共有

197.Tujuh Buta Ankara

作者: Gibran
last update 公開日: 2025-10-11 19:03:54

Dengan ajian Brajamusti, Raja Brata berteriak keras mendarat di telapak tangan yang besarnya melebihi keraton kerajaan.

Tangan itu bergerak mencengkram. Dengan cepat Raja Brata menggerakkan pedang-nya, menebas jari-jari tangan sebesar pohon itu.

Namun percuma, tebasan itu tidak membuat jari raksasa itu terputus ataupun terhenti. Dengan teriakan keras Raja Brata menahan lima jari raksasa yang besarnya melebih tubuhnya!

Akhirnya tangan itu mencengkram tubuh Raja Brata hingga tak terlihat di ba
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Perjalanan Sang Batara   342.Serangan Terakhir

    Chang Yun mencoba untuk merangkak menjauh dari Li Mi yang berjalan dengan terseok-seok ke arahnya. Pedang di tangan lelaki itu telah terangkat dan siap untuk menghujam tubuh Chang Yun. Tiba-tiba dari arah samping kanan Li Mi meluncur beberapa kerikil ke arah tubuhnya.Lelaki itu menoleh lalu menangkis dengan pedang biru di tangannya. Trang! Trang! Dua kerikil berhasil di tangkis, namun satu kerikil berhasil menembus lehernya hingga darah pun menyembur keluar dari lubang di lehernya tersebut. Li Mi menatap penuh amarah ke arah Bayu Seta.Namun tubuhnya tak bisa berbuat banyak, dengan satu lemparan kuat pedang biru itu menembus perut Bayu Seta. "Mati kau bajingan sialan..." umpat Li Mi lalu sejurus kemudian tubuh nya roboh di atas tanah bersimbah darah. Beberapa saat kalinya terlihat kejang lalu diam tak bergerak lagi. Bayangan hitam di tubuhnya pun ikut lenyap masuk ke dalam tubuh Li Mi. Bayu Seta merintih kesakitan. Chang Yun berusaha bangkit meski dengan susah payah. Darah mengal

  • Perjalanan Sang Batara   341.Serangan Penghabisan

    Jaka Geni semakin terpesona oleh godaan Putri Nanyang. Dia lupa dengan Tabib Dewa.Yang saat ini ada dalam pikirannya adalah Putri Nanyang. "Bagaimana kamu bisa secantik ini putri?" tanya Jaka. Putri Nanyang tersenyum manis. Di bukanya pakaian pemuda itu hingga nampak tubuh penuh otot dan perkasa milik Jaka Geni. Tangan gadis itu membelai lembut dada sang pemuda hingga ke perut membuat Jaka memejamkan matanya menahan perasaan yang hampir meledak."Tubuhmu sangat kekar dan gagah, jujur saja aku baru pertama kali melihat lelaki bertelanjang dada di depan mataku. Kamu adalah pria istimewa yang pertama dalam hidupku," ucap Putri Nanyang dengan suara lembut dan basah. Jaka Geni semakin tak bisa menahan hasrat yang telah dia pendam. Dengan gerakan sedikit kasar, dia cengkram bahu Putri Nanyang lalu menarik pakaian itu hingga melorot kebawah. Jaka Geni terpana melihat keindahan yang menawan di depan matanya. Wajah Putri Nanyang memerah melihat tatapan liar pemuda itu. Entah kenapa, hasra

  • Perjalanan Sang Batara   340.Kekuatan Li Mi

    Li Mi melompat saat tinju Chang Yun menerjang ke arah batu. Dalam sekali pukul batu itu hancur berantakan. Aura petir membungkus setiap pecahan batu tersebut. Li Mi berteriak marah lalu menerjang ke arah Chang Yun. Tangan Li Mi bergerak cepat ke arah gadis itu. Chang Yun menangkis menggunakan lengannya. "Gadis bodoh!" umpat Li Mi. Saat telapak Li Mi berhasil di tangkis oleh Chang Yun, dari telapak itu sesuatu menembus lengan Chang Yun seperti kekuatan tak terlihat. Chang Yun terhempas setelah kekuatan itu melabrak dadanya. Tubuhnya terguling beberapa kali di atas tanah berbatu. Li Mi tertawa cekikikan. "Masih bocah sudah berlagak jago di hadapan ku, sungguh menyebalkan!" Chang Yun merangkak di atas tanah untuk mencoba berdiri. Dia merasakan dadanya sesak setelah terkenal pukulan Li Mi yang sangat aneh. "Dia berada di tanah Langit. Sudah pasti aku tidak akan mampu melawannya..." lirih Chang Yun. Li Mi menggerakkan bahu nya yang terasa sakit dan linu. "Sial, ternyata buka hany

  • Perjalanan Sang Batara   339.Pengecut Dari Keluarga Li

    Pasukan kerajaan memburu Bayu Seta hingga ke dalam hutan Luoyang. Mereka melacak jejak kaki lelaki tua itu. Li Mi memimpin pasukan itu bergerak ke dalam hutan. Meski dia baru saja tiba dari selatan, tapi perburuan ini membuatnya bersemangat. "Kaisar akan mengakui ku jika aku berhasil menangkap tahanan ini." batin Li Mi penuh ambisi. Bayu Seta terus bergerak hingga sampai di sebuah sungai kecil. Di sana ternyata ada lima orang prajurit yang tengah bertugas menjaga aliran air. "Siapa itu!" teriak salah satu penjaga. Bayu Seta melemparkan pecahan batu ke arah lima orang tersebut. Tiga di antaranya tewas seketika terkena lemparan batu yang tepat menembus kepala mereka. Dua prajurit itu berteriak keras lalu menyerang Bayu Seta. Pertarungan pun terjadi. Lelaki tua itu melawan dengan serius. Hanya empat jurus dua prajurit itu pun tumbang. "Pengganggu," ucap Bayu Seta lalu bergerak meninggalkan tempat itu. Beberapa saat kemudian Li Mi datang ke tempat dimana ada lima mayat tergeletak.

  • Perjalanan Sang Batara   338.Gadis Yang Kesepian

    Yang Chu dan Yo Fan masuk ke dalam kamar sang putri. Mereka menatap sekitar dan tak mendapati hal yang mencurigakan. Setelah yakin tak ada siapa-siapa di kamar itu, mereka berdua pun pamit pergi setelah meminta maaf karena telah mengganggu ketenangan Putri Nanyang. Gadis itu pun menutup pintu dan menguncinya. Saat dia masuk ke dalam kamarnya dilihatnya Jaka Geni sedang duduk di pinggiran kasur. Putri Nanyang heran, bagaimana kedua orang tadi tidak melihat keberadaan Jaka Geni, padahal ruangan itu tak begitu luas. Sembunyi dimanakah pemuda itu? pikir gadis itu penasaran. "Siapa yang mengijinkan mu duduk di atas tempat tidurku?" tanya Nanyang sambil bersandar di pintu. Jaka Geni segera beralih dan duduk di lantai kamar yang terbuat dari batu pualam. Terasa dingin dan menyegarkan. Putri Nanyang tersenyum lucu melihat kelakuan Jaka Geni yang terlihat serba salah. Jaka Geni selama ini menjadi orang yang di puja dan di kejar-kejar wanita. Namun kali ini,dia salah tingkah di depan Putr

  • Perjalanan Sang Batara   347.Dua Tetua

    Jaka Geni tak bisa berucap apa pun melihat pemandangan yang terlalu mempesona. Dia tertegun dan hanya menatap gadis itu tanpa berkedip hingga tanpa dia sadari... Plak! Sebuah tamparan mendarat di pipi Jaka dengan cukup keras. Pemuda itu tersadar seketika dan melihat seorang gadis yang tengah menatapnya dengan wajah cemberut. Wajah itu terlihat memukau sehingga Jaka tak berkutik dan hanya cengengesan sambil mengusap pipinya yang baru saja kena tampar. "Siapa kamu!? Apakah kamu buronan yang di bicarakan Cheng tadi?" tanya Putri Nanyang. Jaka Geni tidak langsung menjawab, dia menatap sejenak mata gadis itu. "Aku memang buron. Tapi aku bukan penjahat." kata Jaka Geni.Mata putri Nanyang menatap tajam. Lalu tiba-tiba tangan Nanyang menarik Jaka Geni masuk ke dalam ruangan miliknya. "Kamu tunggu di dalam kamar ku, ada prajurit wanita datang kesini," ucap Nanyang lalu meninggalkan ruangan itu. Jaka menatap ruangan yang di penuhi bunga dalam pot dan lukisan ikan sungai Yangtze. "Indah

  • Perjalanan Sang Batara   288.Iblis Putih

    Tiga orang itu saling tatap saat seorang mata-mata yang mereka kirim datang menghadap. Puluhan pendekar langsung tertuju kepada seorang Pendekar berpakaian putih yang baru saja datang. "Bagaimana? Apa kalian menemukannya?" tanya Ratu Lu Che. "Kami menemukannya, saat ini Huang Li tengah mengawasi

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • Perjalanan Sang Batara   294.Pertarungan Hidup Mati

    Kun Long berteriak keras lalu menendang tubuh Jaka Geni hingga terpental jauh. Dalam keadaan melayang Jaka berusaha menyeimbangkan tubuhnya. Namun matanya menatap tak berkedip melihat Golok Hijau milik Kun Long melayang menyusul ke arahnya! "Orang Gila!" umpat Jaka lalu melemparkan pedang Rubah

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • Perjalanan Sang Batara   286.Serangan Pagi Buta

    Mata Jaka Geni terbuka. Telinganya yang sudah terlatih mendengar satu gerakan. Dia menoleh ke arah Chang Yun yang masih terlelap. Jaka menutup tubuh Chang Yun yang terbuka. Kemudian dia memakai pakaiannya. "Apakah orang Serikat Teratai Biru lagi? cepat sekali mereka melacak keberadaan ku," batin J

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • Perjalanan Sang Batara   292.Duel Melawan Kunlong

    Jaka Geni menangkis serangan golok hijau besar milik Kun Long menggunakan pedang biru di tangannya. Dengan kekuatan petir yang di alirkan ke kaki kanannya, Jaka bergerak cepat menyambar perut Kun Long dengan tendangan. Namun Kun Long berhasil menghindari tendangan lawan dengan sedikit memundurkan

    last update最終更新日 : 2026-04-04
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status