Beranda / Zaman Kuno / Perjalanan Sang Batara / 197.Tujuh Buta Ankara

Share

197.Tujuh Buta Ankara

Penulis: Gibran
last update Tanggal publikasi: 2025-10-11 19:03:54

Dengan ajian Brajamusti, Raja Brata berteriak keras mendarat di telapak tangan yang besarnya melebihi keraton kerajaan.

Tangan itu bergerak mencengkram. Dengan cepat Raja Brata menggerakkan pedang-nya, menebas jari-jari tangan sebesar pohon itu.

Namun percuma, tebasan itu tidak membuat jari raksasa itu terputus ataupun terhenti. Dengan teriakan keras Raja Brata menahan lima jari raksasa yang besarnya melebih tubuhnya!

Akhirnya tangan itu mencengkram tubuh Raja Brata hingga tak terlihat di ba
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Perjalanan Sang Batara   350.Raja Naga Long Wang

    Di pegunungan es bagian utara bangsa Mongol, ada sebuah tempat yang paling di sakral kan oleh bangsa utara.Mereka adalah orang-orang suku Bei yang hidup di tengah-tengah es yang dingin. Bagaimana mereka bisa kuat hidup di tempat yang sangat dingin itu? Di atas pemukiman suku Bei itu ada sebuah anak tangga yang sangat tinggi. Ada lebih dari sepuluh ribu anak tangga. Konon hanya orang tertentu yang kuat sampai di atas sana. Menurut kabar,nenek moyang para suku Bei itu pernah sampai di puncak anak tangga.Mereka menceritakan pengalaman mereka di atas sana dengan menulis semua kisahnya di atas sebuah balok es.Di tulisan itu menceritakan pengalaman nenek moyang mereka yang bertemu dengan sosok ular Naga misterius penunggu bukit es tersebut. Mereka mendapat hadiah dari sang ular naga berupa api merah yang tak pernah padam. Api itu mereka taruh di atas obor besar yang ada di tempat upacara adat. Api itulah yang menjaga suku Bei dari hawa dingin yang luar biasa. Mereka memanggil sang Na

  • Perjalanan Sang Batara   349.Kerajaan Jiwa Jaka Geni

    Jaka Geni membuka matanya. Dia terkejut saat mendapati dirinya tengah duduk di sebuah singgasana besar yang di penuhi aliran petir merah. Dia lebih terkejut lagi di bawahnya, tepatnya berada di hadapannya telah duduk saling berhadapan empat orang yang menatap ke arahnya. Di tengah mereka ada sebuah meja panjang berwarna emas yang memanjang hingga hampir mencapai pintu besar di depan sana. Jaka kenal betul dengan tiga orang dari empat orang tersebut. "Lang, Ling, dan kamu Xian Hui, bagaimana aku bisa bertemu kalian di tempat yang aneh ini? Apakah aku sedang bermimpi?" tanya Jaka dengan wajah bingung dan penasaran. "Tuan tidak perlu panik, kita berada Kerajaan Jiwa milik tuan," kata Xian Hui sambil menunduk hormat. Lang pun menghormati dan membenarkan ucapan Xian Hui. Ling diam saja di tempat. "Kerajaan Jiwa?" tanya Jaka Geni yang tak tahu apa-apa tentang Kerajaan jiwa miliknya. "Benar tuan, jika seseorang telah mencapai ranah Surga, dia bisa menciptakan Kerajaan jiwa miliknya se

  • Perjalanan Sang Batara   348.Pendekar Telapak Iblis

    Yang Chu bersama Yo Fan menghadap Putri Nanyang yang duduk di atas singgasana nya. Terlihat kepala gadis itu di ikat menggunakan kain hingga ke mata kirinya sehingga dia lebih mirip dengan mumi. Hanya mata kanan hidung dan bibirnya saja yang terlihat. "Tuan putri memanggil kami?" tanya salah satu ketua Serikat Teratai Biru. "Benar, ada tugas untuk kalian. Tapi jangan biarkan orang-orang tahu bahwa diriku terluka. Terutama paman Yang Jie,dia akan mencari celah saat aku terluka," ucap Putri Nanyang. Yang Chu menatap gadis itu sesaat. "Ada apa dengan Yang Jie tuan putri?" tanya dia penasaran. "Yang Jie mempunyai sifat yang licik. Jika dia tahu aku terluka dia akan bersandiwara untuk memerintahkan pengejaran besar-besaran terhadap Jaka Geni. Aku tidak ingin terjadi huru hara yang di sebabkan olehku, karena ayah bisa murka padaku. Itu sebabnya aku lebih baik mengutus kalian memburu Jaka Geni," kata Putri Nanyang dengan suara bergetar. "Baik Putri, akan kami lakukan. Lagi pula, dia j

  • Perjalanan Sang Batara   347.Kelemahan Iblis Kabut

    Iblis Kabut tersenyum menyeringai melihat Chang Yun yang bersiap menyerangnya. Saat gadis itu mulai bergerak, tiba-tiba dari dalam tanah meledak dengan keras tepat di bawah kaki Chang Yun. Gadis itu terkejut, dan tubuhnya terpental ke udara. Dari asal ledakan meluncur kabut hitam dengan wujud kepala mengerikan dengan mulut menganga. Dari belakang Chang Yun melesat dua tangan kabut raksasa yang mencengkram kedua tangan dan kakinya. Chang Yun tak bisa berkutik. Dia menjerit sekeras mungkin untuk di lepaskan. "Sekuat apa pun petir yang melindungi mu,pasti tak akan selamanya bertahan dari serangan sakti milikku secara bertubi-tubi. Lihatlah, apakah kau mampu menahannya?" ucap sang Iblis. Chang Yun berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari cengkraman tangan kabut hitam tersebut. Namun tak bisa karena cengkraman itu sangat kuat. Dari arah depan kabut berwujud kepala yang mulutnya menganga menyambar tubuh si gadis dengan keras. Sambaran pertama kabut itu terpental oleh kekuatan peti

  • Perjalanan Sang Batara   346.Kekuatan Pamungkas

    Tinju Chang Yun bergerak cepat menghantam ke arah tinju Li Mi yang juga tengah mengarah kepadanya. Dua tinju itu pun saling beradu dengan keras. Tubuh Li Mi langsung terpental hingga tiga tombak ke belakang.Dia mendarat dengan kaki dan tangan yang mencengkram tanah bebatuan. Sedangkan Chang Yun hanya terdorong ke belakang beberapa langkah saja. Tak butuh waktu lama, sekejap kemudian Chang Yun sudah melesat kembali ke arah Li Mi dengan kekuatan penuh. Jaka Geni yang masih berada dalam wujud Yang Sian Kan tersenyum bangga melihat perkembangan Chang Yun,murid sekaligus kekasihnya itu. "Sepertinya kamu layak mendapat julukan Dewi Petir..." ucap Jaka Geni. Li Mi dengan cepat menangkis setiap serangan ganas Chang Yun. Dengan kekuatan Kabut Iblis dia berkali-kali berhasil menghantam Chang Yun namun serangannya mental setelah tertahan kekuatan petir yang membungkus tubuh gadis itu. "Sungguh menyebalkan!" umpat Li Mi lalu melompat mundur. Lelaki itu merapal sebuah mantera dan mengerahka

  • Perjalanan Sang Batara   345.Malih Wujud

    Jaka Geni kagum dirinya bisa berubah menjadi Tabib Dewa. Itu artinya ilmu Malih Wujud pemberian Nyai Lanjar tidak hanya bisa berubah menjadi ular."Apakah karena kekuatanku yang sudah meningkat? Ini benar-benar menyenangkan hahaha!"Jaka melesat pergi dengan cepat ke arah hitam Luoyang meninggalkan kota besar itu.Dia melesat ke arah dimana dia melihat awan hitam yang menutupi kawasan hutan tersebut.Di perjalanan dia melihat ratusan prajurit kerajaan yang tengah memasuki hutan. Dengan segera Jaka Geni merubah wujudnya menjadi Yang Sian Kan.Para prajurit itu terkejut melihat putra Yang Jie sang Kasim Raja berada di hutan itu. Mereka segera menghormat."Bagaimana pangeran Yang bisa berada di sini?" tanya perwira Bai Chu. Jaka Geni tersenyum. Bai Chu merasa aneh, karena pangeran Yang Sian Kan tidak pernah sama sekali tersenyum pada pasukan pria. Dia hanya tersenyum kepada wanita."Kalian semua kembalilah. Musuh di depan sana bukanlah lawan prajurit lemah seperti kalian. Biar aku yang me

  • Perjalanan Sang Batara   137. Kerajaan Lubang Sewu (3)

    Mata Jaka Geni terbuka lebar. Dia menoleh ke kiri dan ke kanan. Banyak wanita cantik yang mengelilinginya. Semuanya tampil menggoda. Dengan sedikit merasakan berat pada tubuhnya, Jaka mencoba bangkit berdiri. Tangannya telah terlepas dari rantai yang tadi sempat dia lihat. Entah kemana rantai itu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Perjalanan Sang Batara   143. Tribuana Mahadewi

    Malam itu di tepian sungai terlihat api unggun yang mulai mengecil terkena dinginnya embun malam. Suara air gemericik dari sungai diiringi suara jangkrik dan katak membuat malam di pinggir hutan itu penuh dengan irama. Jaka yang tengah tiduran di dekat api unggun membuka kedua kelo

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Perjalanan Sang Batara   151. Cemeti Pembakar Jiwa

    Tubuh Jaka Geni terlempar hingga menabrak pagar halaman pondok. Pagar itu pun hancur berantakan. Dengan sempoyongan dia mencoba bangkit berdiri. "Tubuhku semakin melemah... Cambuk itu sangat panas!" batin Jaka Geni sambil mengusap darah dari sela bibirnya. Ajian Gledek Membelah Lan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Perjalanan Sang Batara   125. Dua Nyai Terluka

    Dua Nyai Terluka! Matahari mulai condong ke arah barat. Nyai Laras mulai merasakan sakit di bagian kepalanya. Meski ajian sakti lawan tidak secara langsung mengenainya, namun dia bisa merasakan akibat dari benturan tenaga dalam tersebut. Terdengar suara tawa dari arah depan. Adinata tertawa mel

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status