darah membasahi seluruh tubuhnya. Bahkan mata kanan Li Mi hampir lepas menggelantung. Chang Yun tak peduli dengan keadaan orang itu, dia hanya ingin mengalahkannya. Dengan di awali teriakan keras tubuhnya melesat ke arah Li Mi. "Hahaha, liar! Aku suka dengan sifat garang mu!" ucap Li Mi dengan tangan terbuka. Tiba-tiba dari dalam tubuhnya keluar asap hitam tebal. Chang Yun terkejut namun dia telah masuk ke dalam asap hitam tersebut. "Sial! apa ini!?" pikir Chang Yun waspada. Dari arah belakang dia merasakan tekanan aura yang cukup kuat. Chang Yun segera menoleh ke belakang dengan tinju siap menghantam.
Chang Yun mencoba untuk merangkak menjauh dari Li Mi yang berjalan dengan terseok-seok ke arahnya. Pedang di tangan lelaki itu telah terangkat dan siap untuk menghujam tubuh Chang Yun. Tiba-tiba dari arah samping kanan Li Mi meluncur beberapa kerikil ke arah tubuhnya.Lelaki itu menoleh lalu menangkis dengan pedang biru di tangannya. Trang! Trang! Dua kerikil berhasil di tangkis, namun satu kerikil berhasil menembus lehernya hingga darah pun menyembur keluar dari lubang di lehernya tersebut. Li Mi menatap penuh amarah ke arah Bayu Seta.Namun tubuhnya tak bisa berbuat banyak, dengan satu lemparan kuat pedang biru itu menembus perut Bayu Seta. "Mati kau bajingan sialan..." umpat Li Mi lalu sejurus kemudian tubuh nya roboh di atas tanah bersimbah darah. Beberapa saat kalinya terlihat kejang lalu diam tak bergerak lagi. Bayangan hitam di tubuhnya pun ikut lenyap masuk ke dalam tubuh Li Mi. Bayu Seta merintih kesakitan. Chang Yun berusaha bangkit meski dengan susah payah. Darah mengal
Jaka Geni semakin terpesona oleh godaan Putri Nanyang. Dia lupa dengan Tabib Dewa.Yang saat ini ada dalam pikirannya adalah Putri Nanyang. "Bagaimana kamu bisa secantik ini putri?" tanya Jaka. Putri Nanyang tersenyum manis. Di bukanya pakaian pemuda itu hingga nampak tubuh penuh otot dan perkasa milik Jaka Geni. Tangan gadis itu membelai lembut dada sang pemuda hingga ke perut membuat Jaka memejamkan matanya menahan perasaan yang hampir meledak."Tubuhmu sangat kekar dan gagah, jujur saja aku baru pertama kali melihat lelaki bertelanjang dada di depan mataku. Kamu adalah pria istimewa yang pertama dalam hidupku," ucap Putri Nanyang dengan suara lembut dan basah. Jaka Geni semakin tak bisa menahan hasrat yang telah dia pendam. Dengan gerakan sedikit kasar, dia cengkram bahu Putri Nanyang lalu menarik pakaian itu hingga melorot kebawah. Jaka Geni terpana melihat keindahan yang menawan di depan matanya. Wajah Putri Nanyang memerah melihat tatapan liar pemuda itu. Entah kenapa, hasra
Li Mi melompat saat tinju Chang Yun menerjang ke arah batu. Dalam sekali pukul batu itu hancur berantakan. Aura petir membungkus setiap pecahan batu tersebut. Li Mi berteriak marah lalu menerjang ke arah Chang Yun. Tangan Li Mi bergerak cepat ke arah gadis itu. Chang Yun menangkis menggunakan lengannya. "Gadis bodoh!" umpat Li Mi. Saat telapak Li Mi berhasil di tangkis oleh Chang Yun, dari telapak itu sesuatu menembus lengan Chang Yun seperti kekuatan tak terlihat. Chang Yun terhempas setelah kekuatan itu melabrak dadanya. Tubuhnya terguling beberapa kali di atas tanah berbatu. Li Mi tertawa cekikikan. "Masih bocah sudah berlagak jago di hadapan ku, sungguh menyebalkan!" Chang Yun merangkak di atas tanah untuk mencoba berdiri. Dia merasakan dadanya sesak setelah terkenal pukulan Li Mi yang sangat aneh. "Dia berada di tanah Langit. Sudah pasti aku tidak akan mampu melawannya..." lirih Chang Yun. Li Mi menggerakkan bahu nya yang terasa sakit dan linu. "Sial, ternyata buka hany
Jaka Geni langsung menemui tiga wanita yang bersembunyi di balik semak belukar. Dia mengajak mereka segera meninggalkan kuil tersebut. Dia yakin Tetua Sekte sesat Yao Jin akan mengejarnya. "Tidak ada waktu lagi, aku sedikit kerepotan mengalahkan Ying Chun, padahal dia hanyalah bawahan. Aku tidak t
Pendekar berpakaian putih itu bergetar mendengar ucapan Chang Yun yang mengandung ancaman untuknya. Di tambah pedangnya yang telah buntung membuat keberaniannya runtuh. Chang Yun mendekati orang tersebut. Dalam hatinya dia ingin tertawa saat melihat lelaki itu terkencing kencing melihat dia melang
Jaka Geni tersudut. Tubuhnya masih terasa sangat lemah. Luka nya belum pulih sepenuhnya dan tenaga dalamnya hampir terkuras habis. Dia hanya bisa bertahan beberapa saat jika Kun Long terus menyerangnya. Rahangnya masih terasa sangat sakit akibat tonjokan yang pria besar itu kerahkan. Untungnya ser
Utari Dewi melesat cepat di antara pepohonan besar. Dia tak tahu kakinya bergerak ke arah mana. Yang jelas dia ingin segera keluar dari hutan Luoyang. Setelah berhari-hari berlari, akhirnya dia sampai di perbatasan hutan dan sebuah kota. Dia pun keluar dari dalam hutan itu lalu masuk ke kota Nanch